Mengejarmu Polisi Tampan

Mengejarmu Polisi Tampan
Kejutan


__ADS_3

Mobil Aldo,Tian dan Alex sampai didepan rumah mewah Olif.


Ketiga nya langsung masuk saat seorang ART membuka pintu.


Linda yang sedang sibuk didapur merasa heran dengan kedatangan tiga pria muda itu.


Linda menyuruh mereka duduk disofa.


Wanita itu terkejut dengan kehadiran Tian yang merupakan anak tirinya.


Selama ini Tian tak pernah menemuinya.


Sementara Aldo merasa tak asing dengan wajah mamanya Olif.


Alex mendekati Linda .


"Bibi maaf kedatangan kami membuat bibi terkejut!"


"Sebentar Lex kenapa Tian bisa datang kemari?" ucap Linda yang menatap Tian.


Tian berjongkok didepan Linda.


"Tante maafin semua kesalahan mama Saya, Mama Dian udah banyak nyakitin tante dan Olif.Tapi tante tenang saja,Tian bakal.nglindungi tante dan Olif dari mama.Tian udah anggep Olif seperti adek Kandung Tian sendiri.Tian sangat menyanyanginya tante!" ujar Tian dengan sepenuh hati.


Linda menarik tubuh Tian agar duduk disebelahnya.


"Terima kasih ya Tian kamu udah sayang sama Olif.Tante udah maafin mama kamu kok!" ujar Linda.


Tian terseyum lalu memeluk mama tirinya itu.


Linda lalu menoleh kearah Aldo yang masih memakai seragam dinas.


Linda menduga itu Aldo,pria yang pernah putrinya ceritakan.sungguh tampan menurutnya.pantas putrinya sangat mencintainya.


"Kamu Aldo ya??" tanya Linda yang membuat Aldo terkejut juga Tian dan Alex.


"Tante tahu saya?" ucap Aldo


"Olif sering cerita soal kamu nak,ternyata kamu memang tampan,makanya Olif sangat mencintaimu!" ujar Linda yang menjadi sendu.


Alex pun menceritakan semua kejadian yang membuat Olif pergi keSolo.Linda sungguh dibuat terkejut putrinya pergi membawa beban dihatinya.


Linda pun segera memberi alamat lengkap mbah darmi.


"Bawa pulang putri tante ya Nak,..!Olif terlihat kuat dan sedikit nakal tapi sebenarnya dia rapuh!",Ucap Linda pada Aldo.


Sorot matanya mengisyaratkan permohonan besar pada Aldo.


Aldo hanya mengangguk sambil terseyum.


Mereka segera pulang kerumah masing masing untuk mempersiapkan diri berangkat kekota Solo.


Saat Aldo berkemas ia tak sengaja melihat satu buku ada dimeja bukan dirak tempatnya.


Aldo segera membuka buku tersebut,ia sangat terkejut melihat foto yang ada didalam buku itu.ia sendiri tak tahu kalau masih ada foto Dini dibukunya.


" Shitttttttt....pasti kucing centilku udah lihat ini.....pasti ini alasan terbesarnya buat pergi...ahkkkk sialan....!!"umpat Aldo kasar.


Kini Aldo semakin yakin untuk menjemput Olif kembali,gadis itu sedang salah paham padanya.


Pukul 3 sore.Dibandara Soekarno Hata.


Alek,Tian Nana,Bella,Aldo dan Beny siap untuk terbang kekota budaya tersebut.


Dua jam perjalanan mereka Landing dibandara Solo.

__ADS_1


Dengan memesan dua Taxi mereka menuju rumah Mbah darmi.


Sementara dirumah Mbah Darmi,Olif masih tertidur,karena tubuhnya merasa tidak enak.


Angga,Alin dan mbah Darmi merasa khawatir.mereka tahu gadis itu sejak kecil gampang sakit dan Olif punya sakit maag yang cukup parah.


Suara deru mesin dua mobil taxi membuat Angga keluar rumah.Ia heran siapa tamu yang datang.


Keluarlah enam orang dari dalam dua mobil taxi tersebut.


Angga melebarkan matanya saat melihat Aldo dan Beny ada diantara tamu tamu tersebut.


Aldo dan Beny juga kaget dan bingung kenapa bisa ada Angga disitu.


"Apa kabar AIPTU Aldo dan AIPDA Beny lama tidak jumpa!" Sapa Angga yang sudah mendekati Aldo dan Beny.


Alex,Tian,Bella dan Nana merasa bingung.


"Kabar kami baik,Bripka Angga!"jawab Aldo.


"Maaf anda sekalian mencari siapa ya?" tanya Angga yang masih bingung.


"Apa benar ini rumah mbah darmi?" tanya Alex.


"Benar,itu nenek.saya!" ucap Angga yang membuat Aldo dan Beny terkejut.


"Apa Olif ada disini?" tanya Tian.


"Ow kalian mencari adik sepupu saya,ia dia ada disini!" jawab Angga lagi lagi membuat Aldo dan Beny melongo.


"Adik sepupu?" ucap Aldo.


.


"Iya AIPTU Aldo,Saya kakak sepupu Olif.


"Ohhh...Lalu dimana Olif sekarang?" tanya Beny.


"Seharian dia tidak enak badan,sekarang sedang tidur.Mari masuk!" ajak Angga pada semuanya.


Semuanya merasa cemas mendengar Olif sakit.


Mereka ber enam terperangah melihat bangunan rumah mbah darmi yang masih terlihat alami,kuno,unik dan berkarisma.


semua semakin terpaku dengan interior dalam rumah tersebut.


Rangga menyuruh keenamnya duduk diruang tengah yang luas lalu memanggil mbah darmi.


"Eh enek tamu okeh tow iki(Eh ada tamu banyak toh ini)!" ucap Mbah darmi yang sama sekali tidak dimengerti oleh yang lain kecuali Aldo yang ibunya juga berasal.dari solo juga.


Mbah Darmi menyalami semuanya.


Mereka senang bisa bertemu dengan nenek Olif.


"Mbah ampun ngendikan ngangge boso jowo,do mboten ngertos mbah(nek,jangan bicara bahasa jawa mereka gak ngerti)" ucap Angga yang membuat semuanya bingung.


"ow iyowez,'(oh yaudah)"


"Mbah nyelok Olif mawon mbah teng kamar(nek manggil Olif aja dikamar)!"


Mbah darmi langsung kekamar Olif yang berada didekat ruang tengah tersebut.


Aldo sudah tidak sabar melihat kucing centilnya itu.


Olif yang sudah terbangun merasa ada keributan diluar dan tak lama mbah darmi menemuinya mengajak nya keluar kamar.

__ADS_1


Olif langsung bangun begitu saja tanpa merapikan rambut panjangnya.dia keluar kamar dengan celana pendek diatas lutut dan kaos tanpa lengan.


Olif menguap sambil merenggangkan tubuhnya didepan pintu kamarnya.


Olif berjalan keluar kamar sambil mengucek ngucek matanya yang masih ngantuk.


Semua pandangan tertuju pada Olif yang belum sadar betul.ia tak menyadari banyak mata memperhatikan penampilannya yang acak acak kan tapi tetap terlihat cantik.


kedua mata Aldo mendelik melihat pakaian yang dipakai gadis itu.


Baru beberapa langkah Olif dikejutkan dengan suara Bella dan Nana.


"Kejutannnnn!" teriak mereka.


Sontak Olif terdiam terpaku ditempatnya.mata nya membulat sempurna bibirnya melongo dan tubuhnya menjadi dingin melihat siapa saja yang sudah ada diruangan itu.


Olif menutup mulutnya.Olif menelan salifanya kasar saat ia lihat disitu juga ada Aldo.


"Oh may Good....Kalian ...disini...Ngapain??" ucap Olif yang terpotong potong karena masih merasa shockk.


Semua terseyum puas melihat ekspresi Olif.


Ia masih berdiri mematung hingga Angga menarik tangannya dan duduk disamping Alex berhadapan dengan Aldo yang sedari tadi menatapnya tajam.


"Ihhh princess kok rambutnya kayak sarang burung gini!" sindir Alek pada Olif yang menjadi pusat perhatian.


Seketika Olif tersadar akan penampilannya.


Dia menunduk malu sambil menutup matanya.


"Udah gak usah malu Lif,kita udah terlanjur lihat kok.Bay the way kamu lucu juga ya kalau bangun tidur!" sindir Beny yang langsung mendapat sikutan dari Aldo.


"Mas Angga buruan ambilin aku sisir....!!" pekik Olifia membuat semua terkejut dengan sikap manjanya yang jarang terlihat.


Dengan sigap Angga memberi Sisir pada Olif.


"Ni adikku yang manja!"


Olifpun dengan kilat menyisir rambutnya lalu mengucirnya.Dan itu tak luput dari perhatian banyak pasang mata.


"Udah ,sekarang kalian jelasin ngapain kalian kesini ha.....??" tanya Olif dengan jutexnya.


"Jangan marah dong Lif kita semua khawatir sama kamu jadi kita semua nyusul kamu kesini!" ucap Bella.


"Sekalian liburan disini Lif!" sambung Nana.


"Kalian tuh ya gak bisa apa biarin aku menikmati kesendirianku dulu.Ck.......pasti mama niich yang kasih alamat ke kalian?" ucap Olif yang masih marah


Mbah darmi datang dengan membawa camilan dan minuman dibantu Angga.


"Kancane teko kok malah nesu nesu to ndok...mesakke to( Temen temenne pada datang kok malah marah marah,kasihan kan)!" ucap mbah Darmi.


"Lha marai aku kaget og mbah,,,ngayelke(La bikin aku kaget og nek..menyebalkan)!" Ucap Olif spontan membuat semuanya melongo.


"Kamu pinter bahasa jawa ya Lif.?" tanya Bella.


"ya jelas lah,lawong mamaku asalle sini o!" ucap Olif dengan logat berbeda membuat semua hampir tertawa.


"Medokmu kelihatan Lif......!" ejek Alex.


Semua tertawa kecuali Aldo.Olif yang dari tadi menghindari tatapan tajam aldo semakin merasa aura dingin dihadapannya akan memarahinya


"Udah sekarang Kalian mandi dulu aja.karena ini dah hampir malam.maaf ya disini gak ada pemanas air jadi nikmati aja air yang super dingin!" ucap Olif dengan santainya.


"ehhm mbak mbak ini tidur dkamar Olif,Pak Aldo dan pak Beny kekamar saya,sedangkan mas berdua dikamar kosong ujung.!" ucap angga pada semuanya

__ADS_1


Mereka pun pergi kekamar masing masing.


Olif segera menuju kedapur dan mengecep persiapan makanan untuk nanti malam.


__ADS_2