Menikah Muda With Duda

Menikah Muda With Duda
31


__ADS_3

Cindy sudah tiba dirumah. ia langsung mendudukkan tubuhnya diatas sofa ruang keluarga ia masih kesal dengan perempuan gila yang sok tau itu.


ia mengambil ponselnya, kemudian mengirimkan sebuah pesan kepada Grace bahwa ia sudah berada dirumah. dan menyuruhnya untuk cepat pulang jika sudah selesai kelas.


"siapa sih tu orang gila tadi! rasanya pengen gue bakar tu mulut," gerutunya kesal sambil menghidupkan televisi.


"kalau aja ketemu lagi, gue lelepin tu orang dikolam piranha. biar tau dia siapa gue," racaunya tak berenti.


^


Grace sudah berada dirumah, ia melihat kembarannya itu memasang wajah kusutnya, "ni muka kenapa, kayak orang ketangkap basah nyolong kolor tetangga," ledek Grace sambil mengusap kasar pipi mulus milik saudaranya itu.


"ihhhhh loe tu nyebelin banget sih!" balasnya menepis kasar tangan Grace.


"loe banyak musuh ya?" tanya Cindy yang langsung dibalas toyoran oleh Grace.

__ADS_1


"enak aja! yang ada Fans gue yang banyak," sombong Grace sambil mengibas rambutnya,


"gue serius loh Grace!" balas Cindy kesal sendiri.


"Gue tadi ketemu salah satu musuh loe!" imbuhnya.


"gue serius! selama Gue di USA loe gak kenapa kenapakan?" tanya Cindy, tatapannya kini mulai serius.


"apaan sih ndy, gue gak kenapa kenapa kok," Grace sedikit sedih mendengar ucapan saudaranya itu, tapi ia berusaha tetap memancarkan senyumannya.


"liat aja nih gue masih cantik kan," imbuhnya mencairkan suasana.


"ndy, gue kepingin balik lagi kemasa masa kita kecil," Grace membuka percakapan.


"gue rindu, waktu loe selalu ngelindungi gue," ucapnya tersenyum sambil mengingat masa masa kecilnya.

__ADS_1


"dan gue fikir, gue gak bakal jadi orang pemberani kayak loe," imbuhnya. "yup, beginilah gue sekarang, Strong Women Do BongSoon dua," ia tertawa kemudian melanjutkan ucapannya tadi "ehm.... dan ucapan loe terus terngiang ngiang di telinga Gue. 'Loe harus jaga diri Loe Sendiri dari sekarang' kata kata loe nih masih gue koleksi sampai sekarang. diotak kecil gue," ucapnya mengedipkan mata sembari menunjuk kepalanya.


"muji diri sediri aja terus" gumamnya nyaris tak ter dengar.


" hah? apa kata loe," tanya Grace.


"wahhh Good job sicengeng Gue ternyata udah gede, dan udah gak manja lagi," cibirnya sambil melihatkan wajah sindiran,


*db*


Grace saat kecil orangnya memang sangat lembut wajar saja ia penakut, dan sangat mudah menangis.


ketika Grace tau Cindy akan ikut dengan kakaknya ia langsung jatuh sakit, hingga harus dirawat dirumah sakit.


dari situlah Grace mulai memberanikan dirinya berusaha tidak bergantung dengan Cindy lagi, dikenaikan kelas 5 SD ia mulai sedikit menghilangkan sisi pemalunya sampai ia masuk SMP ia sudah mulai berani hingga membuatnya diskorsing karena berkelahi dengan seniornya padahal masalanya hanya sepele. Grace yang tak sengaja menumpahkan minuman ke baju seniornya itu, Grace sudah meminta maaf secara baik baik tapi tetap saja seniornya masih memperbesar masalah itu, dimulailah perang antar kakkel (kakak kelas) dan dekkel (adek kelas).

__ADS_1


yang lebih parahnya lagi baru satu minggu ia masuk SMA ia sudah membuat anak orang kepalanya bocor karena ditimpuk pakai handphone Nokia tua yang tahan banting, jangankan dikepala. dilempar kencang keubin aja bukan handphonnya yang rusak tapi ubinnya yang pecah (bagaikan hatiku saat ini)


Yaa begitulah sedikit cerita masa masa ia sekolah dari sekolah Dasar hingga saat ini.


__ADS_2