
Sudah Dua bulan lebih berlalu.
Olif terus mendekati Aldo.memberikan pria itu perhatian dan kasih sayangnya yang tulus.
Olif sering datang kekantor atau kerumah dinas Aldo hanya sekedar untuk mengajak makan bersama.Olif juga sudah beberapa kali datang kebutik mamanya Aldo.Tapi sampai saat ini Sikap Aldo kadang masih dingin dan ketus pada Olif,Wanita cantik itu justru tak patah semangat,ia terus berfikiran positif dan berharap suatu saat nanti Aldo bisa menerimanya.
Dua bulan juga hubungan antara Tian dan Bella,Juga Alex dan Nana kian dekat.Tanpa sepengatuan Olif mereka sering berkencan.Mereka ingin memberi tahu Olif jika waktumya sudah tepat.
Dikampus.
Saat hampir jam makan Siang,Olif berjalan bersama Dua sahabatnya melewati lorong kampus menuju kantin kampus.
Alangkah terkejutnya Olif saat ia berjalan,ia melihat Aldo sedang bersama Dini, mantannya.Sedang berdiri didekat ujung taman yang lumayan sepi.mereka terlihat berbicara serius.Tak lama Dini terlihat memeluk Aldo yang hanya terdiam.
Sontak kedua mata Olivia membulat sempurna,Hatinya seakan tertusuk ribuan pisau.Kakinya terasa lemas.
Bella dan Nana saling pandang,mereka tak menyangkan Aldo akan menerima pelukan mantannya.
Bella memegang bahu Olif pelan mencoba menenangkan hati sahabatnya yang mungkin sudah retak atau bahkan hancur.
Bella dan Nana sangat tahu bagaimana usaha Olif mengejar Cinta Aldo selama dua bulan ini.
"Lif jangan dilihat terus,kita pergi yuk!" Ajak Bella.
Tanpa sepatah kata pun Olifia pergi bersama Bella dan Nana.Tatapan Olif kosong saat berjalan ingin rasanya ia menangis tapi itu bukan sifatnya.ia cukup tangguh menghadapi semua permasalahan dihidupnya selama ini.membuat ia menjadi wanita yang kuat dan tegar.
Olif dengan cepat merubah raut wajahnya menjadi ceria kembali,ia tak ingin membuat kedua sahabatnya khawatir meskipun sekarang hatinya terasa sangat sakit.
Baru sebentar Olif terseyum tiba tiba ada yang menarik tangannya keras.
"Olif tante mau ngomong sama kamu!" ucap Seorang wanita paruh baya berusia 46 tahun.
Dia adalah Dian,mama tiri Olivia sekaligus mama nya Tian.
"Tante Dian..ngapain tante kesini,Olif gak mau bicara sama tante,lebih baik tante pergi aja dari sini!" ucap Sarkas Olif yang memang sangat membenci wanita jahat itu.
Bella dan Nana hanya bisa melihat keduanya.
Bella juga langsung paham bahwa wanita itu adalah ibu dari pria yang ia pacari sekarang.
"Dasar anak sialan,,gak sopan ya kamu sama saya!" ucap Dian dengan nada tinggi.
Beberapa mahasiswa yang lewat ditempat tersebut memperhatikan keduanya.
"Tante harus nya lebih sopan,ini tuh kampus.Tante kalau mau ngomong disini aja!"
"Dasar anak dari wanita perusak rumah tangga orang yang pasti sifatnya sama kayak ibunya,Gampangan." hina Dian yang memandang kearah Olif.
Olif mengeratkan kedua tangannya,rahangnya mengeras,ia tak bisa mendengar penghinaan untuk mamanya.
Olif sudah merasa sangat emosi.bisa saja ia langsung menampar wanita bermulut bisa itu tapi ia mencoba menahannya.
__ADS_1
"Tante jangan berani menghina mama saya ya...Sudah cukup selama ini tante bikin hidup saya dan mama menderita.mulai sekarang saya gak bakal tinggal diam kalau tante mencoba mengganggu kami lagi.!"
"Oh jadi kamu mau ngelawan saya?Denger ya Olif,Tante gak bakal berhenti bikin hidup kamu dan mama kamu itu menderita sebelum kalian menjauhi suami saya.!"
"Tante tenang saja,dengan senang hati mama akan minta cerai sama papa!"
"Bagus...satu lagi jangan pernah mengharapkan sepeserpun harta warisan dari papa kamu!!"
Olif terseyum smrik dan menatap tajam Dian mama tirinya.
"Jadi harta yang membuat tante jadi wanita ular begini....Tenang aja tante,Olif gak pernah sedikit pun berharap harta pria kasar itu.Olif bisa hidup dengan kerja keras Olif sendiri.Olif juga mampu menghidupi mama,tanpa uang dari suamimu itu.Asal tante tau aja,selama ini uang yang dikirim pria kasar itu masih utuh direkening mama.Kami sedikitpun tak pernah menggunakannya.Jadi lebih baik sekarang tante pergi,sebelum Aku bertindak kasar pada tante!!" ucap Olif dengan aura kuatnya.
"Awas kamu.anak.sialan....Tante akan balas ini!!" umpat Dian lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Olif menutup matanya,menghembuskan nafasnya kasar.Hatinya semakin remuk mendengar cacian hinaan dari mama tirinya tadi.
Bella dan Nana benar benar schok melihat wanita jahat tadi.mereka juga sangat bangga memiliki sahabat seperti Olif yang begitu berani melawan wanita jahat seperti itu.
Nana memeluk tubuh Olif erat,sedangkan Bella mengusap lembut punggung Olif.
"Sabar ya Lif,gue yakin elo kuat ngadepin semua ini.Kalau elo mau nangis,nangis aja jangan loe tahan sendiri.!" ucap Nana.
"Gue gak papa kok.udah biasa kayak gini dari kecil.Ehmmm Gue balik dulu ya..!" ucap Olif melepaskan pelukan Nana lalu pergi meninggakkan kampus.
Bella dan Nana menatap sedih kepergian Olifia.sungguh mereka akan membantu Olifia apapun caranya.
Dirumah Olifia tidak menceritakan hal tadi pada mamanya,ia tak ingin membuat mamanya bersedih.Olif lebih memilih diam dikamar tanpa menangis.Baginya air matanya sudah kering.
Sore hari.
Olif menuju rumah dinas Aldo.
Olif langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu sambil membawa makanan.ia melihat pujaan hatinya sedang duduk disofa sambil melihat Tv.
Ia mencoba bersikap biasa didepan Aldo dan melupakan apa yang dilihatnya tadi dikampus.ia juga tak ingin bertanya apapun pada Aldo.
"Mas udah pulang?" tanya Olif lembut saat sudah duduk disamping Aldo.
"Udah baru aja!" ucap Aldo singkat dengan tatapannya tak teralihkan .
"Mau mandi dulu apa makan dulu mas?"
"Makan aja!'jawab singkat Aldo.
Olif segera mengambil sendok dan piring tak lupa membawa dua gelas air putih.
Olif segera membuka makanan yang ja bawa lalu meletakkan didepan Aldo.
Mereka pun makan bersama dalam keheningan.biasanya Olif akan cerewet tapi hari ini dia hanya diam,Aldo merasa ada yang aneh pada sikap gadis muda itu.
" Kamu tadi nglihat saya dikampus?''Pancing Aldo.
__ADS_1
"Gak,kenapa Mas?" jawab Olif bohong.ia memang tak mau tahu apa yang terjadi dengan Aldo dan Dini.
"Oh yaudah gak penting.!"
Mereka melajutkan lagi makan mereka.Aldo hanya melirik kearah Olif yang banyak diam.
Mereka pun selesai makan,Olif segera membersikan piring dan gelas kotor didapur.sementara Aldo memilih untuk mandi.
Setelah mencuci piring dan gelas,Olif merapikan kamar Aldo yang sedikit berantakan.
Tanpa sengaja Olif menjatuhkan sebuah buku.Ia yang penasaran membuka buka itu.
Kedua mata Olif membulat memandang sebuah foto yang ada didalam buku tersebut.
Foto seorang wanita yang tengah terseyum.foto itu adalah foto Dini,mantan kekasih Aldo.Olif membalikkan foto itu ada tulisan"Sayangku"
Seketika pertahanan Olif runtuh,Ia tak bisa membendung air matanya lagi.
"Apa mas Aldo masih mencintainya??" itu yang ada dalam benaknya sekarang.
Dengan cepat Olif menghapus air matanya dan menaruh kembali foto itu didalam buku tapi belum sempat mengembalikan buku itu ketempat asalnya,Aldo keluar dari kamar mandi.
Olif buru buru keluar kamar Aldo dan memilih membersihkan kamar tamu.
Aldo sudah memakai pakaian santainya dan duduk disofa.
"Udah tinggalin aja.aku gak mau kamu jadi capek bersihin rumahku!" ucap Aldo yang masih melihat Olif menyapu membelakanginnya.
Sekuat tenaga Olif terseyum kearah Aldo.
Menyembunyikan luka hatinya.
"Tinggal dikit lagi kok mas!"
Olif yang sudah selesai menyapu,bertanya pada Aldo.
''Mas ingin aku bikinin kopi atau teh?"
"Gak perlu." jawab nya singkat.
Olif lalu duduk disamping Aldo lalu memeluk tubuh pria tampan itu sebentar lalu melepasnya.Olif lama lama semakin tidak kuat sedih jika terus berada disisi Aldo.
Cup....satu kecupan dipipi Aldo.
Pria itu tak bergeming.
"Olif pulang dulu ya Mas,,,Jaga kesehatan Mas baik baik.Sampai jumpa lagi ya Mas!" Ucap Olif lalu beranjak keluar dari rumah dinas Aldo dan langsung melajukan mobilnya cepat.ia tak ingin Aldo melihatnya menangis.Ia tak ingin terlihat rapuh didepan pria yang ia cintai.
**Apa sesakit ini Mas, mencintaimu!!**lirih Olif sambil menangis didalam mobil.
Sementara Aldo merasa aneh,Gadis itu cepat cepat ingin pulang,biasa nya dia akan merengek minta tidur disini.Aldo juga merasa sorot mata Olifia sangat berbeda hari ini dan Olif juga terlihat banyak diam.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan Kucing Centil. itu??"ucapnya yang masih bingung.