Menikah Muda With Duda

Menikah Muda With Duda
26


__ADS_3

sudah hampir seminggu Grace mendiamkan Daniel. (sama kayak reader digantungin sama author😁) Hanya saat didepan orang tua mereka,mereka terlihat seperti sepasang pasutri yang sangat harmonis.


kadang Daniel berfikir ia ingin terus berada dirumah orang tua mereka karena disaat itu lah Daniel bisa bicara dengan Grace.


kini mereka sedang berada dirumah karena hari ini adalah hari libur mereka, Grace sedang menonton televisi diruang keluarga, dan Daniel sudah berusaha keras membuat istrinya itu luluh tapi itu sangat susah dilakukannya.


"sayang udah dong marahnya," ucap Daniel memelas. Grace tak menghiraukan Daniel yang sedang memohon seperti anak anak kecil yang meminta belikan ice cream.


ia malah beranjak pergi menuju dapur mengambil minum. dan tetap diikuti oleh Daniel, "Grace....," ucap Daniel menirukan suara anak anak sambil mengoyak goyakkan lengan Grace.


Grace mendesah pelan "iya mas aku maafin," ucapnya singkat, tapi berhasil membuat Daniel bersorak ria kemudian menggendong Grace ala bridal membawanya kesofa melanjutkan tontonannya.


"sekarang baru deh mas nyaman nonton," ucapnya kegirangan sambil mengambil remot tv, Grace hanya tertawa heran melihat kelakuan suaminya itu seperti anak anak melebihi kelakuan anaknya sendiri.


setelah menonton, Grace sibuk dengan tugas tugasnya yang menumpuk, ia mengerjakannya sangat fokus hingga deringan ponsel miliknya tak terdengar.


"My Callista," ucap Daniel heran melihat layar ponsel Grace ia heran dengan nama baru itu apa lagi diawali dengan kata kepemilikan, seketika Grace langsung menoleh keasal suara.


"Callista?" ucap Grace.


"iya Callista menelfon," melihatkan layar ponselnya kearah Grace.


wajah Grace langsung berbinar, kemudian mengambil ponselnya itu.


"Ehem, Ehem," deham Grace menetralkan suaranya sebelum mengangkat telefon.

__ADS_1


Grace : "sudah senang yaa, sampai lupa menelpon," ucapnya sedikit kesal tapi juga sangat terlihat wajah gembiranya.


Daniel yang berada dekat dengan Grace berusaha mendengar percakapan antara mereka, ia bertanya tanya dalam hati. siapa yang menelpon itu sampai melupakan aku yang ada disana.


"APA! SUDAH PULANG? JADI SEKARANG DIAMANA?" teriak Grace membuat Daniel kaget, membuat dengulnya tehantuk dengan meja kecil dekat rak buku milik Grace.


"ahhh...., aduhh..... mengapa harus berteriak sih, membuat kaget saja," ucapnya kesal tapi nyaris tak bersuara.


"Oke! aku kesana. muahh," memberi satu kecupan sebelum mengakhiri panggilan telepon tersebut. saat Grace membalikkan tubuhnya kebelakan. Grace terkejut melihat wajah suaminya yang datar dan sedikit tajam, efek mendengar kecupan yang dilayangkan oleh Grace tadi membuatnya menatap Grace tajam. "Oh. my God," ucapnya kaget kemudian memukul pelan lengan Daniel.


"ngapain sih mas, ngagetin aja," dengusnya kesal. "oh iya mas ayo keRumah mama," imbuhnya kembali melayangkan senyumnya.


"tadi siapa yang nelpon," ucap Daniel sefikit ketus.


"iya, kita kerumah mama dulu nanti aku kenalin." ujarnya menarik tangan Daniel, "pake mobilku aja ya mas, aku mau pamer soalnya mas," imbuhnya sambil membayangkan apa reaksi orang yang didalam telpon tadi.


jarak Rumah Daniel dan Grace lumayan jauh, jadi Grace sedikit cerewet melihat Daniel membawa mobilnya seperti siput yang sangat lambat, "mas cepetan dong mas, kok lama pelan banget sih, kayaknya cepetan jalan kura kura deh dari pada mobil ini," protesnya.


"sabar sayang, ini juga udah cepat banget, kamu mau ditilang polisi karena melebihi kecepatan? hah?" balasnya membuat Grace terdiam.


Setibanya mereka di halaman rumah Grace sudah melihat perempuan memakai Gaun toska diatas lutut memancarkan senyumannya, "Callistaku," teriak Grace kemudian memeluk Callista, "ahhhh kakak, aku rindu sekali," lirihnya, Callista adalah kakak pertama Grace, ia tinggal di California karena ikut dengan suaminya yang berkebangsaan barat,


Disaat Grace menikah ia tidak bisa hadir karena ada hal penting, dan hal itu tidak bisa ditinggalkan.


Saat Daniel tiba tepat didepan kedua perempuan yang saling peluk mencurahkan kerinduan mereka, ia melihat perempuan yang sangat tak asing dimatanya, dan pantas saja saat membaca nama yang ada diponsel Grace ia merasa nama itu sangat familiar di fikirannya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


_______________Β₯____________Β₯_______________


Bantu VOTE poinnya yaa, πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


VOTE itu salah satu penyemangat Author dalam membuat cerita jadi jangan gak VOTE yaa, terus komen kalian juga sangat membantu author dalam membuat ide ide, jadi komen yang bisa mengembangkan Ide Author yaaa terima kasih.. 😍😘


Maap yaak beberapa hari ini gak bisa Up karena author sedang sangat sibuk, ini membuat karya author usahain bikin biar kalian gak digantung telalu lama,

__ADS_1


author rela bergadang untuk kalian loh, jadi jangan pelit pelit VOTEnya yaaa😍😘😘😘😘😘😘


__ADS_2