MENIKAHI PANGERAN MATHEW

MENIKAHI PANGERAN MATHEW
BAB 8 KENCAN TERSELUBUNG PART 1


__ADS_3

Hari ini cassie merasa


kehidupannya sangat tentram karena dari pagi ke kampus sampai pulang ke rumah


tak ada tanda tanda kehadiran mathew sang pangeran kodok.


“kau tidak kuliah?” Tanya alan


yang datang tiba tiba mengangetkan cassie yang sedang nonton di ruang tengah


“sudah tadi kak” jawabnya


“kakak sudah pulang? Cepat


banget?” Tanya cassie balik


“iya kakak izin mau mengurus


pernikahan kakak dengan rosa” jawab alan yang sudah duduk disamping cassie dan


meminum sirup cassie sampai habis


Pernikahan alan dengan rosa


memang sisa 2 minggu lagi.


“oh iya sebentar tolong belanja


untuk perlengkapanku yah dek, ini catatan dan atm buat belanja. Sekalian beli


untuk perlengkapanmu selama acara” perintah alan


“baik kapten” ucap cassie senang saat


menerima atm dari kakaknya


“oh iya aku juga belum pergi


fitting baju untukku, sekalian ajah deh” batinnya senang


“sebentar mathew yang akan


menemanimu belanja” ucap alan


“Apaaaaa?? Kenapa dengan mathew


kak?” protes cassie


“biar kamu ada temennya, lagipula


kamu gak ngerti beli barang cowo kan, udah gak usah protes” jawab alan kemudian


berlalu menuju kamarnya


“dasar pengeran kodok


menyebalkan” umpatnya dalam hati karena kebahagiaannya tiba tiba hilang saat


nama mathew disebut


Tak lama ponselnya berbunyi


sebuah whatsup masuk dengan nomor baru milik mathew yang belum sempat cassie


save


“aku jemput jam 3” bunyi wa itu


singkat padat dan jelas


“iya” jawab cassie singkat


Kemudian cassie mensave nomor


mathew dengan nama pangeran kodok


Jam sudah menunjukkan pukul


setengah 3, cassie mulai bersiap siap di kamarnya. Dia memilih memakai dress selutut


warna peach berlengan pendek, mengurai rambutnya dan menggunakan sepatu kets putih


yang membuatnya tampak casual


Tepat pukul 3 mobil mathew sudah memasuki


halaman rumah cassie, hari ini mathew menggunakan mobil besar range rover


hitam. Cassie yang sudah siap segera menghampiri mathew dan masuk ke mobil


mathew.


“Mau kemana kita?” Tanya math


saat cassie sudah duduk di sampingnya


“ke Butik bunda Angel dulu” jawab


cassie singkat


“Baiklah Tuan Putri, kita


berangkat” ucap mathew manis kemudian menjalankan mobilnya keluar halaman rumah


cassie


“ihhh apaan sih” ucap cassie


tersipu malu sambil mencubit lengan mathew


Sepanjang perjalanan cassie sibuk


melihat catatan yang diberikan kakaknya,


“ini apaan sih, aku gak ngerti


sama sekali”batinnya melihat semua daftar perlengkapan cowo dicatatan


Sesampai di Butik cassie keluar meninggalkan


mathew karena tak ingin terlihat berjalan dengan pangeran yang tanpa


disadarinya mathew keluar dari mobil mengikutinya


“Sore bunda Angel” sapa cassie sopan

__ADS_1


sambil memeluk bunda angel


“sore sayang, kau


sendirian?”Tanya bunda angel


“Dia bersamaku” ucap mathew yang


tiba tiba muncul membuat cassie kaget


“ngapain sih si kodok


nyusul”umpatnya dalam hati


“Halo Tuan Mathew, wah wah kalian


pacaran yah?” goda bunda angel sambil tersenyum ke mereka berdua


“nggak bunda, math temanku” jawab


cassie datar


“Bunda bajuku udah jadi? Aku mau


coba” Tanya cassie mengalihkan suasana


“Iya sayang udah lama jadi, sini


kita ke kamar ganti” ajak angel


“tuan mathew tunggu di ruang


tunggu ajah yah nanti saya suruh karyawan tutup butik dulu biar gak ada yang


masuk” ucap bunda angela sopan dan tau kalau privasi keluarga kerajaan harus dijaga


Cassie mulai mencoba baju untuk


pesta pernikahan kakaknya, saat memakai baju pertama cassie terlihat saat


anggun menggunakan setelan kebaya putih tulang sederhana yang sudah sangat pas


dibadannya.


“ini sudah cocok gak usah diubah


lagi, cantiikk” puji bunda angela kemudian menyuruh cassie mencoba baju kedua


yang lebih mewah dari baju pertama. Baju itu berwarna pink peach berlengan


panjang dan bermodel putri duyung dibagian rok bawahnya, seluruh baju dipayet


dan bertabur batu swadroski membuat cassie terlihat sangat cantik bak putri.


Saat cassie mematung di depan


cermin memperhatikan baju yang  sangat


indah melekat dibadannya, bunda angel memanggil mathew untuk melihat hasil


karyanya


Mathew yang sibuk bermain


ponselnya mengikut bunda angel ke ruang ganti dan kemudian langkahnya terhenti


Bukkk… ponsel mathew jatuh ke


lantai, mathew segera memungut ponselnya


“ponselmu gak papa?”Tanya cassie


khawatir mendekati math


“eh gak papa” ucap mathew


gelagapan apalagi saat cassie mendekatinya dengan sangat anggun dan cantiik


membuat mathew menelan salivanya


“bagaimana menurutmu?” Tanya


cassie meminta pendapat mathew sambil memainkan roknya ke kiri kanan ala putri


“hummm,, cantikk” ucap mathew


yang membuat cassie merona malu


“gaunnya maksudku, jangan geer


deh” lanjut mathew sambil tersenyum


“isshh menyebalkan” ucap cassie


kemudian mencubit lengan mathew


“aww sakit” teriak mathew


“lebay,, gitu ajah sakit” ketus


cassie kemudian berjalan meninggalkan mathew untuk mengganti bajunya kembali


sambil mengumpat kesal


Bunda Angel hanya tersenyum geli melihat


pasangan ini bertengkar


Selesai di butik bunda angela


mereka melanjutkan perjalanan ke salah satu Mall milik kerajaan yang sangat


mewah di pusat kota.


“Math kamu ikut masuk? “ Tanya


cassie saat mereka sudah berada diparkiran khusus keluarga kerajaan


“iya, aku kan mau temanin kamu”


jawab math


“tapi kan nanti banyak yang liat,


kalau ada yang foto terus tersebar luas gimana?” ujar cassie takut

__ADS_1


“yah gak papa, lagipula aku kan


lajang jadi wajar jalan dengan seorang gadis” balasnya lagi sambil bersiap keluar


mobil


“tunggu, jangan turun dulu” cegat


cassie menahan tangan mathew


“kamu pakai topi yah math” pinta


cassie lembut sambil memberikan topi math yang diambil dari kursi belakang


“Nggak ah, malas” jawab math


melempar topi itu ke kursi belakang lagi


“please math, pleaseeeee” ucap


cassie lagi memohon


“baiklah tapi ada imbalannya yah”


tawar mathew


“iya apapun itu tuan mathew yang


paling tampan sedunia dan akherat” ucap cassie merayu dengan nada menyinggung


Merekapun masuk di dalam mall,


mathew tampak jalan tertunduk sepanjang jalan agak tak terlihat atau bertatapan


dengan pengunjung lainnya sedang cassie tampak kebingungan dengan catatan


kakaknya.


Mathew kemudian mengambil paksa


catatan ditangan cassie


“kalau ini kita ke toko H**Ms


ajah dulu, semua lengkap di sana” ucap mathew kemudian menarik tangan cassie


menuju toko tersebut


Saat sampai di toko mathew


meminta bertemu manager toko


“Tuan mathew ada yang bisa kami


bantu” ucap manager toko saat tau yang ingin berjumpa dengannya adalah pangeran


mathew


“aku akan berbelanja disini,


tolong disterilkan” perintah mathew


“Baik Tuan” jawab manager toko


tersebut kemudian memerintahkan pegawainya untuk menutup toko dan menyuruh


pengunjung untuk keluar.


“Cihhh dasar.. keluarga kerajaan


memang beda yah” nyinyir cassie dalam hati


Tak sampai  5 menit Toko sudah tutup hanya tersisa mereka


berdua dengan beberapa pegawai toko.


“Pilihlah apa yang akan kau beli”


perintah mathew


“Tapi math di sini kan toko


paling mahal, nanti kak alan membunuhku kalau tau isi atmnya kuhabiskan disini”


bisik cassie pelan


“kamu ini bodoh yah, apa gunanya


aku mengantarmu kesini. Belanjalah nanti aku yang bayar, anggap saja hadiah


pernikahanku untuk alan” ucap mathew sedikit sombong


“Betulkah? Baiklah,, terima kasih


atas kebaikan tuan” ucap cassie menggoda mathew kemudian memulai mencari


pesanan kakaknya.


Selesai membeli beberapa kemeja


dan lain sebagainya cassie kemudian menuju stand sepatu wanita kemudian mencoba


beberapa sepatu untuk digunakannya di pesta pernikahan kakaknya, tiba tiba


mathew datang dengan sepasang sepatu pesta bening yang dihiasi krtistal


“coba ini” perintahnya


Cassie mengambil sepatu tersebut


dan mencobanya “wahh cantik sekali” ujar cassie pelan sambil memainkan kakinya


di depan cermin


“kau suka? Ambillah” ucap mathew


“eh tapi ini terlalu mewah math”


balas cassie yang kaget melihat harga dibawah sepatu tersebut yang mencapai dua


digit


“lupa yah kamu gak boleh


membantah perintahku”ucap mathew datar

__ADS_1


“iya ingat ingat.. thanks math”


ucap cassie tersenyum senang


__ADS_2