
Aula istana kerajaan Morse telah
sangat disibukkan oleh para pelayan yang mendekor dan mengatur tata letak meja
dan kursi untuk perjamuan makan malam di kerajaan malam ini. Entah mengapa Raja
Steven memerintahkan para anggota kerajaan untuk menggelar pesta di istana setelah
anaknya Mathew pulang dari studynya di Luar negeri selama 7 tahun. Selain tamu
undangan dari kalangan istana, Raja Steven juga mengundang seluruh staf pemerintahannya
untuk bergabung dan setiap tamu undangan boleh mengajak anggota keluarganya.
“Tuan Mathew dimana?” Tanya Alex
asisten pribadi Mathew di telepon
“Masih di kandang Cat nih, ada
apa?” balas Mathew yang sedang bermain dengan harimau kecil peliharaannya.
“Mohon untuk Tuan kembali ke
istana, Pesta makan malam akan dimulai 2 jam lagi. Harap tuan dapat bersiap”
ucap alex kepada tuannya.
“Baiklah, aku segera kesana” ujar
Mathew yang kemudian meninggalkan cat peliharaannya dan berlari menaiki
mobilnya menuju istana. Jarak istana menuju kebun binatang pribadi kerajaan
memang agak jauh tapi masih satu kawasan dengan istana.
Sesampai di Istana, Mathew menuju
kamar pribadinya yang sangat luas dan mewah dimana saat memasuki ruangannya terdapat
sofa besar untuk menonton tv dan disisi kanan terdapat walkin closet serta kamar mandi pribadi yang tak kalah mewahnya.
Mathew menuju kamar mandi untuk
membersihkan diri dan di ruang ganti sudah ada satu set jas kerajaan yang telah
disiapkan untuknya.
Di tempat lain di sebuah rumah
besar 2 lantai Cassandra sedang sibuk bermake up dan mengerai rambutnya yang
sudah dimodel curly sehingga membuatnya sangat feminim hari ini yang sangat
terbalik dengan keseharian cassie yang agak tomboy.
Saat hendak memilih baju cassie
dikagetkan oleh bibi ana yang menggedor kamarnya.
“Nona, tuan Adam memanggil nona
untuk turun, beliau sudah siap di bawah” ucap bibi ana sedikit berteriak.
“Iya bi, suruh ayah tunggu
sebentar” jawab Cassie yang kemudian menyambar dress hitam selutut dengan
lengan terbuka membuatnya tampak sederhana namun elegant.
“anak ayah cantik sekali” puji
adam saat meihat cassie menuruni tangga sambil tersenyum.
“ummm,, ayah apakah boleh aku
tidak ikut? Aku agak gak enak badan” pinta cassie sambil sedikit berbohong karena
memang dia sangat malas pergi ke istana
Ayah adam langsung memegang
kening cassie
“gak panas kok” ujar adam.
“udah gak usah bohong, kamu harus
temanin ayah, tega apa biarin ayah masuk sendiri sedangkan yang lain membawa
keluarganya” ucap ayah adam lagi sambil membelai rambut putri kesayangannya
ini.
Ibunda cassie emang udah
meninggal saat cassie berumur 7 tahun dan sampai saat ini ayahnya belum menikah
lagi. Mereka sekarang tinggal betiga bersama kakak cassie bernama Alan yang
sedang tugas Negara.
“ini semua gara gara kak alan gak
bisa ikut, akhirnya aku yang jadi tumbal” umpat cassie kesal dalam hati
Mobil keluarga adampun sudah
melaju menuju istana kerajaan.
Suasana istana sudah ramai dengan
adanya para tamu yang kebanyakan membawa anak gadis mereka karena sudah tersiar
kabar burung kalau pesta ini diadakan untuk mencari calon istri untuk pangeran
__ADS_1
Mathew yang sudah kembali ke istana. Banyak yang sangat berharap menjadi
anggota keluarga kerajaan Morse yang terkenal bukan hanya karena kekayaannya
tapi juga sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.
“itu pangeran Mathew udah datang”
para tamu berbisik melihat pangeran Mathew yang tampak keren dengan jas
kerajaan dan rambut rapi sedang berjalan menuju ke meja Raja steven.
“Ayah, kenapa tamunya kebanyakan
perempuan?” bisik Mathew heran ke Raja Steven ayahnya.
“Nggak papakan? Siapa tau dapat
jodoh yang cocok buat kamu, hahaha” ucap raja steven sambil tertawa dan
ditimpali oleh ke 4 kakaknya. Yang berada di meja yang sama.
“Ayah mau kamu segera menikah,
biar tidak ada gossip yang tidak baik yang akan membuat nama baik kerajaan
rusak” ucap raja steven lagi dengan sedikit peringatan kepada Mathew.
Memang ke 4 kakak mathewpun sudah
menikah setelah menyelelsaikan sekolah mereka. Mathew sebenarnya sangat malas
merajut cinta karena dirinya baru putus dari pacarnya yang juga teman
kampusnya.
Mathewpun meminta izin kepada
ayahnya untuk pergi berkeliling tempat pesta dan memilih mencari teman teman
yang dia kenal saat masih bersekolah di kota kelahirannya ini untuk mengusir
kebosanannya.
“Ya Tuhan, makanan disini enak
enak bangett” ucap Cassie pelan sambil mengambil cake strawberry dan coklat
moist yang sudah ada dipiringnya. Entah sudah makanan keberapa yang masuk
kemulut cassie karena banyaknya makanan disajikan prasmananan dan tanpa ragu semua
dicoba oleh cassie.
“rugi banget kesini gak coba
semua makanannya” Pikir cassie yang kemudian menuju stand salad buah yang
sangat menggoda selera
segera berbalik ingin menuju meja tempatnya duduk bersama ayahnya.
Brukkk…
“Ya ampun.. kamu punya mata gak
sih. Liat tuh saladku tumpah..” umpat cassie kesal karena saladnya tumpah
setengah
“emm maaf.. saya ambilkan lagi
yah”ucap Mathew yang menabrak cassie sambil merasa heran dengan cassie yang
lebih mementingkan saladnya yang jatuh daripada pangeran di depannya.
“nggak usah” jawab cassie ketus
kemudian meninggalkan Mathew.
Cassie memang nggak terlalu update tentang silsilah keluarga
kerajaan tempatnya bernaung sehingga tidak tau kalau yang dia tabrak adalah
seorang pangeran.
“saladku yang malang sisa
setengah” ucap cassie sedih saat kembali di tempat duduknya.
“kamu ini makan terus, tuh
makanan didepanmu banyak sekali, habiskan semua” ucap ayah adam bingung melihat
putrinya yang sibuk mengambil makanan dari semua stand dan membawa ke meja
mereka.
“iya ayah.. makanan disini enak
enak sih yah, rugi donk kalau Cuma diliat, hehe” ucap cassie sambil memakan
satu persatu makanan yang diambilnya distand makanan.
Tanpa disadari cassie sepasang
mata sedang memperhatikan tingkah lakunya yang sangat konyol selama pesta makan
malam berlangsung. Ya, semenjak kejadian tabrakan tadi Mathew penasaran dengan
sosok Cassandra, karena selama pesta hanya cassie yang tidak terlihat mencoba
mendekati dan mencuri perhatiannya.
Puncak acarapun di mulai. Setelah
__ADS_1
beberapa pengisi acara menghibur tibalah saatnya untuk Raja Steven memberi kata sambutan yang kemudian beliau memanggil
mathew untuk diperkenalkan kepada tamu undangan.
“Hari ini saya mengadakan acara
makan malam di kediaman sederhana kami ini untuk menyambut dan memperkenalkan
anak ke empat saya Mathew yang sudah kembali ke Negara kelahirannya setelah
menempuh pendidikannya di luar sana” ucap Raja steven sambil menyuruh mathew
berbicara didepan para tamu undangan.
Para wanita sangat terpesona
dengan sosok mathew saat berada di atas panggung sambil berharap bisa mendekati
dan menjadi kekasih pangeran lajang ini kecuali satu gadis yang kaget dan
hampir tersedak saat mathew diperkenalkan oleh Raja steven sebagai putranya.
“Mati gw.. dia kan cowo yang aku
maki tadi” umpat cassie dalam hati.
“bodoh,, bodoh,, bodoh!!” umpat
cassie mengutuk dirinya sambil memukul kepalanya sendiri.
Seketika tubuh cassie lemas dan
mencari cara agar bisa lari dari pesta ini
“Ayah.. perutku sakit sekali,
bisakah aku pulang duluan?” bisik cassie kepada ayahnya dengan muka pucat.
“Pasti karena banyak makan,
pulanglah daripada kau pingsan disini “ perintah ayah adam.
“iya ayah,, aku duluan yah ayah”
ucap cassie berakting sakit kemudian mencium pipi ayahnya dan berlari keluar
ruangan istana tempat digelarnya acara.
Mathew yang sedang berbincang
dengan para tamu memperhatikan cassie yang meninggalkan ruang acara kemudian
mendekati ayah adam dan menyapanya
“Halo om apa kabar?” sapa mathew
sopan dan kemudian duduk ditempat cassie tadi.
“kabar baik nak mathew, kamu
sendiri gimana?” jawab ayah adam yang memang sudah akrab dengan mathew yang
merupakan teman bermain Alan anaknya saat mereka kecil.
Ayah adam sekarang adalah duta
besar dinegara tetangga, dulu 15 tahun lalu dia merupakan staf kerajaan
sehingga sering membawa alan ke kerajaan sehingga membuat alan dan mathew yang
seumuran berteman baik, apalagi mereka bersekolah disekolah yang sama.
“saya baik om, alan mana? Om
sendiri kesini?” Tanya mathew lagi penasaran
“alan sedang berjaga
diperbatasan, om tadi sama cassie adiknya alan tapi barusan dia pulang katanya
sakit perut” jawab ayah adam
“ohh cassie namanya, dia adiknya
alan yah” pikir mathew mancoba mengingat karena dia sama sekali tidak mengetahui
kalo alan punya adik perempuan.
“oh iya om saya permisi dulu yah,
salam sama alan” ucap mathew sopan kemudian meninggalkan ayah adam.
Selesai acara mathew kembali ke
kamarnya di ikuti asisten pribadinya, Alex.
“Tuan saya izin pulang dulu,
apakah ada yang tuan butuhkan lagi?” Tanya alex
“Pulanglah, besok cari tau
tentang cassie anak Pak adam” perintah mathew.
“Baiklah tuan, kalau begitu saya
permisi dulu” balas alex kemudian meninggalkan mathew yang sudah tersenyum
sendiri di kamarnya.
“ada mainan baru nih, pasti seru”
ujar mathew sambil mengingat cassie yang telah mencuri sedikit hatinya selama pesta
berlangsung.
__ADS_1