
selesai menikmati sarapan revan masuk kedalam kamarnya tampa mengajak sinta. sementara sinta yang merasa di abaikan ikut bersikap cuek.
dari pada bingung mau masuk ke mana mendingan aku bantuin pelayan di sini aja. itung itung biar gak bosan di rumah
" nona mau ngapain?" tanya pelayan yang merasa heran melihat majikan nya membantu setiap pekerjaan nya
" biar aku bantu ya bi, biar gak terlalu berat juga buat bibi" membersihkan meja dan mencucu piring kotor
" tidak usah nona, bibi sudah terbiasa jadi tidak akan merasa pekerjaan ini berat"
" gapapa bi, aku juga suka kok. "
akhirnya pelayan hanya pasrah sama nona nya yang memaksa ingin membantunya
" sedang apa sayang." tegur nyonya liya
" eh mama. ini ma sedang bantuin bibi beres beres"
" gak usah sayang, itu udah tugas pelayan, kamu istirahat saja, kamu pasti capek"
" gak papa ma, aku ga capek kok"
"udah sayang. mendingan masuk aja ke kamar"
sinta diam sejenak.
kekamar siapa? aku baru saja masuk ke rumah ini.
" kenapa? keliatan nya kamu lagi bingung"
__ADS_1
" eeeemmm eeemmmm. maaf ma aku gak tau kamar yg mana yang harus aku tepati" tertunduk
" oh. maafkan mama ya sin. mama lupq kalo kamu baru pertama kali kesini. ayo mama antar ke kamarmu" berjalan menuju tangga dan di ikuti dari belakang sama sinta
sinta terkagum kagum melihat keliling rumah mewah itu. menyapu setiap inci rumah yang di lewati sinta.
wow. kalo ini mah bukan rumah, ini baru bisa di bilang istana
BRUK
" maaf ma. sinta tidak senaja nabrak mama"
" gak papa. oh iya ini kamar kamu"
cklek
" ayo masuk"
sinta masuk ke kamar besar dan rapi. luas kamar itu lebih besar dari rumah sinta yang di tepati bersama keluarganya. sinta merebahkan tubuhnya keranjang yang empuk dan sangat nyaman.
" duuh, capek nyaaa. biar aku istirahat dulu" selang beberapa menit akhirnya sinta terlelap
revan yang baru keluar dari kamar mandi melihat sinta yang sudah tertidur pulas. hanya melewatinya
"dari pada liat diya tidur mendi aku keruang kerjaku, sekalian ngecek pekerjaan"
siring berjalan nya waktu sinta tertidur pulas sampai jam makan siang, revan sudah menuruni anak tangga untuk kedapur karena sudah merasa lapar, dan benar saja mamanya sudah ada di meja makan.
" sayang. dimana sinta? kenapa tidak turun bersamamu?"
__ADS_1
" gak tau ma. aku barusan dari ruang kerja, mingkin masih tidur" menarik kursi berniat mau duduk tapi sudah di hentikan sama mama nya
" kenapa kamu malah duduk kalo tau istrimu belum keaini buat makan siang. sana panggil dia, masak pengantin baru gak ada romantis romantis nya"
revan hanya bisa menghembuskan nafas nya dengan kasar dan kembali berdiri dari duduk nya melangkah menuju tangga menjemput sinta. setelah sampai di dalam kamar nya revan hanya memanggilnya tampa menyentuh nya
" wooi bangun woooi " tidak ada gerarakan
" woooi bangun wooi" sampek beberapa kali belum juga ada gerakan
" wooooii bangun" sinta terbangun karena revan meneriaki sinta pas di telinganya
BUUK
" maaf maaf. aku gak sengaja mendorongmu dengan kasar saking kaget nya
" dasar wanita **** ".kamu di suruh bangun buat makan siang, apa kamu cuma tau tidur saja. berdiri dan melangkah keluar
" oh iya. biar saya mandi dulu" melangkah ke kamar mandi
setelah selesai dengan ritual mandinya sinta keluar dan berniat mengganti bajunya. namun revan lagi lagi melihat sinta yang hanya dengan lilitan handuk membuatnya menatap tampa sadar
tentu dia pria normal yang bisa kagum dengan keindahan tubuh sinta. apalagi sekarang sinta lebih putih dan mulus karena perawatan yang di lakukan bersama nyonya liya.
**selamat membaca. maaf jika masih banyak kesalahan dalam menulis atau kata katanya.
minta dukungan nya juga temen temen biar tambah semangat melanjutkan karya saya
like & komen
__ADS_1
terimakasih🙏**