MENIKAHI PANGERAN MATHEW

MENIKAHI PANGERAN MATHEW
BAB 6 PANGGIL AKU MATHEW


__ADS_3

Sesampainya di rumah cassie


langsung merebahkan tubuhnya ditempat tidur, dia sangat lelah menemani dan


menghadapi mathew.


“Terima kasih Tuhan, hari ini aku


masih bisa hidup” ucap cassie lega walaupun dia belum tahu apa rencana mathew


kepadanya


Tok tok tok…


“Cas apa kau masih tidur?” teriak


alan di pintu kamar cassie


Cassie yang mendengar ketukan


keras di pintunya langsung terbangun kaget


“Ya ampun aku ketiduran”


teriaknya saat melihat jendela diluar kamarnya sudah gelap


“iya kak, maaf aku tertidur” ucap


cassie saat membuka pintu kamarnya


“cepat ganti baju terus turun


makan” perintah alan


“baik kak” jawab cassie yang


langsung berlari ke kamar mandi membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya


dengan dress rumah selutut dan membiarkan rambutnya terurai.


Cassie menuruni anak tangga


sambil bersenandung kecil mengeluarkan suara merdunya menuju meja makan.


Mendekati meja makan nyanyian


cassie terhenti saat melihat seseorang yang tidak asing duduk di meja makan


bersama kakaknya alan


“Pangeran kodok” teriak cassie


dalam hati


“Halo cassie ketemu lagi” sapa


mathew sambil tersenyum manis kepada cassie


“Cantik” puji mathew dalam hati


melihat cassie berwajah polos tanpa makeup dan mengurai rambutnya


“Halo tuan mathew, ngapaian


kemari?” balas cassie ketus


“cassie yang sopan dengan tamu”


ucap alan meninggikan suaranya


“maaf kak” balas cassie pelan

__ADS_1


kemudian duduk dikursi makan samping kakaknya.


“mathew bagaimana tadi dilapangan


golf? Cassie ridak menyusahkanmu kan?” Tanya alan sambil mengacak rambut adik


kesayangannya itu


“kak alan tau yah aku pergi


dengan mathew tadi, ckckck pangeran kodok ini ternyata sangat pintar mencari


muka” umpat cassie dalam hati sambil membetulkan rambutnya yang diacak oleh


kakaknya


“nggak kok, justru kami tadi


bermain bersama, adikmu sangat jago dan juga mengalahkanku tadi” ucap mathew


memuji kemudian tersenyum menghadap cassie


“Whattt??? Tuh kan betul dia


sangat licik, pintar sekali mengambil hati kakak” batinnya lagi


“betulkah? Wah wah sepertinya


kalian sangat kompak yah, cocok nih” goda alan yang dijawab dengan tertawa oleh


mathew sedangkan cassie hanya tersenyum kecut


Bi ana kemudian datang menyiapkan


makanan di meja yang dibantu oleh cassie


“Mari makannn” ucap cassie yang


“tunggu, tuh sendokin makanan ke


mathew juga” ucap alan karena cassie hanya menyendokkan makanan ke piring alan


“eh tapi kak” jawab cassie


“cepaaaattt” sahut alan dengan


nada tinggi


“baiklah kak” ucap cassie tidak


berani membantah kakaknya


“thanks cas” ucap mathew


tersenyum manis saat cassie menyendokkan makanan dipiringnya.


Selesai makan alan mengajak


mathew ke ruang tengah untuk melanjutkan obrolan mereka


“cassie bawain minum dan cemilan


yah buat mathew” perintah alan


“iya kak” jawab cassie sambil


berlalu menuju dapur


Selama berada di dapur cassie tak


henti hentinya mengumpat geram dengan kedatangan mathew yang menggangu

__ADS_1


ketenangannya


“silahkan diminum kopinya tuan


mathew” ucap cassie tersenyum kecut saat menyuguhkan kopi buatannya di depan


mathew


“Panggil math aja dan kamu gak


perlu berbicara formal denganku” sahut mathew kemudian mengambil  dan meminum kopi buatan cassie


“Tapi andakan seumuran kakak, gak


sopan kalo panggil nama saja”ujar cassie


“udah lupa yah dengan perkataanku


tadi sore?” Tanya mathew datar


“iya, saya tidak boleh membantah


perintah anda eh perintahmu math” jawab cassie kesal tak bisa berbuat apa apa


Cassie mencari keberadaan


kakaknya alan karena saat ini dia merasa tidak tenang hanya berdua dengan


mathew tapi tak menemukannya


“sepertinya kakak sedang telponan


lagi sama rosa tunangannya”gumam cassie dalam hati


“besok kamu kuliah?” Tanya mathew


tiba tiba


“iya”jawab cassie singkat


“dari jam berapa sampai jam


berapa?” Tanya math lagi


“ihh kepo banget sih”ujar cassie


dalam hati


“jam 9, pulangnya jam 12”jawab


cassie sambil menonton layar TV didepannya mencoba menghindari tatapan mathew


yang dari tadi tak lepas darinya hingga membuatnya risih


“ehh tunggu, dia gak niat antar


jemput aku kan?” Tanya cassie kepada dirinya sendiri


“baiklah, aku pulang dulu salam


sama alan” ucap mathew kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju


halaman yang diikuti oleh cassie.


Mathew tampak tersenyum bahagia


saat melihat cassie melambaikan tangannya dan berteriak menyuruhnya berhati


hati di jalan. Suatu perhatian kecil yang membuat hatinya nyaman padahal bagi


cassie itu hanya kebiasaan yang dia lakukan saat mengantar ayah dan kakaknya

__ADS_1


pergi.


__ADS_2