Menikah Muda With Duda

Menikah Muda With Duda
36


__ADS_3

Setelah sarapan pagi mereka melakukan aktifitas mereka seperti biasa.


Daniel mengantar Olive dan Grace terlebih dahulu baru ia menuju kekantor.


"Mama," panggil Olive saat diperjalanan menuju sekolah Olive.


"iya sayang?"


"pulang sekolah jadikan ma, kita pergi bareng anty Cindy?" semalam Grace sudah berjanji akan mengajak Olive pergi jalan jalan besama Cindy, untuk refresing otak dari tugas tugas yang menumpuk berkejaran dengan waktu deadline.


" iya sayang, nanti pulang sekolah mama yang jemput," ucapnya sambil tersenyum.


sesampainya disekolah. Olive langsung berpamitan dengan Grace dan Daniel. kemudian mobil Daniel pun langsung menuju kampus Grace, tak butuh waktu lama Daniel sudah sampai didepan Gerbang kampus milik Grace.


"makasih mas," ucapnya tersenyum sembari membuka pintu mobil tapi diurungkannya, "tunggu mas, ehmm nanti mas gak usah jemput aku. nanti Grace dijemput oleh Cindy," imbuhnya kemudian membuka pintu mobil.


"sayang," panggil Daniel membuat Grace menoleh kearah Daniel. dan hanya dijawab dengan deheman.


"Hmmm,"


"kamu tadi gak keramas ya?" ucapan Daniel membuat Grace mengernyitkan dahi heran.

__ADS_1


"keramas kok," jawabnya masih dengan keadaan bingung.


"sini," ucap Daniel sembari menggerakkan jari telunjuknya agar Grace mendekatkan kepalanya.


saat Grace mendekatkan kepalanya ia merasakan kecupan bibir yang menempel didahinya. kemudian Daniel langsung mengacak pelan rambut Grace.


"Sudah. belajar yang rajin sana, jangan macam macam dikampus," ucapnya sambil tersenyum, tidak merasa bersalah karena telah membuat jantung anak orang berdegub kencang.


demi apa. sekarang wajah Grace sudah merah merona, ia masih belum sepenuhnya sadar dengan apa yang Daniel ucapkan tadi.


"heii," panggil Daniel sambil menjentikkan jarinya. "kamu masih mau lama lama disini?" ucapan Daniel kini sudah terserap oleh otak Grace.


"a-anu ehm i-itu, a-aku pergi dulu mas," ucapnya terbata bata.


Dikampus


Grace berjalan menuju kelas masih dengan keadaan tersenyum mengingat kejadian didalam mobil tadi, hatinya sedang berbunga bunga. memang yah, pasangan adalah mood booster paling utama membuat hati bahagia. dan juga, pasangan bisa membuat mood jadi hancur sehancur hancurnya.


"heyy," sapa Wardah membuat Grace terlonjat kaget.


"huhhhh, aduuuh Wardah. ngapain sih loe, ngagetin gue aja," ucap Grace sambil mengelus dadanya.

__ADS_1


"seharusnya gue lah yang nanya sama loe, loe ngapain senyam senyum senyam senyum gak jelas gitu, kesambet apaan lu? setan senyum? atau jangan jangan--" ucapan Wardah langsung dipotong Oleh Grace.


"Ssstt. masih pagi Wardahhh, jangan mikir yang aneh aneh. pantesan aja omongan Mrs. Fabiola gak masuk masuk, pikiranmu keruh terus sih," Potong Grace.


"sini deh gue bersihin," Grace menggoncang kepala Wardah pelan, bermaksud agar pikiran kotor itu turun kebawa menuju saluran pembuangan kotoran.


"Graceee," pekik Wardah sambil menjauhkan tangan Grace dari kepalanya yang sedang teraniaya itu.


"yaa makin keruh lah Egee, loe goncang kek gitu," Wardah menoyor kepala Grace sebagai pembalasan atas perbuatan Grace yang semena mena atas kepalanya.


"Oh iya ya, hahaha," ucap Grace tertawa "yaudah deh. maap maap hehehe,"


"enggak, gue ngambek," jawabnya sembari membuang muka.


"yaudah ngambek aja sana, gue kekelas duluan ya," ujar Grace kemudian berjalan menuju kelas membuat Wardah langsung menoleh.


"Iiihh Grace, loe gak asik banget sih," Wardah mengejar, dan menyamakan langkahnya. "bujuk kek gue. apa kek, nih malah dicuekkin, loe sama aja kayak fizi. temen gak ada akhlak," mendengar ucapan Wardah Grace langsung tertawa.


"Bodo amat, hahahah..." lalu Grace melanjutkan perjalanannya menuju kelas.


"Dasar," kesal Wardah masih tidak terima. ia berjalan mendahului Grace dengan menghentak hentakan kakinya seperti anak kecil, "gue duluan. bleek," terkadang sifat kekanak kanakan masih perlu kita lakukan walaupun umur kita sudah beranjak dewasa, selain memperkuat persahabatan. hal itu juga bisa meningkatkan rasa harmonis keluarga.

__ADS_1


'tak selamanya manusia harus bersikap dewasa, terkadang ia butuh sifat kekanakan untuk menumbuhkan rasa cinta, dan penguat pertemanan :))'


~F_Fauziyyah~


__ADS_2