
Sesampainya di rumah cassie
langsung merebahkan tubuhnya ditempat tidur, dia sangat lelah menemani dan
menghadapi mathew.
“Terima kasih Tuhan, hari ini aku
masih bisa hidup” ucap cassie lega walaupun dia belum tahu apa rencana mathew
kepadanya
Tok tok tok…
“Cas apa kau masih tidur?” teriak
alan di pintu kamar cassie
Cassie yang mendengar ketukan
keras di pintunya langsung terbangun kaget
“Ya ampun aku ketiduran”
teriaknya saat melihat jendela diluar kamarnya sudah gelap
“iya kak, maaf aku tertidur” ucap
cassie saat membuka pintu kamarnya
“cepat ganti baju terus turun
makan” perintah alan
“baik kak” jawab cassie yang
langsung berlari ke kamar mandi membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya
dengan dress rumah selutut dan membiarkan rambutnya terurai.
Cassie menuruni anak tangga
sambil bersenandung kecil mengeluarkan suara merdunya menuju meja makan.
Mendekati meja makan nyanyian
cassie terhenti saat melihat seseorang yang tidak asing duduk di meja makan
bersama kakaknya alan
“Pangeran kodok” teriak cassie
dalam hati
“Halo cassie ketemu lagi” sapa
mathew sambil tersenyum manis kepada cassie
“Cantik” puji mathew dalam hati
melihat cassie berwajah polos tanpa makeup dan mengurai rambutnya
“Halo tuan mathew, ngapaian
kemari?” balas cassie ketus
“cassie yang sopan dengan tamu”
ucap alan meninggikan suaranya
“maaf kak” balas cassie pelan
__ADS_1
kemudian duduk dikursi makan samping kakaknya.
“mathew bagaimana tadi dilapangan
golf? Cassie ridak menyusahkanmu kan?” Tanya alan sambil mengacak rambut adik
kesayangannya itu
“kak alan tau yah aku pergi
dengan mathew tadi, ckckck pangeran kodok ini ternyata sangat pintar mencari
muka” umpat cassie dalam hati sambil membetulkan rambutnya yang diacak oleh
kakaknya
“nggak kok, justru kami tadi
bermain bersama, adikmu sangat jago dan juga mengalahkanku tadi” ucap mathew
memuji kemudian tersenyum menghadap cassie
“Whattt??? Tuh kan betul dia
sangat licik, pintar sekali mengambil hati kakak” batinnya lagi
“betulkah? Wah wah sepertinya
kalian sangat kompak yah, cocok nih” goda alan yang dijawab dengan tertawa oleh
mathew sedangkan cassie hanya tersenyum kecut
Bi ana kemudian datang menyiapkan
makanan di meja yang dibantu oleh cassie
“Mari makannn” ucap cassie yang
“tunggu, tuh sendokin makanan ke
mathew juga” ucap alan karena cassie hanya menyendokkan makanan ke piring alan
“eh tapi kak” jawab cassie
“cepaaaattt” sahut alan dengan
nada tinggi
“baiklah kak” ucap cassie tidak
berani membantah kakaknya
“thanks cas” ucap mathew
tersenyum manis saat cassie menyendokkan makanan dipiringnya.
Selesai makan alan mengajak
mathew ke ruang tengah untuk melanjutkan obrolan mereka
“cassie bawain minum dan cemilan
yah buat mathew” perintah alan
“iya kak” jawab cassie sambil
berlalu menuju dapur
Selama berada di dapur cassie tak
henti hentinya mengumpat geram dengan kedatangan mathew yang menggangu
__ADS_1
ketenangannya
“silahkan diminum kopinya tuan
mathew” ucap cassie tersenyum kecut saat menyuguhkan kopi buatannya di depan
mathew
“Panggil math aja dan kamu gak
perlu berbicara formal denganku” sahut mathew kemudian mengambil dan meminum kopi buatan cassie
“Tapi andakan seumuran kakak, gak
sopan kalo panggil nama saja”ujar cassie
“udah lupa yah dengan perkataanku
tadi sore?” Tanya mathew datar
“iya, saya tidak boleh membantah
perintah anda eh perintahmu math” jawab cassie kesal tak bisa berbuat apa apa
Cassie mencari keberadaan
kakaknya alan karena saat ini dia merasa tidak tenang hanya berdua dengan
mathew tapi tak menemukannya
“sepertinya kakak sedang telponan
lagi sama rosa tunangannya”gumam cassie dalam hati
“besok kamu kuliah?” Tanya mathew
tiba tiba
“iya”jawab cassie singkat
“dari jam berapa sampai jam
berapa?” Tanya math lagi
“ihh kepo banget sih”ujar cassie
dalam hati
“jam 9, pulangnya jam 12”jawab
cassie sambil menonton layar TV didepannya mencoba menghindari tatapan mathew
yang dari tadi tak lepas darinya hingga membuatnya risih
“ehh tunggu, dia gak niat antar
jemput aku kan?” Tanya cassie kepada dirinya sendiri
“baiklah, aku pulang dulu salam
sama alan” ucap mathew kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju
halaman yang diikuti oleh cassie.
Mathew tampak tersenyum bahagia
saat melihat cassie melambaikan tangannya dan berteriak menyuruhnya berhati
hati di jalan. Suatu perhatian kecil yang membuat hatinya nyaman padahal bagi
cassie itu hanya kebiasaan yang dia lakukan saat mengantar ayah dan kakaknya
__ADS_1
pergi.