
" sudah mah, aku mohon mama jangan menangis lagi. aku mau menerimanya, asal mama bahagia akun akan bahagia untuk mama." melepas pelukan nya dan menghapus air mata mama kesayangan nya
" serius sayang" hanya di balah anggukan sama revan dengan muka datar nya
" makasi sayang. mama bahagia sekali mendengarnya. besok mama akan mengurus semua keperluan pernikahan kalian" nyonya liya kegirangan udah kayak anak kecil. mungkin karena kebelet pingin punya cucu
" ngurus pernikahan? apa harus secepat itu mah? atah tunangan dulu gitu?" revan kembali menatap mamanya dan meminta pertunangan supaya bisa membatalkan nya jika ada kesalahan yang di buat sinta nanti nya
" pernikahan akan dilangsungkan 1 bulan lagi sayang. gak usah menunggu terlalu lama, kamu juga sudah sangat matang dengan usiamu yang udah 29 tahun. tapii jika kamu menginginkan pertunangan, lusa kita kerumah sinta buat melamarnya secara resmi. "
" bulan depan? " kembali melotot saking kaget nya
" iya sayang. jangan lupa lusa kita akan melamar gadis, jadi persiapkan dirimu" beranjak keluar dri dalam kamar revan, sebelum anak nya berkata banyak dan berubah fikiran. senyuman manis terpancar di wajah nyonya liya
di dalam kamar revan hanya mematung tidak habis fikir sama rencana mama nya
________
di kediyaman ibu ningsih. sinta juga masih mepikiran sama perkataan nyonya liya.
apa iya aku akan menjadi istri priya sombong itu? baru terbebas dari om om @@@ itu.
berbaring termenung di dalam kamar sambil melihat langit langit kamar sederhananya.
cklek suara pintu membuyarkan lamunan sinta
" apa kamu sudah tidur nak?" ibu ningsih menghampiri sinta yang tengah berbaring
" belum bu" jawaban singkat sinta
" ibu hanya mau tanya. gimana, apa kamu akan menerima permintaan nyonya liya?" duduk di samping tempat tidur sinta
__ADS_1
" sinta bingung bu. tapi sinta gak ada pilihan lain karena semua yang di lakuin nyonya liya. sinta begitu banyak hutang budi sama diya" beranjak duduk di samping ibu ningsih
" semua keputusan ada di tangan kamu nak. maafkan ibu karena gak bisa jadi ibu yang baik buatmu." tertunduk merasa bersalah
" tidak buu, ini sudah takdir. sinta akan menerima perjodohan ini dengan lapang dada. ibu jangan bersedih lagi, sinta bahagia karena kehadiran nyonya liya. mungkin jika nyonya liya tidak membantuku, saat itu juga aku sudah menjadi istri om guan. gakbisa di bayangkan" memeluk erat tubuh ibu ningsih
mungkin ini yang di maksud '(menikah karena balas budi). pemikiran sinta
waktu teru berjalan. malampun semakin larut hingga matahari di pagi hari bersinar meneragi alam semesta. mengawali aktifitas setiap orang dengan semangat dan fress
seperti biasa sinta bersiap sebelum ke restorana, sarapan terlebih dahulu, baru berangkat.
" kak ? kakak beneran mau nikah? " di atas motor menuju sekolah dasar
" apaan sih dek. kamu itu masih kecil gak akan ngerti sama masalah kakak. jadi kakak minta u diam aja ya" teris menyetir motor nya
selesai nganterin briyan sinta langsung ke restoran, memarkirkan motor nya dan masuk kedalam. di dalam sudah ada dua sahabat karib nya yaitu lina dan raya
" pagi sin?" raya
" iya pagiii" senyum lebar
" kenapa kamu kemarin gak masuk?" hawatir raya
" kenapa gak ngabarin kita juga?" begitu juga dengan lina
" maaf yaaaa, kemarin gak ngabsrin kalian saol nya hp aku hilang, sekarang aja aku belum punya penggantinya" menundul lesu mengingat kejadian kemarin malam
" kenapa bisa hilang? gimana ceritanya? kamu gak papa kan?" heboh ber dua
" udalah nanti aja ya ceritanya, nanti di liatin pak bos bisa brabe kita" sinta mulai melihat kedatangan bos nya
__ADS_1
mereka bertiga bekerja. saat makan siang semua pekerja istirahat, beda sama pelayan restoran mereka makin sibuk melayani para pengunjung, termasuk restoran dimana sinta bekerja
_______
di kantor revan sedang ngontak atik laptop yang berisi pekerjaan nya, serta setumpuk kertas d mejen yang harus di cek dan di tandatangani.
" sial... ! guwe gak bisa bekerja dengan tenang, mikirin gadis @@@ itu sama permintaan mamah. gerutu revan
" gadis yang mana tuan?" gerry yang merasa hawatir mulai bertanya. karena gak biasanya bos di hadapan nya pusing sama wanita.
"van kamu tau gak? "
" gak tau tuan" langsung memotong kata kata revan
" jangan di potong dulu ger, aku belum selesai ngomong" melototi gerri
" oke oke, lanjutkan bos" tersenyum tipis, merasa bersalah
revan mulai menceritakan semua, mulai dari dia mau di jodohin sama sinta, pertunangan dan pernikah nya yang akan di laksanakan bulan depan.
" apah? serius tuan? tuan gak lagi becanda kan?" kekagetan gerry menimbulkan berbagai pertanyaan sama bos nya
" iya ger serius, kapan aku pernah becanda sih. makanya aku lagi pusing banget mikirin itu" bersandar di kursi nya sambil memijat mijat kepalanya yang tedasa berat
hari semakin sore pengunjung di restoran mulai sepi, gak seperti tadi. sinta sedang membersihkan meja meja disana. pandangan nya melotot saat melihat perempuan paruh baya menghanpirinya
" apakabar sayang? udah lebih baik? " tnya nyonya liya saat di sudah di hadapan sinta
" i iya tante saya sudah lebih baik. silahlan duduk tante, tante mau makan apa? " berusaha menghilangkan rasa gugup nya
" tidak sayang, tante hanya mau ketemu bos kamu. bisa tolong antarman tante ke ruangan nya" pinta nyonya liya
__ADS_1
apa salabku? apa nyonya liya mau menyuruh bos buat memecatku?. aduuuh gimana nih. gerutu sinta
" bisa antar tante keruangan bos kamu?" nyonya liya menepuk bahu sinta dan membuyarkan lamunan sinta