menikahi tuan dingin dan posesif

menikahi tuan dingin dan posesif
Bertemu mami ayu


__ADS_3

Malam ini yuna sedang asik membaringkan tubuh mungilnya dia masih saja kesal jika mengingat kejadian tadi siang.setelah merasa puas ia turun keruang makan karena tadi bi iyem memanggilnya agar makan malam.


Semua sudah menunggu yuna turun bahkan hari ini ada adik sepupunya yang berkunjung karena besok libur,dan itu sudah menjadi kebiasaan adk sepupu perempuannya jika libur akan tidur bareng dengan yuna.


"Kak yunaaa..aku malam ini tidur bareng kak yun ya."tanya sasa yang sedang asik makan.


"Hey..hey..tumben sekali kau bertanya pada kakak biasanya langsung nyelonong masuk kamar tanpa pamit."kata yuna


"Hehe akukan sudah semangkin sopan kak."kata sasa yang membuat semuanya tertawa.


"Yuna bagaimana dengan kuliahmu nak."tanya papanya yuna.ya papa yuna jarang ada waktu untuk yuna tapi dia tidak pernah lupa kepada putri kesayangannya ini.


"Kuliah yuna baik-baik saja pa,cuman ada sesuatu yang membuat yuna beberapa hari ini kesal direstoran pa."kata yuna kesal.


"Memangnya apa yang terjadi diresto yun,apakah kau bosan membantu mama mu."tanya papa


"Tidak pa..yuna sangat senang bisa membantu mama tapi kemarin yuna tidak sengaja menumpahkan minuman kepada seseorang."kata yuna


"Lalu apa yang membuatmu kesal bukankah kau yang membuat kesalahan."kata papa.


"Huh..papa tidak mengerti pria itu sangat menyebalkan pah."kata yuna kesal sambil melipat kedua tangannya.


"Gini lo pah..jadi yuna kan menumpahkan minuman kepelanggan mamah tapi tuan itu marah karena mengenai jas mahalnya,lalu yuna ingin mengganti rugi tapi tuan itu tidak mau diganti dengan uang atau jas yang sama pah."kata mamah


"Lalu tuan itu ingin diganti bagai mana mah."tanya papa.


"Dia ingin yuna bekerja dirumahnya untuk mengganti rugi."kata mamah yang membuat papah heran kenapa situan itu menginginkan anaknya.


"Loh mana bisa begitu mah..kitakan tidak kenal dia dengan baik masa mau menyerahkan yuna begitu saja."kata papah tegas


Yuna yang melihat papahnya marah karena yuna akan bekerja pada tuan gila itu tersenyum,pasti papah tidak mengizinkanku bekerja disana dan akan menganti kerugiannya juga jadi aku tidak akan bekerja dengan sigila itu."batin yuna.


"Ia pah mama juga awalnya tidak setuju tapi pria itu terlihat anak yang baik dan juga sopan kepada mamah jadi mama berpikir biarkan yuna menyelesaikan urusannya sendiri."jelas mamah pada papa.


"Tapi papa tidak mengijinkan yuna sebelum papa bertemu dengan pria itu mah..anak kita perempuan apa lagi yuna adalah anak yang cantik mah."kata papa.


"Aduhh om end tante udah dong jangan debat emangnya ini lagi pemilihan calon presiden apa,biarkan saja kak yuna kerja ditempat tuan apalah itu biar kak yuna jadi anak yang tanggung jawab."kata sasa yang membuat yuna kesal.


"SASAAAA...apa yang kau katakan kau iklas jika aku bekerja ditempat tuan gila ituu HAH.."terika yuna pada sasa.


"Oh kakak ku yang paling cantik bukan begitu hanya saja apa salahnya jika kau bekerja denganny kan, akurasa dia bukan orang sembarangan kak."kata sasa.


"Huh..sudala aku ingin kekamar aku lelah berdebat denganmu bisa kesabaranku hilang nantinya."kata yuna yang pergi kekamar.


"Ihh kak yunn tunggu aku ikut jangan tinggalkan aku."kata sasa yang mengejar yuna.


"Coba lihat kedua anak itu pah kadang-kadang saling sayang tapi selalu banyak bertengkarnya untung saja kita cuman punya satu anak jika lebih mamah rasa rumah ini akan roboh akibat mereka."kata mama


"Yahh mamah padahal papa mau minta mama buat adek untuk yuna."kata papa tersenyum penuh makna.


"Sudah tua jangan mesum mulu pah sebentar lagi kitakan punya cucu."kata mamah yang berlalu kekamar.


"Ayolah mah papa udah rindu sama kehangatan mamah..boleh ya..boleh."kata papa manja sambil mengendong mama naik kekamar.


"Papah nanti ada yang liat maluu."kata mamah yang menyembunyikan wajahnya didada papah dan masuk kekamar..ntah apa yang terjadi hanya jedua orang ini lah yang tahu.


Bi iyem yang sedang membereskan meja makan tersenyum melihat kedua majikannya yang terlihat sangat romantis.


"Semoga nona yuna seperti kedua orang tuanya yang harmonis bersama pasangannya hingga maut memisahkan."kata bibi yang mencuci piring


Dimakar yuna...


"Kak..kakak..kakk..kak yuunn..YUNAAA.."teriak sasa karena yuna tidak mau menyahut padahal dia sudah lama memanggil.


"Apasih bocil recok amat kaya mercot tahun baru."kata yuna kesal dan melemparkan bantal kearah sasa.


"Apa..bocil hey kak biar aku jelaskan ya umurku akan menginjak 19 tahun dan aku akan masuk kuliah dan kakak tau apa artinya itu..artinya aku sudah dewasa tau."kata sasa.


"Terserah kau tetap bocil..oh iya kau mau kuliah dimana."kata yuna.


"Ya dimana lagi diempat kak yun kuliah lah..akukan dari dulu selalu mengikuti kakak."kata sasa kesal karena dia dulu satu sekolah dengan yuna dan membuat sasa repot karena para pria disekolah selalu menitipkan hadiah untuk kakak sepupu yang cantik ini.


"Haiss kau selalu saja mengikutiku..tapi tidak apa-apa aku bisa mengawasimu jika kau dekat denganku."kata yuna.


"Tidakk...kali ini kakak jangan mengaku sebagai kakak ku lagi kalau itu terjadi aku akan menjadi bahan penitipan hadiah sampah lagi."kata yuna kesal.


"Hahhaha..kasiannya adikku ini tapi bukankah kau senang karena semua hadiah itu kakak berikan padamu."kata yuna kekeh.


"Mau bagaiman lagi kak jika aku tidak mengambil hadiah itu kau akan membakar atau membuangnya."kata sasa,ya dari dulu setipa hadiah para lelaki yang diterima yuna akan memberikanya pada sasa karena dia tidak suka.

__ADS_1


"ehh dek kakak pengen makan pedas-pedas ni keluar yuk cari makanan."kata yuna.


"Ayoklah kak aku juga pengen makan pedas,tapi kita minta izin om dan tante dulu ya nanti bisa gawat kita gak minta izin kak."kata sasa yang dianggukin yuna.


Dikamar mama dan papa..


Tok..tok..tok..


"mahh yuna mau keluar sama adek boleh gak."tanya yuna dari balik pintu.


"hmm ma..mau kemana sayang."kata mamah dengan suara aneh.


"Mau ngebakso mah sekalian jalan-jalan carik angin biar gak bosen."kata yuna.


"ehhh hmm iya sayang hat..aahh hati-hatiya."kata mama mengeluarkan suara aneh lagi.


Yuna dan sasa saling pandang.mereka tau apa yang sedang dilakukan mamah dan papanya.


"Ihh mamah dan papa udah tua juga masih aja kaya gitu."kata yuna.


"tau tu kak bikin orang ngerih aja deh."kata sasa ngerih soalnya dirumah sasa jarang mendengar mama dan papanya seperti ini.


"Udah ah gak boleh gini dosa..yok kita jalan nanti otakmu yang polos hilang."kata yuna yang bergegas keluar dan langsung menaiki motor meticnya lalu tanpa basa basi langsung tancap gas.


"Kak kita mau makan apa ni."kata sasa yang duduk dalam boncengan yuna.


"kakak pengen bakso mang acep dek itu baksonya beehh enak pisan gak ada lawan."kata yuna


"Okelah abis itu kita ketaman ya kak sambil makan kentang goreng."kata sasa.


"Ok tuan putri."kata yuna


Selesai makan bakso yang super duper pedas yuna dan sasa langsung pergi membeli kentang dan juga pergi ketaman seperti permintaan sasa.


"Ok sudah sampai tuan putri kita duduk dibangku dekat pohon itu saja ya sepertinya tempatnya sangat indah.


"Siap kapten laksanakan."kata sasa memberi hormat dan pergi kebangku yang sudah diduduki yuna.


Saat yuna dan sasa menikmati kentang goreng tiba-tiba ada yang berteriak minta tolong seperti suara seorang wanita.


"Tolong..copet..copett..tolong dia mengambil dompet dan juga tas ku."kata wanita tersebut.


"itu nak dompet tante diambil sama copet..tapi copet itu sudah pergi jauh tante tidak bisa mengejarnya.


Yuna melihat kanan kiri tidak ada sicopet itu dia ingin menolong wanita ini tapi bagaimana toh sicopet hilang tanpa jejak.


"Tante yuna mau bantu tapi tidak bisa copetnya udah lari jauh banget."kata yuna


"Iya tante tau..tapi bagai mana tante bisa pulang hanphone dan semua uang tante ada ditas itu.


"Dek bagaimana ini..kita harus membantunya kasian tante ini."kata yuna berbisik pada sasa.


"iya kak tapi bagaimana caranya uang kita tinggal 20 ribu itupun untuk mengisi bansin motor kakak."kata sasa.


"tante maaf..apa tante mau saya antarkan pulang."tanya yuna.


"Tapi apakah tidak merepotkan mu nak."kata wanita tersebut.


"Tentu saja tidak tante malah saya senang bisa membantu orang yakan dek."kata yuna pada sasa.


"Iya tan..lagian ini sudah malam biarkan kami mengantar tante."kata sasa.


"baiklah kalau tidak merepotkan kalian."kata wanita tersebut sambil tersenyum melihat kebaikan dua gadis manis ini.apa lagi yuna dia tidak hanya cantik tapi juga sangat baik.


"Dia sangat baik..seandainya aku memiliki anak perempuan sepertinya pasti aku sangat bangga."kata tante ayu.


Ya disinilah mereka ditengah jalan yuna yang menyetir motor dan membawa dua penumpang merasa senang dan tertawa.


"Hahah bukankah kita saat ini terlihat seperti cabe-cabean karena bonceng tiga."kata yuna tertawa sambil menyetir.


"Iya kakak benar..jadi begini ya rasanya jadi cabe-cabean."kata sasa yang tak kalah kekeh,posisi caca sedang duduk ditengah.


"Tante jadi ingat masa muda dulu,ya seperti kalian berdua ini malam minggu jalan-jalan naik motor."kata tante ayu yang dapat kekehan dari sasa dan juga yuna.


Saat sampai dirumah tante ayu sasa dan juga yuna tercengang melihat betapa besar dan mewahnya rumah ini,halaman yang luas tengan taman yang begitu lebar bahkan juga ada air pancurnya.


"Ayo sayang masuk kerumah tante."kata tante ayu pada yuna dan sasa.


"Ehh tidak usah tante lain kali saja ya yuna dan sasa langsung pulang aja."kata yuna.

__ADS_1


"Jangan dong sayang mampir dulu tante kan mau balas kebaikan kamu."kata tante.


"Gak usah sante yuna sama sasa iklas kok bantuin tante."kata yuna tersenyum.


"Tante tau tapi tante mohon kalian masuk ya kerumah tante kita ngobrol bentar saja ya.."mohon tante.


"Baiklah tante yuna dan sasa akan mampir."kata yuna dan dipersilahkan masuk kedalam rumah mewah tante ayu.dan lamgsung duduk di sofa.


"Nyonya sudah pulang..tadi bibi nelpon nyonya tapi tidak diangkat bibi kira terjadi sesuatu pada nyonya."kata bibi.


"Tidak ada apa-apa bi tadi saya hanya jalan-jalan sebentar.oh iya bi tolong buatkan minuman untuk mereka ya."kata tante.


"Nona-nona mau saya buatkan minuman apa."tanya bibi tersenyum.


"sasa pengen coklas panas bi."kata sasa dan yuna juga meminta hal yang sama.


"Yuna umur kamu berapa dan kamu masih sekolah atau sudah kuliah."kata tante ayu.


"Umur yuna 21 tante dan yuna masih kuliah."kata yuna tersenyum.


"Gak usah manggil tante..manggil mami ayu aja ya."kata tante ayu kepada yuna dan sasa.


"Dan sasa kamu umur berapa dan apakah masih sekolah."tanya mami ayu.


"Sasa bentar lagi 19 tahun tan..eh mami dan sasa baru mulai mendaftar kuliah."kata sasa.


"Kalian adik kakak kandung ya."tanya mami.


"tidak mam kami adik sepupu tapi sudah seperti adik kakak kandung."kata yuna.


"Oh mami kira kalian kandung soalnya kalian terlihat mirip dan saling sayang."kata mami.


"Mami benar kami terlihat mirip tapi mami tau kakak yun lebih cantik dariku karena cantinya aku jadi bahan penitipan hadiah para lelaki."kata sasa membuat yuna tersenyum kikuk kenapa sasa selamu memberi tahu semua orang tentang hadiah.


"Haha namanya juga kakak kamu cantik sa mami saja ingin menjadikanya menantu kalau yuna mau."kata mami membuat yuna tersenyum malu.


Diluar sedang hujan sangat deras tidak memungkinkan untuk yuna dan sasa pulang dengan motornya.sebenarnya yuna bisa saja diantar naik mobil oleh supir mami,tapi ntah kenapa mami tidak ingin yuna pulang dan menyuruhnya menginap dirumah.


Yuna awalnya tidak setuju dan tak enak hati dia merasa segan dan juga takut jika mama dan papanya mengkhawatirkan mereka,tapi mami tetap tidak mengizinkan pulang apapun alasan yuna.


Akhirnya yuna menelpon mama tadinya papa yuna tidak setuju karena yuna anak perempuan tapi saat mami bicara pada papa yuna akhirnya papa menyetujuinya.


Saat yuna dan mami juga sasa asik mengobrol tiba-tiba datang seseorang yang menyapa mami.


"Malam mami maaf aku pulang terlambat."kata pria itu yang membuat semua menatapnya termaksud yuna.


Mata yuna membulat lebar ada rasa takut yang ia rasakan saat ini.Ya diadalah Angga yang telah mengambil ciuman pertamanya.


"Ehh angga kau sudah pulang nak yaampun kau basah ayo cepat kau mandi nanti mami antarkan kopi hangat kekamarmu ya."kata mami pada angga.


Angga mengangguk dan pergi kekamar saat ia berlajan berhadapan dengan yuna ia tersenyum smirk melirik yuna yang seakan ketakutan.


"Jadi ini rumah tuan gila ituu dan mami ayu adalah maminya..apa yang sudah aku lakukan aku seperti terjebak dalam perangkap harimau."batin yuna.


"Nona yuna..anda disini apakah anda menunggu tuan angga."kata leo yang membuat mami tersenyum.


"jadi yuna dan angga sudah saling kenal."tanya mami pada yuna.


"Eehh anu..bukan mami kami belum saling kenal."kata yuna gugup.


"Ya nyonya nona yuna dan tuan angga sudah saling kenal dan bahkan tadi siang saling bermesraan."kata leo yang membuat mami semangkin tersenyum lain halnya yuna yang melirik tajam pada leo.


"Sekertaris sialan dia dan tuannya sama gilanya bisa-bisanya dia bicara seperti itu pada mami mau taruh dimana muka ini leo sekertaris kompleks."batin yuna.


"Oh yaa..jadi yuna pacarnya angga benarkah itu sayan."tanya mami pada yuna


"Belem mi..ehh maksutnya tidak mi mana mungkin hehe."kata yuna tersenyum gugup.


"sayang belum bukan berarti tidak akan pernah kan mami yakin pasti nanti kalian pacaran..atau tidak usah pacaran bagaimana langsung nikah saja."kata mami membuat yuna syok..


"Mami sasa setuju sama mami kak yun kan udah cukup umur untuk menikah."kata sasa terkekeh.


"Sasaaa..kamu ihh jangan jadi makcomlang gak jelas ya."kata yuna yang menjewer sasa.


"Aduh kak sakit tau..yakan sasa bicara fakta."kata sasa.


"Yasudah jangan bertengkar sasa itu diatas ada kamar dua kalian pakai kamar yang sebelah kiri yang warna pintunya krim ya.dan yuna ikut mami yuk buat kopi."kata mami pada sasa yang langsung naik kekamar dan yuna membantu mami membuat kopi.


jangan lupa di like ya teman-teman cerita aku semoga kalian suka πŸ‘πŸ‘πŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2