
mereka sudah berada diatap gedung mall. Grace terkagum kagum melihat helikopter itu dengan pilot yang sudah menunggu mereka, sebenarnya ia tidak pernah menyangka akan naik helikopter pribadi.
"ayok masuk," ajak daniel.
"ini beneran Mas?" tanyanya sedikit takut. "ini bakalan aman kan mas?" tambahnya lagi.
"kamu tenang aja, aku bakal genggam tangan kamu terus. biar kamu gak takut." ucap Daniel meyakin kan Grace.
mereka sudah berada diatas helikopter.
Daniel memasangkan seat belt milik Grace.
kemudian beralih memeasangkan seat belt miliknya,
"Mas, Mas Yakin?" tanya khawatir.
"iya Sayang. kamu tenang aja," ucapnya memastikan tidak akan terjadi apa apa.
sudah berkali kali Daniel memanggilnya dengan sebutan Sayang. jantungnya tetap berdegub kencang.
'aku sih udah nikah, tapi kan belom ngapa-ngapain. gimana kalau terjadi sesuatu?, aku kan misih muda! masih pengen punya anak! aakkhhhhh,' racauan batinnya kemana mana. 'apaan sih yang aku fikirin!' imbuhnya lagi sambil mengetuk jidatnya.
"kamu kenapa?" tanya Daniel heran melihat Grace mengetuk jidatnya.
"ah... gak apa apa," ucapnya cepat sambil senyum memperlihatkan giginya.
__ADS_1
"pak sudah siap?" tanya sang pilot.
"sudah!" jawabnya tegas.
helikopter sudah akan terbang. Grace langsung mengeratkan genggamannya pada tangan Daniel sambil menutup erat matanya.
Daniel hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu. 'aku akan mencoba buka hatiku untukmu' gumamnya dalam hati.
"Grace. lihat itu," ucap Daniel yang hanya dijawab gelengan oleh Grace. tapi Grace tatap kekeh menutup matanya erat erat. "coba kamu buka pelan pelan, lihat pemandangannya," imbuhnya.
Grace tetap taku untuk membuka matanya. akhirnya Daniel mencoba satu cara agar Grace membuka matanya.
cup,
"jangan tegang!" ucap Daniel sambil mengelus puncak kepala Grace.
pipi Grace terasa panas, ia tau saat ini wajahnya sudah memerah bak udang rebus. langsung ia palingkan kearah jendela helikopter. "ehhmm malu bangettt," ucapnya tanpa suara, ia tersadar saat fokus melihat jendela. "woahh," ucapnya terkagum kagum.
"Mas, Mas punya pena sama kertas gak?" tanya Grace kini sudah menghadap kearah Daniel. ia lupa dengan kejadian tadi.
"Buat apa?" heran Daniel.
"aku mau bikin tulisan ILY gitu mas, buat si Wardah." jawabnya, bermaksud ingin membagi jebahagiaannya kepada sahabat dekatnya.
"pake Hand Phone aja, kan bisa digunakan kalau udah dimode pesawat," balas Daniel.
__ADS_1
"Oh iya yaa," kemudian ia mengambil Hand Phonenya. "tapi kan Hand Phone ku cuma satu Mas,"
"pake ini," menyerahkan ponselnya pada Grace.
"Makasih mas,"
setelah Grace memfoto foto, Grace memperhatikan pemandanga pemandangan yang sangat indah, sampai sampai ia tidak sadar bahwa Daniel sudah mengambil beberapa banyak Foto dirinya.
Daniel menarik tangan Grace untuk dekat dengannya,
Ckrek
satu Foto pertama mereka diatas langit. "ahh mas curang Ah," ucap Grace yang sudah tidak canggung lagi.
"sini," ucapnya singkat sembari melingkarkan lengannya ke bahu istrinya. kemudian mereka mengambil satu persatu foto mereka.
entah berapa lama mereka diatas sana, Grace menatap lekat suaminya yang tersenyum, ia tak pernah melihat suaminya tersenyum sebelumnya. "Terimakasih Mas," ucapnya tiba tiba, Daniel tersenyum kemudian meletakkan kepala Grace ke bahunya.
______________¥______________¥______________
Bantu VOTEnya yaa teman teman, gak apa apa walaupun cuma 10 poin kok seikhlasnya aja.
pau pau berterima kasih sama teman teman yang udah VOTE, like dan komen, semoga kalian dilancarkan rezekinya dan selalu sehat WalAfiyaah AAMIIN🤲🤲
semua komenan kalian itu salah satu saran dan kritikan buat pau pau agar bisa menulis lebih baik lagi, terimakasih yaa walaupun kadang bikin pau pau sedih.
__ADS_1