
Semenjak menerima lamaran Pangeran
Mathew kehidupan cassiepun berubah 360 derajat. Cassie sekarang memiliki
pengawal pribadi sendiri yang merangkap sebagai sopir pribadinya, yaitu smith.
Saat melamar cassie, Raja Steven menghadiahi calon menantunya ini dengan Mobil
Mewah keluaran terbaru yang harus dipakainya kemanapun dia pergi, begitu
perintah Mathew kepadanya dan tak bisa ditolaknya.
“Dorrr” teriak sally mengagetkan
cassie yang sedang melamun di ruangan kelasnya
“apaan sih sal, ngagetin ajah”
umpat cassie kesal
“mikirin siapa sih? Calon suamimu
yah?” goda sally sambil tertawa
“ihh nggak, ngapain juga. Udah
deh bahas yang lain” ketus cassie bosan mendengar pertanyaan seputar pangeran
mathew
“ya udah ke kantin yuk, dosen gak
masuk nih kayaknya” ajak sally
“baiklah.. oppa ikut yuk” ajak
cassie melihat minho masih duduk sendiri di sampingnya
“emmm nggak usah cas” jawab minho
mencoba menjauhi cassie saat tau dia telah bertunangan
“ayokk ikuttt” paksa cassie
menarik tangan minho karena sudah beberapa hari ini minho menjauhinya tanpa
sebab padahal dia sudah berjanji akan bersikap seperti biasa setelah
mengutarakan cinta padanya.
Cassie dan teman temannya
termasuk minho kini sudah berada di kantin, cassie mengambil posisi duduk
didepan minho.
“oppa kau baik baik saja?” Tanya
cassie pelan karena teman yang lainnya sibuk bergosip
“iya baik kok” jawab minho
“kalau terjadi apa apa beritahu
aku yah” ucap cassie yang merasa curiga minho menjauhinya karena mathew
mengancamnya
“iya cas, gw gak papa kok” senyum
minho kemudian mereka mulai mengobrol panjang seperti biasa lagi.
Tinggg.. bunyi notifikasi WA
muncul di ponsel cassie
“selesai kuliah langsung ke
Istana, jangan singgah kemanapun” pesan mathew
“iya” balas cassie yang merasa
bingung untuk apa ke istana
Cassiepun pamit pulang dan
menyuruh smith mengantarnya ke Istana yang baru sekali di datanginya saat
pertemuan pertamanya dengan mathew.
“Selamat datang Nona Cassie” ucap
beberapa pelayan yang menyambut cassie dipintu istana
“Eh iya” jawab cassie kaku dan
bingung
“Silahkan masuk Nona Cassie, Tuan
Mathew sudah menunggu Nona, perkenalkan nama saya Wilson, saya yang bertugas
mengatur dan menjaga semua kegiatan di istana ini” ucapnya sopan dan mengantar
cassie menuju kamar mathew yang menurut cassie sangat jauh dari pintu samping
istana.
Istana morse memang terdiri dari
beberapa bagian bangunan dan Pangeran mathew tinggal di bagian timur kerajaan
sendiri karena kakaknya yang sudah menikah memilih membangun istana mereka
sendiri tapi masih berdekatan dan terhubung dengan bangunan utama istana
Kerajaan.
Wilson dan cassie kini berdiri di
depan lift yang terbuka, mereka masuk dan keluar di lantai 2 istana.
“cihh bangunan Cuma 2 lantai
ngapain pakai lift sih.. malas banget gunain tangga” ejek cassie dalam hati
__ADS_1
Setelah melewati ruang utama
lantai 2 mereka sampai di depan pintu besar yang sangat megah
“Masuklah nona, Tuan mathew
menunggu anda di dalam” ucap Wilson sambil membukakan pintu kamar mathew dan
saat cassie masuk pintupun di tutupnya dan ia meninggalkan cassie berdua dengan
mathew
“waaaahhhh…. Besar banget
kamarnya” puji cassie dalam hati saat memasuki kamar mathew
“ini sih 5x lipat dari luas
kamarku” batin cassie lagi tak hentinya memuji kamar mathew yang luas dan mewah
dimana semua fasilitas modern lengkap dikamarnya.
“Eh tapi mathew mana?” Tanya cassie
tak melihat sosok pria tersebut dikamar
Cassiepun berjalan mengitari
kamar mathew menuju walkin closet dan tertegun saat melihat ruangan yang sangat
luas dan rapi ini. Semua baju dan sepatu mathew tertata dengan rapi dilemari,
beberapa jam tangan dan dasi juga terususun rapi dimeja khusus yang berada
ditengah ruangan
Treetttt… pintu kamar mandi
terbuka, mathew keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutup bagian
bawahnya hingga dada bidangnya terpampang nyata di depan cassie
“ishh kau ngapain math” teriak
cassie menutup wajahnya dan berbalik meninggalkan mathew
“kau yang ngapain disitu, ini kan
kamarku” jawab mathew sambil berteriak kemudian berjalan mengambil pakaiannya
dan memakainya
Setelah berpakaian mathew keluar
menemui cassie yang sudah duduk manis disofa kamarnya sambil menyalakan TV
mencoba melupakan kejadian bodoh tadi.
Mathew kemudian mengambil posisi
duduk disamping cassie membuat cassie menggeser posisi duduknya tapi mathewpun
menggeser posisinya mendekati cassie
“kau ngapain sih duduk disini,
“suka suka aku donk, ini kan
sofaku, kamarku” balas mathew jengkel karena cassie selalu menjauhinya
“Ya sudah kalau gitu saya pulang ajah,
ngapain juga sih kesini” ucapnya kesal sambil mencoba berdiri tapi ditahan oleh
mathew
“kamu ini kenapa sih? Masih marah
denganku? Aku kan sudah minta maaf cassie sayang” ucap mathew mencoba merayu
cassie
“Kalau semuanya selesai dengan
kata maaf, untuk apa ada polisi?” jawab cassie membalas perbuatan mathew dulu
saat menjadikannya caddy.
Mathew serasa dejavu mendengar
perkataan cassie, kemudian tertawa lebar
“kau lucu sekali sayang, aku kan
sudah bertanggung jawab, aku akan menikahimu jadi nggak perlu campur tangan
polisi lagi kan” ucap mathew merasa menang
“seandainya kau tak menolakku
malam itu, aku tidak akan melakukan perbuatan kurang ajar itu padamu cassie”
ujar mathew dalam hati
“ngapain suruh aku kesini?” Tanya
cassie megalihkan pembicaraan
“ini, bacalah” perintah mathew
sambil memberikan cassie sebuah kertas di depannya
Cassie kemudian mengambil kertas
tersebut dan membacanya
“ini sebuah jadwal
belajar?”tanyanya dalam hati apalagi jadwal tersebut sudah disesuaikan dengan
jadwal kuliahnya
“ini apaan math? Aku nggak
ngerti” Tanya cassie sambil menyingkirkan tangan mathew yang sedang memainkan
__ADS_1
cincin dijari manisnya
“itu jadwal belajarmu, mulai
besok setelah kuliah kau ke sini untuk mempelajari silsilah keluarga dan aturan
kerajaan” jawab mathew santai
“apaa??” teriak cassie membuat
mathew kaget
“kau ini ngapain teriak sih,
telingaku sakit bodoh” geram mathew
“tapi kan math tugas kuliahku
sudah banyak, kalau harus belajar silsilah dan aturan kerajaan aku nggak
sanggup” protes cassie
“itu sudah konsekuensimu mau
menikah dengan keluarga kerajaan”ucap mathew
“ya udah kita batalin aja
pernikahan ini” ucap cassie keceplosan
“apa, kau???” teriak mathew geram
“eh aku becanda math, baiklah
mulai besok aku akan kesini untuk belajar” ucap cassie cepat, takut mathew
kalap dan menghabisinya di kamar ini
“jangan harap bisa lepas dariku
cassie” geram mathew dalam hati
Cassie kemudian membuka laptopnya
dan mengerjakan tugas kuliahnya sedangkan mathew masih setia disamping cassie
memainkan ponselnya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu cassie
“Cas”
“humhh”
“kau tidak lapar?” Tanya mathew
“aku udah makan di kantin” jawab
cassie
“aku belum makan” ucap mathew
manja yang membuat cassie kesal karena menganggu konsentrasinya
“ya udah, ayo turun aku temani
makan” ucap cassie
“nggak usah, kita makan disini
ajah” ucap mathew yang pergi mengambil telpon dikamarnya menyuruh Wilson
membawa makanan ke kamarnya
Tak berapa lama wilson sudah
datang menyiapkan makanan di kamar
Cassie yang sibuk mengerjakan
tugasnya langsung terhenti saat melihat semua makanan yang tersaji di depannya
“waahhh sepertinya enak” batin
cassie sambil menelan ludahnya
Mathew tersenyum melihat cassie
yang bengong didepan makanan yang diantarkan Wilson.
“kau mau melihatnya saja atau
memakannya” ucap mathew membuat cassie tersadar
“tentu saja memakannya” ucap
cassie sambil tertawa
“eh tapi math piringnya hanya ada
satu” ujar cassie bingung
“ya udah kita sepiring berdua
ajah, suapin aku” perintah mathew
“ihh nggak mau”jawab cassie ketus
“cassie sayang,, kau lupa yah
janjimu dulu? Ini baru jalan sebulan loh.. lagipula kalaupun sudah 3 bulan kau sudah menjadi istriku jadi kau tak
berhak membantah perintahku ” ucap mathew sambil menunjuk kening cassie memberi
peringatan
“what?? Nih pangeran kodok emang
gila” teriak cassie dalam hati
“kok diam, cepetan suapin” teriak
mathew mengagetkan cassie
“iya iya, tunggu bawel” ketus
cassie yang kemudian mengambil makanan di piring dan menyuapi mathew dan
__ADS_1
dirinya sendiri.