
Di dalam mobil cassie hanya
terdiam karena merasa malu ketahuan bohong oleh mathew
“kau beda sekali dengan malam
itu, mana suaramu yang sangat berani berbicara lantang kepadaku” ucap mathew
mencairkan suasana
“tenggorokan saya sakit tuan,
jadi gak bisa bicara banyak” jawab cassie berbohong lagi
“kamu ini sudah ketahuan bohong,
masih mau berbohong lagi” ucap mathew sambil tersenyum sinis
Cassie membuang mukanya kearah
jendela sambil mengumpat dalam hati
“ngapain sih diungkit lagi” gumam
cassie lirih
“kau harusnya merasa beruntung
karena bisa menemaniku main golf, banyak loh diluar sana perempuan cantik dan
seksi yang memohon dan berlutut ingin menemaniku” ucap mathew dengan penuh
kesombongan
“cihhh.. beruntung darimananya
kalau tau hari ini adalah hari kematianku” geram cassie dalam hati ketakutan
“Maaf tuan kalau banyak perempuan
cantik dan seksi yang ingin menemani tuan, kenapa tuan mengajak saya yang jelek
ini” balas cassie sambil menekankan kata cantik dan seksi kesal
“Soalnya hari ini akan menjadi
hari terakhirmu hidup tenang” ucap mathew bercanda
Cassie bergidik ketakutan
__ADS_1
mendengar perkataan mathew “ Tuh kann,, betul firasatku, pasti dia akan
menenggelamkanku di danau lapangan” ucap cassie dalam hati
“Kenapa dengannya? Sepertinya dia
ketakutan dengan perkataanku” ucap mathew dalam hati saat melirik cassie yang
sudah memainkan tangannya tampak gelisah.
Sesampai di lapangan golf mathew
sudah di sambut oleh Manager dan beberapa pegawai serta caddi cantik yang mencoba menggoda pangeran
mathew kemudian seorang pegawai mengambil perlengkapan golf mathew dan
menaruhnya di golf cart
Mathew mengambil goodie bagnya
dan melempar kepada cassie yang tengah berdiri menunggunya
“pegangin” perintah mathew
“iya tuan” jawab cassie kesal
kemudian mengangkat goodie bag yang sangat berat itu.
banget” ucap cassie lirih sambil berjalan mengikuti mathew
“wait a minute,. Jangan jangan tas ini isinya senjata tajam
dan perlengkapan untuk membungkus tubuhku sebelum dibuang ke danau” pikir
cassie dalam hati mulai merinding ketakutan apalagi saat mendengar pekataan
mathew kepada manager kalau dia tidak ingin diganggu dan hanya ingin berdua
dengannya di lapangan.
“Tuhan.. mama tolong akuu… aku
belum mau mati, aku belum pernah pacaran belum pernah menikah belum merasakan
first kiss, hiksss” jerit cassie dalam hati sambil berdoa
Mathew dan cassie kini sudah
berada digolf cart menuju tempat bermain golf di lapangan yang dekat dengan
__ADS_1
danau. Cassie memandang danau tersebut sambil bergidik karena membayangkan
danau tersebut menjadi kuburannya.
“Turun bawain tasku” perintah
mathew membuyarkan lamunan cassie
Di lapangan mathew bermain santai
memukul beberapa bola kearah lubang dekat danau. Cassie melakukan tugasnya
dengan menempatkan bola yang akan dipukul oleh mathew dan memberikan tongkat
yang akan digunakan mathew.
Tak lama mereka menuju danau
untuk melanjutkan permainan golf mathew karena bola yang dipukulnya tadi belum
masuk ke lubangnya.
Sesampai di dekat danau mathew
menyuruh cassie membuka tasnya
“ambilin minum dan handuk” perintah
mathew
“baik” jawab cassie kemudian
membuka tas mathew
“lohh.. isinya Cuma baju handuk
dan air mineral, mana perlengkapan untuk membunuhku” ucap cassie dalam hati
bingung sekaligus merasa lega karena apa yang dia takutkan tidak benar
“ini handukmu dan minumlah” ucap
cassie member mathew handuk dan membukakan tutup air mineral dan memberikannya
kepada mathew
“thanks” ucap mathew manis kepada
cassie
__ADS_1
“bisa manis juga si kodok ini”
ucap cassie dalam hati sambil tersenyum