MENIKAHI PANGERAN MATHEW

MENIKAHI PANGERAN MATHEW
BAB 17 PERNYATAAN CINTA MATHEW


__ADS_3

“Alex, tolong perintahkan


pengawal untuk mensterilkan semua wartawan yang berada di rumah cassie dan


suruh mereka semua untuk tidak mengganggu kehidupan cassie lagi, kalau masih ada


yang menganggu cassie segera hancurkan mereka” perintah mathew dengan nada


tinggi


“baik tuan, saya laksanakan” jawb


alex kemudian keluar dari kamar mathew yang sudah berantakan oleh tuannya yag


sedang emosi hari ini karena mendapat telepon dari alan yang menceritakan kalau


dikediaman mereka sudah dipenuhi oleh wartawan sehingga membuat cassie syok dan


menangis tadi.


Sekitar sejam alex menemui


Tuannya kembali


“semua sudah aman tuan, rumah


nona cassie sudah steril sekarang dari para wartawan” ucap alex sopan


“ok, sekarang antarkan aku ke


rumah cassie” perintah mathew


Mobil melaju dengan kecepatan


sedang, mathew tak sabar ingin bertemu cassie, mengecek sendiri keadaan cassie


karena semenjak tadi mathew berusaha menghubungi cassie tapi tak direspon.


“Selamat malam om, alan” ucap


mathew ketika masuk ke rumah dan melihat mereka berkumpul di ruang tengah.


“malam nak mathew, sini duduk”


ucap ayah adam tersenyum sambil menepuk kursi di sampingnya


“malam math, oh yah makasih yah


tadi sudah bantu mensterilkan semua wartawan di depan rumah” ucap alan


“saya yang seharusnya meminta

__ADS_1


maaf sama om adam dan keluarga terutama cassie, karena saya semua jadi panik


tadi” ucap mathew


“gak papa nak mathew, ayah paham


kok tak perlu meminta maaf, hanya cassie saja yang masih syok dengan kejadian


tadi” ucap ayah adam santai


“iya gak papa kok math, cassie


ajah yang cengeng, seharusnya dia senang bisa jadi selebriti, hahaha” tawa alan


yang diikuti oleh ayahnya


“ckckck, keluarga ini sangat


santai menghadapi hidup” batin mathew merasa lega karena keluarga cassie tak


ada yang merasa terganggu dengan adanya wartawan tadi.


“Oh yah cassie dimana?” Tanya


mathew


“dia di kamarnya sama rosa, ke


atas ajah temui dia” ucap alan yang disetujui oleh ayah adam


kamar cassie


Rosa membuka pintu kamar dan


menyuruh mathew masuk dan menunggu cassie yang sedang di kamar mandi, sementara


dirinya kembali ke ruang tengah.


“Kak baju ini bagus gak?”ucap


cassie sedikit berteriak keluar dari ruang ganti sambil memegang dress maroon ditangannya


“kamuu” teriak cassie kaget saat


mendapati mathew sedang duduk disofa kamarnya


“wah wah wah kau seksi sekali


sayang” ucap mathew sambil tersenyum nakal saat melihat cassie keluar hanya


menggunakan handuk kimono dan rambut terbungkus handuk kecil

__ADS_1


“apa yang kau lakukan disini,


keluar gak” teriak cassie sambil menutupi bagian depan tubuhnya dengan dress


yang dipegangnya


“nggak mau, lagipula ayahmu yang


menyuruhku kesini” ujar mathew dengan bangga


“cihh,,, cepat katakan apa


maumu?” ucap cassie geram karena masih kesal dengan mathew yang membuatnya


terjebak dengan rumor cinta dengannya


“aku mau meminta maaf padamu cas”


jawab mathew yang sudah berdiri mendekati cassie


“sudah aku maafkan, cepatlah


keluar” perintah cassie mulai panik saat mathew sudah sangat dekat berdiri didepannya.


“aku belum selesai bicara” ucap


mathew sambil mendekati wajah cassie


“aku mencintaimu cas, mulai


sekarang jadilah kekasihku seperti yang sudah diberitakan” bisik mathew


ditelinga cassie hingga membuat wajah cassie memerah


Mathew kemudian meninggalkan


cassie yang masih berdiri mematung karena syok dengan pernyataan cintanya yang


sangat memaksa itu.


Di luar kamar cassie, mathew


berdiri sambil memegang dadanya yang sudah berdebar tak karuan setelah


mengungkapkan perasaannya pada cassie, hal ini baru dirasakan mathew seumur


hidupnya meskipun sudah berapa kali dia merasakan cinta dari para mantan


kekasihnya.


“apa itu tadi? Mathew

__ADS_1


mencintaiku? Aku jadi kekasihnya?”tanya cassie pada dirinya sendiri saat


tersadar dari diamnya sambil memegang dadanya yang berdebar kencang


__ADS_2