MENIKAHI PANGERAN MATHEW

MENIKAHI PANGERAN MATHEW
BAB 7 MENJEMPUT


__ADS_3

Motor cassie sudah terparkir rapi


di halaman kampus, hari ini cassie sangat bahagia karena mathew tidak datang


menjemputnya seperti yang dibayangkannya semalam saat mathew bertanya mengenai


jadwal kuliahnya.


Hari ini cassie tampak cantik


dengan celana jeans diatas mata kakinya dan menggunakan kemeja putih strip biru


serta rambut terurai manjah berjalan memasuki halaman kampus. Seperti biasa


semua cowo dikampusnya takjub dengan kecantikan cassie.


“Cas kemarin kenapa gak masuk?”


Tanya minho membuyarkan lamunan cassie di meja kelas


“eh kemarin aku ada acara


keluarga” jawab cassie berbohong karena tak ingin teman temannya tahu kalau dia


berhubungan dengan pangeran mathew


“bisa habis gw diterkam macan


macan betina kampus kalau tau dia sangat dekat dengan seorang pangeran lajang


idola para wanita” batin cassie


“kamu sakit cas?” Tanya sally dan


mitha teman baiknya di jurusan


“nggak papa kok, Cuma lemas belum


sarapan banyak, hehe” ucap cassie bercanda


“hum kamu ini taunya makan ajah


cas, cari cowo donk jangan cari makan mulu” sahut mitha ngejek


“iya.. besok aku cari direstoran


cepat saji. Cowo special pale telor, wkwkwk” balas cassie sambil tertawa


terbahak bahak diikuti oleh tawa teman temannya


Selesai kuliah cassie kemudian


berjalan menuju parkiran, ditengah perjalanan ponselnya berbunyi, sebuah


panggilan masuk dengan nomor yang tidak dikenali cassie


“Halo” ucap cassie sopan


“Cepat masuk ke mobil marcedes


benz hitam plat xxx”perintah mathew ditelepon


“kamu siapa? Salah sambung..”


jawab cassie ketus


“aku bilang jangan membantah kan?


Kalau dalam 5 menit kau tidak masuk mobil aku akan keluar menarikmu ke mobil”


ancam mathew


Tuuutt tuuuttt.. telepon


dimatikan


“pangeran kodok” teriaknya cassie


kaget kemudian berlari mencari mobil yang di perintahkan mathew


“sial.. banyak banget sih mobil


yang parkir” teriak cassie kesal sambil mencari keberadaan mathew


Mathew yang meihat cassie


kebingungan mencarinya hanya bisa tertawa lebar dari dalam mobil dan menikmati


tontonan gratis didepannya


Brakkkkk… pintu mobil mathew


terbuka dan cassiepun masuk kemudian duduk sambil mengatur nafasnya yang tidak


teratur karena kelelahan mencari mobil math


“Pas 5 menit, hampir saja aku


keluar menyeretmu kesini” ucap mathew tersenyum kemudian mengambil air mineral


di kursi belakang dan memberikannya kepada cassie


“minumlah” perintahnya


Cassie mengambil botol minum yang

__ADS_1


diberikan mathew dan segera menghabiskannya dalam hitungan detik. Mathew hanya


tersenyum geli melihat tingkah cassie


“eh ngapain kamu” ucap cassie


saat mathew mendekatinya


Tukk.. bunyi safe belt terpasang


“kamu pikir aku mau ngapain hah”


ucap mathew menggoda kemudian meninggalkan parkiran kampus


“humhhh hati bersabarlah,. 3


bulan akan cepat berlalu” batinnya memberikan semangat pada dirinya sendiri.


“kita mau kemana?” Tanya cassie


“makan” jawab math singkat


“yeaahhh.. makan dimana?” Tanya


cassie lagi sangat antusias kalau berhubungan dengan makanan


“baweelll.. diam dan ikut saja”


ucap math sambil mengusap muka cassie dengan telapak tangannya sehingga cassie


terdorong ke belakang


Tak lama mobil mathew sudah


terpakir di sebuah restoran Jepang yang mewah dan terkenal di kotanya. Merekapun


berjalan masuk kemudian seorang pegawai wanita menyapa mereka


“selamat siang tuan mathew dan


nona, kami sudah menyiapkan ruangan anda, mari saya antarkan” ucapnya sopan


Merekapun berjalan menuju ruangan


private yang mengambil konsep duduk lesehan tetapi sangat mewah dan berkelas.


“silahkan duduk tuan dan nona,


makanan akan segera kami antarkan, kalau perlu bantuan jangan segan memanggil


saya” ucapnya lagi sambil membungkuk kemudian meninggalkan mereka berdua


“math, pesannya jangan terlalu


banyak yah” pinta cassie


porsi 4 orang?” jawb mathew ngejek


“aku gak terlalu suka masakan


jepang” ucap cassie lagi


“tapi masih bisa makan kan? Aku


udah pesan banyak jadi gak bisa dibatalin jadi kamu harus habiskan” ujar mathew


tersenyum jahat


“cihhh.. memangnya perutku tong


sampah apa bisa nampung semua” geram cassie


“memang!! Baru nyadar?” jawab


mathew sambil tertawa kencang


“brengsek” ucap cassie lirih


“kau bilang apa?” ucap math


sambil meninggikan volume suaranya


“eehh nggak aku bilang terima


kasih tadi” ucapnya bohong tapi masih sangat geram dengan perkataan mathew


Treetttt… pintu terbuka dan 2


orang koki masuk menata makanan yang lumayan banyak di depan mereka


“Selamat menikmati makanannya


Tuan Mathew dan nona” ucap koki tersebut kemudian meninggalkan mereka


Cassie menelan salivanya melihat


makanan yang sangat banyak di depannya “bagaimana aku bisa habiskan, semuanya


aku gak suka” pikirnya


“kamu gak mau makan?” Tanya


mathew karena melihat cassie masih terdiam tak menyentuh satupun makanan


“eh iya,, aku makan yah.. mari

__ADS_1


makan” ucapnya sedikit lesu


Cassie mencoba memasukkan sedikit


demi sedikit susi mentah di mulutnya, dengan susah payah dia menelan semua


makanan di depannya


“Cihh.. apa enaknya sih makanan


ini, enakan juga siomay dipinggir jalan” umpatnya dalam hati


Mathew menahan tawanya selama


sesi makan berlangsung, dia melihat cassie makan dengan muka yang kusut dan


kadang mual ingin memuntahkan makanannya tapi ditahan. Math tau kalau cassie


gak suka makanan jepang makanya dia mengajak cassie ke sini untuk mengerjainya.


Hampir sejam mereka makan,


cassiepun menyerah tak sanggup meghabiskan semua makanan di depannya


“aku gak kuat math, aku gak bisa


ngabisin semua makanan ini” ucap cassie memelas


“ya udah karena kamu tidak


memenuhi perintahku maka ada hukumannya” sahut mathew tersenyum


“Katakan apa?” ucap casssie


pasrah


Mathew mengambil secarik kertas


dan pulpen di dalam tasnya kemudian memberikannya kepada cassie


“Tulis jadwal kuliahmu setiap


hari” perintah mathew


“tapi untuk apa?” Tanya cassie


bingung


“eittt kau lupa aturannya?” jawab


mathew ketus


“iyaaa…. Gak boleh membantah kan”


ucap cassie kesal kemudian memulai menulis semua jadwal kuliahnya


“ini untuk apaan sih” batin


cassie “dia nggak niat antar jemput gw kan, kayak gak ada kerjaan


saja”lanjutnya penasaran


“Done” ucap cassie kemudian


memberikan kertas dan pulpen kembali ke tuannya


“baiklah, ayo kita pulang” ajak


mathew yang di iyakan oleh cassie


Di sepanjang perjalanan cassie


bernyanyi mengikuti alunan music diradio player mobil math.


“suara cassie merdu sekali”pujinya


dalam hati sambil tersenyum menikmati suara indah cassie


Sesampai di rumah cassie masuk ke


dalam rumah


“non pulang sama siapa?” Tanya bi


ana


“mathew menjemputku bi” jawab


cassie


“trus motor non?” Tanya bi ana


balik


“Ya Tuhan aku lupaaa… motorku


masih ada di kampus” teriaknya sambil memukul jidatnya


“suruh pak amar ambil motorku di


kampus yah bi, ini kuncinya” ucap cassie menyerahkkan kunci motornya kemudian


berlari ke kamarnya


“gara gara si kodok nih gw sampe

__ADS_1


melupakan si pinky” teriaknya kesal di kamar


__ADS_2