Menikah Muda With Duda

Menikah Muda With Duda
30


__ADS_3

Cindy dan Steve barusaja tiba diperpustakaan. "udah cepetan, kita sekarang udah diperpustakaan. jelasin semuanya," desak Steve penasaran,


"gak sabaran banget sih, kasih gue bernafas sebentar! baru juga sampai," ketus Cindy.


sudah beberapa menit Steve menunggu Cindy untuk bercerita tentangnya dan Grace, tapi Cindy tetap bungkam fakus dengan ponselnya. "Masih lama?" tanya Steve.


"udah hampir 10 menit kita disi..." ucapan Steve terpotong.


"tunggu! gue heran sama loe. kenapa loe segitu pengen taunya tentang gue?" tukasnya sinis.


"atau jangan jangan...., suka loe suka ya sama gue," tanyanya selidik sambil memicingkan matanya. Steve langsung membulatkan matanya lebar, terkesiap mendengar ucapan Cindy barusan,


"apa namanya ya,," imbuhnya sambil mengingat tiga kata yang sangat sering didengarnya didrama drama yang sering ia tonton.


"ahh.. iya cinta pandangan pertama," ucapnya sambil memetikkan jarinya.

__ADS_1


Uhhuuk uhhuuk Setive tersedak.


Steve merasakan tenggorokannya kering saat mendengar ucapan Cindy yang terlalu terang terangan.


"ngapain loe batuk? keselek angin?" tanya Cindy heran melihat laki laki didepannya ini yang begitu aneh yang tiba tiba tersedak.


"udahlahh, gue pergi dulu ya. bye," pamit Cindy, ia hendah berlalu meninggalkan Steve diperpustakaan.


tiba tiba ia berhenti sebentar kemudian menoleh kebelakang. "thank's," ucap Cindy berterima kasih karna telah membatunya menghindar dari Grace. kemudian berlalu meninggalkan Steve yang sedang dibuat bingung oleh Cindy.


"tapi sayang, orangnya aneh!" imbuhnya sembari membuang nafasnya kasar. kemudain melanjutkan nian awalnya.


Cindy berjalan mengelilingi kampus itu dengan senyuman merekah, senyuman itu tidak pudar dan terus mengiasi wajah cantiknya sepanjang ia mengelilingi kampus itu.


Cindy melihat jam yang ada dipergelangan tangannya, sudah sekitar 1 jam ia berkeliling dikampus Grace, rasanya ia angat bosan hanya berkeliling. "kayaknya Grace masih lama? gue pulang duluan aja deh, males banget bengong sendirian disini,"

__ADS_1


Cindy berjalan keluar dari kampus, ia mencari taksi kosong yang lewat, tapi ia tidak menemukannya, sembari menunggu taksi ia berjalan diatas trotoar yang sambil bersenandung kecil.


tak terasa Cindy sudah jauh dari kampus Grace, ia berhenti dan berdiri diatas trotoar. matahari siang itu sedikit panas rasanya ia ingin sekali cepat mendapatkan taksi. saat Cindy ingin melangkahkan kakinya untuk berjalan lagi, tiba tiba ada taksi berhenti tepat didepan Cindy, seorang perempuan berkulit putih dengan dandanannya yang sedikit menor keluar dari dalam taksi. kemudian menghampiri Cindy.


"hey cewek nakal hobi banget kamu jalan ditrotoar, kamu mau cari mangsa lagi?" ucap perempuan itu ketus membuat Cindy membulatkan matanya tak percaya. padahal ia baru saja bertemu dengan perempuan ini dan bisa bisanya ia berkata seperti itu, perempuan tersebut adalah Pristin, ya Pristin temannya Daniel sekaligus karyawan diperusahaannya.


"NAKAL? eh loe siapa ngatain gue nakal?emang kita pernah ketemu? dan mangsa? apa maksud loe? emang loe kira gue binatang?" teriak Cindy kesal dengan emosi yang sudah menjalar keubun ubun, padahal ia sudah kesal sedari tadi tak menemukan taksi, dan ditambah lagi oleh rubah betina yang berkoar koar seperti anj*ng bertemu dengan pencuri,


"cih, loe gak usah ekting. gue tau loe tu cuma cewe murahan yang suka menggoda dan porotin uang om om," balas Pristin sinis dengan suara yang tak kalah kencang.


Cindy berjalan mendekati Pristin kemudian menjambak rambutnya kebelakang, membuat Pristin merintih kesakitan. "Aaah....."


"apa kata loe, murahan? penggoda? loe gak sadar? ngaca dong! liat dandanan loe, kayak gini ni bentuk cewek penggoda!" teriak Cindy dengan emosi yang sudah meluap luap bnyak sorot mata yang menontoni mereka. setelah meluapkan emosinya ia melepaskan jambakannya dengan kasar. yang meninggalkan banyak helai rambut Pristin ditangan Cindy.


kemudian Cindy berjalan memanggil taksi yang hendak lewat, ia meninggalkan Pristin yang sedang kesal, dengan wajah yang sudah merah memanas ia berjalan masuk kedalam taksi yang ditumpanginya tadi,

__ADS_1


"sialan, wanita penggoda itu, lihat saja pembalasanku!" batinnya yang kesal setengah mati, setelah dipermalukan oleh Cindy didepan orang banyak. ia kembali kekantor dengan perasaan kesal dan rambut yang sedikit berantakan.


__ADS_2