MENIKAHI PANGERAN MATHEW

MENIKAHI PANGERAN MATHEW
BAB 19 MATHEW CEMBURU


__ADS_3

Mathew sekarang sudah berada


diparkiran kampus cassie, tanpa pikir panjang dia segera datang untuk menjemput


cassie yang sedang berduaan bersama minho.


Mathew yang berjalan menuju ke


taman tempat cassie berada kini menjadi pusat perhatian di kampus, semuanya


Nampak kaget melihat kedatangan seorang pangeran kerajaan ke dalam kampus


mereka, para wanita mulai histeris saat melihat mathew berjalan dengan sangat


tampan dan keren bak malaikat.


Mendengar teriakan histeris para


wanita cassie dan minho menoleh kearah terjadinya keributan


“What the…. , ngapain dia ke


kampus” umpat cassie sambil melotot saat melihat mathew berjalan ke arahnya dan


diikuti beberapa wanita yang histeris


Mathew bertambah geram saat


meihat cassie duduk berdua dan sangat berdekatan dengan minho, matanya melotot


rahangnya mengeras menahan geram saat sudah di depan cassie


“ayo kita pulang” perintah mathew


sambil memegang lengan cassie


“eh tapi tugasku belum selesai”


tolak cassie halus


“kau berani membantahku, kau


sudah lupa janjimu” ucap mathew geram


“baiklah, kita pulang” ucap


cassie mengalah takut mathew bertindak jauh saat sedang marah apalagi saat ini


semua mata tertuju pada mereka


“minho aku pulang dulu yah” ucap


cassie sambil berjalan karena tangannya sudah ditarik oleh mathew


Minho hanya tersenyum sambil


melambai kepada cassie, walaupun hatinya merasa sesak melihat orang yang


dicintainya bersama orang lain.


“Masuk cepat” perintah mathew


saat membukakan cassie pintu mobilnya


Braakkkk.. pintu mobil ditutup


kasar oleh mathew membuat cassie kaget dan sedikit ketakutan. Apalagi saat


memasuki mobil mathew tak berbicara langsung menjalankan mobilnya keluar


halaman kampus cassie


“dia kenapa? Hari ini dia sangat


menakutkan”batin cassie dan memilih diam saat ini


“siapa dia” tanya mathew membuka


obrolan di mobil

__ADS_1


“eh dia siapa?”Tanya cassie


bingung


“laki laki yang bersamamu, apa


dia pacarmu?” Tanya mathew tegas


“bukan, dia itu sahabatku


dikampus namanya minho, orangnya baik dan sering memberiku coklat”cassie


keceplosan memuji minho yang membuat mathew bertambah kesal


“oh jadi kau menyukainya hanya


karena sering memberimu coklat?” ucap mathew dengan nada yang tinggi


“aduhh cassie bodoh bodoh” umpat


cassie dalam hati mengutuk mulutnya yang bocor


“tidak math, kami hanya berteman.


Lagipula ayah melarangku berpacaran” tegas cassie mencoba menenangkan hati


mathew


Mathew hanya diam mendengar


jawaban cassie, dia kemudian berhenti di salah satu store pinggir jalan.


“tunggu aku disini” ucap mathew


kemudian keluar meninggalkan cassie sendiri di mobil


Ponsel cassie mulai muncul banyak


notifikasi pesan masuk salah satunya dari mitha temannya


“gila lo cas, pangeran mathew ke


kampus kok gak kenalin ke kita sih” caption mitha difoto yang dikirimnya saat


“Cas, lo jadi trending disosmed


kampus lo” pesan sally diwa


Cassie hanya memijit pelipisnya


yang mulai pusing dengan semua pertanyaan temannya apalagi saat membuka web


kampus videonya bersama mathew menjadi trending topic sekarang.


Mathew kembali ke mobil dan melihat


cassie memijat pelipisnya


“kau sakit” Tanya mathew sambil


mendekatkan wajahnya ke wajah cassie dan memegang kening cassie


“nggak, kepalaku hanya sedikit


sakit, kebanyakan tugas” ucap cassie sambil menepis tangan mathew


“kau sudah makan?” Tanya mathew


lagi dengan nada yang rendah kemudian menjalankan mobilnya


Cassie hanya menggeleng


“kita singgah makan dulu” ucap


mathew mulai ramah kembali


“kita makan di rumah ajah yah,


kasian bi ana pasti sudah masak untukku” ucap cassie sambil memegang tangan

__ADS_1


mathew


“baiklah” balas mathew sambil


tersenyum, emosinya tiba tiba hilang saat melihat cassie membujuknya


Sesampai di rumah bi ana


menyiapkan makanan untuk cassie dan mathew di meja makan di mana mathew masih


duduk sendiri sambil menunggu cassie yang berganti pakaian di kamar


“Tuan mathew sering kesini yah


temani nona cassie, kasian sekarang dia sendirian karena tuan alan sudah


tinggal diapartemen sama non rosa” ucap bi ana kepada mathew tanpa sungkan


“iya bi, saya usahakan tiap hari


kesini temani cassie” ucap mathew sopan


“oh yah bi, kalau ada apa apa dengan


cassie bibi tolong hubungi saya yah” ucap mathew kemudian memberikan kartu


namanya kepada bi ana


“baik tuan, silahkan dinikmati


makanannya” ucap bi ana kemudian berlalu menuju dapur


cassie kemudian datang


menghampiri mathew dan merekapun makan bersama sambil mengobrol.


Selesai makan cassie mengantar


mathew ke mobil, mathew naik ke dalam mobil kemudian menurunkan kaca mobilnya


“kemarilah” ucap mathew lembut sambil


menjetikkan jarinya memberi aba aba kepada cassie untuk mendekatinya


“hummm kenapa” Tanya cassie


mendekatkan badannya ke pintu mobil mathew


Cuppppppp… mathew mencium pipi


cassie tiba tiba membuat cassie langsung terkaget mundur


“MATHEEWWWWW” teriak cassie sambil


memegang pipinya yang mulai memerah, ingin rasanya memukul wajah mathew tapi


tak berani ia lakukan mengingat mathew seorang pangeran


Mathew hanya tersenyum mendengar


teriakan cassie


“itu hukuman membuatku cemburu,


lain kali aku melihatmu bermesraan dengan laki laki lain, aku akan langsung


melamarmu” ancam mathew yang membuat cassie terdiam menelan salivanya ketakutan


“ini ambillah, habiskan. Tiap


hari aku akan membelikanmu jadi jangan pernah lagi menerima coklat dari temanmu


itu” perintah mathew yang kemudian melajukan mobilnya meninggalkan cassie


“dasar cowo mesum, brengsek” umpat


cassie sambil membawa kotak coklat pemberian mathew


“bisa gemuk gw kalau tiap hari

__ADS_1


makan coklat begini” batinnya sambil melahap satu persatu potongan coklat


dimulutnya sampai habis


__ADS_2