
“Alex, tolong perintahkan
pengawal untuk mensterilkan semua wartawan yang berada di rumah cassie dan
suruh mereka semua untuk tidak mengganggu kehidupan cassie lagi, kalau masih ada
yang menganggu cassie segera hancurkan mereka” perintah mathew dengan nada
tinggi
“baik tuan, saya laksanakan” jawb
alex kemudian keluar dari kamar mathew yang sudah berantakan oleh tuannya yag
sedang emosi hari ini karena mendapat telepon dari alan yang menceritakan kalau
dikediaman mereka sudah dipenuhi oleh wartawan sehingga membuat cassie syok dan
menangis tadi.
Sekitar sejam alex menemui
Tuannya kembali
“semua sudah aman tuan, rumah
nona cassie sudah steril sekarang dari para wartawan” ucap alex sopan
“ok, sekarang antarkan aku ke
rumah cassie” perintah mathew
Mobil melaju dengan kecepatan
sedang, mathew tak sabar ingin bertemu cassie, mengecek sendiri keadaan cassie
karena semenjak tadi mathew berusaha menghubungi cassie tapi tak direspon.
“Selamat malam om, alan” ucap
mathew ketika masuk ke rumah dan melihat mereka berkumpul di ruang tengah.
“malam nak mathew, sini duduk”
ucap ayah adam tersenyum sambil menepuk kursi di sampingnya
“malam math, oh yah makasih yah
tadi sudah bantu mensterilkan semua wartawan di depan rumah” ucap alan
“saya yang seharusnya meminta
__ADS_1
maaf sama om adam dan keluarga terutama cassie, karena saya semua jadi panik
tadi” ucap mathew
“gak papa nak mathew, ayah paham
kok tak perlu meminta maaf, hanya cassie saja yang masih syok dengan kejadian
tadi” ucap ayah adam santai
“iya gak papa kok math, cassie
ajah yang cengeng, seharusnya dia senang bisa jadi selebriti, hahaha” tawa alan
yang diikuti oleh ayahnya
“ckckck, keluarga ini sangat
santai menghadapi hidup” batin mathew merasa lega karena keluarga cassie tak
ada yang merasa terganggu dengan adanya wartawan tadi.
“Oh yah cassie dimana?” Tanya
mathew
“dia di kamarnya sama rosa, ke
atas ajah temui dia” ucap alan yang disetujui oleh ayah adam
kamar cassie
Rosa membuka pintu kamar dan
menyuruh mathew masuk dan menunggu cassie yang sedang di kamar mandi, sementara
dirinya kembali ke ruang tengah.
“Kak baju ini bagus gak?”ucap
cassie sedikit berteriak keluar dari ruang ganti sambil memegang dress maroon ditangannya
“kamuu” teriak cassie kaget saat
mendapati mathew sedang duduk disofa kamarnya
“wah wah wah kau seksi sekali
sayang” ucap mathew sambil tersenyum nakal saat melihat cassie keluar hanya
menggunakan handuk kimono dan rambut terbungkus handuk kecil
__ADS_1
“apa yang kau lakukan disini,
keluar gak” teriak cassie sambil menutupi bagian depan tubuhnya dengan dress
yang dipegangnya
“nggak mau, lagipula ayahmu yang
menyuruhku kesini” ujar mathew dengan bangga
“cihh,,, cepat katakan apa
maumu?” ucap cassie geram karena masih kesal dengan mathew yang membuatnya
terjebak dengan rumor cinta dengannya
“aku mau meminta maaf padamu cas”
jawab mathew yang sudah berdiri mendekati cassie
“sudah aku maafkan, cepatlah
keluar” perintah cassie mulai panik saat mathew sudah sangat dekat berdiri didepannya.
“aku belum selesai bicara” ucap
mathew sambil mendekati wajah cassie
“aku mencintaimu cas, mulai
sekarang jadilah kekasihku seperti yang sudah diberitakan” bisik mathew
ditelinga cassie hingga membuat wajah cassie memerah
Mathew kemudian meninggalkan
cassie yang masih berdiri mematung karena syok dengan pernyataan cintanya yang
sangat memaksa itu.
Di luar kamar cassie, mathew
berdiri sambil memegang dadanya yang sudah berdebar tak karuan setelah
mengungkapkan perasaannya pada cassie, hal ini baru dirasakan mathew seumur
hidupnya meskipun sudah berapa kali dia merasakan cinta dari para mantan
kekasihnya.
“apa itu tadi? Mathew
__ADS_1
mencintaiku? Aku jadi kekasihnya?”tanya cassie pada dirinya sendiri saat
tersadar dari diamnya sambil memegang dadanya yang berdebar kencang