
Mathew sekarang sudah berada
diparkiran kampus cassie, tanpa pikir panjang dia segera datang untuk menjemput
cassie yang sedang berduaan bersama minho.
Mathew yang berjalan menuju ke
taman tempat cassie berada kini menjadi pusat perhatian di kampus, semuanya
Nampak kaget melihat kedatangan seorang pangeran kerajaan ke dalam kampus
mereka, para wanita mulai histeris saat melihat mathew berjalan dengan sangat
tampan dan keren bak malaikat.
Mendengar teriakan histeris para
wanita cassie dan minho menoleh kearah terjadinya keributan
“What the…. , ngapain dia ke
kampus” umpat cassie sambil melotot saat melihat mathew berjalan ke arahnya dan
diikuti beberapa wanita yang histeris
Mathew bertambah geram saat
meihat cassie duduk berdua dan sangat berdekatan dengan minho, matanya melotot
rahangnya mengeras menahan geram saat sudah di depan cassie
“ayo kita pulang” perintah mathew
sambil memegang lengan cassie
“eh tapi tugasku belum selesai”
tolak cassie halus
“kau berani membantahku, kau
sudah lupa janjimu” ucap mathew geram
“baiklah, kita pulang” ucap
cassie mengalah takut mathew bertindak jauh saat sedang marah apalagi saat ini
semua mata tertuju pada mereka
“minho aku pulang dulu yah” ucap
cassie sambil berjalan karena tangannya sudah ditarik oleh mathew
Minho hanya tersenyum sambil
melambai kepada cassie, walaupun hatinya merasa sesak melihat orang yang
dicintainya bersama orang lain.
“Masuk cepat” perintah mathew
saat membukakan cassie pintu mobilnya
Braakkkk.. pintu mobil ditutup
kasar oleh mathew membuat cassie kaget dan sedikit ketakutan. Apalagi saat
memasuki mobil mathew tak berbicara langsung menjalankan mobilnya keluar
halaman kampus cassie
“dia kenapa? Hari ini dia sangat
menakutkan”batin cassie dan memilih diam saat ini
“siapa dia” tanya mathew membuka
obrolan di mobil
__ADS_1
“eh dia siapa?”Tanya cassie
bingung
“laki laki yang bersamamu, apa
dia pacarmu?” Tanya mathew tegas
“bukan, dia itu sahabatku
dikampus namanya minho, orangnya baik dan sering memberiku coklat”cassie
keceplosan memuji minho yang membuat mathew bertambah kesal
“oh jadi kau menyukainya hanya
karena sering memberimu coklat?” ucap mathew dengan nada yang tinggi
“aduhh cassie bodoh bodoh” umpat
cassie dalam hati mengutuk mulutnya yang bocor
“tidak math, kami hanya berteman.
Lagipula ayah melarangku berpacaran” tegas cassie mencoba menenangkan hati
mathew
Mathew hanya diam mendengar
jawaban cassie, dia kemudian berhenti di salah satu store pinggir jalan.
“tunggu aku disini” ucap mathew
kemudian keluar meninggalkan cassie sendiri di mobil
Ponsel cassie mulai muncul banyak
notifikasi pesan masuk salah satunya dari mitha temannya
“gila lo cas, pangeran mathew ke
kampus kok gak kenalin ke kita sih” caption mitha difoto yang dikirimnya saat
“Cas, lo jadi trending disosmed
kampus lo” pesan sally diwa
Cassie hanya memijit pelipisnya
yang mulai pusing dengan semua pertanyaan temannya apalagi saat membuka web
kampus videonya bersama mathew menjadi trending topic sekarang.
Mathew kembali ke mobil dan melihat
cassie memijat pelipisnya
“kau sakit” Tanya mathew sambil
mendekatkan wajahnya ke wajah cassie dan memegang kening cassie
“nggak, kepalaku hanya sedikit
sakit, kebanyakan tugas” ucap cassie sambil menepis tangan mathew
“kau sudah makan?” Tanya mathew
lagi dengan nada yang rendah kemudian menjalankan mobilnya
Cassie hanya menggeleng
“kita singgah makan dulu” ucap
mathew mulai ramah kembali
“kita makan di rumah ajah yah,
kasian bi ana pasti sudah masak untukku” ucap cassie sambil memegang tangan
__ADS_1
mathew
“baiklah” balas mathew sambil
tersenyum, emosinya tiba tiba hilang saat melihat cassie membujuknya
Sesampai di rumah bi ana
menyiapkan makanan untuk cassie dan mathew di meja makan di mana mathew masih
duduk sendiri sambil menunggu cassie yang berganti pakaian di kamar
“Tuan mathew sering kesini yah
temani nona cassie, kasian sekarang dia sendirian karena tuan alan sudah
tinggal diapartemen sama non rosa” ucap bi ana kepada mathew tanpa sungkan
“iya bi, saya usahakan tiap hari
kesini temani cassie” ucap mathew sopan
“oh yah bi, kalau ada apa apa dengan
cassie bibi tolong hubungi saya yah” ucap mathew kemudian memberikan kartu
namanya kepada bi ana
“baik tuan, silahkan dinikmati
makanannya” ucap bi ana kemudian berlalu menuju dapur
cassie kemudian datang
menghampiri mathew dan merekapun makan bersama sambil mengobrol.
Selesai makan cassie mengantar
mathew ke mobil, mathew naik ke dalam mobil kemudian menurunkan kaca mobilnya
“kemarilah” ucap mathew lembut sambil
menjetikkan jarinya memberi aba aba kepada cassie untuk mendekatinya
“hummm kenapa” Tanya cassie
mendekatkan badannya ke pintu mobil mathew
Cuppppppp… mathew mencium pipi
cassie tiba tiba membuat cassie langsung terkaget mundur
“MATHEEWWWWW” teriak cassie sambil
memegang pipinya yang mulai memerah, ingin rasanya memukul wajah mathew tapi
tak berani ia lakukan mengingat mathew seorang pangeran
Mathew hanya tersenyum mendengar
teriakan cassie
“itu hukuman membuatku cemburu,
lain kali aku melihatmu bermesraan dengan laki laki lain, aku akan langsung
melamarmu” ancam mathew yang membuat cassie terdiam menelan salivanya ketakutan
“ini ambillah, habiskan. Tiap
hari aku akan membelikanmu jadi jangan pernah lagi menerima coklat dari temanmu
itu” perintah mathew yang kemudian melajukan mobilnya meninggalkan cassie
“dasar cowo mesum, brengsek” umpat
cassie sambil membawa kotak coklat pemberian mathew
“bisa gemuk gw kalau tiap hari
__ADS_1
makan coklat begini” batinnya sambil melahap satu persatu potongan coklat
dimulutnya sampai habis