MENIKAHI PANGERAN MATHEW

MENIKAHI PANGERAN MATHEW
BAB 5 TARUHAN


__ADS_3

“Bisa main golf?” Tanya mathew


“Bisa donk.. ayah dan kak alan


sering mengajakku main kalo senggang” ucap cassie bangga


“Bagaimana kalo kita taruhan?”


tantang mathew


“maksudnya?” Tanya cassie bingung


“Yang paling banyak dan cepat


memasukkan bola, dia yang menang dan yang kalah harus memenuhi semua permintaan


yang menang, bagaimana?” ucap mathew sambil tersenyum licik dan yakin akan


memenangkan pertandingan ini


“Baiklah, aku menenerima


tantangan anda pangeran mathew” ucap cassie pede akan mengalahkan mathew


Permainan berlangsung sengit


“Ternyata dia pintar juga bermain


golf, gw gak boleh kallah” ucap mathew dalam hati


Pada pukulan terakhir yang


merupakan penentu kemenangannya, cassie mulai mengambil posisi memukul dan


berkonsentrasi penuh karena kalau bolanya tidak masuk itu artinya dia kalah.


Tukkkk… bola dipukul cassie


dengan pelan dan berjalan mendekati lubang


 “terus. Terus.. terus…” ucap cassie penuh


harap


“STOP.. STOP.. STOP..”ucap mathew


dalam hati sambil menatap bola tersebut seperti sedang membaca mantra kutukan


saat mendekati lubang bola cassie


berhenti dan tidak masuk kedalam lubang yang artinya dia kalah taruhan dari


mathew.


Mathew tampak gembira melihat


bola cassie terhenti didepan lubang sedangkan cassie terduduk lemas saat tau


dirinya kalah.


“arggghhhh” teriak cassie kesal


sambil memukul rumput didepannya


“yessss” teriak mathew penuh

__ADS_1


kemenangan sambil tertawa


“Habis gw kali ini” ucap cassie


dalam hati ingin menangis


“Baiklah cas, karena kau kalah


maka kau harus dan wajib mengabulkan permintaanku ok” Ucap mathew dengan


tersenyum licik


“iya, memangnya tuan meminta apa?


Kalau uang aku punya tabungan walaupun tidak banyak” ucap cassie


“Cihhh.,, uangku sudah banyak,


hum.. bangunlah kita pergi makan” perintah mathew sambil melempar handuk yang


baru kemuka cassie


“baiklah” jawab cassie pasrah karena


dia juga sudah merasa lelah dan lapar


 Mathew dan cassie sampai di restoran yang


masih di kawasan lapangan golf. Restoran tersebut tampak sepi karena hari ini


memang bukan hari libur. Mathew kemudian mengambil kursi didekat jendela yang


memperlihatkan pemandangan lapangan dengan sangat indah.


Tak berapa lama makanan yang


“Mari makan” ucap cassie sambil


tersenyum bahagia kemudian mulai melahap semua makanan yang dia pesan tanpa jeda


“kau itu lapar atau kesurupan


sih” ucap mathew merasa geli melihat cassie yang menghabiskan semua makanan


pesanannya tanpa sisa


“Aku kesurupan, puas” jawab


cassie kesal yang kemudian mengambil posisi bersandar ke kursinya sambil


mengelus perutnya karena merasa sangat kekenyangan


EEEEEEEEEEE… Cassie bersendawa


keras tanpa sadar yang membuat mathew ilfeel


BRUKKK sebuah lap tangan mendarat


dimuka cassie


“kau ini perempuan atau bukan


sih, sangat jorok dan tidak sopan, cepat bersihkan mulutmu” geram mathew melotot


kearah cassie seakan ingin menelan cassie hidup hidup

__ADS_1


“Maaf aku tidak sengaja” ucap


cassie merasa malu kemudian mengelap mulutnya sambil tertunduk takut melihat


tatapan mathew


“sekarang aku akan mengatakan


permintaanku” ucap mathew sambil tersenyum


“Baiklah, katakan” balas cassie


pasrah


“Mulai sekarang kau harus


menuruti semua perintah dan perkataanku, kapanpun aku membutuhkanmu kau harus


ada dan jangan membantah atau membohongiku lagi selama sebulan” titah mathew


“Apa?? Sebulan??.. nggak mau”


teriak cassie geram karena merasa dipermainkan oleh mathew


“Kalau begitu 2 bulan” balas


mathew lagi


“heeii kau sudah gila yah” teriak


cassie kesal


“3 bulan.. emmm…” ucap mathew


terus menaikkan waktu hukumannya tanpa mengubris teriakan cassie


“STOPPP…” teriaak cassie


menghentikan ucapan mathew “ Baiklah sebulan” lanjut cassie kesal


“3 bulan, kalau kau membantah


lagi aku akan menambahnya menjadi 6 bulan” ancam mathew


Cassie kemudian diam tak


berbicara, takut dengan ancaman mathew yang akan menyiksanya selama 6 bulan.


“nah kalau jadi penurut begini


kan bagus” ucap mathew tersenyum kemudian berdiri


“ayo kita pulang” perintahnya


“ta.. tapi kan” jawab cassie


masih bingung dengan permintaan mathew


“aku sudah bilang jangan


membantah, cepatlah atau aku tinggalkan” ucap mathew meninggalkan cassie


“tunggu aku” teriak cassie


berlari mengejar mathew

__ADS_1


“Sial.. dia betul betul membuat


hidupku tak tenang sekarang” ucap cassie lirih


__ADS_2