Mengejarmu Polisi Tampan

Mengejarmu Polisi Tampan
Bersama lagi


__ADS_3

Cafe One Blue Ocean.


Waktu sudah menunjukkan Pulul 23.00.


Satu jam yang lalu Bella dan Nana pamit pulang yang diantar oleh Tian.


Olif yang masih duduk bersama Alex dan Wily diikursi disudut ruangan sambil mengamat pengunjung yang silih berbanti datang tiba tiba merasakan sakit diulu hatinya,keringat dingin sudah mulai keluar dari kening dan tubuh Olif.


Olife merasa sakit maag nya kambuh lagi,iya gadis cantik ini memang punya sakit magh yang cukup parah sejak setahun yang lalu.


Olif baru ingat ia belum makan malam dan justru tadi bersama teman temannya ia malah meminum minuman beralkohol.


Meskipun sudah diingatkan oleh Bella dan


Nana,juga Tian dan Alex tapi Olif tetap nekad meminumnya.baginya meminum dua gelas fodka tidak akan membuatnya mabuk.


Olif memang sudah terbiasa dengan minuman beralkohol tinggi.Dengan meminum itu ia bisa sedikit melupakan kesedihannya dan permasalahan keluarganya.Tapi Olif tidak sering meminumnya hanya sesekali saja dan dalam takaran yang masih bisa ia kontrol.


Rasa sakit diulu hati dan perutnya semakin terasa,ia tak mau bilang pada Alex atau wily.Olif tak ingin membuat orang lain merasa khawatir.


Ia memutuskan untuk pulang lebih awal.


"Lex,Wil Aku pulang dulu ya,,udah capek nich!" ucap Olif sambil menyembunyikan rasa sakit diperutnya.


"Oh tumben jam segini mau pulang...mau aku anter?" jawab Alex.


"Aku pngen bobo cepet,!" ucap Olif bohong.


"Gak usah aku kan bawa mobil''sambung Olif lagi.


" Okey hati hati ya Lif"ucap Alex.


"Jangan ngebut ya Lif!" timpal Wily lugas.


"Okey bos,bye....!''seyum lebar Olif terlihat sebelum dirinya melangkah pergi meninggalkan dua pria tampan itu.


''Huffffftttt sebaiknya aku pulang cepat...obatku kan ada dirumah!" gumam Olif saat sudah berada dimobil Honda Jazz nya.


Olif segera menyalakan mesin mobilnya melaju menembus jalan ibu kota yang masih ramai dijam malam itu.


Baru beberapa menit berjalan Olif semakin merasa kesakitan.Ia segera menepikan dan mematikan mesin mobilnya,serasa tidak kuat lagi untuk menyetir.Ia ingin menelfon Alex tapi ternyata ponselnya lobet.


Olif hanya bisa menyandarkan wajahnya menunduk diatas dua tangannya yang sudah bertumpu disetir kemudi.Ia menahan sakitnya hingga hampir pingsan.


Disaat yang bersamaan,Aldo dan Anton yang sedang kebetulan melakukan patroli keliling melihat sebuah mobil berhenti dipinggir jalan yang cukup sepi.


Aldo merasa penasaran,menyuruh Anton untuk memberhentikan laju mobil mereka.


Aldo turun ditemani Anton.Aldo semakin mendekat,ia terkejut melihat mobil merah yang berstiker gambar kucing besar itu.Aldo sangat tahu siapa pemiliknya.


Aldo mengerutkan keningnya melihat Olif yang menunduk dikemudi setir dari kaca,lalu mengetuknya keras.


Olif yang masih setengah sadar mendongakkan kepalanya,terlihat samar samar seorang pria berseragam polisi mengetuk kaca jendelanya.


Olif dengan sisa tenanganya membuka kaca mobil dan membuka kunci pintunya.


"Mas Aldo!" gumam lirih olif dengan wajah yang sudah pucat.


Aldo terkejut dengan raut wajah gadis itu yang nampak hampir pingsan.


Tubuh Olif pun terhunyung tak sadarkan diri,Dengan sigap Aldo menangkap tubuh Olif.


"Bukankah ini wanita manager Cafe tadi pak?" tanya Anton pada atasannya itu.


"Kau benar,Kenapa dia pingsan?" ucap Aldo yang merasa khawatir.


"Olif ,,,Bangun Olif..!"


Aldo mencoba menepuk nepuk pipi Olif untuk menyadarkan gadis itu tapi Olif tetap tak bangun.


"Kamu kembali saja kePolres.Saya akan mengantar gadis ini!Dan tolong antarkan Mobil saya yang dikantor besok pagi kerumah dinas saya.!" perintah Aldo pada Anton.


"Baik pak.!" Anton pun patuh dan langsung pergi kembali kemarkas.


Aldo dengan sikap membaringkan tubuh Olif di jok kursi belakang.


Lalu Aldo mengambil alih kemudi mobil Olif dan langsung menyalakan mobilnya.


Aldo mengambil ponsel Olif mencoba menghubungi seseorang karena ia bingung harus mengantar Olif kemana.


"Ah....Sialll ponselnya lowbet...,!" Umpat Aldo.


"Bagaimana ini harus kuantar kemana gadis ini....?masak iya aku ajak dia pulang kerumah dinas!" ucap Aldo frustasi.


Tidak ada pilihan lain Aldo pun membawa Olifia kerumah Dinasnya.


Tak lama sampai diparkiran rumah dinasnya yang terbilang kecil untuk seorang aparat negara yang berpangkat tinggi seperti Aldo.

__ADS_1


Aldo memang sudah memiliki rumah mewah sendiri tapi ia lebih memilih tinggal dirumah dinas yang sederhana itu.


Malam semakin larut,suasana sekeliling sudah sepi,jadi Aldo bisa tenang membawa Olifia masuk kedalam rumah.


Aldo membaringkan tubuh Olifia yang lemah diatas ranjangnya.


Aldo segera mengganti seragam dinasnya dengan baju santai.


Pria tampan berusia 29 tahun itu lantas duduk ditepi ranjang.Ia meletakkan punggung tangannya dikening Olif.


Sejenak Aldo terpaku dengan kecantikan Olif yang sedang terbaring lemah tersebut Menatap wajah cantik itu membuat Aldo tak sadar menyungingkan seyumnya.


"Kucing centil,kenapa aku selalu bertemu denganmu!" gumam nya pelan.


Aldo lalu memberi minyak.angin dipelipis,leher,telapak.tangan dan kaki olif.Aldo juga mengelap keringat dingin yang membasahi dahi gadis cantik itu dan tak lupa menyelimuti tubuh Olif dengan penuh perhatian.


Cukup lama Aldo duduk sambil menatap wajah tenang Olifia,hingga ia merasa kantuk dan memutuskan tidur disofa panjang diluar kamar.


Hari berganti,Pukul 5.30 pagi.


Aldo yang sudah bangun duluan segera mmebersihkan dirinya dikamar mandi.ia lalu memakai kaos abu ketat khas polisi dan celana panjangnya.hari ini ia akan berangkat dinas agak siang.


Olifia mulai menggerakkan tubuhnya kedua matanya terbuka pelan.Reflek ia memegangi perutnya yang terasa perih.


Pandangan mata Olivia terlihat bingung ia mencoba mengingat kejadian semalam sebelum ia pingsan.Olif tak menyadari ada sepasang mata yang mengawasinya.


"Sudah bangun kucing centil?" ucap Aldo yang duduk dipinggir ranjang sambil menatap Olif.


Sontak Kedua mata Olif membulat.


"Mas Aldo....!" ucap Olif merasa tak percaya dengan penglihatannya melupakan sejenak rasa sakit diperutnya.


Oliff mencoba bangun tapi terasa susah.


"Ini dimana mas?"Tanya Olif yang merasa asing dengan tempat itu.


" Rumah Dinas saya.!"ucap datar Aldo.


"Apa??" jawab Olif yang terkejut kembali.


"Semalam kamu pingsan dan Ponsel kamu mati.jadi terpaksa aku membawamu kemari!"jawab Aldo menjelaskan.Olifia sebenarnya merasa bahagia bisa berada didekat pujaan hati tapi ia mencoba bersikap biasa.


"Kalau kau sudah baikan bersihkan dirimu,Aku mau cari sarapan dulu diluar!" ucap Aldo yang sudah berdiri.


"Mas bisa beliian Olif bubur ayam!perut aku masih sedikit sakit!" pinta Olif.


Aldo hanya mengangguk lalu pergi.


Dengan cepat ia membuka bajunya lalu membersihkan tubuhnya.


Tak lama ia keluar hanya dengan menggunakan dalaman berbalut handuk besar.Ia bingung harus memakai baju apa tak mungkin ia memakai bajunya lagi yang sudah kotor.


Ia dengan lancang membuka almari Aldo lalu mengambil kemeja putih polos Aldo yang cukup besar untuk ukuran tubuhnya.


Ia pun segera mengenakannya.


Tak berselang lama Aldo yang sudah kembali dari membeli sarapan langsung duduk diruang tamu lalu memanggil Olifia.


"Kucing centil nich pesanan kamu,bubur ayam!" panggil Aldo.


Aldo tertegun melihat tampilan Olifia yang keluar dari dalam kamarnya.Pria itu susah menelah salivanya.


Gadis itu mengenakan kemeja putih miliknya yang nampak kebesaran dengan panjang sampai paha nya saja.memperlihatkan bentuk tubuh sexinya.Dengan rambut panjang yang sedikit basah terurai begitu saja.Sungguh pemandangan yang indah untuk kaum adam seperti Aldo.


Aldo dengan cepat tersadar lalu berdiri menghampiri Olif dan menarik tangannya masuk kekamarnya lagi.


"Kamu pagi pagi mau menggoda saya haa??ucap Aldo yang sudah merasa sebal.


"Siapa suruh mas mudah tergoda!" ucap Olif dengan santainya.


Aldo kemudian membuka lemarinya dan mengambil sesetel kaos pendek.dan celana panjang traning lalu melemparnya pada Olif yang sudah duduk ditepi ranjang.


"Pakai ini...!ucap Aldo lugas.


Olif terseyum simpul.


" Kalau Olif gak mau gimana mas?goda Olifia.


"Ck...Jangan buat saya marah!"ketus Aldo lalu pergi meninggalkan Olif dikamar.


Tak lama Olif keluar kamar mengenakan pakaian traning tadi dan langsung duduk didekat Aldo.


"Ngapain duduk sini?" ucap Aldo ketus.


"Emang kenapa,,,Olif mau makan bubur deket mas!" Jawab Olif yang langsung membuka bungkus makanananya tanpa melihat kearah Aldo.


Dengan perlahan Olif menikmati bubur ayamnya sampai habis.lalu meminum teh hangat yang sudah disiapkan Aldo.

__ADS_1


Aldo hanya diam sambil melirik gadis itu makan,tak ada rasa canggung,sungkan atau jaga image Olif didepan Aldo,semua sikap Olif apa adanya.


"Akhirnya kenyang juga.....makasih ya mas Aldo yang ganteng!" ucap Olif sambil terseyum menghadap kearah Aldo disampingnya.


"Udah kenyangkan?sekarang kamu pulang!" usir Aldo.


",Mas ngusir aku?Kalau aku masih pengen disini gimana?" ucap Olif yang membuat Aldo bingung.


Dengan berani Olifia menyandarkan kepalanya dibahu bidang Aldo.


"Kamu kenapa suka deket deket saya sich?" ucap Aldo yang mulai risi.


"Ya Olif suka aja deket mas gini!"


"Kamu tuh udah dikelilingi cowok cowok ganteng ngapain suka dekat saya!"


"maksud mas yang diCafe semalem?hehehe Mas cemburu ya?"ucap Olif terkekeh.


" Kepedean kamu,sapa juga yang cemburu.emang kamu siapa saya!"


Olif menegakkan kepalanya lalu memandang lekat wajah Aldo yang begitu dekat dengannya.


"Mas tuh kalau sama aku dingin banget sich kayak es batu...apa aku udah bikin Mas sebel?" ucap Olif dengan wajah sendunya.


Aldo terdiam sesaat.Aldo yang tadinya menatap Olif memalingkan wajahnya.ia serasa tak kuat lama lama menatap manik mata indah milik gadis itu.


Dengan cepat tangan Olif meraih wajah Aldo menghadap padanya,Olif mencium kilat bibir Aldo.


Kedua mata Aldo terbelalak,Kucing centil dihadapannya ini semakin berani.


"Kamu kenapa agresif banget jadi cewek?gak takut pacar atau istri saya marah?" ucap Aldo yang berbohong.


",Ckkk emang Mas punya?Enggak kan?" ujar Olif santai dan malah memeluk tubuh Aldo dari samping.


Olif terbius dengan aroma dan tubuh atletis Aldo.sangat merasa nyaman memeluk pria itu.


Aldo mencoba melepaskan pelukan Olif.


"Kamu tuh bener bener ngetes saya ya??"


"Diem dan tenang dong Mas,,,Olif lagi pengen meluk Mas !"


Aldo hanya bisa pasrah terdiam.Sebenarnya muncul kehangatan dihati Aldo saat Olif memeluknya erat.


",Mas denger...Suka atau gak Mas sama Olif jangan coba menjauhi Olif ya mas.Olif bisa sedih dan lemas kalau Mas menjauh.Dan mas inget ya,Olif bakal ngejar mas terus sampai mas mau nerima Olif!"


Deg....hati Aldo tercekat.


Secara tidak langsung gadis itu menyatakan perasaannya pada nya.


Aldo hanya terdiam,bingung harus berkata apa.


Olif meletakkan wajahnya ditengkuk Aldo sambil sesekali menciumi daerah tersebut.


Reflek Aldo yang merasa geli mendorong tubuh Olif tapi Olif tak bergeming ia semakin mengeratkan pelukan nya ditubuh Aldo.


"Mau sampai kapan kamu meluk saya gini?" tanya Aldo yang sudah hampir gila oleh ulah Olif.


",Sebentar lagi Mas,,janji...!"


Aldo hanya diam dengan posisi Olif masih memeluknya.


Olifpun melepas pelukanya ditubuh Aldo.


"Kamu pulang saja,Saya mau dinas!"


"Yaudah Olif pulang dulu ya mas,maksih udah nolongin Olif! Olif berdiri hendak mengambil tasnya dikamar.


Sebelum keluar Olif kembali mencium Pipi Aldo kilat.lagi lagi aldo hanya terdiam.


"Bye Mas....jaga kesehatan mas ya!"


Olif keluar dari rumah sederhana itu,saat hendak masuk mobil.ada beberapa ibu ibu bayangkari yang lewat dan menatap heran Olifia yang terlihat sangat cantik dengan riasan tipis dan rambut panjang tergerai.


"Mbak cantik siapa ya?kok keluar dari rumah pak Aldo.!" tanya salah satu ibu ibu yang kepo.


Olifia terseyum manis pada ibu ibu tersebut.


"Saya Olifia bu,Saya calon istri Pak Aldo...!" ucap Olif asal.


"Wah pak Aldo pinter,Calonnya cantik banget,ramah lagi.buruan nikah mbak biar bisa gabung sama kita jadi ibu ibu bayangkari!" ucap ibu yang lain.


Olifia terseyum lebar.


"Doain ajah ya ibu ibu.yaudah Olif pamit dulu ibu"..!" ucap Olif masuk ke mobil setelah melirik kearah jendela rumah Aldo,ia yakin pria tampan nya itu sedang melihatnya dari dalam.


Olifpun melajukan mobilnya.

__ADS_1


Ibu ibu itu masih berbisik bisik tentang Aldo dan Olifia.


Sedangkan Aldo yang melihat kejadian tadi hanya menggeleng gelengkan kepalanya ia merasa frustasi dengan kelakuan Olif.


__ADS_2