
Grace sudah memarkirkan mobilnya diparkiran kampus, Cindy yang kala itu di sebelah Grace langsung membuka pintu, padahal Grace belum sempurna memarkirkan mobilnya.
"ehh loe mau kemana?" teriak Grace. Cindy langsung saja keluar dan berjalan menjauhi area parkoran itu. "Cindyyyy. loe jangan macem macem," teriak Grace sembari mematikan mesin mobilnya.
setelah mengunci mobilnya ia langsung mencari Cindy yang main asal pergi tadi.
"Akhhh, apa apaan sih dia, main pergi aja!" gerutunya kesal sambil menyibakkan poninya kebelakang.
*
Cindy berjalan mengelilingi kampus, saat itu sebagian anak kampus yang mengenali Grace menyapa Cindy. dan hanya diabaikan oleh Cindy. mereka fikir Cindy itu adalah Grace.
"Grace, baru dateng loe?" tanya Wardah sambil menepuk bahu Cindy.
"apaan sih," saut Cindy, kemudian berlalu meninggalkan Wardah,
"kesambet apa tu anak," heran Wardah sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. saat dia berbalik badan ia melihat Grace lagi tapi dengan pakaian yang berbeda. " loh kok loe....," ucapnya semakin heran sembari menunjuk rubuh Grace dari bawah sampai atas.
"Ada dua maksud loe?" Tanya Grace sepontan. dibalas anggukan cepat oleh Wardah. "itu kembaran Gue, nanti gue jelasin, Gue ngejar dia dulu ya," imbuh Grace.
"Gue ikut loe Grace," teriak Wardah.
Cindy berjalan melihat lihat taman kampus, ia sengaja menghindari Grace karna dia ingin bebas dari ocehan Grace yang seperti emak emak katanya, 'maap yak Grace gue males bareng loe ntar loe ngelarang larang Gue, ini gak boleh itu gak boleh, jadi lebih baik gue jalan sendiri aja,' gumamnya dalam hati sambil tersenyum,
saat Cindy berjalan arah perpustakaan tiba tiba ia ditabrak oleh Steve, alhasil membuatnya terjatuh, "aduuhh," ucapnya mengaduh.
"ma.. maaf Grace aku gak sengaja," ujar Steve sambil membantu Cindy berdiri.
__ADS_1
"gak sengaja gak sengaja, mangkanya jalan itu pake mata," ucapnya ketus. ia membersihkan sebagian pakaiannya yang sedikit kotor karna terjatuh tadi.
"...." Steve hanya terdiam mendengar ucapan Cindy kepadanya, ia berfikir kalau Cindy ini adalah Grace.
"hellow, kenapa loe bengong, terpesona liat Gue?" ucap Cindy saat melihat Steve memerhatikannya,
"heran Gue, cowok zaman sekarang aneh aneh," ucapnya kembali, kemudian berjalan meninggalkan Steve, Tapi tak jadi karena tangannya ditarik oleh Steve.
"kamu kenapa Grace?" tanya Steve yang heran melihat perlakuannya tak seperti biasa kepadanya. "gak biasanya kamu panggil aku pakai loe gue?" tanyanya lagi.
"apaan sih," ditepisnya tangan Steve yang memegang tangannya.
"gue bukan Grace, gue Cindy," imbuhnya, membuat Steve semakin bingung.
"Cindy?" tanyanya.
"udah pahamkan, sekarang gue mau pergi," imbuhnya.
"tunggu," Stave memerhatikan lekat wajah Cindy,
"apa lagi sih," dengusnya kesal. "loe boleh deh tanya tanya gue, tapi jangan disini. ntar Grace dateng, gak jadi deh gue keliling semau gue," ucapnya lagi,
"ehmmm, tu perpustakaan, disana aja loe tanya tanya deh," imbuh Cindy sembari menarik tangan Steve
#
Grace dan Wardah sudah melihat kesekelilin kampus tapi mereka tak melihat batang hidung Cindy, "aduuhh kemana sih tu bocah." dengusnya kesal, "mana 10 menit lagi gue masuk kelas," imbuhnya sembari melihat jam.
__ADS_1
"udah, loe tenang aja, dia tu udah gede. gak usah khawatir, lagian klo dia bosen pasti dia nelfon loe kan," ujar Wardah menenangkan.
"yaudah deh, yuk masuk kelas," ucapnya pasrah berjalan memasuki kelasnya,
ting (suara pesan masuk dari ponsel Wardah)
'tulisin absen gue ya, gue ada urusan penting' Steve.
"ngapain lagi nih bocah, sok sibuk banget," gumamnya sembari memasukkan ponselnya kedalam kantung celanannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa LIKE COMENT AND VOTEnya yaa