Menikah karena balas budi

Menikah karena balas budi
17 perawatan


__ADS_3

sinta beristirahat dengan tenang. tidak ada gangguan sama sekali. kasur yang empuk membuatnya cepat terlelap dan masuk ke alam mimpi. sinta tidur dengan sangat nyenyak sampai pagi pun tiba.


tok tok tok tok tok


" buka gadis @@@" di kedor kedor pintu kamar sinta


" eeemmmhhhh. siapa sih , ganggu orang tidur aja" menggeliat dan beranjak dari kasur empuk nya


kruek pintu di buka


" tuan revan? sudah lama di situ? ada apa? pagi pagi buta sudah menemuiku ?" pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulut sinta


" jam berapa sekarang? cepat bersiab. kita sudah di tunggu mama" melangkah masuk kedalam kamar sinta berniat duduk di sofa.


" yasudah ayo kita pergi. q sudah siap" baru selesai mandi


" kenapa tidak ganti baju? itu baju kerja." melihat sekilas


" maaf tuan. saya tidak bawa baju ganti, klo anda mau saya ganti baju ayo antar saya pulang dulu" sambil menunduk, mengingat gimana kejadian semalam saat di seret paksa ke hotel tampa pulang dulu


revan masih duduk di sofa kamar hotel sinta tampa melirik sinta, sambil memainkan hp nya.


tadi ngotot mau berangkat. eh giliran di ajakin malah diam saja. dasar pria aneh. gerutu sinta


tok tok tok


setelah beberapa menit hening tiba tiba ada yang mengetuk pintu.sinta membuka pintu


" dengan nona sinta?" pelayan hotel


" iya benar. ada apa ya mbk? dengan tatapan bingung


" ini baju pesanan anda nona " menyodorkan paper beg

__ADS_1


" maaf, saya tidak memesan baju mbk" merasa bingung


" cepat ganti bajumu. guwe yang memesan nya" revan berkata tampa melirik


" yasudah. makasi ya mbk" membungkul


" sama sama nona" ikut membungkuk dan pergi


sinta masuk ke kamar mandi, mengganti baju kerjanya dengan baju yang di belikan revan.


" saya sudah selesai tuan. " berdiri di samping sofa tenpat revan duduk


" yasudah. ayo." tampa meliriknya revan berjalan dan di ikuti sinta keluar dari kamar hotel


mobil revan sudah sudah ada di depan lobi. gerry sudah menunggu dari tadi karena bos nya mengabari dari pagi. sinta dan revan masuk kedalam mobil. sinta di belakang dan revan di depan


" maaf tuan, kita mau kemana?" tanya sinta


" kita akan kesalon langganan mama. itu yang mama kabarkan tadi malam. lagi lagi tampa melirik sinta


" bisa minta tolong antarkan saya ke restoran sebentar? saya mau izin dulu"


" gak usah. mama sudah meminta sama bos restoran itu agar tidak mempekerjakanmu disana"


" kenapa tuan? apa salah saya? gimana saya menghidupi ibu dan biaya sekolah adek saya? saya mohon tuan. saya tidak punya pekerjaan lain. jangan suruh bos buat pecat saya." memohon tampa kata jeda


" apaan sih. bisa diyem gak sih. berisik banget." menutup telinga sambil menggelengkan kepala merasa heran


sinta terdiam. hampir meneteskan air matanya tiba tiba mobil berhenti


" turun. kita sudah sampai" perintah revan


tampa menjawab sinta turun dari mobil. sudah ada nyonya liya disana yang sedang menunggu kedatangan calon menantunya

__ADS_1


" tante? apa tante sudah dari tadi di sini?" melihat calom mertuanya menyambutnya


" tidak sayang. tante baru disini. dimana revan? apa dia sudah ke kantir?" sambil nelangkah masuk ke dalam salon mewah itu dan di ikuti sinta dari belakang


" saya tidak tau tante. soal nya tadi diya hanya menyuruhku turun dan tidak mengatan apapun pada sata"


waaaaaaooow salon nya luar biasa


" beri perawatan buat gadis ini" perintah nyonya liya pada pelayan di salan langganan nya


" baik nyonya. mari ikut saya nona" menunduk dan mengajak sinta buat mengikutinya


kenapa harus di rawat? aku tidak sakit? aduuuh aku takut banget nih. gerutu sinta merasa bingung dan takut


" silahkan nona. berbaring di sini" berdiri di samping tempat tidur husus


perawatan dilakukan dengan baik. nyonya liya menunggu di ruang tunggu sambil melihat majalan dan sesekali memainkan hp nya


setelah beberapa menit perawat husus yang merawat sinta keluar dan di ikuti sinta dsri belakang


" sudah selesai nyonya. " membungkuk


" yasudah terimakasih"


nyonya liya kagum melihat perubahan sinta saat kulit dan wajahnya di rawat. jellas gadis cantik yang di rawat akan lebih bagus.


" wah. kamu cantik banget sayang? gimana reaksi revan kalo liat kamu. " terkagum sama kecantikan sinta


" makasi tante. " tersipu malu dan menundu


" yasudah. biar aku antar kamu pulang sekarang." merjalam beriringan melangkah kearah mobil


sinta masuk di kursi belakang begitu juga dengan nyonya liya. dia juga duduk di kursi belakang bersama sinta.

__ADS_1


" nanti saat sampai di rumah, kamu istirahat ya sayang jangan capek capek karena 1 minggu lagi kamu akan menikah" menatap calon menantunya .


jangan lupa tinggalkan jejak. like & komen


__ADS_2