Menikah karena balas budi

Menikah karena balas budi
14. lamaran


__ADS_3

karena hari yang semakin sore nyonya liya menyuruh sinta pulang dengan supir.


" maaf ya sayang tante gak bisa nganterin kamu. hari sudah semakin sore, tante juga harus siap siap." memberi pengertian sama sinta


" iya tante, ga papa. maaf karena saya tante jadi repot" menunduk lesu


" jangan begitu sayang. bentar lagi kamu akan menjadi menantu tante dan tinggal bersama tante. kamu juga harus terbiasa sama tante dan gak usah sungkan. oke" tersenyum lebar sambil memegang kedua pipi sinta


hanya di balas senyuman oleh sinta dan mulai tersipu malu mengingat calon suami nya yang tidak ada rasa sama dirinya.


sinta di hantar pulang sama supir yang sudah di paggil nyonya liya saat sinta masih di rias. sinta sudah melaju dengan supir meninggalkan nyonya liya.


nyonya liya baru meninggalkan salon saat sinta sudah jauh. nyonya liya menuju rumah karena waktu sudah terlalu sore, sebentar lagi akan gelap.


tidak menunggu lama nyonya liya dampai di rumah mewah miliknya


" sudah siap semua?" tanya nyonya liya sama pelayan yang mempersiapkan hantaran yang akan di bawa ke rumah sinta


" sudah nyonya. tinggal kita bawa kedalam mobil" jwab pelayan kepercayaan nyonya liya


" oke. bagus. segera selesaikan, aku mau siap siap dulu" melangkah menuju kamar yang memang ada di lantai bawah


cklek...


" kamu udah siap pah? " melihat suaminya sudah rapih dengan balutan jas nya.


" iya mah. kamu dari mana aja? kok baru pulang?" sambil bercermin dan menyisir rambut


" aku tadi baru pergi beli cincin tungangan revan, sekalian bawa sinta beli gaun dan membawanya ke salon" menceritakan sama suami tercintanya


" apa revan sudah datang?" kembali bertanya


" sudah sayang, tadi aku sudah menyuruhnya bersiap siap. tinggal kamu aja " memeluk pinggang nyonya liya


sepasang suami istri itu masih terus mesra walau usianya udah tidak muda lagi.


" lepas pah. aku mau mandi dan siap siap" melepas tangan suaminya yang melingkar di pinggang nya dan menuju karmar mandi


nyonya liya mempercepat mandinya, karena ingin segera bersiap siap dan melihat revan. udah siap apa blom. nyonya liya hawatir karena ini acara perjodohan.


" sudah siap mah? ayo kita keluar! malam udah semakin larut" memegang tangan istrinya melangkah keluar


" revan belum keluar kayak nya pah. biar aku liat dulu" menuju tangga

__ADS_1


tok tok tok


cklek...


" malam ini kamu terlihat tampan sekali sayang!. kamu udah siap kan? " melihat dari atas sampai bawah. anak nya memang begitu tampan. menurut nyonya liya


" uda mah. ini kan yang mama mau, ayo mah biar cepat selesai" mengajak nyonya liya


" keliatan nya kamu sudah tidak sabar ingin melihat calon tunanganmu, ataauuuuu ingin cepat cepat nikah" goda nyonya liya


" udala mah gak usah menggodaku sekarang"


" oke sayang. ayooh" menggandeng anak sematawayang nya


semua sudah siap, kelurga hermawan menuju kediaman ibu ningsih.


______


di kediyaman ibu ningsih, sinta termenung di dalam kamar sambil melihat ke arah cermin.


aku cantik banget sih malam ini! apa pria sombong itu akan kepincut melihat mukaku


" tidak tidak tidak. apa sih yang aku pikirkan, kenapaa cobak aku harus mikirin diya yang jelas jelas tidak akan suka sama wanita kelas bawah sepertiku" terus memandang cermin


" apa bener ini rumah nya mah? " merasa kaget sama rumah yang kecil banget dan kumuh


" iya sayang. ayo kita masuk, ibu ningsh udah menyambut kita kita di depan pintu"


" silahkan masuk tuan dan nyonya, maaf ya rumah kita seadanya. silahkan duduk " menunduk menghormati nyonya dan tuan hermawan


" trimakasih bu. dimana calon menantu kita? kayak nya belum keliatan?" tuan reno


" iya. sebentar biar saya panggilkan"


tok tok tok


" sinta, nyonya dan tuan hermawan sudah datang sayang. ayo kamu keluar temui mereka, acar pertunangan juga akan segera di muai " merangkul bahu sinta


deg deg deg


tungangan? aduuuh jantungku kenapa yaa? aku jadi gugub banget sih🙈


" kamu cantik sekali malam ini nak? tidak salah istri saya memilihmu sebagai menantu kami" puji tuan reno saat sinta menyalaminya

__ADS_1


" terimakasih tuan atas pujian nya" sambil duduk di sofa sederhananya


" paggil om. oke" saut tuah reno


" i iiya om" terbata bata karena belum terbiasa


" silahkan. " ibu ningsih memberi minum dan cemilan sederbana yang di buat sendiri


" makasi bu. repot repot banget" nyonya liya


" gak repot kok"


"" oke. kita mulai aja acara pertunangan nya, karena malam sudah semakin larut. malam ini adalah malam yang membahagiakan buat kita bersama, malam ini anak sematawayang kami akan mengikat anak ibu sebagai tunangan nya. silahkan mah berikan cincin nya"


nyonya liya memberikan cincin kepada revan dan sinta. menyuruh dua insan itu berdiri dan di ikuti seluruh orang di ruangan itu. revan memandang sinta ada sedikit kagum karena merasa berbeda, namun gengsi nya lebih besar buat mengakui kecantilan sinta


cincin di pasangkan di jari manis sinta, negitu juga sebaliknya sinta memasangkan cincin pertungan nya ke jari manis revan. meski hati keduanya merasa enggan untuk mengikuti acara ini. mereka sama sama terpaksa.


; revan terpaksa. karena permintaan mama nya bahkan dengan sedikit mengancam


; sinta terpaksa menerima lamaran itu karena balas budinya


semua keluarga bertepuk tangan bahagia


prok prok prok prok


" sekarang kalian sudah resmi bertunangan. kita harus mengabadikan nya. iya kan pah?" meminta dukungan suaminya


" bisa kamu buka jasmu van?. bajumu berwarna biru, akan sangat cocok sama gaun sinta yang sama berwarna biru. kayaknya kalian udah janjian" goda nyonya liya membuat seisi ruangan itu tersenyum manis


" mamah? masak harus buka jas segala si mah?" menolal permintaan mama nya


" ayolah sayang, ini baru jas doang kok. mau yaah " melipat kedua tanganya. seolah olah memohon


" okelah. ini buat membuat mama bahagia " melepas kas nya


" lebih dekat lagi sayang. rangkul calon istrimu. oke sempirna


fto di ambil nyonya liya sebagai orang pertama yang sangat bahagia malam ini


satu dua tiga


__ADS_1


" bagus sekali. kalian begitu serasi" memandang hasil potretan nya


__ADS_2