Mengejarmu Polisi Tampan

Mengejarmu Polisi Tampan
Jodoh


__ADS_3

Dua hari berlalu.


Olivia sudah berada di kampus bersama dua sahabatnya.mereka sedang duduk dikantin sambil menikmati makan siang mereka.Olivia belum ingin menceritakan pertemuannya dengan polisi tampan tempo hari pada kedua sahabatnya itu.


Mereka makan sambil bersenda gurau sampai seorang pria tampan datang dan duduk disamping Olifia yang berhadapan dengan Bella dan Nana.


"Hay.......aku boleh gabung sini kan?" ucap Pria yang bernama Steve itu.Pria berusia 24 tahun yang merupakan senior mereka.terkenal pintar dan tampan serta banyak digilai mahasiswi dikampus tersebut.Steve juga sudah lama menaruh hati pada Olifia.


"Boleh kok Kak..!ujar Bella yang gugup.sedangkan Olifia merasa mulai tidak nyaman berada didekat pria yang diam diam selalu memperhatikannya.


" Gimana kuliah kalian?"tanya Steve sambil melirik kearah Olifia disampingnya


"Lancar kok kak...kita seneng dapet dosen yang gak galak...!" jawab Nana dengan santai


Olifia masih terdiam sambil menikmati semangkok bakso didepannya.


"Kalau kamu Lif...kok diem?" ujar Steve yang memandang lekat Olifia dari samping.


Seketika Olifia menghentikan gerakan tangannya dan menoleh kearah Steve dengan seyum simpulnya.


"Semuanya lancar dan baik baik saja kok Kak." ucap Olifia dengan tenang.


"Kalau kau butuh bantuan kau bisa menghubungiku Lif,jangan sungkan!" ujar Stave masih dengan menatap kedua manik mata hitam milik Olivia.


Sementara Disekeliling mereka banyak mahasiswa dan mahasiswi yang memperhatikan mereka,tentunya dengan bisik bisik yang tidak jelas.Keberadaan pria yang paling populer dan berkarisma sedang duduk bersama wanita yang dianggap Quenn dikampus itu menjadi daya tarik yang begitu kuat dan menghebohkan.


Steve dan Olivia terlihat begitu serasi meskipun ada beberapa yang terlihat memandang dengan rasa tidak suka.


Mereka cukup lama berbincang bincang meskipun Olivia banyak diam.


Tut tut tut...bunyi dering dari ponsel Olif.


Dengan cepat Olifia melihat kelayar ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya.


Didepan Steve dan kedua sahabatnya,Olifia mengangkat panggilan yang ternyata dari Om nya.


**Hallo Om...ada apa?"


**Masih dikampus Lif?**tanya Om Doni.


**Masih om,Kenapa?**


**Ehmm kalau udah selesai kuliah langsung cepat kesini ya,ada yang pengen om bicarakan!"


**Okey,sekarang juga Olif langsung kesitu om!**


**Yaudah kamu hati hati ya gak usah ngebut!**


**Okey Om..**


Panggilan pun terputus.


"Om Doni nyuruh loe cepetan ke Cafe Lif?" tanya Nana setelah olif menutup telponnya.

__ADS_1


"Iya,,Sory ya gaess gue harus segera keCafe,,maaf ya Kak Steve,Olifia pergi dulu.!" pamit Gadis cantik itu pada kedua sahabat dan Steve.


Olifia segera berdiri dari kursinya dan berjalab cepat menuju parkiran.


Sementara Steve merasa sedikit kecewa saat melihat gadisnya pergi menjauh.ia belum sempat ngobol banyak dengan gadis pujaannya itu.


"Olifia masih bekerja diCafe itu?" tabya Steve pada Bella dan Nana.


"Masih kak,Olif kan managernya!" jawab Bella.


"Sebenarnya aku khawatir kalau Olif kerja diCafe dan pulang malem." ujar Steve lagi.


Nana dan Bella hanya saling memandang tanpa menjawab pertanyaan Steve.


Olifia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,memang itu adalah kebiasaan buruknya yang sulit untuk dikontrol.


Baru benerapa menit mengemudikan mobil Olif harus melambatkan lajunya karena melihat kemacetan didepannya.


Gadis itu berdecak sebal saat mulai melihat keberadaan polisi dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


"Ck....Razia lagi razia lagi.....ihhhh bikin lama aja!"


Olifia baru ingat saat tadi pagi berangkat ia sangat terburu buru hingga melupakan SIM dan STNK nya.


"****** nich gue lupa bawa SIM sama STNK..gimana nich...?" ujar Olif sambil menggigit bibit bawahnya karena merasa gugup.


Tok tok tok...seorang polisi mengeruk kaca pintu mobilnya.


"Selamat siang Mbak,,bisa perlihatkan SIM dan STNK anda?" ucap polisi itu.


Olif bingung dan terpaksa bilang jujur.


"Maaf pak saya tadi pagi berangkat kekampus buru buru jadi lupa bawa SIM dan STNk saya..saya mohon jangan tilang saya pak,saya sedang buru buru" ujar Olif dengan suara gugupnya.


"Kalay begitu anda mohon turun dulu mbak!" pinta polisi tersebut.


Olif pun dengan wajah cemberutnya keluar dari dalam mobil.Seperti biasa Wajah cantik dan Tampilan Oliv yang seksi dengan mengenakan tank top putih dipadu jacet levis dengan rok span ketatnya selutut membuat semua mata kaum hawa terpaku saat melihatnya.termasuk sang polisi yang berada didekatnya.


"Saya harus menilang anda mbak,silahkan kekuarkan KTP anda!" ujar polisi yang bernama Dimas itu setelah menetralkan wajahnya yang sempat terpesona dengan Olif.


"Duh jangan tilang saya pak...gini aja saya kasih uang aja gimana pak?"


"Anda mau nyogok saya?" ucapa Dimas sedikit marah.


"Bukan itu maksud saya...kalau gak saya akan telpon orang rumah biar bawain SIM dan STNK saya kesin......." Ucap Olif menggantung saat matanya tak sengaja melihat sesosok pria tampan yang ia kenal.


Lalu timbul ide cerdik diotak Olifia.


"Ehmm sebentarya pak,saya mau bicara dengan pacar saya dulu,itu yang berdiri disana!"ujar Olifia dengan santainya sambil menujuk kearah Aldo yang berdiri agak jauh darinya.Pria tampan itu terlihat berbincang dengan bawahannya.


Dimas merasa heran melihat arah pandangan Olifia.


" Maksud mbak,Pak Aldo??"tanya Dimas menyakinkan.

__ADS_1


Olifia hanya mengangguk dan terseyum kearah Dimas yang terlihat seperti tidak percaya.


Dengan langkah pelan Olifia mendekati Aldo yang belum tahu keberadaannya.


"Selamat Siang Pak Aldo Ganteng...!" Sapa Olif yang langsung membuat Aldo membalikkan tubuhnya.


Setelah beberapa saat Aldo baru ingat siapa gadis cantik didepannya itu.


",Kamu???"Ngapain kamu disini?" tanya Aldo dengan wajah dingin.


"Idih jutek amat...bisa minta tolong gak...?Aku mau ditilang sama temen mu tuh...aku lupa tadi pagi berangkat buru buru jadi lupa bawa SIM dan STNK.Tolong lepasin aku dong pak Aldo ganteng,plissss.!" ujar Violin dengan wajah memelas.


"Ow kamu lupa....Gak bisa saya harus profesional.lagian disini banyak rekan saya,saya harus memberi contoh pada anak buah saya agar selalu disiplin.!" jawab Aldo dengan Tegas.


"Yaudah kalau gak mau nolong,Aku bakal ngomong sama semua orang disini kalau kamu tuh pacar aku yang lagi ngambek,,gimana?"


"Kamu ngancem saya?" ujar Aldo yang mulai sebal.


"Pilih mana?"


Dimas pun tiba tiba datang memghampiri mereka yang sedang memanas.


"Maaf Pak Aldo,Apa benar mbak ini kekasih anda?"tanya Dimas sambil melihat kearah Aldo.


Belum sempat Aldo menjawab,Olif sudah menggandeng tangan Aldo.


" Iya Kan Mas aku pacar kamu!"ujar Olif tanpa malu sambil menatap Aldo dengan wajah memohonnya.


"Sejak kapan aku Mas kamu?"


"Sejak tadi....Plissss..!"


Aldo yang menatak kedua manik mata Olifia seperti seakan terpukau begitu saja hingga ia menganggukkan kepalanya kearah Dimas.


"Oh kalau begitu saya minta maaf pak dan anda Mbak bisa langsung melanjutkan perjalanan anda.!" ujar Dimas pada Olif.


Olifia terseyum lalu spontan mencium kilat pipi Aldo untuk kedua kalinya.


Sontak membuat Aldo,Dimas dan polisi yang lainnya terkejut melihat adegan tadi.


"Maksih Mas Aldo ganteng,,bye....!" ujar Olif dengan kerlingan mata indahnya.ia pun segera menuju mobilnya dan melajukannya setelah melambaikan tangannya kearah Aldo yang masih mamatung.


"Dasar Kucing centil....Awas kalau ketemu lagi.!" gumam Aldo sambil menggelengkan kepalanya setelah melihat mobil berstiker kucing itu pergi.


"Wah pak Aldo beruntung banget Ceweknya cantik banget...!ujar Spontan Dimas.


Sementata Anton yang juga berada ditempat itu juga dibuat kaget dengan adegan itu.ini untuk.kedua kalinya ia melihat gadis cantik itu mencium atasannya itu.Lalu ia mendekat kearah Aldo.


"Sepertinya bapak berjodoh sama cewek cantik tadi...!"ucap Anton dengan sedikit kekehannya.


Aldo hanya terseyum simpul sambil berlalu meninggalkan Dimas dan Anton seakan orang lain akan mengira kalau jawabannya IYa.


Sementara Olifia didalam mobil terseyum sendiri,ia tak menyangka bisa mencium polisi ganteng itu lagi...

__ADS_1


__ADS_2