Menikah Muda With Duda

Menikah Muda With Duda
32


__ADS_3

hari sudah menunjukan pukul 9.00 malam Grace sedang duduk disofa menunggu Daniel pulang dari kantor, entah kenapa ia sangat merindukan suaminya itu padahal belum sehari ia tidak bertemu tapi sudah seperti setahun, saat terdengar suara bising mobil dihalaman rumahnya, ia langsung bergegas membuka pintu untuk menyambut suaminya tersebut.


Grace tersenyum sembari mengambil tas yang dipegang Daniel. "mas udah makan malam?" tanyanya dengan wajah yang masih memancarkan senyumannya.


"sudah tadi makan dengan client," jawabnya "kok kamu belum tidur?" tanyanya sembari berjalan menuju kamar mereka


"mau nunggu mas pulang," jawabnya dengan semangat.


setibanya mereka dikamar Grace mengambil jas yang dikenakan oleh Daniel,


dan sibuk mencarikan pakaian rumah untuk Daniel dilemari.


"oh yaa mas kenapa pagi tadi gak bangunin ak--" Grace langsung menutup mulutnya, ia tak sengaja menanyakannya.


"tadi pagi mas berangkat pagi pagi sekali takutnya kamu keganggu, mas liat kamu tidurnya pules banget," jawab Daniel santai.


"jadi yang Cindy bilang tadi pagi cuma bualannya aja," gumamnya tapi masih terdengar oleh Daniel.


"emang Cindy bilang apa?"


"ehm.. anu mas itu...," pertanyaan Daniel membuat Grace gelagapan menjawabnya,


"apa?" ulangnya masih dengan wajah santai,


Grace menghelah nafasnya panjang kemudian menceritakan apa yang dibilang oleh Cindy tadi pagi, seketika tawa Daniel pecah membuat wajah polos Grace cemberut mengerucutkan bibirnya.


"terus kamu percaya?" tanyanya masih dengan gelak tawanya, Grace mengangguk dengan bibir yang mengerucut.


"udah jangan cemberut. ntar cepet keriput," sembari mengacak rambut Grace gemas. "yaudah mas bersih bersih dulu," ujarnya sembari tersenyum melihat wajah gemas istrinya itu.


"ihhh sebel, bisa bisanya aku langsung percaya dengan Cindy," ucapnya sebal sembari memukuli bantal sebagai pelampiasan kekesalannya,


setelah itu mereka langsung beristirahat.


***


Semalam Grace sudah memasang Alarm agar ia tidak keduluan bangun dari Daniel, sudah pukul 5.00 subuh Grace langsung menuju kamar mandi membasuh wajah, kemudian ia langsung menuju Dapur untuk membuatkan sarapan untuk suaminya.


setelah membuatkan sarapan ia langsung menuju kamar menyiapkan air untuk Daniel membersihkan tubuhnya, lalu ia membangunkan Daniel,


"Mas sudah pukul 05.49 bangunlah, aku sudah menyiapkan air untuk mas," Daniel masih mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya lampu, kemudian ia beranjak menuju kamar mandi.


saat melihat suaminya sudah masuk kamar mandi ia langsung menyiapkan pakaian untuk Daniel pergi kekantor.


lalu beranjak keluar menuju ruang makan.


belum sampai ia dimeja makan ia bepapasan dengan Cindy yang saat itu keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi.

__ADS_1


"eh Grace. tumben udah bangun," ledek Cindy "bagus deh loe bangun cepet, biar gak ngerepotin gue lagi pagi pagi," ucapnya sombong.


"cih, gue udah tau loe cuma bohobgin gue kan." ucapnya dengan gaya berkacak pinggang, "nyebelin tau Ndy," imbuhnya kesal sembari menyubit kedua pipi saudaranya itu.


"Awwww, Shhh!" dengusnya sembari mengusap pipi yang baru saja terbebas dari tangan Grace.


"jadi loe tanya ke Daniel yaa,," tanyanya sambil tertawa, "Gue fikir loe gak bakal berani nanyain itu," tawa Cindy semakin memecah.


"Gue gak sengaja keceplosan semalam," sebal "loe sih kenapa nyebelin," memukul bahu Cindy pelan.


"tunggu loe mau kemana, kok rapi bnget?"


"gue mau keliling kali kali gue dapet cowok tajir," ucapnya santuy. "tapi bukan duda," ledeknya sambil menoel pipi Grace memudian melengos pergi dari sana,


"Aakkhhhh Cindyyyy,,,, resekk!!!" teriaknya semakin kesal.


ia menarik nafas dalam dalam kemudian mengeluarkannya pelan pelan, menenangkan kekesalannya.


***


semua sudah berkumpul dimeja makan kecuali Cindy, menikmati sarapan pagi yang sudah dibuat oleh Grace.


"oh iya sayang Cindy gak sarapan bareng kita?" tanya mamanya disela sela sarapan mereka.


"Cindy tadi pagi pagi sekali keluar ma, gak tau mau kemana, katanya sih mau jalan jalan," jawab Grace, mamanya hanya membulatkan mulut sembari mengangguk.


"sayang, gimana hubungan kamu dengan Daniel?" tanya ibunya.


"yaa begitulah ma, mamakan tau Grace masih sangat remaja. banyak yang harus Grace pelajari lagi tentang kehidupan rumah tangga," balasnya sambil tersenyum.


"sayang," mengusap puncak kepala Grace. "Mama yakin kamu pasti bakal jadi istri yang baik, walaupun jarak umur kalian terpaut 9 tahun, mama yakin kamu akan bahagia sayang," tersenyum kemudian melanjutkan membilas piring,


"mama,," mata Grace kini sudah berkaca kaca langsung memeluk mamanya dari belakang, ia terharu dengan ucapan mamanya. ia sangat beruntung memiliki mama yang selalu mendukung kebahagiaannya. "makasih ya ma, Grace gak tau harus membalas semua perbuatan mama dengan apa," lirihnya sedikit terisak.


"sudah jangan menangis, mama cuma minta cucu aja sayang," godanya membuat Grace melepas pelukan mamanya, wajah Grace langsung merona dibuatnya.


"mama apaan sih," malu, langsung mengambil piring yang sudah dibilas kemudian meletakkannya ke dalam lemari piring.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


maap yaa semuanya udah gantungin kalian lama,


maap maap maap maap maap,


dan terima kasih banyak kalian udah mau baca nopel,, unpaedah paupau.


doain aja pau bisa rajin ngeUp ceritanya biar kalian gak kegantung terus,, maap yaa


jangan lupa Like dan komen,


dan kalo menurut kalian karyaku bagus kasih Votenyaa yaa,,😍😍

__ADS_1


pau sayang kalian, semoga kita semua terhindar dari Covid-19 Aamiin,


__ADS_2