Menikah Muda With Duda

Menikah Muda With Duda
28


__ADS_3

"itu terserah mamasmu lah Grace," ucap Cindy sepontan sambil mengunyah makanannya, mereka semua melihat kearahnya. "Apa? aku benerkan?" imbuhnya kemudian melanjutkan makannya,


Sejak kecil Cindy memang berpisah dengan orang tuanya, jadi ia kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan juga nasihat dari kedua orang tuanya.


diumurnya yang masih dikatakan kecil ia ikut dengan Callista ke Amerika ia tinggal dengan adik dari papanya yang memang berkebangsaan barat dan tinggal disana, ia ikut dengan alasan 'hanya Callista yang mengerti perasaanku aku ingin bersamanya, lagi pula ada bibi disana, yang akan menjagaku ketika Callista sedang belajar,' akhirnya Cindy diizinkan ikut dengan Callista dari dulu ia lebih penurut dengan Callista dari pada papa mamanya.


Setelah mereka makan mereka berbincang bincang di ruang keluarga, hingga larut pun suara canda tawa mereka masih terdengar.


"mas sudah larut, tidur yuk," ajak Grace. Daniel mengangguk. "kak kami duluan kekamar ya kak. ndy,"


#


sesampainya dikamar Daniel tertawa pelan, melihat foto yang terpajang didinding kamar Grace itu. "kenapa tertawa?" tanya Grace heran.


"yaa, mas ingat pertama kali mas lihat foto kamu berdua, mas fikir itu foto kamu edit,"


ucapnya dengan sisa tawanya. "tapi kenapa kok kamu gak cerita kalau kamu punya kembaran?"


"gimana mau cerita, nas gak nanya nanya. seharusnya mas nanya aku berapa saudara, apa gimana gitu. kayak apa ya namanya tu,,,," ucapnya sambil mengingat. "ehmmm... PDKT," imbuhnya, membuat Daniel memecahkan tawanya,

__ADS_1


"hahahaha. kayak anak ABG aja PDKTan," ucapnya sambil tertawa.


"ih, mas ni nyebelin ah," gerutunya kesal. kemudian berjalan menuju kamar mandi. untuk mencuci mukanya dan mengganti pakaian.


"udah jangan ngomel ngomel, ntar cepat tu," ucap Daniel setengah berteriak.


kedua pasutri itu sudah tertidur pulas setelah mereka mengganti pakaian mereka dengan pakaian tidur.


Burung sudah berkicau di pagi hari. matahari pagi sudah menyelinap kecela cela jendela kamar. alarm yang dipasang oleh Grace sudah berbunyi dari tadi, tapi ia tutup dengan bantal.


terdengar ketukan dari luar membuat Grace mengerjapkan kedua matanya, menetralkan matanya yang sedikit buram.


Dorr dorr dorr


"kebiasaan banget tu bocah," dengus Grace sembari berjalan membuka pintu.


"Ohh My God, loe baru bangu... hmpp..." teriak Cindy tapi langsung dibekep oleh Grace.


"loe bisa diam gak sih, loe gak malu apa? laki gue ada didalam," ucapnya kesal sembari membekap mulut Cindy.

__ADS_1


"gue udah mandi tau," teriak Cindy sebal merapikan rambutnya berantakan ulah Grace.


"Ssstt diam! jangan teriak teriak, aku kelasnya jam 10 ndy. sekarang kan masih jam setengah 7,"


"lah suami loe emang gak kerja?" tanya Cindy yang memang tau kalau Daniel sudah pergi pagi pagi sekali, Grace langsung berbalik melihat kasur yang kosong tak ada manusia, hanya ada selimut dan bantal.


"loh mana mas Daniel?" tanyanya heran melihat kasur yang sudah kosong


"mas loe udah kekantor, loe tau gak kalau suami loe tadi ngira gue itu loe," Grace mengernyitkan Dahinya mendengar ucapan Cindy, "karena gue orangnya baik, jadi gue sans aja ngantar suami loe keluar," imbuhnya, lagi lagi Grace menajamkan matanya melihat Cindy.


"Selow men, gak usah kesal. gue kan cuma gak mau dia malu, karna dia salah orang," imbuhnya lagi menenangkan saudara kembarnya itu.


Grace menghela nafasnya "udah ah, gue mau mandi dulu," ujarnya sembari menutup pintu.


"cepetan, pokoknya gue harus ikut kekampus loe, titik!" teriaknya didepan pintu.


"iya bawel," balas Grace juga dengan teriak. "jangan sampe nanti dia bikin masalah dikampus," gumamnya kemudian mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.


_______________¥_____________¥_______________

__ADS_1


Bantu VOTE poinnya yaa teman teman,


maaf kemarin kemarin gak bisa Up cepat, sibuk banget soalnya....


__ADS_2