Menikah Muda With Duda

Menikah Muda With Duda
33


__ADS_3

setelah membantu ibunya Grace langsung bersiap siap pergi kekampus, sesampainya dikampus Grace bertemu dengan Steve.


"Grace," panggil Steve,


"hmm, ada apa Steve," tanyanya.


"saudara kembar kamu mana?" tanyanya sedikit ragu.


"hah?" Grace melongo, ia berfikir keras dari mana Steve bisa tau ia memiliki saudara kembar, Wardah yang sahabatnya saja baru tahu kemarin.


"ehm, kemaren aku gak sengaja ketemu sama kembaran kamu," jelas Steve melihat wajah Grace yang bingung dengan pertanyaannya.


"ohhh, dia gak ikut Steve," jawabnya, ia mengangkat tangan kanannya melihat jam yang sudah menunjukkan 09.45,


"Steve sudah hampir jam sepuluh, aku duluan yaa," tanpa mendengar jawaban dari Steve Grace berlalu pergi. ia masih ada rasa canggung terhadap sahabat sekaligus cinta pertamanya dulu.


saat pejalanan menuju kelas ia teringat dengan ucapan Cindy yang mengatakan kalau Grace itu memiliki banyak musuh, "apa Steve yang dimaksud oleh Cindy ya?" gumamnya


"mana mungkin," sangkalnya ragu dengan dugaannya sendiri. "tapi mungkin saja sih, apa dia masih belum menerima kalau aku sudah menikah yaa?" pikirannya dipenuhi dengan dugaan dugaan.


"Aaaa,, tidak tidak apaan sih Grace, jangan terlalu percaya diri, banyak cewek cantik lain yang menyukainya mana mungkin dia masih mengharapkan perempuan yang sudah bersuami,"mengetuk kapalanyanya kesal dengan dugaan dugaan yang ia fikirkan tadi.


lalu ia melanjutkan jalannya menuju kelas.


v


Cindy sudah berada diperpustakaan kampus milik Grace, ia menghabiskan waktunya dengan membaca buku buku yang ada diperpus sembari menunggu seseorang yang ingin ia lihat.


sebelumnya ia hanya ingin berkeliling menyusuri kota kelahirannya, tapi hatinya berkata untuk datang kekampus Grace.


"Apa gue udah gila yaa,"


"kenapa gue jadi kepo sama tu cowok aneh," ia mengutuki dirinya kemudian ia beranjak keluar dari perpustakaan itu.


apa mungkin ini takdir saat ia ingin pergi tiba tiba ia melihat laki laki yang sangat ingin ia lihat itu berjalan menyusuri koridor kampus.


"Owh My God!!! itu dia," ucapnya tanpa suara.


ia berjalan mendekati laki laki itu, pura pura kalau mereka tidak sengaja bertemu.

__ADS_1


saat mereka hampir berpapasan tiba tiba Steve bersuara, yap laki laki tersebut adalah Steve


"loh kamu Cindy kan?"


"ehmm, menurut loe," jawab Cindy Santai,


"bukannya Grace bilang dia gak ikut kesini?" gumamnya pelan,


"loe ngomng apa barusan?" mengernyitkan keningnya


"loe ngumpatin gue ya," ketus Cindy, Cindy memang sangat berbeda dengan Grace, jika bertemu dengan orang baru Grace masih bisa bersikap ramah, bagi Cindy ia rasa dengan sikapnya seperti inilah yang akan membuatnya tau siapa orang yang benar benar menyukainya dari teman perempuan hingga teman laki laki. bisa disimpulkan seperti Apa adanya.


"E.. Enggak, aku cuma heran aja, kamu kok bisa ada disini," ucapnya sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"emang salah kalo gue kesini?" jawabnya ketusnya lagi,


"yaa enggak juga,, tapi--" ia melihat Mrs. Fabiola berjalan menuju kelasnya membuat Steve menghentikan ucapannya,


"gu.. gue masuk dulu yaa," ucapnya terbata bata, kemudian berlalu meninggalkan Cindy.


Cindy hanya bisa melongo melihat Steve meninggalkannya sendiri, "hah? what? seorang Cindy ditinggalin aja ama seorang cowok? gak ada sejarahnya seorang Cindy ditinggal ama cowok diAmerika tapi ini?" ucapnya menggelengkan kepala tak percaya, "emang ya, tu cowok emang aneh!!" gerutunya kesal meninggalkan tempat itu,


Cindy menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju rumah singgah yang biasa ia kunjungi saat ia masih kecil bersama kakaknya, untuk menghilangkan kekesalannya


***


sehabis Grace ngampus ia ingin berkunjung kekantor suaminya memberikan kejutan,


saat ingin masuk kedalam ruang Daniel, ia membuka knop pinti itu perlahan agar tak diketakui oleh Daniel, tapi Grace tak sengaja mendengar ucapan Daniel yang membuat hatinya terharu, matanya seketika berkaca kaca.


"Daniel! mengapa kau sulit sekali untuk mencintai Gadis kecil itu," ucap Daniel gusar mengacak acak rambutnya, ia mengambil sebuah foto didalam laci, memandanginnya wajah yang amat sangat ia rindukan foto mendiang istri pertamanya.


"Shela pernikahanku sudah hampir setahun, dulu ketika aku mulai mencintaimu, tuhan mengambilmu dariku, kini aku harus berusaha mencintai gadis itu, dan aku harap ketika aku mulai mencintainya dia tidak pergi meninggalkanku," terlihat kesedihan diwajah Daniel membuat Grace mengurungkan masuk kedalam ruangannya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


para Reader tercuintahh, tolong tinggal kan jejak kalian yaa dikomentar, dan jangan lupa diLike


kalau menurut kalian nopel yang unpaedah ini seru atau kalian suka kasih Vote poinnya yaa,, makasihh udah BacaπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


loplopyuu para reader😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2