MENIKAHI PANGERAN MATHEW

MENIKAHI PANGERAN MATHEW
BAB 21 CASSIE MENOLAK


__ADS_3

Cassie mondar mandir di kamarnya


menunggu telepon darI mathew yang sudah lewat 30 menit dari jadwal yang


diberikannya


“dia sibuk yah? Kok belum


menelpon sih” ujar cassie bingung karena baru kali ini mathew mengingkari


janjinya


Cassie akhirnya memilih untuk


tidur di ranjangnya dengan masih memgegang ponselnya takut mathew tiba tiba


menelpon.


Hanya butuh waktu 3 jam mathew


sudah menginjakkan kakinya di negaranya sendiri dan sekarang dia sudah berada


di mobil menuju istana.


“alex tolong booking room private


di restoran starlite dan persiapkan ruangan tersebut, aku akan melamar cassie


malam ini” perintah mathew


“baik tuan, saya laksanakan”


jawab alex


Mathew mengambil ponselnya dan


mencari kontak alan dan menghubunginya


“halo alan, boleh minta


bantuanmu…” mathew kemudian menjelaskan keinginannya membuat kejutan untuk


cassie dan meminta alan untuk menyuruh cassie ke restoran yang dipesannya.


Malamnya cassie sudah tampil


cantik dengan mengenakan dress maroon selutut yang diberikan rosa kakak


iparnya, tak lupa rambutnya di ikat membentuk bun membuat penampilannya lebih


dewasa dari biasanya.


Jam sudah menunjukkan pukul 7


malam, cassie berangkat menuju restoran menggunakan taksi online sesuai


permintaan kakaknya alan yang mengajaknya makan malam di restoran starlite yang


terkenal dengan restoran yang paling mewah di kotanya.


Sesampai di restoran cassie


segera menuju salah satu ruangan private yang sudah dismskan oleh kakaknya.


“ahh ini dia ruangannya” ucap


cassie yang agak lama mencari ruangan yang dimaksud kakaknya


Saat membuka pintu ruangan cassie


tampak takjub melihat dekorasi ruangan yang sangat cantik dan dipenuhi dengan


bunga mawar dan lily kesukaannya. Mata cassie kemudian terhenti saat melihat sosok


pria yang memakai jas hitam membelakanginya menghadap ke jendela ruangan.


“kak alan?” ucap cassie yang


mengira mathew adalah kakaknya karena pencahayaan ruangan yang redup membuatnya

__ADS_1


tak mengenali sosok pria didepannya


“Hallo sayang” ucap mathew mesra


membalikkan badannya dan tersenyum kepada cassie.


“Kau… math” teriak cassie kaget apalagi


saat ini mathew mendekatinya sambil membawakan bucket bunga ditangannya yang


kemudian diberikan kepada cassie


“kau merindukanku” Tanya mathew


ketelinga cassie membuat wajah cassie merah padam


“ihh nggak, kenapa pulang tak


memberitahuku” protes cassie yang masih syok dengan kemunculan mathew secara


tiba tiba


“aku ingin memberimu kejutan


sayang” balas mathew kemudian menarik lembut tangan cassie menuju meja makan yang


penuh bunga dan terdapat dua lilin diatasnya


Malam ini adalah makan malam


teromantis yang pernah cassie rasakan apalagi mathew bersikap lembut tak


seperti biasanya membuat hati cassie berdegup kencang setiap melihat mathew


tersenyum manis dan menatapnya.


Selesai makan cassie meninggalkan


meja dan berjalan menuju jendela ruangan untuk melihat pemandangan kota yang


membuatnya takjub. Tanpa disadarinya mathew sudah berada disampingnya mengambil


dalam kantong jasnya.


Cassie yang melihat mathew


disampingnya mengambil posisi dan memegang sebuah cincin merasa kaget


“cassie maukah kau menikah


denganku” ucap mathew mesra sambil memegang cincin ditangannya


Cassie terdiam sesaat, dia bingung


karena saat ini cassie belum ingin menikah tapi tak enak dengan mathew yang


sudah berada didepannya dengan muka memelas.


“bangunlah” ucap cassie kemudian


menarik mathew untuk berdiri sehingga posisi mereka saling berhadapan sekarang


Cassie mengambil nafas panjang


sebelum menjawab lamaran mathew


“Math, kau tau aku sangat


menghargai perasaanmu, tapi saat ini aku belum ingin menikah” ucap cassie


dengan lembut sambil memegang tangan mathew


Mathew yang mendengar penolakan


cassie mulai gusar dan emosinya naik karena tak menyangka lamarannya akan


ditolak cassie.


“kenapa cas? Kau tahu aku paling

__ADS_1


tak suka ditolak” geram mathew yang menepis tangan cassie dan menarik kasar


tangan cassie hingga menempel ke tubuhnya


“lepaskan math, sakit..” ucap


cassie mencoba melepaskan cengkraman tangan mathew tapi sia sia karena math


semakin kuat mencengkramnya


“aku masih ingin kuliah math, aku


belum ingin menikah” jawab cassie kemudian


“kau masih ingin kuliah atau


masih ingin bersama oppamu itu hah” teriak mathew mulai terbakar cemburu ketika


mengingat kembali minho dan cassie keluar dari ruangan kosong berdua


“kau ini kenapa math, lepaskan..


aku dan minho hanya teman” teriak cassie dan kali ini berhasil melepaskan


cengkraman tangan mathew kepadanya


“betulkah, terus apa yang kau lakukan


dengannya berdua diruangan kosong tadi” ucap mathew yang kemudian mendekati


cassie lagi hingga cassie terpojok di dinding ruangan mencoba menghindar tapi


kedua tangan Mathew sudah berada disampingnya mengukungnya.


“sial.. kenapa dia bisa tau? Apa


dia memata mataiku” batin cassie ketakutan


“jawaabbbbbb…” teriak mathew


kesal dengan sikap diam cassie


“ka.. kami hanya mengobrol math,


percayalah” jawab cassie mulai ketakutan apalagi saat ini mathew mulai


mendekatkan wajahnya dan mencium bibirnya dengan kasar


“uhhmmm math ja..ngan” pinta


cassie disela ciuman liar mathew dibibirnya hingga membuatnya mengeluarkan


airmata mengingat ini adalah ciuman pertamanya yang direbut secara paksa


Mathew tak memperdulikan


penolakan dari cassie, dia terus melaksanakan aksinya sampai saat ini mathew


mulai menyisir telinga dan leher cassie yang membuat cassie tak bisa menahan


desahannya. Mendengar desahan cassie, nafsu mathew semakin naik dan semakin


melancarkan aksinya.


“Math hentikannn, aku mohon”


teriak cassie sambil menangis sesunggukan saat mathew mulai menyentuh dadanya


dan meremasnya


Mathew yang tersadar dengan perbuatannya


kemudian berhenti dan melepaskan cassie hingga membuat cassie terduduk dilantai


sambil menangis keras


“kau hanya milkku cassie, tak ada seorangpun


yang boleh memilikimu” ancam mathew kemudian keluar ruangan meninggalkan cassie

__ADS_1


sendiri yang masih menangis ketakutan


__ADS_2