Mengejarmu Polisi Tampan

Mengejarmu Polisi Tampan
Seneng


__ADS_3

Aldo masih menatap Olifia dengan wajah dinginnya.Sedangkan Olifia lebih memilih memainkan Ponsel ditangannya untuk menyembunyikan rasa kegugupannya.


"Lama kita gak ktemu ya Lif!" ucap Beni memecah keheningan.


Olif terseyum simpul.kearah Beny.


"Iya Kak,Maaf gak pernah mampir kesini!"


"Santai aja Kamu kan sibuk!"


Olif hanya terseyum kearah Beny sesekali ia melirik kearah Aldo.


"Olifff kamu datang sayang...tante kangen sama kamu!" sapa tante Nita mamanya Beny dan Bella yang muncul dari dalam dan langsung memeluk Olifia yang sudah ia anggap putrinya sendiri.


Beny,Bella dan Aldo hanya melihat keduanya.


"Olif juga kangen sama tante,Maaf Olif gak pernah maen kesini!"


"Gak papa sayang,justru tante bangga,selain kamu cantik kamu hebat diumurmu yang masih muda udah jadi Manager..!" ucap Tante nita yang membuat Aldo terkejut.


"Dia Seorang Manager??woww tidak kusangka kucing centil seperti dia seorang manager." gumam Aldo dalam hatinya.


"Tante jangan bikin Olif malu dong....Olif cuma pengen bekerja aja kok!"


Nita mengusap lembut rambut Olif.


"Yang terpenting jaga kesehatan kamu ya Lif,.Kamu udah punya pacar Lif?" tanya Nita tiba tiba.


Belum sempat Olif menjawab,Bella sudah mendahuluinya.


"Olif belum punya pacar ma,tapi gebetannya seorang po........!"


Dengan cepat Olif membungkam mulut Bella dengan kedua tangannya.


Olif menggeleng pelan sambil menatap dalam kearah bella.


Aldo dan Beny menyerngitkan alis mereka masing masing,merasa heran dengan tingkah laku kedua gadis didepan mereka.


"Tante,Olif ketoilet dulu sama Bella ya!" ucap Olifia lalu menarik tangan Bella.


Mereka berhenti didepan kamar Bella.


"Apaan sich loe Lif......!" ucap Bella kesal.


"Loe itu udah hampir bikin gue malu...!"


Bela terdiam sesaat mencoba menelaah maksud ucapan sahabatnya.


Seketika kedua bola mata Bella membulat.


"Jangan bilang gebetan loe itu.. Kak Aldo!"


Olifia mengangguk pelan.


"Busyettttt" kedua tangan Bella menutup mulutnya yang melongo.


Olifia menghembuskan nafasnya kasar.


"Gila Loe,,,Kak Aldo itu orangnya dingin dan pendiam banget.trus pangkatnya itu udah AIPTU Lif....trus....!"


"Udah gak usah dilanjutin....!" ucap Olif lemas.


"Tapi gak papa kok,,kalian cocok kok..elo cantik dia ganteng.gue bantu loe dapetin dia deh!"


Seketika seyum muncul diwajah cantik olif.


"Beneran Bell,makasih ya."


Kedua nya berpelukan.


Sementara diruang tengah,tante Nita sudah kembali kedapur meninggalkan Aldo dan Beny.


" Kayaknya ada yang aneh sama Loe Al??"tanya Beny yang melihat sikap aneh sahabatnya.

__ADS_1


"Cewek tadi yang gue maksud kucing Centil,!" ucap Spontan Aldo.


"Whatttt?????" Beny terperangah karena merasa sangat terkejut.


"Ck....biasa aja...!"


"Kalian emang berjodoh Al....Tau gak selain cantik,Olifia tuh pinter,rajin dan jago nyetir mobil lho....dia juga udah jadi manager disebuah Cafe.Kalau dia bukan sahabat adik gue ,udah gue tembak tuh cewek dari dulu" ujar Beny dengan santainya.


Aldo terseyum sambil menggelengkan kepalanya.


Olif dan Bella sudah kembali.duduk bareng Aldo dan Beny.


Beny pun memberi kode pada adiknya untuk meninggalkan Olif dan Aldo berdua.


Olif dibuat bingung dengan kelakuan kakak beradik itu.ia lalu mencoba bersikap biasa didepan Aldo.


*Dih nich jantung gak bisa tenang dikit ya...!"gumam Olif dalam hati sambil memainkan ponselnya.


Tanpa Olif sadari Aldo sudah duduk disampingnya.


"Gugup Liat saya!" ucap Aldo yang membuka percakapan mereka.


"Gak biasa aja!" ucap Olif singkat tanpa menoleh kearah Aldo.


"Lupa bawa SIM dan STNK lagi gak?" tanya Aldo lagi.


"Ngledek ya Mas!"


Aldo terseyum simpul mendengar panggilan mas untuknya.


"Dasar Kucing centil,,tumben pake celana panjang biasannya rok ketat!" ucap Aldo setelah menyadari tampilan Ollf yang berbeda hari ini.Dengan memakai kaos ketat dipadu blazer dan celana panjang levis.


"Haaa...kucing centil??Ngledek lagi ya?" ucap Olif yang merasa sebal memandang lekat kearah Aldo.


"iya Kamu tuh kucing centil,Udah berani nyium saya dua kali lagi...!"


"Diem gak mas...!!" ucap Olif yang sudah memerah wajahnya.


"Trus udah ngaku ngaku jadi kekasih saya lagi didepan rekan rekan saya,kamu gak mau minta maaf?"


"Gak...ngapain minta maaf...!" jawab Olif jutek.


"Gak nyangka ya kita bisa ketemu lagi,dirumah Beny pula.lucu ya hahaha.!" ucap Aldo sambil tertawa kecil.


Olifia melirik kearah Aldo sekilas.


"Lucu dari mana Mas?"


"Ya lucu aja....ketemu lagi sama cewek yang udah berani banget nyium aku yang seorang polisi didepan banyak orang"


"Udah mas Diem bisa gak!" ucap Olif yang sudah sangat malu.


"Gak....kenapa?"


Olif spontan mencubit perut Aldo dengan sangat kencang.


"Dasar polisi nyebelin....rasain nich...!"


"Aduh aduh berhenti aku bilang..aku gak kuat Geli...!" ucap Aldo yang mencoba menarik tangan Olif dari perutnya.


Tanpa sadar Aldo menggenggam tangan Olif dan keduanya daling bertatapan.


Dengan cepat Olif menarik tangannya dari genggaman tangan Aldo dan menyembunyikan wajahnya yang merona merah.


"Gitu aja Blusing.....!" ledek Aldo lagi.


Olif seketika menoleh dan menatap tajam Aldo.


Bukan Olif namanya kalau tidak bisa bersikap santai dan tenang meskipun hatinya sedang bergemuruh.


"Mana ponsel Mas?"pinta Olif dengan beraninya.


" Mau apa?mau nyuri no aku ya?"

__ADS_1


"Iya kenapa?gak boleh?ini untuk berjaga kalau aku kena tilang lagi aku tinggal menelfonmu mas!"


Entah kenapa setiap Olif memanggilnya dengan sebutan Mas ,Hati Aldo serasa berdesir.


"Nih....!" ucap Aldo memberikan ponselnya.


Ollif pun dengan cepat menyalin no ponsel Aldo.lalu mengembalikan lagi ponsel milik Aldo.


"Mas maaf ya...janji gak nakal lagi...Ciuman itu cuma karena spontan saja.!",ucap Olif sambil menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya.


" Bener gak nakal?"


Olivia mengangguk cepat.


"Aku pegang janjimu kucing centil.;!


"jangan sebut aku dengan panggilan itu!"


"Kalau aku gak mau gimana?"


Olifia benar benar dibuat. jengkel.


"Terserah lah....!" ucap Olif ketus.


Bella pun datang bersama Beny kakaknya.


"Kalian nich ya kayak sepasang kekasih yang lagi berantem!" ucap Beny setelah duduk disamping Aldo.


Aldo hanya terseyum tipis sedangkan Olifia hanya cemberut.Sementara Bella terseyum melihat kedekatan Aldo dengan sahabatnya.


"Makan yuk,mama udah masak buat kalian.!"ajak Bella.


" Tapi ini kan baru jam setengah empat Bel!"jawab Olif.


"Ya gak papa.jarang jarang kan elo sama Kak Aldo juga makan dirumah gue!"


Olif pun mengangguk dan segera beranjak keruang makan bersama yang lainnya.


Mereka berLima pun makan dengan suasana yang hangat.


Nita yang melihat Aldo duduk disamping Olif terseyum.


"Kalau dilihat lihat Nak Aldo dan Olif serasi lho,yang satu cantik yang satu ganteng!" ujar Nita dengan melihat kearah mereka.


"Uhuk Uhuk....", Seketika Olif terkejut dengan ucapan Mama Bella.


Dengan sigap Aldo memberi gelas berisi air putih pada Olif dan Olif langsung menerimanya.


" Tante bisa aja.Mana mau Pak Aldo yang terhormat ini sama gadis centil seperti saya hehehe!"jawab Olif yang sudah merasa baikan.


Aldo mendelik kearah Olif yang sedang terkekeh.


"Kenapa gak,,Gadis cantik wajar lah centil yang penting gak macem macem dan bisa jaga diri.iya kan Bel?" ujar Tante Nita lalu menatap kearah putrinya.


"Iya ma...Walaupun kita terlihat Centil,tapi kita gak macem macem kok.masih orisinil hahaha!" celoteh Bella yang langsung mendapatkan toyoran dikeningnya oleh abangnya siBeny.


"Dasar bocah...Kalau pun kamu sampek macem macem langsung kakak kurung kamu!" ucap Beny tegas pada sang adik.


Olif tertawa kecil melihat kedekatan kakak beradik itu.dalam hatinya ia merasa iri karena ia juga ingin mempunyai abang yang bisa melindunginya.meskipun Olif punya abang tiri tapi mereka tidak dekat.


Aldo terpana saat Olif tertawa.


"Kalian jangan bikin aku ngiri dong,aku kan juga pengen punya abang yang bisa nglindungi aku!" ucap Olif dengan Polos.


Aldo merasa tercubit hatinya mendengar ucapan Olif.


"Lah loe kan ada Bang Tian trus juga ada Kak Alex trus sekarang ada tuh Kak Aldo,ngapain ngiri sama gue!" ucap spontan Bella.


Aldo menyerngitkan dahinya mendengar nama nama pria yang disebutkan Bella.


Sementara Olif hanya terseyum simpul kearah Bella dan mamanya.


Suasana makan yang hangat itu berlangsung ckup lama.membuat seyum indah terus muncul diwajah cantik Olifia dan tak sadar membuat Aldo terpana.

__ADS_1


__ADS_2