
"Yuna mau bareng gak mumpung baik nih."kata Bima berhenti dihadapan Yuna dan Santi.
"Hmm gak deh mending kamu sama santi aja aku ada yang jemput."kata yuna.
"Ciee yang dijemput doi."kata santi membuat Bima menatap Yuna.
"Iss dasar ember lu kagak bisa jaga rahasia."kata Yuna sengaja agar Bima tidak berharap lebih.
Dan benar saja kini wajah Bima terlihat sangat masam mendengar perkataan Yuna yang begitu menyakitkan.
"Apa secepat itu ia jatuh cinta tapi siapa pria itu padahal dari dulu aku mencoba membuat yuna jatuh cinta tapi tidak terjadi sesakit ini aku mendengarnya apa aku tidak ada harapan lagi ya."batin Bima.
"Yuk bim gue nebeng lu ya."kata santi yang hendak naik kemotor Bima.
"Hmm bentar ya gue mau ngomong sama Yuna dulu."kata Bima yang menarik tangan Yuna dan meninggalkan santi.
"Eh bim main tarik aja oyy aku bisa jalan sendiri."kata Yuna tapi tak dihiraukan Bima.
"Iss kok ditinggal sih mana Bima megang tangan Yuna lagi walaupun aku tau Bima suka sama Yuna tapikan Yuna gak suka jadi ada kesempatan kan buat dekatin Bima."kata santi.
Bima membawa Yuna ditempat yuna diturunkan angga tadi pagi dan tidak terlalu jauh dari santi sehingga santi masih bisa melihat mereka berdua.
"Ada apa bim."tanya Yuna.
"Apa aku tidak ada harapan Yun."kata bima menatap Yuna.
"Maksudnya."tanya Yuna bingung dengan Bima.
"Apa kau tidak pernah melihat perhatian yang aku berikan selama ini aku selalu berusaha agar kau bisa luluh padaku Yun."kata bima.
"Ak..aku..aku..
"Aku selalu berusaha untuk tidak menyukaimu tapi tidak bisa dan malah cintaku mangkin besar kekamu Yun."kata bima yang kini memegang tangan Yuna.
"Anu itu hmm aku sudah punya pacar Bim."kata Yuna.
"Tapi aku gak peduli Yun aku tetap CINTA KAMU."kata Bima sengaja mengeraskan perkataanya.
Bruk....
Bima tersungkur ketanah karena pukulan seseorang membuat Yuna terkejut begitu juga santi yang langsung berlari menghampiri Bima dan Yuna.
"Bimaaa."teriak Yuna ingin menolong bima tapi tangannya ditarik paksa pergi menuju mobil.
"Tuan lepaskan ini sakit."kata Yuna kesakitan dipergelangan tangannya.
"Masuk."kata angga.
Ya yang memukul Bima sampai tersungkur yaitu angga.Saat Bima menggenggam tangan Yuna angga sudah sangat memerah karena marah ditambah lagi bima ngengatakan mencintai Yuna membuat angga geram dan menghantam wajah Bima.
Leo yang melihat tuannya marah tidak berani untuk masuk kemobil dan membiarkan dua sejoli itu didalam mobil untuk berbicara.
"Beraninya kau selingkuh dariku Yuna."kata angga menatap tajam Yuna.
"Tuan kau salah faham."kata yuna gemetar.
"TUANN apa aku ini tuan mu ha katakan lagi panggil aku TUAN dengan mulutmu ini."kata angga yang kini mencengram dagu Yuna.
"Sakit lepaskan."kata Yuna memberontak.
"Beraninya tangan ini disentuh pria lain selain aku."kata angga yang kini memegang tangan yuna kuat hingga memerah.
"Apa lagi yang ia sentuh ha katakan."tanya angga
Yuna hanya bisa menggeleng tidak berani menjawab apa lagi menatap angga ia ingin sekali menagis saat ini tapi tidak berani.
"Jawab aku dan tatap aku YUNA."kata angga memegang bahu Yuna kuat.
Hap..
Yuna langsung memeluk tubuh angga seerat mungkin ia berfikir ini mungkin ide yang bagus untuk membuat angga luluh.
"Yuna aku bicara padamu jawab dan tammm."kata angga terhenti karena tiba-tiba Yuna mencium bibir angga.
"Semoga berhasil kumohon."batin yuna yang masih menempelkan bibirnya dibibir angga.
Perlahan tapi pasti kini angga membalas bahkan ******* bibir yuna.
Sampai akhirnya yuna hampir kehabisan nafas dan memukul angga dan melepaskan ciumannya,namun angga malah turun menyelusuri leher yuna meninggalkan tanda merah dan tanganny sudah memegang benda kesukaanya.
Yuna hanya bisa memejamkan mata menerima perlakuan angga,dan kini angga sudah menyingkap baju yuna keatas namun tangannya dicegah yuna yang menggeleng namun angga menatap tajam dan yuna hanya bisa pasrah saat angga sudah mulai menyusu lagi.
Kembali Bima dan Santi......
"Bima kamu gak papa."kata santi membantu bima berdiri dan membawanya ketaman kampus.
"siapa yang menghantam ku dan membawa Yuna pergi."tanya Bima.
"Hmm itu calon suami Yuna Bim."kata santi jujur.
__ADS_1
Bima hanya tersenyum mendengar perkataan santi yang membuat hatinya seperti tersayat pisau tumpul.Bayangin aja ya gays disayat pake pisau tumpul pasti lebih sakit dari pada pisau tajam.
"Kenapa aku tidak ada tempat dihatinya san aku sangat mencintainya selama ini."kata bima.
"Suttt bima dengarin ya perkataan santi yang cantik ini mungkin Yuna dari dulu nganggep kamu cuman sebagai teman gak lebih."kata santi memegang tangan Bima.
"Aku tau tapi..
"Iss udah deh kaya gak ada cewek yang lain aja masik banyak cewek yang sukak sama kamu tau jadi jangan sia-sia in."kata santi tersenyum.
"termaksud kamu."kata Bima kekeh.
"Ihh pede gila lu kagak mungkin gue suka sama lu amit-amit."kata santi.
"Amit-amit apa amin-amin."kata bima tersenyum.
"Ihh bima serius is."kata santi memukul lengan Bima.
"haha lucu jugak kamu ya."kata bima mencubit pipi santi.
Degg..geg...
Jantung santi seperti mau turun keusus karena sentuhan bima.
"Sakit bim."kata santi.
"haha tutu kasiannya anak monyet."kata bima.
"Iss udah cantik gini dibilang anak monyet sih lagian mana ada anak monyet secantik gue."kata santi pede.
"Pede amat neng dirumah kagak ada kaca ya."kata bima.
"Udah ah mau pulang."kata santi yang pergi meninggalkan Bima.
"Eh ngambek anak monyet tungguin dong."kata bima mengejar santi.
Kembali lagi ke Yuna.....
"Tuan sudah ya."kata Yuna.
Angga yang mendengar Yuna kembali memanggilnya tuan menggigit sikembar.
"Ahh sakit tau."kata yuna menjambak rambut angga dan membuatnya melepas sikembar.
Angga ingin kembali melahap tapi yuna langsung menutupnya dan membuat angga cemberut seperti bocah yang tidak dikasih susu.
"cup..
Angga mencium tangan Yuna yang kemerahan karena genggamannya tadi.
"Apa masih sakit."tanya angga dan yuna hanya menggeleng.
"Sudah tidak karena sudah kamu cium."jawab yuna tersenyum.
Cup..cup..
Angga mencium tangan yuna kembali ditempat Bima menyentuhnya tadi.
"Jangan ulangi lagi kesalahanmu ini sayang aku takut aku akan melukaimu saat aku terbawa emosi."kata angga memeluk Yuna.
"Maafin aku ya sayang tapi aku tidak melakukan apapun."kata yuna membalas pelukan angga.
"yasudah kita kerumah orang tua kamu ya."kata angga yang dapat anggukan Yuna.
Entah dapat panggilan atau kode dari siapa leo masuk kemobil diwaktu yang tepat dan melajukan mobil menuju rumah Yuna.
"Hah kok waktunya pas gini sih sekertaris leo tau aja kalau kami sudah selesai."batin yuna.
Leo melirik sekilas majikannya dan sedikit terkejut melihat tangan dan leher yuna yang kemerahan tapi merah dileher sedikit berbeda seperti keunguan.
"Apa tuan angga memukul dan mencubit nona yuna ya kok pada merah merah tu leher nona,tapi sepertinya tidak mungkin tuan kan sangat mencintai nona yuna lalu merah yang ada dileher nona...ah sudahlah."batin leo sambil menyetir.
Hari ini Yuna sangat senang ya walaupun tadi ada sedikit ketegangan tapi ia masih tetap senang akhirnya ia bisa pulang kerumah bertemu mama dan papa yang sangat ia rindukan bahkan adik sepupu yang selalu bertengkar dengannya ia rindukan juga.
Sepanjang jalan Yuna tersenyum senang menatap jalan menuju rumahnya.
Happ...
Yuna sangat senang hingga ia memeluk angga tanpa paksaan dan itu membuat angga sangat senang.
"Terimakasih tuan eh sayang aku sangat senang kau mengajakku pulang kerumah."kata Yuna mengeratkan pelukan angga.
Greb..
Angga menaikan tubuh yuna kepangkuannya.
"Apakah kau sesenang itu sayang."kata angga yang tangannya sudah mulai aktif kemana-mana.
"Iya sayang dan tolong tangannya."kata yuna menyingkirkan tangan angga.
__ADS_1
"Sayang tiba-tiba aku haus."kata angga dengan senyum yang entah apa.
"Baiklah..Permisi sekertaris leo apakah ada air yang bisa diminum."tanya yuna pada leo.
"Ada nona ini."kata leo memberikan sebotol minuman kepada Yuna.
"Terimakasih
"Sama-sama nona."jawab Leo
"Ini sayang minumlah."kata Yuna memberikan botol tersebut.
"Huh minum saja untukmu aku tidak ingin itu siapa yang menyuruhmu meminta pada leo."kata angga.
"mati aku."batin leo
"Sayang tapi tadi kau bilang kau haus jadi aku meminta air."kata Yuna.
Huh..
Angga membuah wajahnya kesamping seperti seseorang yang sedang merajuk.
Phttt...
Hampir saja leo dan Yuna tertawa melihat tingkah angga yang sangat aneh.Tapi mereka menahanya karena takut jika tertawa angga akan marah.
"Tuan angga mau bersikap manja hanya dihadapan nona saja sungguh ini pemandangan yang sangat bagus."batin leo.
"Baiklah sayang jangan ngambek ya muka kamu tambah jelek."kata Yuna kekeh.
"Apa..jadi aku jelek."kata angga dingin.
"Tidak juga baiklah sayang mau apa."kata Yuna memegang kedua pipi angga agar menghadapnya.
"Aku sudah bilang kalau aku sedang H A U S."kata angga mengeja kata haus sambil cemberut.
"Yaampun gemas banget sih ihh."kata Yuna mencubit pipi angga.
"Sayang..."kata angga manja sambil mengelus pipinya yang dicubit Yuna.
"Apakah itu benar-benar tuan angga..apa benar kalau orang sedang jatuh cinta sikapnya berubah drastis."batin leo.
"Maaf ya sayang jadi kau mau apa hmm."kata Yuna membelai pipi angga.
"Ini."bisik angga meremas gundukan Yuna.
"hah tapikan ada sekertaris leo sayang jangan ya."bisik Yuna dan menghentikan tangan angga yang membuka kancing baju Yuna.
"dia tidak akan melihatnya."kata angga yang sudah berhasil membuka kancing baju Yuna dan terlihat pemandangan indah.
"jangan ya sayang pliss aku takut dan malu."kata Yuna.
Huhh...
Keluh angga marah dan mengalihkan pandangannya kearah jendela mobil.
Yuna hanya pasrah ia takut jika angga marah akan membatalkan pergi kerumah orang tuannya.
"Baiklah sayang tapi ingat ya jangan digigit kalau sampai digigit aku tidak akan memberikan lagi."kata Yuna yang dapat anggukan angga dan langsung melahap.
Yuna berusaha tidak mengeluarkan suara saat angga bermain didadanya dan sesekali angga meremas dan menggigit gemas.
"Tuan ihh sudah aku bilang jangan digigit."bisik yuna dan mencabut dadanya dari mulut angga.
"Maaf sayang aku tidak akan menggigit lagi."kata angga yang kembali melahap.
Ahh..
Suara Yuna akhirnya keluar saat angga bermain lidah dan menggigit tapi tidak kuat.
Dan itu membuat leo melirik kebelakang melalui kaca mobil tapi leo tidak melihat apa-apa ia hanya melihat punggung Yuna yang berada dipangkuan angga.
Saat sudah hampir sampai angga mengakhiri kegiatannya dengan menghisap kuat lalu menggigit gemas dada Yuna dan membetulkan pakaian Yuna kembali.
"Sayang sakit sekali hiks kau itu monster atau apa coba lihat merah dan bengkak."kata Yuna kepada angga yang sibuk merapikan pakaian Yuna.
"Habisnya aku gemas sayang sangat enak dimulutku."kata angga dan dapat pukulan dari Yuna.
"Kau yang enak aku yang sakit hiks."kata Yuna.
"Maaf ya sayang..ayo turun kita sudah sampai."kata angga menurunkan Yuna dari pangkuannya dan mereka keluar dari mobil menuju rumah Yuna sambil bergandengan tangan.
-
-
-
Jangan lupa di like ya gasy ceritanya agar autor semangat bikinnyaπππππππ
__ADS_1