
sinta sudah memasuk kan baju bajunya kedalam kopernya dan berebcana menyiapkan koper revan juga. tapi sinta merasa binging baju apa saja yang akan di bawa revan.
" maaf tuan. baju apa yang mau di bawa, biar ku persiapkan "
" sudah. biar nanti aku siapkan sendiri" tampa melirik sinta dan masih terus fokus sama laptopnya
karrna revan bilang ingin menyiapkan bajunya sendiri sinta pergi keluar dari kamar menuju taman rumah mewah itu. duduk di kursi besi dan melihat lihat keindahan taman itu sambil termenung.
entah apa yang mengganggu fikiran nya saat ini.
sementara revan memanggil sinta. karena saat sinta keluar revan tidak menyadarinya
" sinta, tolong buatkan kopi untuk ku." namun tidak ada sautan, meski berkali kali di paggil. akhirnya revan meletakkan laptopnya dan mengambil kopinya sendiri.
meski keluarga hermawan sangat kaya namun seisi rumah itu selalu mandiri. tidak selalu mengandalkan pelayan jika hanya dengan sebatas kopi atau hal ringan lain nya
" kemana dia? kukira sedang di dapur, ternyata tidak ada" revan telah kembali ke kamar dengan secangkir kopinya dan tidak melihat sinta di dapur dan di kamar nya
_sementara yang di taman _
hiks hiks hiks hiks
sinta melipat kedua kakinya naik ke kursi dan melipat krdua tangan nya keatas lutut serta menundukkan kepalanya kelipatan tangan nya
__ADS_1
" akan kah aku bahagia dengan pernikahan ini?
akan kah suamiku mencintaiku kelak?
atauu, aku hanya akan menjadi janda nantinya?"
hiks hiks
sinta terus menyendiri di taman itu tidak melihatckanan kiri dan tidak menyadari kalo hari sudah makin sore.
semebtara revan yang awalnya membiarkan sinta dan tak memperdulikan nya mulai merasa bingung
" kemana dia, lama sekali? apa dia kembali kerumah orang tuanya?
tak sadar airmata sinta kembali bercucuran. matanya yang sembab jadi semakin sembab.
sinta melewati revan dan menuju kamar mandi.
hiks
" kenapa aku menjadi selemah ini. seharus nya aku bahagia jika tuan muda itu melepaskanku. kenapa aku harus bersedih.
apa aku sudah mulai menukainya?"
__ADS_1
sudah lama sinta di kamar mandi membuat revan merasa hawatir, akhirnya revan mengetuk pintu kamar mandi
" sinta. apa yang kau lakukan di sana? kenapa lama sekali" mengedor ngedor pintu kamar mandi karena melihat sinta menangis melewatinya dan sekarang malah diam di kamar mandi
" sebentar aku akan keluar" sinta mengguyur tubuh nya dan menyiram mukanya berkali kali berusaha menyembunyikan kesembapan yang ada di matanya
" syukurlah kalo kamu baik baik saja" merasa lega karena telah mendengar suara sinta dari dalam kamar mandi
ke esokan paginya adalah perjalanan keberangkatan sinta dan revan bulan madu. sinta masih diam tidak melihat revan kecuali ada keperluan nya.
mama liya mengantarkan anak dan menantunya menuju bandara sementara tuan besar hermawan mengurus perusahaan
" sinta, apa semuanya suadah siap sayang"
" sudah ma" menunduk karena merasa takut mertuanya melihat mukanya yang sembab
". yasudah. ayo berangkat 40 menit lagi pesawat berangkat. jangan sampai ketinggalan pesawat" revan... apa kamu bekum siap" panggl mama liya dari depan tintu kamar revan
" sudah kok ma. ayoo" sinta tak melirik revan sama sekali layak nya suami istri sedang marahan
maafkan author karena telat lama posting
karena kesibukan tidak memungkinkan untuk megang hp 🙏
__ADS_1