
sinta mengantar nyonya liya keruangan bos nya. sementara sinta menunggu nyonya liya di luar ruanga, tidah butuh waktu lama nyonya liya keluar dari ruangan itu.
" ayo sayang kita keluar, aku mau membawamu me sesuatu tempat." menarik tangan sinta
" kita mau kemana tante? saya masih kerja, gakboleh keluar tampa izin" sinta mematung seakan akan menolak ajakan nyonya liya.
" iya sayang tante tau kamu lagi kerja. tante sudah izinkan kamu barusan ke pak ridwan, dia sudah mengizinkan aku membawamu. jadi gak udah hawatih. oke" berusaha memberi penjelasan
" oke tante. biar saya ambil tas bentar ya" menunduk dan melangkah keruangan dimana tas di simpan
lina dan raya yang merasa penasaran mendekati sinta yang terlihat buru buru sehabis ketemu nyonya di depan merasa curiga.
" kamu mau kenama sin?" liya
" siapa nyonya di depan itu? kayak nya kamu udah kenal dekat" lina
" aduuuh, ceritanya panjang banget jadi nanti aja ya! aku lagi buru buru banget nih. kasian yang lagi nungguin" mengambil tas dan melangkah setengah berlari ke nyonya liya
" ayo " nyonya liya sudah duduk di kursi belakang dengan pintu yang masih terbuka dan terdapat pak supir masih berdiri di samping mobil
sinta masuk kedalam mobil mewah itu dengan rasa bimbang dan terdapat seribu pertanyaan di dalam benak nya.
aduuuuh. aku mau dibawa kemana ya? apa nyonya liya mau nagih hutang nya sekarang? apa mau di jadikan pembantu? yaa klo di jadikan pembantu aku gak masalah. asal jangan di siksa aja, kayak di film film. melamun panjang sambil bergidik ngeri
" kenapa sin? keliatan nya kamu melamun?" menepuk pundah sinta dan membuyarkan lamunan nya
" eh eh gak papa tante." senyuman lebar dari bibir sinta
mobil terus melaju dengan kecepatan sedang melewati jalan raya. jalan tidak begitu ramai karena masih jam merja. mobil berhenti di sebuah toko besar dan mewah membuat sinta tercengang karena di bawa ke toko sebesar itu.
__ADS_1
ini toko mas gedde banget yaaa? aduuuh jadi minder aku kesini dengan seragam pelayan🙈
nyonya liya mengajak sinta masuk kedalam toko besar perhiasan itu. sinta mengekor di belakang merasa gak enak beriringan sama nyinya liya
" perlihatkan cincin pertunangan yang sanagat bagus buat gadis ini." perintah nyonya liya sama pelayan toko itu
" baik nyonya. silahkan di pilih " tampa menunggu lama pelayan itu memberikan 15 pasang cincin tunangan yang begitu indah dan jelas harganya sangat mahal
" silahkan di coba sayang, di pilih mana yang kamu suka " mempersilahkan sinta meemilih cincin mahal di hadapan nya
" buat apa tante?" kebingungan
" iya yaaa tante belum memberitahumu kalo nanti malam tante dan revan akan datang melamarmu secara resmi" mengelus pucuk rambut sinta
apah? jadi serius q akan di nikahi sama pria es balok yang sombong itu. nasibkuuu🤦♀️
" sintaaaaa. kamu kebanyakan melamun hari ini, gak baik lo." kembali membuyarkan lamunan sinta
" gak papa. di pilih aja, pertunangan dan pernikahan hanya sekali seumur hidup, kita harus mengabadikan nya sayang. biar kenangan nya gak akan terlupakan"
" tapi aku gak biasa" menatap sekilas wajah cantik nyonya liya
" yaudah. bungkus yang paling bagus dan mahal ya" menyuruh pelayan toko
" ini nyonya " pelayan memberikan sama nyonya liya
nyonya liya tampa membayar langsung meninggalkan toko itu, namun sintamasih mematung di tempat yang sama. sama sinta yang terus bingung karena cincin mahal itu tidak dibayar.
" ayo sayang kita sudah selesai. apa ada sesuatu yang kamu suka?" meboleh ke arah sinta
__ADS_1
" tante belum membayarnya" melihat ke arah nyonya liya
" ini toko tante sayang jadi tante. kita bisa pergi sekarang?" melangkah keluar di ikuti sinta dari belakang
mobil melaju meninggalkan toke perhiasan.nyonya liya berniat mau mengantarkan sinta.
apa mungkin gadis polos ini bisa dandan? memandang sinta dari atas sampai bawah
" kita pergu ke butik ya pak." memerintah supir
" baik nyonya " mengangguk
sampai di butik nyonya liya turun terlebih dahulu dan mengajak sinta ikut masuk kedalam butik ternama langganan nyonya liya
" pilihkan gaun paling bagus untuknya" perintah nyonya liya sama pelayan butik
" baik nyonya" membungkuk, melangkah mengambilkan beberapa gaun buat di coba sinta
setelah selesai dengan gaun. sinta kembali di pergi salon buat menulap muka polos sinta
" dandani gadis ini secantik mungkin. tapi jangan menor" sambil menunggu sinta selesai nyonya liya duduk di sofa bermain dengan ponsel nya
"baik nyonya"
waktu terus berjalan menjelang sore sinta dan nyonya liya masih di salon.
" sudah selesai mah. apa ini tidak berlebihan, hanya acara lamaran aja kan" melihat kearah cermin dan berbalik ke arah nyonya liya
__ADS_1
"kamu cantik banget sayang. meski dengan riasan yang super simple" terkagum