
sinta mematung tidak menjawab. kejadiyan tadi malam sampai sekarang begitu mengejutkan.
" sudah sayang, gak usah di fikirkan dulu! sekarang kamu istirahat aja. tante mau permisi aja ya. tante masih banyak urusan" kembali memeluk erat sinta
nyonya liya beranjak pergi dari rumah sederhana itu, meninggalkan nya. kembali ke kediyaman nya.
sesampainya di rumah. nyonya liya menghampiri suaminya yang masih duduk di ruang kerja, menggantikan pekerjaan revan saat pergi ke kota lain
cklek...
" ada apa mah? kayak nya buru buru amat?" selihat muka serius nyonya liya
" mama mau minta restu papa?" menggantu perkataan
" minta restu buat apa mah? jangan bilang kamu buat masalah?" memandang serius istrinya
" bukan pah. mama itu niat nya mau jodohin revan sama sinta. anak yang waktu itu tidak sengaja kita tabrak itu"
" tapi mah? kita belum tau asal usul anak itu. " setengah melotot
" udah pah. kemarin saat revan meminta mama menemani anak itu, mama langsung bertindang nyenuruh orang untuk mencari tau semua tentang gadis itu, ternyata dia emang anak yang sangat baik"
nyonya liya menjelaskan, panjang kali lebar kali tinggi sama tuan reno dan memberi tahu semua yang terjadi mulai yang dari rumah sakit sampai kejadiyan di rumah kecil itu
" yasudah, terserah mama mau gimana. di urus aja gimana rencana mama. papa ikut aja, semoga ini jalan terbaik buat anak sematawayang kita." kembali menatap laptop hanya pasrah sama rencana istrinya
waktu terus berjalan dari pagi sampai siang, dari siang berganti sore
nyonya liya seperti biyasa membantu pelayan di rumah itu memasak. tidak lama kemudiyan revan datang lebih awal. keliyatan aura kelelahan nya
__ADS_1
" sudah pulang sayang? pulang nya cepat banget? katanya bakalan sampek tengah malam baru nyampek rumah? dimana gerry? apa diya langsung pulang?" clutek nyonya liya menghampiri putranya yang terus melangkah ke kamar nya
" iya mah, gerry lanhsung pulang. diya pasti sangat capek dengan perjalanan kita. udah ya mah nanti aja lanjutin nya. revan mau bersih bersih dulu, gak tahan merasa lengket" berbalik sebentar melihat mama nya dan langsung kembali melangkah ke kamarnya yang terdapat di lantai atas
revan membersihkan tubuhnya yang sudah merasa sangat tidak nyaman. setelah selesai revan ganti baju dan merabahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
tok tok tok
revavan beranjak menghampiri pintu kamar nya
cklek...
" maaf tuan muda, makan malam sudah siap." pelayan
revan hanya mengangguk tidak menjawab. revan kembali menutup pintu kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga menuju dapur
" malam sayang" saut nyonya liya
mereka makan tampa ada yang membuka suara sampai selesai. saat revan beranjak dari duduk nya nyonya liya membuka suara
" jangan masuk dulu sayang, mama mau bicara" sambil membatu pelayan membereskan meja makan
" mama ke kamar aja nanti mah. revan lagi capek banget, sekalian mau rebahan dulu." melangkah pergi dari meja makan
" yasudah, bentar lagi mama nyusul. jangan tidur dulu ya" sambil menyelesaikan membereskan meja makan. karena itu adalah kebiyasaan nyonya liya membantu payan sebagain ibu rumah tangga yang baik
tidak menunggu lama nyonya liya meninggalkan dapur, melangkah masuk ke kamar revan
tok tok tok
__ADS_1
" vaaan apa kamu sudah tidur ?" paggil nyonya liya
" masuk aja mah gak di kunci"
cklek.
" ada apa mah? beranjak duduk bersardar di kepala tempat tidur
" sayang... mama sama papa sudah memutuskan buat menjodohkan kamu sama sinta" menatap muka lesu revan
" apaaaaah? kenapa harus di jodohkan mah? revan bisa memilih perempuan pilihan sendiri! dan kenapa harus sama gadis itu? " terbelalak kaget sama perkataan mamanya
" dia gadis yang sangat baik sayang, mama sudah memcari tau tentang nya. mama minta sama kamu suapaya tidak menolak perjodohan ini" memegang tangan anak nya yang sudah dewasa itu penuh harap
" ravan gak mau." kembali berbaring di tempat tidur nya
hiks hiks hiks
" apa kamu sudah gak sayang lagi sama mama sayang? mama sudah semakin tua. mama pingin segera menimang cucu, sebelum mama meninggalkan duniya ini" akting nyonya liya ingin mengambil hati anak mesayangan nya
" jangan ngong kayak gitu ma, mama itu masih muda dan cantik jangan ngomong kayak gitu lagi dan jangan menangis lagi. aku mohon" kembali duduk dan memeluk erat mamanya. revan sangat sayang sama mama dan papanya, diya juga sangat tidak mau melihat kedua orang tuanya menangis. apalagi saat mendengar
nyonya liya tidah menjawab, malah tambah menangis sejadi jadi nya.
akting nya luar biasa bisa di di beri 2 jempol buat nyonya liya🤣🤣
maafkan author ya. up nya gak tepat waktu karena kesibukan yang gak memungkinkan🙏🙏🙏
jangan lupa tinggalkan jejak like komen.
__ADS_1