MENIKAHI PANGERAN MATHEW

MENIKAHI PANGERAN MATHEW
BAB 4 LAPANGAN GOLF


__ADS_3

Di dalam mobil cassie hanya


terdiam karena merasa malu ketahuan bohong oleh mathew


“kau beda sekali dengan malam


itu, mana suaramu yang sangat berani berbicara lantang kepadaku” ucap mathew


mencairkan suasana


“tenggorokan saya sakit tuan,


jadi gak bisa bicara banyak” jawab cassie berbohong lagi


“kamu ini sudah ketahuan bohong,


masih mau berbohong lagi” ucap mathew sambil tersenyum sinis


Cassie membuang mukanya kearah


jendela sambil mengumpat dalam hati


“ngapain sih diungkit lagi” gumam


cassie lirih


“kau harusnya merasa beruntung


karena bisa menemaniku main golf, banyak loh diluar sana perempuan cantik dan


seksi yang memohon dan berlutut ingin menemaniku” ucap mathew dengan penuh


kesombongan


“cihhh.. beruntung darimananya


kalau tau hari ini adalah hari kematianku” geram cassie dalam hati ketakutan


“Maaf tuan kalau banyak perempuan


cantik dan seksi yang ingin menemani tuan, kenapa tuan mengajak saya yang jelek


ini” balas cassie sambil menekankan kata cantik dan seksi kesal


“Soalnya hari ini akan menjadi


hari terakhirmu hidup tenang” ucap mathew bercanda


Cassie bergidik ketakutan

__ADS_1


mendengar perkataan mathew “ Tuh kann,, betul firasatku, pasti dia akan


menenggelamkanku di danau lapangan” ucap cassie dalam hati


“Kenapa dengannya? Sepertinya dia


ketakutan dengan perkataanku” ucap mathew dalam hati saat melirik cassie yang


sudah memainkan tangannya tampak gelisah.


Sesampai di lapangan golf mathew


sudah di sambut oleh Manager dan  beberapa pegawai serta caddi cantik yang mencoba menggoda pangeran


mathew kemudian seorang pegawai mengambil perlengkapan golf mathew dan


menaruhnya di golf cart


Mathew mengambil goodie bagnya


dan melempar kepada cassie yang tengah berdiri menunggunya


“pegangin” perintah mathew


“iya tuan” jawab cassie kesal


kemudian mengangkat goodie bag yang sangat berat itu.


banget” ucap cassie lirih sambil berjalan mengikuti mathew


“wait a minute,.  Jangan jangan tas ini isinya senjata tajam


dan perlengkapan untuk membungkus tubuhku sebelum dibuang ke danau” pikir


cassie dalam hati mulai merinding ketakutan apalagi saat mendengar pekataan


mathew kepada manager kalau dia tidak ingin diganggu dan hanya ingin berdua


dengannya di lapangan.


“Tuhan.. mama tolong akuu… aku


belum mau mati, aku belum pernah pacaran belum pernah menikah belum merasakan


first kiss, hiksss” jerit cassie dalam hati sambil berdoa


Mathew dan cassie kini sudah


berada digolf cart menuju tempat bermain golf di lapangan yang dekat dengan

__ADS_1


danau. Cassie memandang danau tersebut sambil bergidik karena membayangkan


danau tersebut menjadi kuburannya.


“Turun bawain tasku” perintah


mathew membuyarkan lamunan cassie


Di lapangan mathew bermain santai


memukul beberapa bola kearah lubang dekat danau. Cassie melakukan tugasnya


dengan menempatkan bola yang akan dipukul oleh mathew dan memberikan tongkat


yang akan digunakan mathew.


Tak lama mereka menuju danau


untuk melanjutkan permainan golf mathew karena bola yang dipukulnya tadi belum


masuk ke lubangnya.


Sesampai di dekat danau mathew


menyuruh cassie membuka tasnya


“ambilin minum dan handuk” perintah


mathew


“baik” jawab cassie kemudian


membuka tas mathew


“lohh.. isinya Cuma baju handuk


dan air mineral, mana perlengkapan untuk membunuhku” ucap cassie dalam hati


bingung sekaligus merasa lega karena apa yang dia takutkan tidak benar


“ini handukmu dan minumlah” ucap


cassie member mathew handuk dan membukakan tutup air mineral dan memberikannya


kepada mathew


“thanks” ucap mathew manis kepada


cassie

__ADS_1


“bisa manis juga si kodok ini”


ucap cassie dalam hati sambil tersenyum


__ADS_2