MENIKAHI PANGERAN MATHEW

MENIKAHI PANGERAN MATHEW
BAB 24 CASSIE CALON PUTRI KERAJAAN


__ADS_3

Semenjak menerima lamaran Pangeran


Mathew kehidupan cassiepun berubah 360 derajat. Cassie sekarang memiliki


pengawal pribadi sendiri yang merangkap sebagai sopir pribadinya, yaitu smith.


Saat melamar cassie, Raja Steven menghadiahi calon menantunya ini dengan Mobil


Mewah keluaran terbaru yang harus dipakainya kemanapun dia pergi, begitu


perintah Mathew kepadanya dan tak bisa ditolaknya.


“Dorrr” teriak sally mengagetkan


cassie yang sedang melamun di ruangan kelasnya


“apaan sih sal, ngagetin ajah”


umpat cassie kesal


“mikirin siapa sih? Calon suamimu


yah?” goda sally sambil tertawa


“ihh nggak, ngapain juga. Udah


deh bahas yang lain” ketus cassie bosan mendengar pertanyaan seputar pangeran


mathew


“ya udah ke kantin yuk, dosen gak


masuk nih kayaknya” ajak sally


“baiklah.. oppa ikut yuk” ajak


cassie melihat minho masih duduk sendiri di sampingnya


“emmm nggak usah cas” jawab minho


mencoba menjauhi cassie saat tau dia telah bertunangan


“ayokk ikuttt” paksa cassie


menarik tangan minho karena sudah beberapa hari ini minho menjauhinya tanpa


sebab padahal dia sudah berjanji akan bersikap seperti biasa setelah


mengutarakan cinta padanya.


Cassie dan teman temannya


termasuk minho kini sudah berada di kantin, cassie mengambil posisi duduk


didepan minho.


“oppa kau baik baik saja?” Tanya


cassie pelan karena teman yang lainnya sibuk bergosip


“iya baik kok” jawab minho


“kalau terjadi apa apa beritahu


aku yah” ucap cassie yang merasa curiga minho menjauhinya karena mathew


mengancamnya


“iya cas, gw gak papa kok” senyum


minho kemudian mereka mulai mengobrol panjang seperti biasa lagi.


Tinggg.. bunyi notifikasi WA


muncul di ponsel cassie


“selesai kuliah langsung ke


Istana, jangan singgah kemanapun” pesan mathew


“iya” balas cassie yang merasa


bingung untuk apa ke istana


Cassiepun pamit pulang dan


menyuruh smith mengantarnya ke Istana yang baru sekali di datanginya saat


pertemuan pertamanya dengan mathew.


“Selamat datang Nona Cassie” ucap


beberapa pelayan yang menyambut cassie dipintu istana


“Eh iya” jawab cassie kaku dan


bingung


“Silahkan masuk Nona Cassie, Tuan


Mathew sudah menunggu Nona, perkenalkan nama saya Wilson, saya yang bertugas


mengatur dan menjaga semua kegiatan di istana ini” ucapnya sopan dan mengantar


cassie menuju kamar mathew yang menurut cassie sangat jauh dari pintu samping


istana.


Istana morse memang terdiri dari


beberapa bagian bangunan dan Pangeran mathew tinggal di bagian timur kerajaan


sendiri karena kakaknya yang sudah menikah memilih membangun istana mereka


sendiri tapi masih berdekatan dan terhubung dengan bangunan utama istana


Kerajaan.


Wilson dan cassie kini berdiri di


depan lift yang terbuka, mereka masuk dan keluar di lantai 2 istana.


“cihh bangunan Cuma 2 lantai


ngapain pakai lift sih.. malas banget gunain tangga” ejek cassie dalam hati

__ADS_1


Setelah melewati ruang utama


lantai 2 mereka sampai di depan pintu besar yang sangat megah


“Masuklah nona, Tuan mathew


menunggu anda di dalam” ucap Wilson sambil membukakan pintu kamar mathew dan


saat cassie masuk pintupun di tutupnya dan ia meninggalkan cassie berdua dengan


mathew


“waaaahhhh…. Besar banget


kamarnya” puji cassie dalam hati saat memasuki kamar mathew


“ini sih 5x lipat dari luas


kamarku” batin cassie lagi tak hentinya memuji kamar mathew yang luas dan mewah


dimana semua fasilitas modern lengkap dikamarnya.


“Eh tapi mathew mana?” Tanya cassie


tak melihat sosok pria tersebut dikamar


Cassiepun berjalan mengitari


kamar mathew menuju walkin closet dan tertegun saat melihat ruangan yang sangat


luas dan rapi ini. Semua baju dan sepatu mathew tertata dengan rapi dilemari,


beberapa jam tangan dan dasi juga terususun rapi dimeja khusus yang berada


ditengah ruangan


Treetttt… pintu kamar mandi


terbuka, mathew keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutup bagian


bawahnya hingga dada bidangnya terpampang nyata di depan cassie


“ishh kau ngapain math” teriak


cassie menutup wajahnya dan berbalik meninggalkan mathew


“kau yang ngapain disitu, ini kan


kamarku” jawab mathew sambil berteriak kemudian berjalan mengambil pakaiannya


dan memakainya


Setelah berpakaian mathew keluar


menemui cassie yang sudah duduk manis disofa kamarnya sambil menyalakan TV


mencoba melupakan kejadian bodoh tadi.


Mathew kemudian mengambil posisi


duduk disamping cassie membuat cassie menggeser posisi duduknya tapi mathewpun


menggeser posisinya mendekati cassie


“kau ngapain sih duduk disini,


“suka suka aku donk, ini kan


sofaku, kamarku” balas mathew jengkel karena cassie selalu menjauhinya


“Ya sudah kalau gitu saya pulang ajah,


ngapain juga sih kesini” ucapnya kesal sambil mencoba berdiri tapi ditahan oleh


mathew


“kamu ini kenapa sih? Masih marah


denganku? Aku kan sudah minta maaf cassie sayang” ucap mathew mencoba merayu


cassie


“Kalau semuanya selesai dengan


kata maaf, untuk apa ada polisi?” jawab cassie membalas perbuatan mathew dulu


saat menjadikannya caddy.


Mathew serasa dejavu mendengar


perkataan cassie, kemudian tertawa lebar


“kau lucu sekali sayang, aku kan


sudah bertanggung jawab, aku akan menikahimu jadi nggak perlu campur tangan


polisi lagi kan” ucap mathew merasa menang


“seandainya kau tak menolakku


malam itu, aku tidak akan melakukan perbuatan kurang ajar itu padamu cassie”


ujar mathew dalam hati


“ngapain suruh aku kesini?” Tanya


cassie megalihkan pembicaraan


“ini, bacalah” perintah mathew


sambil memberikan cassie sebuah kertas di depannya


Cassie kemudian mengambil kertas


tersebut dan membacanya


“ini sebuah jadwal


belajar?”tanyanya dalam hati apalagi jadwal tersebut sudah disesuaikan dengan


jadwal kuliahnya


“ini apaan math? Aku nggak


ngerti” Tanya cassie sambil menyingkirkan tangan mathew yang sedang memainkan

__ADS_1


cincin dijari manisnya


“itu jadwal belajarmu, mulai


besok setelah kuliah kau ke sini untuk mempelajari silsilah keluarga dan aturan


kerajaan” jawab mathew santai


“apaa??” teriak cassie membuat


mathew kaget


“kau ini ngapain teriak sih,


telingaku sakit bodoh” geram mathew


“tapi kan math tugas kuliahku


sudah banyak, kalau harus belajar silsilah dan aturan kerajaan aku nggak


sanggup” protes cassie


“itu sudah konsekuensimu mau


menikah dengan keluarga kerajaan”ucap mathew


“ya udah kita batalin aja


pernikahan ini” ucap cassie keceplosan


“apa, kau???” teriak mathew geram


“eh aku becanda math, baiklah


mulai besok aku akan kesini untuk belajar” ucap cassie cepat, takut mathew


kalap dan menghabisinya di kamar ini


“jangan harap bisa lepas dariku


cassie” geram mathew dalam hati


Cassie kemudian membuka laptopnya


dan mengerjakan tugas kuliahnya sedangkan mathew masih setia disamping cassie


memainkan ponselnya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu cassie


“Cas”


“humhh”


“kau tidak lapar?” Tanya mathew


“aku udah makan di kantin” jawab


cassie


“aku belum makan” ucap mathew


manja yang membuat cassie kesal karena menganggu konsentrasinya


“ya udah, ayo turun aku temani


makan” ucap cassie


“nggak usah, kita makan disini


ajah” ucap mathew yang pergi mengambil telpon dikamarnya menyuruh Wilson


membawa makanan ke kamarnya


Tak berapa lama wilson sudah


datang menyiapkan makanan di kamar


Cassie yang sibuk mengerjakan


tugasnya langsung terhenti saat melihat semua makanan yang tersaji di depannya


“waahhh sepertinya enak” batin


cassie sambil menelan ludahnya


Mathew tersenyum melihat cassie


yang bengong didepan makanan yang diantarkan Wilson.


“kau mau melihatnya saja atau


memakannya” ucap mathew membuat cassie tersadar


“tentu saja memakannya” ucap


cassie sambil tertawa


“eh tapi math piringnya hanya ada


satu” ujar cassie bingung


“ya udah kita sepiring berdua


ajah, suapin aku” perintah mathew


“ihh nggak mau”jawab cassie ketus


“cassie sayang,, kau lupa yah


janjimu dulu? Ini baru jalan sebulan loh..  lagipula kalaupun sudah 3 bulan kau sudah menjadi istriku jadi kau tak


berhak membantah perintahku ” ucap mathew sambil menunjuk kening cassie memberi


peringatan


“what?? Nih pangeran kodok emang


gila” teriak cassie dalam hati


“kok diam, cepetan suapin” teriak


mathew mengagetkan cassie


“iya iya, tunggu bawel” ketus


cassie yang kemudian mengambil makanan di piring dan menyuapi mathew dan

__ADS_1


dirinya sendiri.


__ADS_2