
Motor cassie sudah terparkir rapi
di halaman kampus, hari ini cassie sangat bahagia karena mathew tidak datang
menjemputnya seperti yang dibayangkannya semalam saat mathew bertanya mengenai
jadwal kuliahnya.
Hari ini cassie tampak cantik
dengan celana jeans diatas mata kakinya dan menggunakan kemeja putih strip biru
serta rambut terurai manjah berjalan memasuki halaman kampus. Seperti biasa
semua cowo dikampusnya takjub dengan kecantikan cassie.
“Cas kemarin kenapa gak masuk?”
Tanya minho membuyarkan lamunan cassie di meja kelas
“eh kemarin aku ada acara
keluarga” jawab cassie berbohong karena tak ingin teman temannya tahu kalau dia
berhubungan dengan pangeran mathew
“bisa habis gw diterkam macan
macan betina kampus kalau tau dia sangat dekat dengan seorang pangeran lajang
idola para wanita” batin cassie
“kamu sakit cas?” Tanya sally dan
mitha teman baiknya di jurusan
“nggak papa kok, Cuma lemas belum
sarapan banyak, hehe” ucap cassie bercanda
“hum kamu ini taunya makan ajah
cas, cari cowo donk jangan cari makan mulu” sahut mitha ngejek
“iya.. besok aku cari direstoran
cepat saji. Cowo special pale telor, wkwkwk” balas cassie sambil tertawa
terbahak bahak diikuti oleh tawa teman temannya
Selesai kuliah cassie kemudian
berjalan menuju parkiran, ditengah perjalanan ponselnya berbunyi, sebuah
panggilan masuk dengan nomor yang tidak dikenali cassie
“Halo” ucap cassie sopan
“Cepat masuk ke mobil marcedes
benz hitam plat xxx”perintah mathew ditelepon
“kamu siapa? Salah sambung..”
jawab cassie ketus
“aku bilang jangan membantah kan?
Kalau dalam 5 menit kau tidak masuk mobil aku akan keluar menarikmu ke mobil”
ancam mathew
Tuuutt tuuuttt.. telepon
dimatikan
“pangeran kodok” teriaknya cassie
kaget kemudian berlari mencari mobil yang di perintahkan mathew
“sial.. banyak banget sih mobil
yang parkir” teriak cassie kesal sambil mencari keberadaan mathew
Mathew yang meihat cassie
kebingungan mencarinya hanya bisa tertawa lebar dari dalam mobil dan menikmati
tontonan gratis didepannya
Brakkkkk… pintu mobil mathew
terbuka dan cassiepun masuk kemudian duduk sambil mengatur nafasnya yang tidak
teratur karena kelelahan mencari mobil math
“Pas 5 menit, hampir saja aku
keluar menyeretmu kesini” ucap mathew tersenyum kemudian mengambil air mineral
di kursi belakang dan memberikannya kepada cassie
“minumlah” perintahnya
Cassie mengambil botol minum yang
__ADS_1
diberikan mathew dan segera menghabiskannya dalam hitungan detik. Mathew hanya
tersenyum geli melihat tingkah cassie
“eh ngapain kamu” ucap cassie
saat mathew mendekatinya
Tukk.. bunyi safe belt terpasang
“kamu pikir aku mau ngapain hah”
ucap mathew menggoda kemudian meninggalkan parkiran kampus
“humhhh hati bersabarlah,. 3
bulan akan cepat berlalu” batinnya memberikan semangat pada dirinya sendiri.
“kita mau kemana?” Tanya cassie
“makan” jawab math singkat
“yeaahhh.. makan dimana?” Tanya
cassie lagi sangat antusias kalau berhubungan dengan makanan
“baweelll.. diam dan ikut saja”
ucap math sambil mengusap muka cassie dengan telapak tangannya sehingga cassie
terdorong ke belakang
Tak lama mobil mathew sudah
terpakir di sebuah restoran Jepang yang mewah dan terkenal di kotanya. Merekapun
berjalan masuk kemudian seorang pegawai wanita menyapa mereka
“selamat siang tuan mathew dan
nona, kami sudah menyiapkan ruangan anda, mari saya antarkan” ucapnya sopan
Merekapun berjalan menuju ruangan
private yang mengambil konsep duduk lesehan tetapi sangat mewah dan berkelas.
“silahkan duduk tuan dan nona,
makanan akan segera kami antarkan, kalau perlu bantuan jangan segan memanggil
saya” ucapnya lagi sambil membungkuk kemudian meninggalkan mereka berdua
“math, pesannya jangan terlalu
banyak yah” pinta cassie
porsi 4 orang?” jawb mathew ngejek
“aku gak terlalu suka masakan
jepang” ucap cassie lagi
“tapi masih bisa makan kan? Aku
udah pesan banyak jadi gak bisa dibatalin jadi kamu harus habiskan” ujar mathew
tersenyum jahat
“cihhh.. memangnya perutku tong
sampah apa bisa nampung semua” geram cassie
“memang!! Baru nyadar?” jawab
mathew sambil tertawa kencang
“brengsek” ucap cassie lirih
“kau bilang apa?” ucap math
sambil meninggikan volume suaranya
“eehh nggak aku bilang terima
kasih tadi” ucapnya bohong tapi masih sangat geram dengan perkataan mathew
Treetttt… pintu terbuka dan 2
orang koki masuk menata makanan yang lumayan banyak di depan mereka
“Selamat menikmati makanannya
Tuan Mathew dan nona” ucap koki tersebut kemudian meninggalkan mereka
Cassie menelan salivanya melihat
makanan yang sangat banyak di depannya “bagaimana aku bisa habiskan, semuanya
aku gak suka” pikirnya
“kamu gak mau makan?” Tanya
mathew karena melihat cassie masih terdiam tak menyentuh satupun makanan
“eh iya,, aku makan yah.. mari
__ADS_1
makan” ucapnya sedikit lesu
Cassie mencoba memasukkan sedikit
demi sedikit susi mentah di mulutnya, dengan susah payah dia menelan semua
makanan di depannya
“Cihh.. apa enaknya sih makanan
ini, enakan juga siomay dipinggir jalan” umpatnya dalam hati
Mathew menahan tawanya selama
sesi makan berlangsung, dia melihat cassie makan dengan muka yang kusut dan
kadang mual ingin memuntahkan makanannya tapi ditahan. Math tau kalau cassie
gak suka makanan jepang makanya dia mengajak cassie ke sini untuk mengerjainya.
Hampir sejam mereka makan,
cassiepun menyerah tak sanggup meghabiskan semua makanan di depannya
“aku gak kuat math, aku gak bisa
ngabisin semua makanan ini” ucap cassie memelas
“ya udah karena kamu tidak
memenuhi perintahku maka ada hukumannya” sahut mathew tersenyum
“Katakan apa?” ucap casssie
pasrah
Mathew mengambil secarik kertas
dan pulpen di dalam tasnya kemudian memberikannya kepada cassie
“Tulis jadwal kuliahmu setiap
hari” perintah mathew
“tapi untuk apa?” Tanya cassie
bingung
“eittt kau lupa aturannya?” jawab
mathew ketus
“iyaaa…. Gak boleh membantah kan”
ucap cassie kesal kemudian memulai menulis semua jadwal kuliahnya
“ini untuk apaan sih” batin
cassie “dia nggak niat antar jemput gw kan, kayak gak ada kerjaan
saja”lanjutnya penasaran
“Done” ucap cassie kemudian
memberikan kertas dan pulpen kembali ke tuannya
“baiklah, ayo kita pulang” ajak
mathew yang di iyakan oleh cassie
Di sepanjang perjalanan cassie
bernyanyi mengikuti alunan music diradio player mobil math.
“suara cassie merdu sekali”pujinya
dalam hati sambil tersenyum menikmati suara indah cassie
Sesampai di rumah cassie masuk ke
dalam rumah
“non pulang sama siapa?” Tanya bi
ana
“mathew menjemputku bi” jawab
cassie
“trus motor non?” Tanya bi ana
balik
“Ya Tuhan aku lupaaa… motorku
masih ada di kampus” teriaknya sambil memukul jidatnya
“suruh pak amar ambil motorku di
kampus yah bi, ini kuncinya” ucap cassie menyerahkkan kunci motornya kemudian
berlari ke kamarnya
“gara gara si kodok nih gw sampe
__ADS_1
melupakan si pinky” teriaknya kesal di kamar