
Pristin sebenarnya masih kesal dengan Daniel. tapi ia ingin terlihat baik didepan Daniel.
tok tok tok
"masuk!" ucap Daniel dari dalam.
Ceklek
Pristin membawakan kopi untuk Daniel "Daniel. ini kopi buat kamu," ucapnya sambil tersenyum sembari meletakkan kopi diatas meja.
"Kebetulan kamu kesini," ucap Daniel. "saya harap kamu bekerja yang profesional, jangan membuat saya menyesal mempekerjakan kamu. dan satu lagi, saat dikantor kamu harus memanggil saya seperti karyawan lain memanggil saya. saya tidak ingin karyawan lain berfikiran buruk," ucapnya tegas.
'cih sombong sekali,' batinnya.
"baik tuan," ucapnya tersenyum sembari mengangguk sopan,
dia keluar dengan perasaan yang semakin kesal, saat mamasuki lift ia melihat Grace ada dalam sana.
"kamu itu siapa sih?, keluar masuk seenaknya!" ia melampiaskan kekesalannya pada Grace.
"apa urusannya denganmu," balas Grace cuek kemudian ia berjalan,
"eh... ini sudah peraturan, kalau belum membuat janji lebih baik anda menunggu dibawah," ucapnya sembari menarik lengan Grace.
"aduhhh," Grace mengaduh kesakitan karena cengkraman tangan Pristin "kamu itu apa apa sih," ucapnya sambil menepis tangan Pristin.
"sebelum saya panggilkan satpam lebih baik anda turun dan menunggu dibawa!" bentak Pristin.
"baiklah! lepaskan saya," pasrah dan turun bersama dengan Pristin.
__ADS_1
mereka sudah dibawah, Grace langsung berjalan keluar, ia tidak mood lagi bertemu Daniel. dari pada ia marah marah lebih baik dia pergi ketempat Wardah.
'baguslah dia pergi, dari pada mengotori perusahaan' batinnya senang.
Grace : "Ar loe dimana?" tanya Grace dibalik telepon.
Wardah : "gue dirumah, kenapa?"
Grace : "gue kesana sekarang!"
tut tut tut (bunyi telepon terputus diponsel milik Wardah)
"ngapain tuh bocah mau kesini," heran Wardah.
#
"loe tau kan orang yang gue ceritain waktu itu, kesel gue sumpah!" ucapnya sembari mengipas wajahnya. "kesan pertama aja udah bikin sakit hati, ini loe liat lengan gue." menunjuk lengan yang dicengkram Pristin tadi. "masih merah ni sampe sekarang," imbuhnya kesal.
"tumben loe sabar, biasanya dulu waktu diSMA loe bringas, sampai sampai kepala si Rio bocor lo timpuk pakai batu," ujar Wardah sambil ketawa mengingat masa lalu Grace.
"yeeeee itu beda cerita, ini dikantor Mas Daniel. gue gak mau nama mas Daniel buruk karena gue, lagian pasti cari kerja gak mudah!" balasnya sedikit simpati.
"iya deh, gue mah ikut aja, asal gue gak ditimpuk kayak siRio" ledek Wardah
"Ishh apaan sih Ar, gak jelas loe," jawabnya sambil mendorong bahu Wardah pelan.
"Loe mau makan apa? pasti laper abis marah marah,"
"gue mau spageti buatan loe," sautnya kemudian merebahkan tubuhnya diatas Kasur.
__ADS_1
"okeh, loe tunggu sebentar, gue buat dulu," kemudian ia berlalu kedapur.
"buruan jangan lama lama," teriak Grace.
Grace sembari menunggu ia memainkan ponselnya ia melihat foto foto pernikahannya, "aku fikir hidupku akan sangat mengerikan setelah menikah denganmu," gumanya sambil tersenyum. "tapi saat ini aku sangat bahagia, aku sungguh mencintaimu sekarang," imbuhnya sambil memandangi foto mereka berdua.
"Ouy, ngapain senyum senyum sendiri?" ucap Wardah yang baru datang membuat Grace menjatuhkan ponselnya kebawah. "kesambet entar loe," imbuhnya
"ihh tuh kan jatoh," ucap Grace mengambil ponselnya. "untung ada ambal, kalau enggak gue lelepin loe disungai amazon," imbuh Grace.
"lu juga ngapai kepinggir banget," jawab Wardah tak mau kalah. "Nih mau makan gak?"
"mau!" ucap Grace seperti anak kecil.
"Dasar Grace mini!" ujarnya sambil tertawa.
.
.
.
.
________________¥__________¥_________________
TerimaKasih sudah membaca karya saya.
BERSAMBUNG
__ADS_1