
“Bisa main golf?” Tanya mathew
“Bisa donk.. ayah dan kak alan
sering mengajakku main kalo senggang” ucap cassie bangga
“Bagaimana kalo kita taruhan?”
tantang mathew
“maksudnya?” Tanya cassie bingung
“Yang paling banyak dan cepat
memasukkan bola, dia yang menang dan yang kalah harus memenuhi semua permintaan
yang menang, bagaimana?” ucap mathew sambil tersenyum licik dan yakin akan
memenangkan pertandingan ini
“Baiklah, aku menenerima
tantangan anda pangeran mathew” ucap cassie pede akan mengalahkan mathew
Permainan berlangsung sengit
“Ternyata dia pintar juga bermain
golf, gw gak boleh kallah” ucap mathew dalam hati
Pada pukulan terakhir yang
merupakan penentu kemenangannya, cassie mulai mengambil posisi memukul dan
berkonsentrasi penuh karena kalau bolanya tidak masuk itu artinya dia kalah.
Tukkkk… bola dipukul cassie
dengan pelan dan berjalan mendekati lubang
“terus. Terus.. terus…” ucap cassie penuh
harap
“STOP.. STOP.. STOP..”ucap mathew
dalam hati sambil menatap bola tersebut seperti sedang membaca mantra kutukan
saat mendekati lubang bola cassie
berhenti dan tidak masuk kedalam lubang yang artinya dia kalah taruhan dari
mathew.
Mathew tampak gembira melihat
bola cassie terhenti didepan lubang sedangkan cassie terduduk lemas saat tau
dirinya kalah.
“arggghhhh” teriak cassie kesal
sambil memukul rumput didepannya
“yessss” teriak mathew penuh
__ADS_1
kemenangan sambil tertawa
“Habis gw kali ini” ucap cassie
dalam hati ingin menangis
“Baiklah cas, karena kau kalah
maka kau harus dan wajib mengabulkan permintaanku ok” Ucap mathew dengan
tersenyum licik
“iya, memangnya tuan meminta apa?
Kalau uang aku punya tabungan walaupun tidak banyak” ucap cassie
“Cihhh.,, uangku sudah banyak,
hum.. bangunlah kita pergi makan” perintah mathew sambil melempar handuk yang
baru kemuka cassie
“baiklah” jawab cassie pasrah karena
dia juga sudah merasa lelah dan lapar
Mathew dan cassie sampai di restoran yang
masih di kawasan lapangan golf. Restoran tersebut tampak sepi karena hari ini
memang bukan hari libur. Mathew kemudian mengambil kursi didekat jendela yang
memperlihatkan pemandangan lapangan dengan sangat indah.
Tak berapa lama makanan yang
“Mari makan” ucap cassie sambil
tersenyum bahagia kemudian mulai melahap semua makanan yang dia pesan tanpa jeda
“kau itu lapar atau kesurupan
sih” ucap mathew merasa geli melihat cassie yang menghabiskan semua makanan
pesanannya tanpa sisa
“Aku kesurupan, puas” jawab
cassie kesal yang kemudian mengambil posisi bersandar ke kursinya sambil
mengelus perutnya karena merasa sangat kekenyangan
EEEEEEEEEEE… Cassie bersendawa
keras tanpa sadar yang membuat mathew ilfeel
BRUKKK sebuah lap tangan mendarat
dimuka cassie
“kau ini perempuan atau bukan
sih, sangat jorok dan tidak sopan, cepat bersihkan mulutmu” geram mathew melotot
kearah cassie seakan ingin menelan cassie hidup hidup
__ADS_1
“Maaf aku tidak sengaja” ucap
cassie merasa malu kemudian mengelap mulutnya sambil tertunduk takut melihat
tatapan mathew
“sekarang aku akan mengatakan
permintaanku” ucap mathew sambil tersenyum
“Baiklah, katakan” balas cassie
pasrah
“Mulai sekarang kau harus
menuruti semua perintah dan perkataanku, kapanpun aku membutuhkanmu kau harus
ada dan jangan membantah atau membohongiku lagi selama sebulan” titah mathew
“Apa?? Sebulan??.. nggak mau”
teriak cassie geram karena merasa dipermainkan oleh mathew
“Kalau begitu 2 bulan” balas
mathew lagi
“heeii kau sudah gila yah” teriak
cassie kesal
“3 bulan.. emmm…” ucap mathew
terus menaikkan waktu hukumannya tanpa mengubris teriakan cassie
“STOPPP…” teriaak cassie
menghentikan ucapan mathew “ Baiklah sebulan” lanjut cassie kesal
“3 bulan, kalau kau membantah
lagi aku akan menambahnya menjadi 6 bulan” ancam mathew
Cassie kemudian diam tak
berbicara, takut dengan ancaman mathew yang akan menyiksanya selama 6 bulan.
“nah kalau jadi penurut begini
kan bagus” ucap mathew tersenyum kemudian berdiri
“ayo kita pulang” perintahnya
“ta.. tapi kan” jawab cassie
masih bingung dengan permintaan mathew
“aku sudah bilang jangan
membantah, cepatlah atau aku tinggalkan” ucap mathew meninggalkan cassie
“tunggu aku” teriak cassie
berlari mengejar mathew
__ADS_1
“Sial.. dia betul betul membuat
hidupku tak tenang sekarang” ucap cassie lirih