Menikah karena balas budi

Menikah karena balas budi
10 keributan di rumah sinta


__ADS_3

_______


tiga tahun lalu sinta terpaksa hutang uang sama om guan. orang paling kaya di kampung kecil itu. pak guan emang sering memberi pinjaman sama orang susah. bukan tidak ada maksud dari kebaikan nya.


pak guan akan mengambil apa yang yang dimiliki pemilik hutang. tidak terkecuali anak gadis nya.


sinta meminjam uang buat operasai dan biaya rumah sakit ayahnya. sinta terus berusaha demi kesembuhan ayah nya. meski sinta tau resikonya sangan besar, dengan meminjam uang sama pak guan. bamun sang pencipta berkata lain, setelah berbagai proses kondisi pak budi ayah sinta makin kerisis, dan dinyatakan meninggal duniya sama dokter.


_________


" tolong beri saya waktu lagi ya om? saya mohon?" melipat dua tangan nya


" apa kamu lupa sayang sama perjanjin kita? jika kamu tidak bisa membayar. kurasa kamu juga sudah lebih matang dan siap menjadi seorang istri. sekarang ikut saya. bawa diya" memerintahkan anak buahnya, menyeret sinta paksa


kegaduhan di pagi itu terjadi di rumah sinta. di tonton sama tetangga tetangga sinta, meski merasa kasihan , mereka tidak bisa berbuat apa apa. hutang yang di miliki sinta sudah sangat banyak dengan bunga bunga nya.


" maaf tuan bisakah anda tidak usah menggunalan kekerasan? kasiban mereka." nyonya liya berusaha menenangkan om guan si rentenir mesum itu. namun hasil nya nihil


" kamu siapa berano beraninya ikut campur masalah ini? apa kamu mau menjadi pahlawan kesiangan?" bentak om guan

__ADS_1


briyan yang belum mengerti sama masalah nya hanya menangis melihat kakak dan ibunya di bentak bentak, bahkan berusaha di seret paksa dari rumah nya. begitu juga sama ibu ningsih dan sinta. mereka di terus menangis sesegukan


" sekali lagi. bisakah anda bicara dengan lebih sopan? saya akan membayar nya berapa hutang nya?" dengan sedikit berteriak


" ha ha ha ha. kamu siapa ? apa kamu yakin nyonya? mau mengeluarkan uang sebanyak hutang nona sinta? tertawa terbahak bahak melihat nyonya liya


" perkenal kan saya liya hermawan istri dari bapak hermawan. sebutkan saja pak! tidak usah bertele tele, saya akan membayar nya. kurasa diya tidak akan sudi menikah sama anda. asal anda tau diya adalah calon menantu saya, sebentar lagi akan menikah sama revan hermawan putra tunggal saya" memegang tangan sinta agar di lepas sama anak buah pak guan


sinta terbelalak mendengar nya. namun sinta berfikir kalo ini hanya akal akalan nyonya liya buat melepakan nya dari pak guan.


pak guan kaget dan menciut saat mendengar nama hermawan orang palinh kaya di kota itu yang berhadapan dengan nya


pak guan sudah menunggu sangat lama. sampai hutang memuncak baru diya akan bertindak. setelah pak guan yakin kalo target nya tidak akan mampu melunasinya


" mana nomor rekening anda? biar saya tranfer langsung" dengan santai nya


tidak menunggu lama, pak guan memberikan norek nya sama nyonya liya.


" bisa langsung di cek pak? saya sudah mentrasfer nya" menatap pak guan

__ADS_1


tidak menunggu lama pak guan pergi, karena urusan nya sama sinta sudah selesai. tetangga juga sudah pada bubar. hanya tinggal penghuni rumah kecil itu yang sedang menangis sesegukan, merasa shok sama kejadian tadi.


nyonya liya membawa sinta dan ibu ningsih masuk buat menenangkannya.


bruuukk


" makasi tante suadah membantu saya melunasi hutang saya. saya janji akan berusaha sekuat tenaga saya buat melunasinya sama tante." memeluk erat nyonya liya


" sudalah sayang, itu bukan apa apa." membalas pelukan nyonya liya


" bisakah tante bertanya sesuatu??" memegang dagu sinta dan menghapus air mata sinta dari pipinya


"silahkan tante?" sinta


" maukah kamu menikah sama revan?" memegang dagu sinta menunggu jawaban


" gak usah becanda tante" senyum sinta dengan tatapat bingung


" tante gak becanda sayang. revan sudah dewasa, sudah cukup matang membina rumah tangga., tante mau kamu jadi menantu tante?. apakah kamu bersediya menikah dengan anak tante? " kembali memegang dagu sinta

__ADS_1


__ADS_2