
Yuna ikut masuk kedalam rumah angga,sebenarnya ia merasa kurang enak dengan maminya angga bisa-bisa mami angga berfikiran bahwa yuna adalah gadis yang murahan.Tapi mau bagaimana lagi ini demi perusahaan papa apapun ia akan lakukan bahkan harus menikah dengan tuan angga itu tidak masalah pikirnya.
"Aku ini memikirkan apa coba..dasar bodoh mana mungkin aku menikah dengan sigila ini.tinggal dengannya selama beberapa waktu sudah membuatku risih apa lagi nanti seumur hidup."batin yuna.
"Ehh yuna kamu berkunjung nak."kata mami melihat yuna datang dan langsung memeluknya.
"Apa..berkunjung..dasar jadi kalian penipuku tadi bukannya tuan angga dan leo bilang kalau mami menungguku..sial seharusnya aku tau ini hanya kelicikan mereka."batin yuna.
"Mulai hari ini dia tinggal dengan kita mam."kata angga pada mami.
"Hah..benarkah itu sayang,mami senang banget akhirnya mami dekat dengan calon mantu."kata mami membuat yuna salah tingkah tapi tidak dengan angga yang terlihat tersenyum kecil.
"Baguslah angga mau bertanggung jawab pada yuna..apa jangan-jangan yuna sudah ketahuan hamil ya,mantep juga goyangan angga langsung jadi tidak seperti papinya 2 minggu baru jadi..."batin mami.
"Baiklah sekarang kamu istirahat ya sayang dikamar angga kamu pasti capek kan."kata mami membuat yuna membulatkan matanya.
"kenapa dikamar tuan angga mi."tanya yuna heran bisa-bisanya mami memasukan dirinya kekandang srigala buas.
"Gak papa sayang biar ada yang jagain kamu biasanya diawal kalau ngelajanin sendiri gak bisa nanti kamu tiba-tiba mau sesuatu atau butuh apa-apa gimana."kata mami membuat yuna mangkin heran tapi tidak dengan angga yang mangkin melebarkan senyumnya mendengar perkataan mami yang mengerti dirinya.
"Tapi mam yuna tidur di kamar kemarin malam aja ya."mohon yuna.
"No sayang..sama angga aja mami gak mau kamu kenapa-kenapa."kata mami.
"Mami tidak tau..justru jika aku bersama anakmu malah akan terjadi sesuatu nanti."batin yuna.
"Baiklah ayo aku juga sudah lelah..leo kau pulanglah besok pagi kita berangkat agak siang."kata angga yang membuat leo heran baru kali ini angga mengulur waktu apakah ini demi nona yuna pikirnya dan langsung mengangguk faham pada angga.
"Baik tuan saya pamit pulang dulu..nyonya nona mari."kata leo sopan.
Saat angga dan yuna mau menaiki tangga mami tiba-tiba menghentikan mereka.
"Angga kamu kok gak ada peka-pekannya sih jadi laki-laki."kata mami pada angga.
"Maksud mami.."tanya angga tak mengerti maksud omongan dari sang mami.
"Kamu mau terjadi sesuatu pada yuna karena lelah menaiki tangga..ayo cepat gendong dia."kata mami lagi-lagi membuat yuna terkejut.
"Hehe mami yuna udah biasa naik tangga jadi jangan khawatir ya yuna bisa sendiri kok mi."kata yuna menolak.
"Sayang dulu kamu naik tangganya sendiri sekarangkan sudah berdua kasian kan nanti tiba-tiba terjadi sesuatu."kata mami semangkin membuat binggung.
"Apa maksud dari omongan mami..oh aku mengerti berdua maksunya sekarang sudah ada tuan angga ya itu maksudnya."batin yuna.
Glebb..
Angga langsung menggendong tubuh mungil yuna kedalam dekapannya, yuna yang terkejut reflek mengalungkan tangan dileher angga karena takut jatuh.
"Tuan turunkan saya..saya bisa sendiri."kata yuna yang berada digendongan angga.
"Sudah diam turuti saja apa kata mami."kata angga dingin.
"Nah sekarang kan aman yunanya..angga mulai hari ini kau harus berhati-hati terhadap yuna jangan sampai dia kecapean,dan juga tertekan itu tidak baik untuknya nak."kata mami pada angga.
"Iya mi."kata angga yang langsung naik keramarnya.yuna yang berada digendongan angga tiba-tiba seperti orang terkena serangan jantung.
__ADS_1
"Astaga..apa aku punya penyakit jantung kenapa jantungku seperti ini apa aku tidak sehat ya."batin yuna.
"Semoga gadis ini tidak mendengar jantungku..lagian kenapa aku seperti ini saat bersamanya apa aku ada penyakit jantung aku akan perisa kedokter."batin angga.
Angga menaruh tubuh yuna diranjang empuknya..ia sudah sangat rindu tidur dengan yuna tidak tahu kenapa tapi itulah faktanya.
Diluar mami mengikuti mereka sudah seperti pencuri yang mengendap-ngendap.mami meletakan telingannya dipintu angga untuk mendengar pembicaraannya.
Yuna semangkin gugup saat angga mendekatinya.angga yang gemas dengan ekspresi yuna tiba-tiba menjedutkan keningnya kekening yuna membuat yuna meringis kesakitan.
"Auu tuan sakit tahu."kata yuna sedikit berteriak.
"tahan cuman sebentar kok bentar lagi akan hilang sakitnya."kata angga mengelus kening yuna yang memang sedikit merah.
"Tuan jangan main kasar dong."kata yuna dengan suara getarnya karena angga mengelus agak kuat pada bagian yang sakit
"Baiklah biar saya coba dengan pelan-pelan."kata angga yang mengelus pelan kening yuna.
"Bagai mana enak kan."tanya angga pada yuna.
"Enak tuan..saya mau lagi hehe."kata yuna karena elusan angga seperti pijatan dikepala.
Diluar kamar mami sudah salah faham mendengar obrolan angga dan yuna.mami mengira angga dan yuna sedang melakukan hubungan kedua kalinya.
"Dasar angga anak tengik..disaat yuna hamil muda dia malah minta jatah dan apa tadi dia bermain kasar oh yatuhan angga kenapa kau sama seperti papimu awas saja jika terjadi sesuatu pada yuna dan calon cucuku."kata mami.
"Baiklah biarkan mereka..setidaknya anakku bertanggung jawab nanti jika papi balik akan aku nikahkan mereka...papii kapan balik sih mami rindu keris sakti papi."kata mami menuju kamar.
Dikamar angga...
Biarpun angga fokus memijat yuna tapi ia tidak henti-hentinya mencium seluruh wajah yuna bahkan satu incipun tidak terlepas dari ciumannya.
"Tuan berhentilah mencium saya apa tuan tidak muak."kata yuna yang memejamkan matanya karena sekarang bibir angga mencium kelopak mata yuna.
"tidak."jawab angga singkat kini tangannya berhenti memijat kepala yuna dia hanya fokus mencium wajah yuna saja.
Cup..cup..cup..cup..cup..
Angga mencium kening,kedua mata yuna,kedua pipi,bibir,hingga dagu yuna semua ia jelajahi.
Angga juga tidak tau kenap ia menjadi segila ini kepada yuna.Dulu angga sangat membenci sentuhan wanita namun saat bertemu yuna ia malah yang selalu mencium dan menyentuh yuna.
"Tuan sudah hentikan..apakah tuan sudah menyiapkan baju saya..saya mau ganti baju tidak mungkin tidur menggunakan baju ini."kata yuna menarik-narik bajunya seperti anak kecil.
"Belum..pakai saja bajuku dulu ya besok pagi baru bajumu datang."kata angga mencium pipi yuna.
"Baiklah sekarang anda tidur ya tuan sudah malam besok harus bekerja."kata yuna yang ingin mengganti pakaian.
"Cium aku dulu."kata angga bertingkah manja yang membuat yuna heran.
"Sigila ini kesambet apa..apa tadi dia salah makan kenapa sok manja gitu bikin aku gemas aja."batin yuna.
"Cepatlah yuna ayo cium aku."kata angga dengan manja kembali kali ini ia merentangkan tangannya agar yuna memeluknya.
Entah dapat dorongan dari mana atau ia gemas dengan tingkah angga yuna sudah berada dalam pelukan angga.
__ADS_1
Cup..cup..cup..cup..
Yuna mencium seluruh wajah angga seperti angga menciumi dirinya tadi.
"Aku pasti sudah gila."batin yuna yang berlari keruang ganti angga.
Jangan tanya keadaan angga..kini ia tersenyum seperti orang bodoh akibat ciuman yuna barusan.ia langsung membaringkan tubuh kekarnya ketempat tidur empuk itu.
Yuna mengganti pakainnya dengan kaos putih polos angga,yuna memiliki kebiasaan dari dulu saat akan tidur ia melepas bra nya karena ia mendengar tidak bagus tidur menggunakan bra dan ia juga sering merasa panas jika tidur menggunakannya.
Tapi yuna takut jika melepas itu apa lagi sekarang ia tidur bersama angga,tapi jika tidak dilepas ia tidak bisa tidur.
Yuna mengintip dari balik pintu melihat angga yang sudah terbaring menutup mata.
"Huuf syukurlah ia sudah tidur aku tidak perlu khawatir lagi."kata yuna yang naik ketempat tidur angga sambil menyilangkan tangannya tidur membelakangi angga.
Gleeb..
Angga memeluk yuna dari belakang dan membalikan yuna agar menghadapnya.yuna dibuat terkejut.Angga yang melihat yuna menyilangakan tangannya didada seperti tau apa yang yuna sembunyikan ia meraih tangan itu menjadikannya bantal lalu wajahnya ia tempelkan pada benda kenyal yuna dan tangan yuna satunya ia taruh dipinggang angga agar memeluknya.
"Tuan kau belum tidur."tanya yuna gugup.
"Bagaiman aku bisa tidur jika kau selalu menggodaku."kata angga yang mencium yuna.
"Tuan saya mau tidur saya sangat mengantuk."kata yuna yang mengelus kepala angga.
"Kalau mau tidur ya tidur saja."kata angga kembali mencium yuna.
"Bagaimana aku bisa tidur jika kau menciumi dadaku gilaa."batin yuna.
Kini tidak hanya bibir angga bahkan tangan angga pun sudah ikut aktif dalam permainan..Yuna yang sedang diperlakukan seperti itu merasakan kenikmatan bahkan ia sudah menahan agar tidak keluar suara desahan.
"Yuna aku ingin minum susu."kata angga dengan suara seraknya.
"aahhh tu..tuan akan saya ambilkan susu untuk anda aaa."kata yuna sambil menahan suaranya.
"Aku ingin susumu."kata angga yang sudah tidak tahan lagi dan langsung menyibakkan keatas baju yuna.
Angga melihat bukit yang begitu indah,padat dan berisi tanpa basa basi angga langsung melahap bukit indah itu.
"Tuan..ahh sudah hentian.."kata yuna berusaha mengangkat kepala angga tapi tidak bisa.
"Angga..ahh..anggaaa."kata yuna yang kini malah menekan wajah angga.
"Sayang kau sangat seksi jika menyebut namaku."kata angga yang memainkah lidahnya diaset yuna.
Yuna hanya pasrah dan hanya menikmati saja permainan angga hingga angga puas.
Angga hanya bermain ditubuh atas yuna meskipun dihadapannya tadi terpampang indah aset yang sangat berharga yuna saat ia menyibakkan pakaian yuna yang hanya dibaluti cd saja.Ia masih bisa menahan diri ia tidak mau terlalu egois pada yuna yang akan membuat yuna menjauh dan bahkan membencinya.
π
π
π
__ADS_1
jangan lupa likeπ