Menikah karena balas budi

Menikah karena balas budi
16 ketakutan


__ADS_3

" mau ngapain ke hotel jam segini? ini sudah malam. jangan main main tuan." berusaha membuka pintu yang di kunci


" udah diam. malas dengar kamu nyoceh, udah kayak ayam kurang makan aja" mensumpal mulut sinta dengan tangan kanan nya


mobil mewah melaju ke hotel A dengan kecepatan sedang. gadis di dalam nya masih gelisah meski sang pria sudah bilang, tidak akan ngapa ngapain.


ciiiiit


suara rem mobil. menandakan mobil sudah sampai di lokasi tujuan


" turun. " perintah revan sama sinta


" gak. aku gak mau. mau ngapain juga ke hotel malam malam begini" terduduk di dalam mobil sambil melipat kedua kakunya


" ya ampun. ayolah turun. mama sudah menunggu di dalam. jangan membuatnya menunggu terlalu lama" tegas revan


" baiklah. kalo ini perintah tante, aku akan ikut denganmu." keluar dan mengikuti langkah revan


sinta berjalan dan terus berjalan mengikutu langkah revan dan gerry sampai menuju kamar hotel.


cklek


pintu di buka gerry. sinta di bawa masuk sama revan. si wanita merasa bingung dan takut karena tidak ada sosok nyonya liya seperti yang di katakan nyonya liya.


" malam ini kamu tidur disini. saya akan memberi tahu ibu ningsih kalo kamu lagi ada urusan." jellas revan

__ADS_1


" kenapa aku harus tidur disini. tidak. pokoknya aku mau pulang sekarang, kalo kamu tidak mau mengantarku ngapain juga kamu menyeretku tadi. tau gitu tadi gue pulang sama rudi aja. kata terakhir sinta membuat revan semakin geram.


entahlah kenapa juga revan geram. ada rasa cemburu atauuu.....


hanya waktu yang akan memastikan


" dasar wanita kampung. kamu murahan apa gimana sih hah. kamu tau kan kita sudah tunangan, kurasa kamu tidak pikun. kenapa juga kamu genit genit sama satpap itu. ( dasar ). apa kamu gak mikir? jika ada orang yang tau kalo kamu tunanganku dan berboncengan dengan pria lain. mau di rusak nama baik hermawan karena ulahmu " . berteriak, melempar sinta ke ranjang


" dia hanya mau mengantarku. apa salahnya?" masih terus terisak, tapi masih terus berusaha tegar menghadapi pria di hadapan nya


" keluar ger. aku akan menyelesaikan masalah ini" perintah revan


" baik tuan." membungkuk dan keluar. tidak lupa menguncinya.


" ngapain kamu menyuruh mas gerry keluar? jangan macam macam, atau aku akan teriak" mendorong tubuh revan yang mulai mendekat


plak


" berani beranika kamu bilang saya sudah merasakan nya. anda pikir saya wanita seperti apa hah. dasar orang kaya emang tidak pernah tau cara menghargai orang" tamparan mendarat di pipi revan


sinta berhasil brontak dan tersungkur duduk di lantai, melipat kedua lutut sambil terus menangis sejadi jadinya. revan bermain dengan hp nya tidak lama kemudian ada yang datang


tok tok tok


" ini tuan baju pesanan tuan." pengiriman dari butik langganan hermawan

__ADS_1


" hmmm" mengambil nya tampa mengatakan apapun itulah sikap sombong dan dingin nya pada orang yg kurang akrab. tapiii jika sudah kenal dekat pasti akan nyaman ada di sisi nya.


" udah. jangan menangis terus. sana mandi dan ganti bajumu. gue sudah memesankan nya" menunjuk ke arah kasur baju itu di simpan


sinta menyambar handuk dan baju yang di pesankan revan. setengah berlari ke kamar mandi.


sudah 40 menit sinta di kamar mandi, tidak keluar. revan masih mengira wanita mandi emang lama. selat 1 jam sinta tidak junjung keluar revan resah. takut terjadi sesuatu sama tunangan nya.


tok tok tok


" sintaaa. kamu mandi apa tidur. lama banget?" teriak revan dari depan pintu kamar mandi


aduuuuh gimana nih . apa diya akan macam macam sama aku. gerutu sinta dari dalam


" eh iyaaa. aku sudah selesai." tampa membuka pintu sinta kembali berkata


" biar saya tidur disini saja tuan, anda bisa tidur di situ" berteriak dari dalam


" udah keluar aja. aku akan tidur di kamar sebelah. siapa juga yang mau sekamar sama kamu." menggedor gedor bintu


.akhirnya sinta keluar dengan baju yang di belikan revan, dengan sedikit takut sinta masih mematung


" saya sudah keluar tuan. bisakah anda keluar sekarang. saya mau istiraha. saya capek" menunduk


" kamu ngusir gue ? okelah saya keluar, gak betah jiga disini. mana nomor ponselmu? besok kita akan keluar. biar gue hubungimu saat mau berangkat, gak perlu menghampirimu"

__ADS_1


" maaf tuan hp saya hilang saat kejadian malam itu" menunduk lesu


" yasudah. kamu istirahat saja, aku akan ke kamar di sebelah. klo butuh sesuatu hubungi pihak hotel dengan handpon hotel" beranjak keluar dari kamar hotel sinta


__ADS_2