
Pagi ini cassie terlihat sudah
berada di parkiran rumahnya dan menstater motor matic kombinasi pink dan putih
milikya. Setiap harinya cassie memang manggunakan motor untuk menuju kampusnya,
walaupun memiliki mobil sendiri, cassie lebih senang menggunakan motor kemana
mana karena menurutnya lebih hemat waktu karena tidak terkena macet.
Sesampainya dikampus, perempuan
yang mengambil jurusan hubungan internasional semester 5 ini sudah menjadi
perhatian para lelaki. Walaupun terkesan tomboy karena hanya menggunakan jeans
dan baju kaos polos ditutupi kemeja yang tidak tekancing miliknya serta rambut
di kuncir kuda, kecantikan cassie tetap terpancar. Apalagi sampai saat ini
cassie masih menyandang status jomblo.
“Morning cas,” ucap minho menyapa
cassie sambil tersenyum
“Morning oppa” balas cassie
sambil tertawa menggoda minho.
Minho salah satu teman baik
cassie di kampus, dia adalah mahasiswa pertukaran dari korea selatan yang satu
jurusan dengan cassie. Dengan wajah tampan ala boyband korea minho menjadi
salah satu incaran mahasiswi disana, tetapi sampai saat ini minho lebih memilih
sendiri. Sebenarnya dia menyukai cassie tapi karena tau cassie belum ingin
menjalin kasih dengan lawan jenisnya, minho lebih memilih menjadi sahabat
cassie.
“Sudah sarapan?” Tanya minho
sambil menyodorkan coklat kesukaan cassie
“Udah donk, tapi lapar lagi liat
coklat ini. Gomawo oppa” ucap cassie sambil tersenyum cantik yang membuat wajah
minho merona.
“Oppa apa kau demam? Wajahmu
merah?” ucap cassie panik sambil memegang wajah minho yang memerah.
“nggak kok” ujar minho menepis
tangan cassie kemudian mengajak nya menuju kelas.
Di rumah cassie hari ini tiba
tiba kedatangan tamu penting yang membuat para pemghuni rumah kalang kabut
kecuali alan yang hari ini sedang libur merasa kaget sekaligus bahagia.
Pangeran mathew datang ke
rumahnya seorang diri dengan menggunakan mobil sport mewahnya.
“Mathew my man” ucap alan ketika
bertemu mathew dengan segera memeluk sahabatnya ini.
“Lama tak jumpa kawan, kau
sekarang sudah hebat yah Kapten alan” ucap mathew menyindir sahabatnya ini.
“hahaha.. lebih hebat kau men.
Tau nggak semua berita saat ini membahas tentang kepulanganmu” sahut alan
sambil tertawa
“Ayok kita kedalam.. hari ini kau
tak sibukkan, mari mengenang masa lalu” ajak alan ke meja santai samping kolam
renang.
“Semalam kenapa gak datang ke
pesta?” ucap mathew basa basi karena sebenarnya kedatangannya ingin berkenalan
dengan cassie.
Sebelum meunuju rumah Alan,
__ADS_1
asisten alex sudah memberikan catatan mengenai cassie dan membuatnya penasaran
ingin lebih tau tentang wanita dingin ini.
“Semalam saya jadwal jaga di
perbatasan, makanya hari ini libur sehari” jawab alan
“oh yah kamu ketemu ayahku dan
cassie gak semalam?” Tanya alan balik
“aku Cuma bertemu ayahmu, cassie
siapa? Adikmu?” Tanya mathew berpura pura bodoh
“Iya adikku, sebentar lagi dia
pulang nanti aku kenalkan, siapa tau jodoh” ucap alan sambil tertawa yang
diiyakan oleh mathew.
Setelah agak lama berbincang
terdengar bunyi motor yang keras dihalaman rumah, yupp cassie udah pulang dari
kampusnya dengan wajah kecapaian karena semalam kurang tidur dari pesta. Entah
kenapa tidurnya tak nyenyak memikirkan kelakuan bodohnya pada pangeran kerajaan
yang bisa membuatnya di hukum gantung atau diculik dan dilenyapkan dari muka
bumi ini, pikirnya lebay.
“Tuh cassie udah pulang, tunggu
yah aku panggil” ucap alan meninggalkan mathew yang merasa sedikit berdebar
menunggu cassie
“Cas, sini yuk temuin teman
kakak” panggil alan saat melihat cassie memasuki rumah
“siapa sih kak, cassie ngantuk
mau tidur” jawab cassie malas
“udah sini cepat” perintah alan
menarik tangan cassie yang mau tidak mau cassiepun menurut dan mengikuti kakaknya
“Math, kenalin nih adikku
Cassandra, panggil ajah cassie” ujar alan
Mathew yang sedang berdiri menghadap
kolam kemudian berbalik dan memberikan senyumnya kepada cassie yang membuat
cassie kaget dan melototkan matanya
“Mati gw” ucap cassie lirih
sambil menelan salivanya, tiba tiba rasa ngantuknya hilang menjadi pusing.
“Mathew” ucap mathew memberikan
tangannya untuk bersalaman
Cassie hanya terdiam memeluk
lengan kakaknya karena merasa takut dengan mathew
“Cas kok diam” ujar alan mengkode
tangan cassie yang menggengamnya.
“Eh saya cassie, senang
berkenalan dengan anda” ucap cassie sambil menjabat tangan mathew
“semoga dia gak ingat dengan
kejadian semalam, semoga dia nggak ingat muka gw” ucap cassie membaca doa dalam
hati
Suasana hening sesaat kemudian
ponsel alan berbunyi
“Saya masuk dulu yah angkat
telpon dari Rosa, Cassie temani mathew disini” perintah alan kepada adiknya
yang membuat cassie seperti terambar petir disiang hari.
Cassie kemudian duduk didepan
__ADS_1
mathew terdiam, dia yang cerewet tiba tiba kehilangan keberaniannya berbicara
didepan mathew.
“Semalam sisa salad dipesta masih
banyak, mw aku bawain?” ucap mathew tanpa basa basi kepada cassie
“siallll… dia ingat rupanya, jadi
ini niatnya kesini, ingin mengeksekusiku” umpat cassie dalam hati
“Emmm,, maksud anda apa yah? Saya
gak ngerti” ucap cassie berpura pura bodoh
“Ini kamu kan? Apa perlu saya
bertanya kepada alan untuk memastikan” balas mathew sambil menunjukkan rekaman
kejadian semalam yang diambil mathew dari rekaman cctv istana.
“Ciihhh,, sialan aku ketahuan”
umpat cassie lagi dalam hati
“Pangeran Mathew yang tampan dan
baik hati,, saya memohon maaf atas kecerobohan saya semalam, Tuan tidak salah,
semua saya yang salah” ucap cassie mencoba memohon pengampunan karena takut dirinya
akan disiksa karena mengganggu kententraman seorang pangeran.
“Kalau semuanya selesai dengan
kata maaf, untuk apa ada polisi?” ucap mathew sambil tersenyum licik kepada
cassie
“Sialan nih pangeran kodok,
menyebalkan” umpat cassie dalam hati
“kalau begitu apa yang bisa saya
lakukan tuan untuk menebus kesalahan saya” ucap cassie berpura pura manis tapi tangannya mengepal
ingin memukul kepala mathew
“Besok temani aku ke lapangan
Golf, jadi caddiku sehari ok” tegas mathew sambil tersenyum licik
“cihh,, disanakan banyak caddi
ngapain suruh aku sih, atau jangan jangan gw bakalan dieksekusi di sana terus
ditenggelamkan di danau” pikirnya lebay sambil menelan salivanya hingga
membuatnya merinding ketakutan
“kok diam” teriak mathew
membuyarkan lamunan cassie
“Kalau gak mau rekaman ini aku
sebar disemua media, tau kan gimana nasib orang yang dibully karena sudah
mengganggu keluarga kerajaan” ucap mathew lagi karena cassie masih diam
ditempat duduknya.
“ Ok , besok saya akan jadi caddi
tuan” ucap cassie dengan muka ketakutan
Kemudian alan muncul kembali
menemui mathew dan cassie yang tampak akur menurut alan.
“Saya ke kamar dulu yah kak,
banyak tugas kampus” ucap cassie kemudian berlalu meninggalkan mathew tanpa
sepatah kata
“argggghhhhh mati gw matiii…”
teriak cassie dalam kamarnya
“kalau besok gw ikut mathew pasti
bakalan mati disana, atau gw kabur ajah keluar negeri, tapi pasti bakalan di
deportasi balik kesini, sembunyipun percuma, mama tolong aku mahhh” lanjut
cassie berbicara sendiri dikamarnya sambil mengutuk perbuatan bodohnya dipesta
__ADS_1
semalam.