
Didalam mobil Yuna dibuat kesal oleh angga karena selalu mencium dan memeluknya.Yuna merasa risih dan malu kepada sekertaris leo yang menjadi supir mereka.
"Tuan ayo kita ketaman."kata yuna yang berada dipelukan angga.
"Tidak.Aku tidak pernah ketaman."kata angga.
"Tapi tuan aku sangat ingin kesana sudah lama aku tidak ketaman terakhir kali saat bertemu mami."kata yuna membuat angga menaikan alisnya.
"Kau bertemu mami ditaman?."tanya angga.
"Ia saat mami dicopet aku membantunya tapi copetnya sudah kabur dengan cepat jadi aku tidak bisa menangkapnya."kata Yuna.
"Lain kali jangan mengejarnya bagaimana jika kau yang terluka nanti."kata angga membelai kepala yuna.
"Baiklah tapi kita jadi ketaman ya pliss."kata Yuna dengan raut wajah imut.
"Tidak."jawab angga cepat.
"Huh..padahal ditaman banyak orang kencan dengan kekasihnya.Baiklah aku akan mencari kekasih untuk kuajak ketaman."kata Yuna pelan tapi didengar angga.
"Kau beraninya berniat selingkuh dariku."kata angga yang mengangkat tubuh Yuna kepangkuannya.
"Leo kita akan ketaman."kata angga menatap leo.
"nona kau benar-benar mengubah tuan angga."batin leo.
Yuna yang mendengar perkataan angga tersenyum secerah mungkin akhirnya ia bisa ketaman.
"Terimakasih tuan."kata yuna senang.
"Ini tidak geratis nona."kata angga membelai pipi Yuna.
"cih..sudah kuduga ini tidak akan mudah."batin Yuna
"Maksud tuan gimana."tanya yuna yang pura-pura polos.
"Kau harus membayar karena aku mengizinkanmu pergi ketaman."Kata angga.
"Tapi tuan bukankah uangmu sudah banyak,apa sekarang kau bangkrut tuan."kata Yuna menahan tawanya.
"Aku tidak butuh uangmu."kata angga.
"Lalu apa?."tannya Yuna.
"Berhenti memanggilku Tuan aku bukan majikanmu."kata angga.
Yuna bingung ia harus memanggil apa kepada angga karena ia sudah nyaman memanggilnya dengan sebutan tuan.
Angga langsung melirih leo memberi kode agar leo berbicara melalui sorot matanya.
"Mungkin maksud tuan angga nona memanggil tuan seperti pasangan pada umumnya."kata leo.
"pasangan?."kata Yuna heran.
"Bukankah nona adalah calon istri dari tuan angga."kata leo.
"Sejak kapan."tanya Yuna.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Yuna."kata angga.
"Mengalihkan?..itu tidak mengalihkan tuan itu pertanyaan yang harus dijawab bukankah saya bukan calon istri tuan angga lalu kenapa sekertaris leo berkata Yuna calon istri tuan."kata Yuna.
"Kau..sudah aku katakan kau adalah calon istri ku."kata angga membentak Yuna.
"Tapi Yuna TIDAK MAU."kata yuna sengaja menekan kata tidak mau.
"Aku tidak peduli kau MAU atau TIDAK kau akan tetap menjadi ISTRIKU."kata angga yang mencengkram bahu Yuna kuat sampai Yuna kesakitan.
"Hiks..hikss..aku benci kau tuan gila aku BENCI."kata Yuna sambil menangis dihadapan angga.
Angga benar-benar sakit melihat Yuna menangis ia mengkutuk kebodohannya karena membentak dan berbuat kasar kepada Yuna.
"Yuna maafkan aku,aku tidak bisa mengontrol emosiku sudah jangan menangis."kata angga lembut menghapus air mata Yuna dan memeluknya.
"tuan angga minta maaf dan memohon.sungguh hanya nona Yuna yang mampu membuat tuan angga yang kejam menjadi luluh."batin leo.
"Hiks..hiks..aku benci Tuan..aku mau pulang hiks."kata Yuna memberontak dipelukan angga.
"Sayang maafkan aku,aku tidak sengaja kumohon jangan tinggalkan aku."kata angga semangkin mengeratkan pelukannya.
"Sungguh dunia akan roboh."batin leo.
Yuna hanya diam saja sambil menangis ia tidak ingin berbicara kepada angga.Yuna memang anak yang keras kepala tapi ia tidak pernah dapat bentakan dan perlakuan kasar bahkan kedua orang tuannya tidak pernah begitu.
"aku akan berusaha agar bisa kabur darinya,aku benar-benar tidak tahan jika bersamanya."batin yuna.
"Apakah kita jadi ketaman?"tanya angga yang hanya dapat cuekan dari yuna.
"Baiklah kita pulang saja dan beristirahat."kata angga pada leo.
Lagi-lagi yuna hanya diam saja tidak menghiraukan perkataan angga.
Cup..
Angga mencium kening yuna berkali-kali.
"Bicaralah..jangan diamkan aku begini."kata angga lembut sambil membelai kepala Yuna yang hanya diam saja.
__ADS_1
"Maafkan aku Yuna aku begini karena mencintaimu aku tidak rela jika kau dimiliki orang lain,kau hanya milikku sampai kapanpun."batin angga.
Skip sampai rumah angga
Yuna yang hendak turun dari pangkuan angga terhentikan karena tiba-tiba angga menggendongnya masuk kerumah.Yuna hanya pasrah karena ia masih kesal dengan angga dan tidak ingin bicara padanya.
Perlahan angga menurunkan dan membaringkan tubuh Yuna kekasur dan ikut berbaring disamping yuna yang membelakanginya.
"Yuna jangan ngambek lagi ya aku tidak sengaja aku tadi terbawa suasana."Kata angga memeluk pinggang yuna dan hanya dapat diaman dari yuna.
Tiba-tiba Yuna bangun dan berlalu kekamar mandi tanpa berkata apa-apa.
"Aku memang bodoh kenapa aku membentak dan berbuat kasar tadi."kata angga frustasi.
Dikamar mandi..
"Huh aku ingin kabur tapi bagaimana caranya aku tidak memiliki keahlian untuk kabur-kaburan."kata yuna.
Yuna merendam tubuhnya dengan sabun yang begitu wangi agar pikirannya tenang dan bisa berfikir agar bisa kabur.
"Apa aku minta bantuan bima ya ehh jangan deng akukan tidak mau bima tau bahwa aku tinggal dirumah tuan angga."kata yuna yang begitu bingung harus apa.
"Ahaaa aku punya ide apa aku harus kabur dari pintu belakang dan menyamar menjadi pelayan ya biar tidak ada yang curiga iya-iya itu ide bagus hahaha ternyata aku pintar juga,eh tunggu dulu bagaimana jika tidak berhasil bisa mati aku dimarahin tuan kejam itu bodoh ah kucoba dulu aja deh."kata yuna yang sudah selesai mandi.
"Aduh mana aku lupa bawa baju ganti lagi gara-gara aku ngambek sama tuan angga bagaimana ini iya kali aku keluar cuman pakai handuk tapi mau minta tolong sama tuan angga akukan masih marah..ihh tau ah keluar pakai handuk aja."kata yuna yang keluar dari kamar mandi mengendap-ngendap.
Cekrekk......
Yuna berjalan mengintip dan mengendap-endap melihat apakah ada angga dan ternyata dikasur sudah tidak ada angga.
"yes tidak ada aman deh cuss jalan santay."kata Yuna senang yang hendak berjalan keruang ganti.
"Kamu ngapain ngendap-ngendap kaya maling."kata angga yang sebenarnya sedari tadi angga duduk dikursi yang ada dikamar.
"mampus aku bagaimana ini aduhh kenapa aku gak liat dia tadi sih."batin Yuna yang berbalik menatap angga.
Glek...
Angga menelan ludah kasar melihat tubuh Yuna yang hanya berbalut handuk saja.
"Sayang kau sengaja menggodaku."kata angga yang mendekati yuna.
Semangkin mendekat dan yuna hanya bisa mundur saat angga semangkin mendekat sampai yuna berhenti tidak bisa mundur lagi karena terhalang tembok.Angga menyatukan keningnya dan kening Yuna menghapus jarak yang tersisa.
"Sayang aku ingin sekali memakanmu saat ini juga."bisik angga ditelinga yuna.
Yuna merinding mendengar suara angga yang aneh tapi ia masih pura-pura bersikap santay padahal jantung nya tidak karuan.
"Suara macam apa itu kenapa jantungku kaya dangdutan sih jedak jeduk gitu."batin yuna.
Angga mencium seluruh wajah yuna yang membuat yuna semangkin kesal saja.
"Tuan hentikan."kata yuna kesal akhirnya ia mau bersuara juga dan itu membuat angga tersenyum.
"Aku tidak mau berhenti sampai kau memaafkanku."kata angga yang kembali mencium Yuna.
"Baiklah aku maafkan tapi berhentilah menciumku."kata yuna mendorong tubuh angga yang tidak bergerak sama sekali.
"Huh kau makan apa sih berat amat."kata yuna yang dapat kekehan dari angga.
"Dengar ya tuan aku sedang tidak melawak jadi jangan tertawa dan aku masih sangat kesal iss."kata Yuna yang membuang bukanya kesamping.
"Benarkah tuan putri ini masih marah."kata angga yang dapat anggukan Yuna.
"gemas baget kamu sayang pengen makan."kata angga yang memeluk Yuna.
"Sudah awas Yuna ingin pakai baju dingin ini."kata yuna.
"Mau yang anget-anget."kata angga tersenyum.
"Mau tapi aku pakai baju dulu ya nanti kita buat yang anget-anget."kata Yuna tersenyum.
"Benarkah kamu janji ya sayang."kata angga mencium kening Yuna yang hanya mengangguk.
"Baiklah aku tunggu ya sayang."kata angga.
Yuna masuk keruang ganti dan memakai piama tidur lalu keluar dan menghampiri angga.
"ayo buat yang anget-anget."kata yuna.
"kau sudah tidak sabar ya sayang baiklah."kata angga yang hendak membuka kancing bajunya.
"loh tuan kok mau buka baju sih nanti dingin lo ayo pakai lagi ihh pakai."kata yuna yang kembali memasang kancing baju angga.
"kenapa tapi mau yang anget-anget."kata angga bingung.
"ayo kedapur."kata yuna yang menarik tangan angga yang hanya pasrah saja mengikuti sampai dapur.
"malam tuan nona."sapa bibi.
"Malam bibi."jawab yuna dan angga hanya cuek-cuek bebek seperti biasa stay cool.
"apa tuan dan nona membutuhkan sesuatu."tanya bibi.
"Tidak ada bi biar kami saja bibi istirahat saja ya."kata Yuna membuat bibi menatap angga.
Angga hanya mengangukan kepala.
__ADS_1
"Baiklah tuan nona saya permisi dulu."kata bibi yang dapat anggukan dari Yuna dan berlalu pergi.
"Tuan buatkan Yuna coklat panas ya."kata yuna.
"kenapa tadi tidak minta bibi yang buatkan."jawab angga.
"Tidak mau Yuna maunya tuan yang buatkan."kata yuna lagi.
"Tapi...
"Baiklah jika tidak mau tidak usah yuna juga gak maksa tuh."kata yuna kesal sambil melipat tangannya.
"Baiklah akan aku buatkan tapi dengan satu syarat."kata angga.
"benarkah apa itu."kata yuna senang.
"mulai sekarang berhenti memanggilku tuan dan panggil aku sayang."kata angga.
"Baiklah sayang cepat buatkan aku sudah tidak sabar."kata Yuna.
Cup...
"Baiklah tuan putriku."kata angga yang mencium pipi cabby yuna.
"Yeyy."kata yuna kegirangan sambil memperhatikan angga yang sedang fokus untuk membuat coklat panas.
"apa aku baru sadar kalau tuan angga sangat tampan ya tuan angga mirip sama aktor drakor yang sering aku liat."kata yuna dalam hati.
"Sayang aku tau aku tampan tapi jangan menatapku terus."kata angga pada yuna.
"pede sekali anda."kata yuna kekeh.
"Ini minumlah tapi pelan-pelan masih terlalu panas."kata angga memberikan segelas coklat panas.
"Hmmm enak sekali dan manis lagi apa kau tidak mau tuan."kata yuna yang dapat tatapan tajam.
"ehh maksudnya sayang apa anda tidak mau ini enak lo."kata Yuna lagi "Huh hampir saja."batin yuna
"Aku tidak suka aku lebih suka susu."kata angga tersenyum aneh.
"Aku juga suka rasanya juga manis."kata yuna.
"Baiklah habiskan cepat dan setelah ini gantian aku yang akan minum susu."kata angga yang dapat anggukan yuna.
Yuna tidak mengerti kata angga ia hanya mengangguk saja ia mengira angga akan minum segelas susu saat mau tidur tapi pikiran angga lain.
"itu diakan pintu belakang jadi aku akan kabur melalui pintu itu hehe asik bisa kabur."batin yuna tersenyum melihat kearah pintu.
Angga melihat yuna tersenyum kearah pintu belakang mengerti apa yang yuna pikirkan.
"Ternyata kau ingin kabur sayang tapi itu hanya mimpimu saja."batin angga.
"sruuuppp aahh sungguh nikmat tegukan terakhir dari segelas coklat panas."kata yuna tersenyum.
"sayang jangan mendesah seperti itu lagi ya."kata angga membelai rambut yuna.
"kenapa memangnya."tanya yuna polos.
"Nanti ada sesuatu yang bangun dari tubuhku sayang."kata angga.
"Benarkah apa itu apa aku bisa melihatnya."tanya yuna tanpa beban dengan wajah polos.
"tapi aku ingin melihatnya sekarang."kata yuna.
"Benarkah tapi jangan disini dikamar saja."kata angga.
"Tidak mau lagian kenapa harus dikamar disini saja."kata Yuna polos.
"dia sedikit pemalu sayang jadi harus dikamar."kata angga.
"loh tadi pas aku ngomong ahh ahh dia bangun katamu tuu eh sayang."kata yuna.
"Sayang jangan mendesah aku nanti tidak tahan."kata angga.
Yuna mendengar perkataan angga tersenyum dan berniat mengerjainya padahal dia tidak mengerti wkwkwk.
Ahh ahh ahhh ahhh
Desah yuna ditelinga angga membuat angga menegang tidak bisa menahan lagi dan langsung menggendong yuna menuju kamar.
"sayang aku sudak memperingatimu tadi jadi jangan salahkan aku ya."kata angga tersenyum aneh.
Glekk
Yuna hanya menelan kasar ludahnya merinding melihat senyum angga yang sepertinya punya maksud tertentu.
"Tuu eh salah maksudnya sayang turunkan aku"kata yuna yang tidak dihiraukan angga.
-
-
-
Jangan lupa di like ya gays.............
"""""""""""""""
__ADS_1