
Cassie mondar mandir di kamarnya
menunggu telepon darI mathew yang sudah lewat 30 menit dari jadwal yang
diberikannya
“dia sibuk yah? Kok belum
menelpon sih” ujar cassie bingung karena baru kali ini mathew mengingkari
janjinya
Cassie akhirnya memilih untuk
tidur di ranjangnya dengan masih memgegang ponselnya takut mathew tiba tiba
menelpon.
Hanya butuh waktu 3 jam mathew
sudah menginjakkan kakinya di negaranya sendiri dan sekarang dia sudah berada
di mobil menuju istana.
“alex tolong booking room private
di restoran starlite dan persiapkan ruangan tersebut, aku akan melamar cassie
malam ini” perintah mathew
“baik tuan, saya laksanakan”
jawab alex
Mathew mengambil ponselnya dan
mencari kontak alan dan menghubunginya
“halo alan, boleh minta
bantuanmu…” mathew kemudian menjelaskan keinginannya membuat kejutan untuk
cassie dan meminta alan untuk menyuruh cassie ke restoran yang dipesannya.
Malamnya cassie sudah tampil
cantik dengan mengenakan dress maroon selutut yang diberikan rosa kakak
iparnya, tak lupa rambutnya di ikat membentuk bun membuat penampilannya lebih
dewasa dari biasanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 7
malam, cassie berangkat menuju restoran menggunakan taksi online sesuai
permintaan kakaknya alan yang mengajaknya makan malam di restoran starlite yang
terkenal dengan restoran yang paling mewah di kotanya.
Sesampai di restoran cassie
segera menuju salah satu ruangan private yang sudah dismskan oleh kakaknya.
“ahh ini dia ruangannya” ucap
cassie yang agak lama mencari ruangan yang dimaksud kakaknya
Saat membuka pintu ruangan cassie
tampak takjub melihat dekorasi ruangan yang sangat cantik dan dipenuhi dengan
bunga mawar dan lily kesukaannya. Mata cassie kemudian terhenti saat melihat sosok
pria yang memakai jas hitam membelakanginya menghadap ke jendela ruangan.
“kak alan?” ucap cassie yang
mengira mathew adalah kakaknya karena pencahayaan ruangan yang redup membuatnya
__ADS_1
tak mengenali sosok pria didepannya
“Hallo sayang” ucap mathew mesra
membalikkan badannya dan tersenyum kepada cassie.
“Kau… math” teriak cassie kaget apalagi
saat ini mathew mendekatinya sambil membawakan bucket bunga ditangannya yang
kemudian diberikan kepada cassie
“kau merindukanku” Tanya mathew
ketelinga cassie membuat wajah cassie merah padam
“ihh nggak, kenapa pulang tak
memberitahuku” protes cassie yang masih syok dengan kemunculan mathew secara
tiba tiba
“aku ingin memberimu kejutan
sayang” balas mathew kemudian menarik lembut tangan cassie menuju meja makan yang
penuh bunga dan terdapat dua lilin diatasnya
Malam ini adalah makan malam
teromantis yang pernah cassie rasakan apalagi mathew bersikap lembut tak
seperti biasanya membuat hati cassie berdegup kencang setiap melihat mathew
tersenyum manis dan menatapnya.
Selesai makan cassie meninggalkan
meja dan berjalan menuju jendela ruangan untuk melihat pemandangan kota yang
membuatnya takjub. Tanpa disadarinya mathew sudah berada disampingnya mengambil
dalam kantong jasnya.
Cassie yang melihat mathew
disampingnya mengambil posisi dan memegang sebuah cincin merasa kaget
“cassie maukah kau menikah
denganku” ucap mathew mesra sambil memegang cincin ditangannya
Cassie terdiam sesaat, dia bingung
karena saat ini cassie belum ingin menikah tapi tak enak dengan mathew yang
sudah berada didepannya dengan muka memelas.
“bangunlah” ucap cassie kemudian
menarik mathew untuk berdiri sehingga posisi mereka saling berhadapan sekarang
Cassie mengambil nafas panjang
sebelum menjawab lamaran mathew
“Math, kau tau aku sangat
menghargai perasaanmu, tapi saat ini aku belum ingin menikah” ucap cassie
dengan lembut sambil memegang tangan mathew
Mathew yang mendengar penolakan
cassie mulai gusar dan emosinya naik karena tak menyangka lamarannya akan
ditolak cassie.
“kenapa cas? Kau tahu aku paling
__ADS_1
tak suka ditolak” geram mathew yang menepis tangan cassie dan menarik kasar
tangan cassie hingga menempel ke tubuhnya
“lepaskan math, sakit..” ucap
cassie mencoba melepaskan cengkraman tangan mathew tapi sia sia karena math
semakin kuat mencengkramnya
“aku masih ingin kuliah math, aku
belum ingin menikah” jawab cassie kemudian
“kau masih ingin kuliah atau
masih ingin bersama oppamu itu hah” teriak mathew mulai terbakar cemburu ketika
mengingat kembali minho dan cassie keluar dari ruangan kosong berdua
“kau ini kenapa math, lepaskan..
aku dan minho hanya teman” teriak cassie dan kali ini berhasil melepaskan
cengkraman tangan mathew kepadanya
“betulkah, terus apa yang kau lakukan
dengannya berdua diruangan kosong tadi” ucap mathew yang kemudian mendekati
cassie lagi hingga cassie terpojok di dinding ruangan mencoba menghindar tapi
kedua tangan Mathew sudah berada disampingnya mengukungnya.
“sial.. kenapa dia bisa tau? Apa
dia memata mataiku” batin cassie ketakutan
“jawaabbbbbb…” teriak mathew
kesal dengan sikap diam cassie
“ka.. kami hanya mengobrol math,
percayalah” jawab cassie mulai ketakutan apalagi saat ini mathew mulai
mendekatkan wajahnya dan mencium bibirnya dengan kasar
“uhhmmm math ja..ngan” pinta
cassie disela ciuman liar mathew dibibirnya hingga membuatnya mengeluarkan
airmata mengingat ini adalah ciuman pertamanya yang direbut secara paksa
Mathew tak memperdulikan
penolakan dari cassie, dia terus melaksanakan aksinya sampai saat ini mathew
mulai menyisir telinga dan leher cassie yang membuat cassie tak bisa menahan
desahannya. Mendengar desahan cassie, nafsu mathew semakin naik dan semakin
melancarkan aksinya.
“Math hentikannn, aku mohon”
teriak cassie sambil menangis sesunggukan saat mathew mulai menyentuh dadanya
dan meremasnya
Mathew yang tersadar dengan perbuatannya
kemudian berhenti dan melepaskan cassie hingga membuat cassie terduduk dilantai
sambil menangis keras
“kau hanya milkku cassie, tak ada seorangpun
yang boleh memilikimu” ancam mathew kemudian keluar ruangan meninggalkan cassie
__ADS_1
sendiri yang masih menangis ketakutan