Mengejarmu Polisi Tampan

Mengejarmu Polisi Tampan
Mantan.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Olif dan kedua sahabatnya terlihat berjalan menuju taman kampus setelah kelas mereka usai.


Bella yang melihat kesekeliling tanpa sengaja melihat keberadaan Aldo bersama seorang wanita.yah dia Dini mantan Aldo yang menjadi senior Olif dikampus.


"Liff loe lihat deh disana!" ucap Bella yang menujukkan arah dengan dagunya.


Olif dan Nana langsung mengarahkan pandangannya.


Tak jauh dari mereka berdiri dengan jelas Olif bisa melihat Aldo sedang berbicara dengan Dini mantannya.


Deg,seketika hati Olif merasa cemburu.tapi ia sekuat tenaga menutupinya.


",Bukannya itu gebetan Loe sama Kak Dini Lif!" ucap Nana.


Olifia masih terdiam membisu melihat keakraban dua orang didepan sana.


"Apa kamu gak cemburu Lif ?" tanya Nana.


Seketika Olifia terseyum Simpul meski hatinya terbakar.


"Kenapa harus cemburu.dia mantan nya Mas Aldo jadi wajar kalau mereka akrab!" jawab Olif setenang mungkin.


"Kalau aku jadi kamu Lif,bakalan aku samperin mereka berdua.biar kak Dini tau kalau Kak Aldo tuh inceran loe!" ucap Bella yang terlihat sebal.


Olif hanya terseyum mendengar ucapan Bella.


Tiba tiba Stive datang dari arah belakang.


"Kalian sedang ngobrolin apa?"tanya Steve mengagetkan Olif dan yang lainnya.tapi pandangan Olif tak bergeming dan masih memandang Aldo bersama Dini.


" Ngobrolin masalah mata kuliah tadi kok Kak!"ucap Bella asal.


"Kita makan siang bareng yuk,Aku yang traktir" ajak Steve


Bella dan Nana mengiyakan tapi Olif masih terdiam.


Tiba tiba Steve memegang tangan Olivia membuat gadis itu terkejut dan menoleh kearahnya.


Dan saat itu Aldo yang baru selesai mengobrol dengan Dini mantannya menatap kearah Olifia.


ia terkejut ternyata Steve sahabat Dini juga mengenal Olifia bahkan terlihat akrab.


"Kamu kok diam aja Lif?Kamu mau kan makan siang bareng saya!"


"Olif gak bisa Kak...!" tolak halus Olif dan mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Steve.


"Ayolah Lif...." ucap Steve yang menarik tangan Olifia.


Olifia pun hanya bisa pasrah sambil melirik dari ekor matanya.Ternyata Aldo sudah melihatnya.


Aldo dengan jelas tahu arti tatapan Steve pada Olifia.Tatapan memuja yang ia tahu.


"Kelihatannya Kucing centil itu tak pernah lepas dari pria pria tampan!" gumam Aldo yang merasa Olif memang banyak yang menyukai.


Jujur ada rasa kesal saat melihat Steve menarik tangan Olifia.


Aldo pun kembali kekantornya.


Olif pun terpaksa makan siang bersama dengan Stive dan kedua sahabatnya.


Setelah selesai Olif segera pergi dari kampus.


Sebelum masuk mobil,Olif menelfon Kak Beny,menanyakan jam berapa Aldo pulang.


Olif kembali Kerumah dulu mengambil baju Also kemarin yang sudah bersih ia cuci.


Pukul 4 Sore.


Olit sudah berada didepan rumah dinas Aldo,menunggu pujaan hatinya pulang sambil membawa baju aldo dan makanan.


Tak lama mobil Aldo memasuki garasi rumah sederhana itu.


Aldo mengerutkan keningnya melihat Olif sudah duduk dikursi depan pintu rumahnya.


"Ngapain kamu kesini??" ucap Aldo dingin saat mendekati Olif.


Olif berdiri dengan seyum cantiknya.

__ADS_1


"Mau balikin baju Mas!'ucap Olif sambil menyodorkan baju Aldo.


"Gak perlu kamu balikin tuh baju!" jawab Aldo yang masih cuek.


"Ishh Juteknya....Emang Olif gak boleh masuk ,,?ucap Olif yang masih ngeyel.


Disaat itu lewat beberapa ibu bayangkara.


" Pak Aldo,calon istrinya kok gak disuruh masuk,kasihan udah nunggu dari tadi!"ucap salah seorang ibu itu.


Aldo menghembuskan nafasnya kasar kearah Olif yang justru terseyum lebar.


Aldo pun membuka kunci pintunya.


Olif mengikuti Aldo dari belakang.


Olif segera meletakkan makanan diatas meja lalu hendak kedapur mengambil piring dan sendok.


"Kamu mau ngapain?" tanya Aldo heran.


"Ngambil piring dan sendok Mas,,Mas mandi dulu gih trus kita makan bareng!" ucap Olif lembut.


Aldo hanya menuruti permintaan Olif karena ia sudah merasa sangat lelah.


Disaat Aldo mandi Olif merapikan beberapa sudut rumah yang berantakan dan kotor,Olif dengan cekatan menyapunya.


Aldo yang baru selesai mandi keluar kamar dan melihat kerajinan Olif.


"Eh mas udah selesai mandi,bentar aku cuci tangan dulu.mas mau aku bikinin kopi atau teh?tanya Olif yang akan kedapur.


" Air putih saja"jawab singkat Aldo.


Tak lama Olif kembali dengan membawa dua gelas air putih.


Olif segera membuka satu.kotak makanan lalu meletakkannya didepan Aldo.


"Dimakan ya Mas,habisin!" ucap Olif dengan seyum indahnya yang tak pernah hilang dari wajahnya.


Olif pun membuka makanan untuk dirinya sendiri lalu memakannya pelan.


Aldo makan sambil melirik kearah Olif yang diam.


" Olif lihat Mas kok, Olif cuma gak mau ganggu Mas aja,kelihatannya Mas sedang ngobrol serius dengan mantan Mas itu!"ucap Sisil dengan tenang sambil menguyah makanannya.


Deg...Hati Aldo serasa tercubit,ternyata Olif tau kalau Dini adalah mantannya.


"Kamu gak cemburu!" tanya Aldo spontan.


Olif menghentikan gerakan tangannya sesaat dan melihat kearah Aldo.


"Apa aku punya hak buat cemburu Mas?Lagi pula dia kan cuma Mantan mas.Dan disini yang punya perasaan kan cuma aku jadi aku gak boleh banyak nuntut!" ucap Olif yang dengan sekuat hatinya menyembunyikan rasa cemburunya.


Aldo merasa tercubit kembali.Ia tak menyangka Olif bisa berkata setenang itu.


Hening....keduanya terdiam.


"Tadi aku cuma bertanya tentang mahasiswa senior yang kemungkinan terjerat dalam putaran jual beli narkoba dikampusmu!" ucap Aldo yang secara spontan menjelaskan pada Olif.


Olif terseyum pada Aldo,seyum yang membuat hati Aldo terasa sakit sekaligus tercabik.


Seyum yang terlihat berbeda untuk Aldo.Sepintar pintarnya Olif menyembunyikan rasa cemburunya ia tetaplah wanita biasa.


"Kenapa Mas harus jelasin sama aku?itukan privesi Mas,cukup aku tau aja klo kak Dini adalah mantan mas,itu saja.!"


Aldo terdiam dan berhenti makan.sementara Olif terus makan.


"Ayo dong mas habisin makanannya,,mubazir...!"


Aldo meneruskan makannya sambil menatap Olif.


"Sepertinya Stive menyukaimu?" ucap Spontan Aldo.


"Dari mana Mas bisa menilai itu?"


"Dari tatapannya kekamu!" ucap Aldo lagi.


"Mas gak cemburu kan hehehe?"


Sontak Aldo merasa tercubit lagi.dia juga merasa bingung dengan hatinya sendiri.Entah kenapa ia tak menyukai Olif dekat dengan pria lain meskipun ia belum mau mengakuinya.

__ADS_1


"Meskipun banyak hati yang mendekati Olif,Tapi hati Olif cuma buat Mas ajah,sampai kapanpun!" ucap Olif menatap dalam kearah Aldo yang sudah selesai makan.


Aldo tak bisa berkata apa apa.


Olif segera membersikan piring kotor didapur.


Aldo menyusulnya didapur.menghentikan tangan Olifia yang ingin mencuci piring itu.


"Udah biar aku aja!" ucap Aldo yang berada didekat Olif.


Olif mencegah dan mendorong tubuh Aldo menjauh.


"Udah mas istirahat aja,,capek kan?"


Aldo pun kembali keruang tamu dan menyetel Tv.


Olif yang sudah selesai duduk disamping Aldo.


"Apa orang tua kamu gak marah kamu datang ketempat pria seperti ini?" tanya Aldo tanpa memalingkan wajahnya.


"Mama percaya sama Aku!"


"Kalau papamu?"


Wajah Olif berubah sendu dan itu bisa dilihat Aldo.


"Hubunganku sama pria kasar itu gak baik Mas!" jawab Olif yang membuat Aldo merasa penasaran.


Sepertinya Olif memiliki kisah hidup yang tidak mengenakkan.


"Mama aku itu Istri kedua mas,dan Papa aku itu seorang pejabat.Tapi dia lebih sayang pada istri pertamanya.Dan lebih sering kasar sama mama dan aku!" ucap Olif yang sedikit demi sedikit terbuka pada Aldo.


Aldo kini tau asal sifat Nakal dan berani Gadis disampingnya ini,mungkin karena kurang kasih sayang dari seorang papa.


Aldo juga tak menyangka Olifia yang ia anggap kuat ternyata dalamnya begitu rapuh.


Ia kini melihat sisi lain dari kucing centilnya itu.


Aldo menatap lekat Olifia yang sudah menahan tangisnya.


"Kamu boleh nangis dibahu aku!" ucap Aldo tenang.


"Gak ah...malu sama Mas...Masak Olif nangis...gak boleh,Hidup ini terlalu indah untuk ditangisi mas!" ucap Olif yang terseyum kembali.


Aldo merasa kagum dengan sikap Olif yang ternyata sangat kuat dan dewasa.


"Apalagi hidup Olif udah ada Mas"


Cup....satu kecupan mendarat dipipi kanan Aldo.membuat pria tampan itu terdiam terpaku.


"Kalau aku pergi ninggalin kamu gimana?" tanya Aldo mengetes Olif.


"Taulah mas,mungkin aku juga ikut menghilang!"


"Jangan ngawur kamu..!" ucap Aldo dengan memandang tajam kearah Olifia.


"Mas khawatir sama aku ya?" ucap Olif sambil memeluk Aldo dari samping.


Lagi lagi Aldo hanya diam.


"Mas berada dipelukan mas gini membuat hati Olif tenang dan nyaman mas,Olif seakan lupa semua masalah dihidup Olif!"


Aldo tau perasaan gadis itu dan dia hanya diam tanpa membalas pelukan Olif.


"Kamu gak keCafe?Tanya Aldo.


" Nanti Ah,,lagi pengen deket mas!"


"Ck.....''Aldo berdecak.


Keduanya terdiam cukup lama hingga tak sadar Olifia sudah tertidur tenang dipelukan Aldo.


Aldo menundukkan kepalanya melihat wajah tenang Olifia didadanya.Terlihat cantik meskipun sedang tertidur.


Aldo tak sadar terseyum memandang wajah Olifia.


" Tidurlah dulu kucing centil,aku tahu hatimu mungkin lelah!"gumam Aldo yang mengusap lembut punggung Olifia.


Tanpa sadar ia sudah terjerat dalam cinta Olif yang tulus dan sederhana.

__ADS_1


__ADS_2