MENIKAHI PANGERAN MATHEW

MENIKAHI PANGERAN MATHEW
BAB 2 CASSIE SI TOMBOY


__ADS_3

Pagi ini cassie terlihat sudah


berada di parkiran rumahnya dan menstater motor matic kombinasi pink dan putih


milikya. Setiap harinya cassie memang manggunakan motor untuk menuju kampusnya,


walaupun memiliki mobil sendiri, cassie lebih senang menggunakan motor kemana


mana karena menurutnya lebih hemat waktu karena tidak terkena macet.


Sesampainya dikampus, perempuan


yang mengambil jurusan hubungan internasional semester 5 ini sudah menjadi


perhatian para lelaki. Walaupun terkesan tomboy karena hanya menggunakan jeans


dan baju kaos polos ditutupi kemeja yang tidak tekancing miliknya serta rambut


di kuncir kuda, kecantikan cassie tetap terpancar. Apalagi sampai saat ini


cassie masih menyandang status jomblo.


“Morning cas,” ucap minho menyapa


cassie sambil tersenyum


“Morning oppa” balas cassie


sambil tertawa menggoda minho.


Minho salah satu teman baik


cassie di kampus, dia adalah mahasiswa pertukaran dari korea selatan yang satu


jurusan dengan cassie. Dengan wajah tampan ala boyband korea minho menjadi


salah satu incaran mahasiswi disana, tetapi sampai saat ini minho lebih memilih


sendiri. Sebenarnya dia menyukai cassie tapi karena tau cassie belum ingin


menjalin kasih dengan lawan jenisnya, minho lebih memilih menjadi sahabat


cassie.


“Sudah sarapan?” Tanya minho


sambil menyodorkan coklat kesukaan cassie


“Udah donk, tapi lapar lagi liat


coklat ini. Gomawo oppa” ucap cassie sambil tersenyum cantik yang membuat wajah


minho merona.


“Oppa apa kau demam? Wajahmu


merah?” ucap cassie panik sambil memegang wajah minho yang memerah.


“nggak kok” ujar minho menepis


tangan cassie kemudian mengajak nya menuju kelas.


Di rumah cassie hari ini tiba


tiba kedatangan tamu penting yang membuat para pemghuni rumah kalang kabut


kecuali alan yang hari ini sedang libur merasa kaget sekaligus bahagia.


Pangeran mathew datang ke


rumahnya seorang diri dengan menggunakan mobil sport mewahnya.


“Mathew my man” ucap alan ketika


bertemu mathew dengan segera memeluk sahabatnya ini.


“Lama tak jumpa kawan, kau


sekarang sudah hebat yah Kapten alan” ucap mathew menyindir sahabatnya ini.


“hahaha.. lebih hebat kau men.


Tau nggak semua berita saat ini membahas tentang kepulanganmu” sahut alan


sambil tertawa


“Ayok kita kedalam.. hari ini kau


tak sibukkan, mari mengenang masa lalu” ajak alan ke meja santai samping kolam


renang.


“Semalam kenapa gak datang ke


pesta?” ucap mathew basa basi karena sebenarnya kedatangannya ingin berkenalan


dengan cassie.


Sebelum meunuju rumah Alan,

__ADS_1


asisten alex sudah memberikan catatan mengenai cassie dan membuatnya penasaran


ingin lebih tau tentang wanita dingin ini.


“Semalam saya jadwal jaga di


perbatasan, makanya hari ini libur sehari” jawab alan


“oh yah kamu ketemu ayahku dan


cassie gak semalam?” Tanya alan balik


“aku Cuma bertemu ayahmu, cassie


siapa? Adikmu?” Tanya mathew berpura pura bodoh


“Iya adikku, sebentar lagi dia


pulang nanti aku kenalkan, siapa tau jodoh” ucap alan sambil tertawa yang


diiyakan oleh mathew.


Setelah agak lama berbincang


terdengar bunyi motor yang keras dihalaman rumah, yupp cassie udah pulang dari


kampusnya dengan wajah kecapaian karena semalam kurang tidur dari pesta. Entah


kenapa tidurnya tak nyenyak memikirkan kelakuan bodohnya pada pangeran kerajaan


yang bisa membuatnya di hukum gantung atau diculik dan dilenyapkan dari muka


bumi ini, pikirnya lebay.


“Tuh cassie udah pulang, tunggu


yah aku panggil” ucap alan meninggalkan mathew yang merasa sedikit berdebar


menunggu cassie


“Cas, sini yuk temuin teman


kakak” panggil alan saat melihat cassie memasuki rumah


“siapa sih kak, cassie ngantuk


mau tidur” jawab cassie malas


“udah sini cepat” perintah alan


menarik tangan cassie yang mau tidak mau cassiepun menurut dan mengikuti kakaknya


“Math, kenalin nih adikku


Cassandra, panggil ajah cassie” ujar alan


Mathew yang sedang berdiri menghadap


kolam kemudian berbalik dan memberikan senyumnya kepada cassie yang membuat


cassie kaget dan melototkan matanya


“Mati gw” ucap cassie lirih


sambil menelan salivanya, tiba tiba rasa ngantuknya hilang menjadi pusing.


“Mathew” ucap mathew memberikan


tangannya untuk bersalaman


Cassie hanya terdiam memeluk


lengan kakaknya karena merasa takut dengan mathew


“Cas kok diam” ujar alan mengkode


tangan cassie yang menggengamnya.


“Eh saya cassie, senang


berkenalan dengan anda” ucap cassie sambil menjabat tangan mathew


“semoga dia gak ingat dengan


kejadian semalam, semoga dia nggak ingat muka gw” ucap cassie membaca doa dalam


hati


Suasana hening sesaat kemudian


ponsel alan berbunyi


“Saya masuk dulu yah angkat


telpon dari Rosa, Cassie temani mathew disini” perintah alan kepada adiknya


yang membuat cassie seperti terambar petir disiang hari.


Cassie kemudian duduk didepan

__ADS_1


mathew terdiam, dia yang cerewet tiba tiba kehilangan keberaniannya berbicara


didepan mathew.


“Semalam sisa salad dipesta masih


banyak, mw aku bawain?” ucap mathew tanpa basa basi kepada cassie


“siallll… dia ingat rupanya, jadi


ini niatnya kesini, ingin mengeksekusiku” umpat cassie dalam hati


“Emmm,, maksud anda apa yah? Saya


gak ngerti” ucap cassie berpura pura bodoh


“Ini kamu kan? Apa perlu saya


bertanya kepada alan untuk memastikan” balas mathew sambil menunjukkan rekaman


kejadian semalam yang diambil mathew dari rekaman cctv istana.


“Ciihhh,, sialan aku ketahuan”


umpat cassie lagi dalam hati


“Pangeran Mathew yang tampan dan


baik hati,, saya memohon maaf atas kecerobohan saya semalam, Tuan tidak salah,


semua saya yang salah” ucap cassie mencoba memohon pengampunan karena takut dirinya


akan disiksa karena mengganggu kententraman seorang pangeran.


“Kalau semuanya selesai dengan


kata maaf, untuk apa ada polisi?” ucap mathew sambil tersenyum licik kepada


cassie


“Sialan nih pangeran kodok,


menyebalkan” umpat cassie dalam hati


“kalau begitu apa yang bisa saya


lakukan tuan untuk menebus kesalahan saya” ucap cassie  berpura pura manis tapi tangannya mengepal


ingin memukul kepala mathew


“Besok temani aku ke lapangan


Golf, jadi caddiku sehari ok” tegas mathew sambil tersenyum licik


“cihh,, disanakan banyak caddi


ngapain suruh aku sih, atau jangan jangan gw bakalan dieksekusi di sana terus


ditenggelamkan di danau” pikirnya lebay sambil menelan salivanya hingga


membuatnya merinding ketakutan


“kok diam” teriak mathew


membuyarkan lamunan cassie


“Kalau gak mau rekaman ini aku


sebar disemua media, tau kan gimana nasib orang yang dibully karena sudah


mengganggu keluarga kerajaan” ucap mathew lagi karena cassie masih diam


ditempat duduknya.


“ Ok , besok saya akan jadi caddi


tuan” ucap cassie  dengan muka ketakutan


Kemudian alan muncul kembali


menemui mathew dan cassie yang tampak akur menurut alan.


“Saya ke kamar dulu yah kak,


banyak tugas kampus” ucap cassie kemudian berlalu meninggalkan mathew tanpa


sepatah kata


“argggghhhhh mati gw matiii…”


teriak cassie dalam kamarnya


“kalau besok gw ikut mathew pasti


bakalan mati disana, atau gw kabur ajah keluar negeri, tapi pasti bakalan di


deportasi balik kesini, sembunyipun percuma, mama tolong aku mahhh” lanjut


cassie berbicara sendiri dikamarnya sambil mengutuk perbuatan bodohnya dipesta

__ADS_1


semalam.


__ADS_2