
sinta hanya pasrah mengikutinya dari belakang. ada rasa takut dan kuatir di dalam hati sinta
apakah malam ini mahkotaku akan di ambinya?. tidak tidak tidak. tapiii aku sudah sah menjadi istrinya, sudah tugasku melayaninya. melamun sambil terus melangkah di belakang revan
BRUUK
karena melamun tampa sengaja sinta menabrak punggung revan
" maaf maaf. sya tidak senaja tuan." menunduk merasa takut
tampa menjawab revan masuk kedalam kamar pengantin baru. yang sudah di hias demikian rupa sebagai kamar pengantin baru. revan langsung masuk kedalam kamar mnadi buat membersihkan tubuhnya yang merasa lengket.
setelah selesa, revan keluar menggunakan handuk kecil berwana putih di atas lutut.
" tolang ambikan bajuku di dalam koper itu" sambil menunjuk kan kopernya
sinta membuka koper itu. sinta mengambikan baju tidur yang ada di dalam koper.
" ini" melihat sekilas badan sispek suaminya
sumpah itu badan sispek banget. apakah badan seperti itu anunya akan........
oh tidak tidak. menutup kedua matanya
" apa yang kamu lakukan" melihat tingkah sinta sambil merebagkan tubuhnya ke tempat tidur
__ADS_1
" oh tidak apa apa" melangkah mengambil koper yang di berikan nyonya liya
" kenapa masih dian saja? apa kamu gak risih sama kebaya itu? apa kamu gak mau mandi?" melihat sinta yang masih terus mematung di hadapanya
" saya tidak ada baju ganti tuan. gimana mau mandi."
" emang apa isi koper itu jika bukan baju ha"
" isinya hanya lingeri tipis aja. tante liya sepertinya merencanakan sesuatu"
" mama. yasudah cari aja kaosku ada di dalam koperku. bisa kamu pake itu. cepat ya aku sudah mengantuk "
kalo ngantuk kenapa tidak tidur aja. aduuuh apa yang aku takutkan akan terjadi.
sinta mandi dan keluar memakai baju revan meski agak ke geddeyan sinta terpaksa memakainya. sinta mengintip melihat revan belum tidur dan fokus sama hp nya. sibta mengambil nafas panjang dan menghembukan nya.
hotel sebesar ini? ranjang nya kecil banget. padahal sudah tau kalo mau di tempati dua orang. gerutu sinta
revan masih fokus sama hp nya. tidak melirik sinta sama sekali. sementara sinta sudah mulai mengantuk, tapi dia tidak mau tidur karena pria di samping nya belum terlelap.
ayo tidur dong tuan. mataku sudah tidak kuat lagi buat menahan ngantuk nih. gerutu deri gerutu dalam hati sinta
karena malam semakin larut sinta pun terlelap.
dengan sangat nyenyak. revan memperhatikan sinta uang memang sudah tertidur. mungkin kecapek an
__ADS_1
" dasar gadis matrek. akuu yakin kamu mau menah denganku karena harta. keliatan nya aja lugu" .melihat sinta yang sudah tertutup selimut
karena malam yang semakin larut revan pun menutup matanya. untuk meristirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah.
*
" sayaaaang, malam ini malam indah kita berdu." memeluk tubuh mungil sinta
" maaf tuan. kita tidak saling mencintai, bisakah kita gak usah berhubingan dulu, sampai aku siap"
" ayolaaaah. aku sudah tidak sabar lagi. menunggu malam ini" berusaha melucuti baju sinta
" aaaaaah aaah aku belum siap. aku mohon" terduduk dari tidur nya, sambil melipat kedua tangan nya di dadanya. sinta bermimpi kalo
*
" apaan sih triak triak gak jelas. udah tau sudah tengah malam. ganggu orang tidur aja" memutar badan nya. memunggungi sinta
" maaf tuan. saya bermimpi buruk"
" yasudah. tidur lagi, jangan lupa baca doa biar tidak bermimpi yang macam macam dan teriak teriak kayak orang kesurupan kayak tadi"
" iya tuan". membaringkan lagi tubuh nya ke ranjang
hulf aku sedang bermimpi ternyata. jantungku udah mau copot aja tadi. keliatan sangat nyata.
__ADS_1
malam pun semakin larut. sinta dan revan kembali tidur dengan sangat nyenyak dan saling memunggungi satu sama lain. udah kayak pengantin baru marahan.