
" kenapa kamu masih belum turun juga. cepat pakai baju itu, bukan nya kamu emang udah menunggunya dri tadi bukan?"
" bisakah kamu keluar sebentar? biar aku bisa ganti baju"
" kenapa harus keluar? kamu aja yang ke kamar mandi. repot babget jadi orang" menghela nafas merasa kesal sama sifat sinta
karena sudah merasa kalah sinta membenarkan handuk nya dan mengambil selimut tebal itu buat menutupi tubuhnya sambil berjalan ke arah kamar mandi
" kenapa pakek bawa selimut segala? takut keliatan sama aku ?" mengerutkan dahi merasa kesal sementara sinta hanya tersenyum
" kenapa harus malu. bukan nya tadi kamu hanya memakai handuk berniat mau menemui pak kurir itu. aku tau, kamu pasti berniat menggodanya kan" tambah nya lagi, sambil berjalan mendekat ke arah sinta, dengan senyuman licik nya
" tidak. aku gak ada niat sedikitpun buat menggodanya. kenapa kamu melihatku seperti itu? kenapa kamu mas? " berjalan mundur sampai punggung nya membentur dinding kamar
kini revan telah mengunci sinta di dinding dengan kedua tangan nya
" aku ini suami sah mu, kapanpun aku bisa melihat tubuh indahmu, bahkan menikmatinya jika aku mau. membelai wajah sinta dengan senyuman nya
__ADS_1
" iya aku tau. tpi kumohon mas menyingkirlah, aku mau ke kamar mandi " berusaha mendorong tubuh kekar revan
" apa kau mau menolak kemauan suami mu? apa kamu gak takut dosa? karena sudah menolak suamimu" mendekatkan wajahnya ke wajah sinta
merasa perkataan suaminya benar. sinta pasrah dan berusaha menutup matanya saat revan mendekatkan wajahnya ke arah sinta
" apa yang kamu fikirkan? kenapa kamu menutup mata? kau pasti mengharapkan ciumanku. hahaha
cepet ganti bajumu. aku udah risih nelihatmu dengan selimut itu" rebahan di atas ranjang tampa melakukan apapun
" hulf" menghela nafas lega mengambil paketan yang sempat jatuh dan menuju kamar mandi dengan sedikit berlari kecil " syukurlah tidak terjadi apapun. mahkotaku masih utuh" berbisik sendiri dan sedikit di dengar revan
kini sinta sudah jeluar dengan piyama tidur lengan panjang. sinta senaja memesan lengan panjang biar tunuh nya tidah terlihat oleh revan dan tidak memancing nafsunya. dan beberapa baju lain, jaga jaga aja takut di butuhkan nya
setelah sinta keluar hanya melirik revan sejenak dan memalingkan pandangan nya ke arah lain.
tok tok tok pintu di ketuk
__ADS_1
ckelk sinta membuka pintu dan belontarkan senyuman lebar
." ini makan malam tuan muda dan nona. bisakah saya masuk buat menyajikan nya." pelayan laki laki itu terus tersenyum melihat ke cantikan sinta. jellas si pelayan akan mengaguni nya, toh sibta sudah perawatan mahal waktu itu sama nyonya liya
" tidah usah mas, biar saya aja . makasih sudah mengantarkan nya kesini." mengambil alih troli yang berisi makanan di atas nya. revan memperhatikan nya ada rasa aneh karena sinta seperti begitu akrab dengan setiap lelaki
" ngapain kamu tersenyum senyum sama pelayan tadi. apa kamu menyukainya? " masih dengan posisi berbaring di atas ranjang
" tidak." jawaban singkat sinta sambil meletakkan beberapa makanan di atas meje
" udah siap. ayo makan mas? "
malam malam pengantin baru itu berjalan biasa saja tampa ada keromantisan apapun tidak seperti pengantin baru seperti biasanya. yang ada malah kaku, terutama sinta karena makan berdua sama pria , di dalam kamar lagi.
selamat membaca. maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis atau kata jatanya.
***
__ADS_1
minta dukungan nya juga temen temen biar tambah semangat melanjutkan karya saya
terimakasih🙏