
Waktu cepat berlalu pagi ini
mathew sudah bersiap siap di kamarnya untuk pergi ke lapangan golf ditemani
cassie yang bakalan ia kerjai habis habisan disana. Mathew tampak keren
menggunakan baju olahraga putih dan tak lupa topi yang menambah ke
maskulinannya.
“Alex, tolong siapkan
perlengkapan bermain golfku di mobil” perintah mathew ke Alex
“baik tuan, apakah hari ini anda
ingin saya temani?” jawab alex dan bertanya lagi
“gak usah, hari ini aku pergi
dengan cassie” jawab mathew sambil tersenyum
“baiklah tuan, saya permisi untuk
menyiapkan kebutuhan anda” ucap alex sambil membungkuk kemudian meninggalkan
mathew
“dari kemarin tuan sangat ceria,
sepertinya dia sudah jatuh cinta sama nona cassie” gumam alex dalam hati
sekaligus merasa senang
Tak lama berselang mathew yang
sudah berjalan ke halaman rumah
mendekati mobilnya yang telah disiapkan oleh alex yang kemudian membukakan
pintu mobil mathew
“hati hati dijalan, semoga hari
tuan menyenangkan” ucap alex kemudian menutup pintu mobil
Mobil mathewpun berlalu
meninggalkan halaman istana
“kalian semua ikuti Pangeran
Mathew kemanapun dengan jarak aman” perintah alex kepada para pengawal istana
lewat telepon karena jika pangeran pergi tanpa ditemani sopir dan aspri para
pegawal istana akan tetap mengawal pangeran dari jarak jauh tanpa ketahuan, ini
adalah salah satu protocol keamanan untuk keluarga istana.
Dirumah cassie tampak tak tenang,
dia hanya mondar mandir di kamarnya mencari alasan untuk tidak pergi menenami
mathew ke lapangan golf. Tak lama terdengar bunyi mobil masuk ke pekarangannya. Dia pun
berlari keluar kamar mengintip keluar jendela, ketika melihat mathew keluar
dari mobil diapun lari ke kamarnya naik ke tempat tidur dan menutup badannya
__ADS_1
dengan selimut.
“Baiklah, aku berpura pura sakit
saja hari ini” ucap cassie kemudian memulai aktingnya
Di bawah bi ana menyambut
kedatangan Pangeran mathew karena hari ini ayah adam dan alan tidak ada
dirumah.
“Selamat pagi tuan, ada yang bisa
saya bantu?” Tanya bi ana sopan
“Cassie mana bi? Kemarin udah
janjian mau keluar bareng” ucap mathew santai
“Nona cassie masih di kamarnya
tuan, saya panggilkan dulu” jawab bi ana kemudian mempersilahkan mathew untuk
menunggu diruang tamu
Tokk tokk tokk… bi ana mengetuk
pintuk kamar cassie
“Non, di bawah ada tuan mathew
menunggu nona” ucap bi ana
Cassie berlari menuju pintu
kamarnya dan membuka sedikit pintunya lalu berbisik kepada bi ana
saya sakit, gak bisa bangun dari ranjang” bisik cassie
“Tapi nona kelihatan baik baik
saja” ucap bi ana kebingungan
“Udahh bi ana bilang ajah begitu
gak usah banyak Tanya deh” ucap cassie geram kemudian menutup pintu kamarnya
dan kembali berakting sakit.
Sesampainya di ruang tamu, bi ana
menyampaikan kepada mathew kalau nona ana sedang sakit.
Mathew merasa kalau ini hanya
akal akalan cassie untuk tidak menemaninya ke lapangan golf
“cihhh,. Kau pikir bisa
membohongiku” ucap mathew dalam hati
“Bisa aku melihatnya bi? Aku
ingin mengecek keadaannya?” Tanya mathew
“Naik saja tuan ke lantai 2 kamar
sebelah kanan disitu kamar nona cassie” ucap bi ana takut melarang mathew.
__ADS_1
Mathew menuju ke lantai 2
kemudian dia masuk ke kamar cassie tanpa permisi.
Saat membuka pintu mathew melihat
cassie berada diranjang sambil menutup badannya dengan selimut.
“kau sakit?” Tanya mathew yang
kini sudah duduk dipinggir ranjang cassie
“sial.. ngapain dia ke kamarku,
mati gw kalau ketahuan bohong” umpat cassie dalam hati
“umhh iya aku demam” ucap cassie
dalam selimut
“Sini aku periksa” ucap mathew
kemudian menarik selimut cassie tapi ditahan oleh cassie sehingga terjadi
peristiwa tarik menarik selimut yang menutup wajah cassie dan dimenangkan oleh
mathew yang sudah menarik selimut dengan tenaga extranya dan tidak bisa ditahan
oleh cassie.
“Gak panas kok” ucap mathew saat
memegang dahi cassie
“ummhhh yang sakit perutku” ucap
cassie berbohong lagi dan menarik selimutnya lagi menutup wajahnya.
“Tadi kau bilang demam, kenapa
jadi sakit perut?” Tanya mathew tapi cassie Cuma diam bingung mau menjawab apa.
“Baiklah aku tunggu dibawah,
dalam 10 menit kalau kau tak turun menemaniku, rekaman ini akan beredar luas
disosmed” ancam mathew kemudian meninggalkan cassie menuju lantai bawah
“siaalll… aku ketahuan bohong.
Nih kodok menyebalkan banget sumpah” umpat cassie kemudian segera berlari
menuju ruang ganti dan mengganti pakaiannya segera daripada dirinya dibully
satu Negara.
Tak lama mathew melihat cassie
sudah turun dengan sangat cantiknya, cassie menggunakan kaos dan rok perpaduan
putih dan biru, rambutnya dikuncir keatas dan menggunakan topi.
“Bi ana aku pergi dulu yah” ucap
cassie
“iya non, hati hati yah” balas bi
ana tersenyum
__ADS_1
Mathew merasa kagum kepada cassie
karena memperlakukan bi ana dengan sopan