
"Yuna tolong antarkan kopi ini kekamar angga ya mami kebelet ni mau ke kamar mandi."kata mami pada yuna.
"Tapi mi yuna gak tau kamar tuan angga yang mana."kata yuna.
"diatas kamar yang pintunya warna hitam sayang."kata mami.
Mau tidak mau yuna mengantarkan kopi itu kekamar angga hingga ia sampai dipintu kamar tapi tidak berani mengetuk pintu tersebut.
"ketuk gak ya..masuk gak ya..anter gak ya..ah sudahlah aku ketuk saja pintu ini."kata yuna.
Tok..tok..tok..
Masuk..
Yuna akhirnya memberanikan diri memasuki kamar angga dengan bergetar dan jantung yang hampir copot dan kegugupan pastinya.
Ceklek...
"Tu..tuan ini kopi anda."kata yuna gugup yang melihat angga duduk ditepi ranjang menggunakan kaos polos dan celana ponggol.
"Yuna kemari lah."kata angga sambil menjentikan jarinya agar yuna mendekat.
Yuna tidak mau tapi mata elang angga sudah ingin menerkamnya saja.akhirnya yuna mendekat.
Saat yuna sudah mendekat angga langsung menarik lengan yuna dan membuat gadis itu duduk berhadapan dalam pangkuannya.
"Tuan apa yang kau lakukan..lepaskan aku tuan."kata yuna yang tertunduk tidak mau menatap angga karena dia benar-benar gugup.
"Apakah kau sengaja datang kemari ingin berjumpa denganku."kata angga yang mengankat wajah yuna agar menatapnya dan tatapan angga berhenti di bibir yuna yang menggoda...ya bibi itulah yang membuat nya tidak fokus saat dikantor tadi.
"Tidak tuan tadi maminya tuan yang menyuruh saya mengantarkan ko..."tidak sempat yang menyelesaikan bicaranya bibirnya sudah dicium oleh angga.
Untuk yang kedua kalinya angga lah yang telah mengambil ciumannya itu.
Yuna masih terkejut dan hanya diam saja tentu itu adalah peluang emas bagi angga dan langsung ******* bibir yuna.angga masih belum puas karena yuna hanya diam saja tidak membalas lalu angga menggit bibir bawah yuna yang membuat yuna seketika membuka bibirnya.
Angga langsung menerobos masuk kedalam mulut yuna dan memainkan lidahnya dan mengabsen seluruh inci bibir yuna.
Yuna akhirnya tersadar apa yang ia lakukan sekarang mencoba untuk melepaskan ciuman itu tapi angga malah semangkin agresif memainkan lidahnya.
Yuna tiba-tiba ikut terhanyut dalam permainan angga dan membalas ******* angga walau sedikit kaku tapi angga tersenyum karena yuna membalasnya.
Angga melepaskan ciumannya saat melihat yuna sudah kehabisan nafasnya.
Pipi yuna merona saat ia sadar tadi telah membalas ciuman angga.
Angga memeluk tubuh mungil yuna dan menyembunyikan wajah yuna didada kekarnya itu sambil mengelus dan mencium aroma rambut yuna
"Tuan turunkan saya..saya mau kekamar tuan."kata yuna yang ingin melepaskan pelukannya.
"Tunggu sebentar yuna aku kedinginan biarkan aku memeluk tubuhmu ini."kata angga yang semangkin memeluk yuna.
Yuna diam sesaat membiarkan angga memeluknya dan yuna juga tidak bisa bohong bahwa dia juga nyaman berada dipelukan angga.tapi ia tersadar dan teringat oleh sasa yang dikamar sendirian.
"Tuan sudah saya mau melihat sasa dia sendirian tuan."kata yuna memohon.
Angga melepaskan pelukannya dan menatap yuna lalu ia mengangguk itu membuat yuna tersenyum karena ia bisa terlepas dari angga.
"Terima kasih tuan.."kata yuna yang berlari tapi tiba-tiba terhenti dan membalikan badanya menghadap angga.
"ada apa...apa kau ingin kita ciuman lagi."tanya angga.
"ihh mesum..tuan apakah saya boleh meminjam baju tuan saya tidak mungkin membangunkan mami yang sudah tidur."kata yuna pada angga.
Angga memberikan kaos putih kepada yuna dan yuna langsung keluar dari kamar angga menuju kamar yang ditempati sasa.
"Haiss anak ini sudah tidur saja.baiklah aku akan mengganti baju ku dulu mana mungkin aku tidur seperti ini menggunakan celana lee.
Yuna mencici muka dan menganti bajunya dengan baju yang diberikan angga tadi lalu iya melihat kearah kaca bajunya ternyata tipis.
"Hah bajunya ternyata tipis menampakan dalamanku yang berwarna cerah lagian ini kaosnya pendek hanya menutupi setengah paha ku saja jika aku mengankat tangan cd ku akan kelihatan."kata yuna
Yuna keluar kamar menuju kamar angga ia ingin meminta angga menukar bajunya dengan baju yang lebih panjang lagi..tapi yuna lupa untuk membuka baju itu dan malah memakainya kekamar angga.
Glekk..
Angga menelan ludah kasar melihat baju yuna yang tipis dan memperlihatkan dalaman yuna ditambah lagi bajunya sangat pendek memperlihatkan paha putih dan mulus yuna.
"tuan coba lihat baju ini pendek dan sangat tipis bagaimana bisa aku memakainya."kata yuna yang masih belum sadar dari tindakan bodohnya.
Angga langsung mengunci pintu kamarnya dan menggendong tubuh yuna ketempat tidur lalu membaringkannya.
"Tuan apa yang kau lalukan."kata yuna yang baru sadar bahwa ia memakai baju tipis itu.
"Kau ingin menggodaku yuna."kata angga yang mendekat kearah yuna.
"tii..tidak tuan..saya mohon jangan pendekat tuan."kata yuna yang terlihat panik.
__ADS_1
Angga tidak mendengarkan yuna ia masih mendekat dan menindih yuna lalu menyatukan keningnya kepada kening yuna dengan nafas yang memburu dan penuh nafsu.
"Tuan tolong lepaskan saya tuan..saya mohon."kata yuna dengan wajah yang sangat ketakutan.
Cup..
Angga langsung ******* bibir yuna dengan sangat rakus..yuna awalnya memberontak tapi perlahan ikut terhanyut dalam ciuman angga dan mengalungkan tanganya dileher angga.
Angga melepaskan ciuman tersebut dan mencium kening,pipi,dan mencium bibir yuna sekilas lalu berbaring disamping yuna sambil memeluknya.
"Malam ini tidurlah denganku..aku merasa sangat kedinginan."kata angga yang menenggelamkan wajahnya di dada yuna.
"Tapi tuan tidak bisa,,saya harus balik kekamar dan aauhh."kata yuna kesakitan saat angga menggigit leher mulus yuna.
Angga yang menggila mencium wangi tibuh yuna tiba-tiba menggigit dan mengecup leher yuna dan meninggalkan tanda kepemilikannya.
"Ahh tuan sakit ah."desah yuna saat angga mengisap lehernya.
Angga semangkin semangat saat mendengar suara seksi yuna dan tangannya tiba-tiba meremas gundukan yuna yang masih berbalut baju.
"Punyamu sangat pas ditanganku sayang."kata angga yang kembali menghisap dan meremas gunung kembar yuna.
Tubuh yuna tiba-tiba merasakan hal yang aneh saat tangan angga meremas asetnya ingin dia singkirkan tangan itu tapi tidak bisa.
Hingga yuna tiba-tiba memeluk angga membuat angga menghentikan aktifitasnya.
"Baiklah kali ini aku melepaskanmu gadis kecilku..sekarang tidurlah."kata angga yang mengecup kening yuna dan kembali kedalam pelukan yuna dan meletakkan wajahnya didada yuna yang sangat empuk itu.
Yuna yang memang sudah mengantuk dan takut jika angga menyerangnya lagi langsung tertidur walaupun dia sedikit risih karena angga sesekali mengecup dadanya.
Angga tidak pernah tidur senyaman ini sebelumnya gunung empuk yuna benar-benar membuatnya nyenyak dan bermimpi indah.
Yuna terbangun jam 4 pagi iya ingin menggerakan padanya tapi merasa sesak didada dan pinggangnya.hampir saja ia menjerit melihat angga tidur didadanya.
"Dia nyenyak sekali tidurnya..tadi malam hampir saja aku kebablasan gara-gara baju sialan ini."kata yuna kesal mengupat baju sialan itu.
Yuna memandang wajah angga dan baru menyadari betapa angga benar-benar tampan apa lagi saat tidur seperti bayi,dan ia teringat tentang dia dengan bodohnya membalas ciuman angga dan tersenyum tanpa sadar tangannya sudah membelai kepala angga.
Cup..
Angga tiba-tiba mencium bibir yuna,sebenarnya angga sudah bagun dari tadi saat yuna mencoba menggerakan tubuhnya.ia tidak tahan saat mengintip bahwa yuna sedang tersenyum dan membelai rambutnya.
"Ihh tuan suka sekali main nyosor-nyosor kaya bebek."kata yuna reflek memukul kepala angga.
Mati akuuuu."batin yuna menjerit.
"hiks..hiks..tuan maaf kan saya ya saya tidak sengaja tuan suer deh."kata yuna berakting menangis agar diberi ampun.
"Maaf kau bilang..aku akan menghukummu kau tau tidak ada yang berani menyentuh kepalaku bahkan kedua orang tuaku."kata angga yang memegang tangan yuna sangat kuat hingga yuna kesakitan.
"Tuan ampun..saya akan melakukan apapun yang tuan mau tapi maafkan saya."kata yuna yang menyatukan kedua tangannya dengan sangat ketakutan.
Tidak ada jawaban dari angga tapi malah tubuh yuna digendong masuk kedalam kamar mandi.angga langsung melepas pakainnya hingga meninggalkan cd nya saja dan ingin melepas pakain yuna.
"Tuan jangan..tuan boleh marah dan menghukum saya tapi jangan lepaskan pakaian saya."kata yuna yang hampir menangis.
Namun angga tidak peduli dengan permohonan yuna dengan sekali tarik baju yang yuna kenakan langsung robek dan angga membuang kesembarang tempat lalu menghidupkan shower.
"Mandikan aku."kata angga dingin yang memegang tangan yuna.
Yuna menangis dibawah guyuran air terpaksa ia menemani angga mandi dan pandangannya ia alih kan kesamping agar tidak melihat tubuh angga
Dan dia merasa malu melihat dirinya hanya menggunakan dalaman saja.
Angga menggendong kembali tubuh yuna dan meletakkannya di bathup lalu ia menyusul masuk dan mendudukan yuna dipangkuannya.
"Tuan saya mohon lepaskan saya tuan."kata yuna menagis dia sangat takut apa lagi mereka dalam keadaan intim tanpa busana hanya dalaman saja dan yuna juga merasa sesuatu bangun dibawah sana.
"Ini hukumanmu karena sudah berani padaku."kata angga dengan tatapan menakutkannya.
Dan langsung ******* bibir yuna hingga yuna merasa kehabisan nafas baru angga lepaskan.Tapi angga malah turun keleher mulus yuna yang menggoda dan disana masik ada tanda merah ulahnya tadi malam.
"Tuan saya mohon tanggan anda tolong kondisikan tuan."kata yuna karena tangan angga yang kembali meremas gundukan yuna.
Angga tidak peduli malah angga memasukan tangannya jedalam bra yuna dan memainkan pucuk dada yuna.
"Ehmmm tu..tuann..hentikan..aaahhh..tuan."desah yuna merasakan sesuatu yang mengalir ditubuhnya.
Angga semangkin menjadi memainkan kedua gundukan itu dan masih mengecup leher yuna menambah tanda merah disana.
Yuna sudah lemas hanya bisa pasrah dan menikmati permainan yang belum pernah ia rasakan.
Angga sudah melepaskan yuna yang lemas dipangkuannya.
Cup..
Angga mencium sekilas bibir yuna dan memakai handuk lalu keluar kamar mandi meninggalkan yuna yang masih melamun.
__ADS_1
Angga kembali lagi memberikan baju kepada yuna.tapi kali ini baju yang ia berikan kaos hitam polos dan panjang dibawah lutut jika yuna yang memakainnya.
"Pakailah ini dan aku akan keluar..ingat dipakai agar kau tidak masuk angin."kata angga dingin.
"ba..baik tuan."kata yuna yang langsung mengambil baju dan memakainnya tapi ada satu hal yang membuat dia bingung.
"Bagaiman ini dalamanku basah mana mungkin aku memakainnya tapi aku juga tidak mungkin meminta sasa meminjamkan kepada mami mau jawab apa aku jika mereka bertanya nanti."kata yuna
Yuna keluar menggunakan baju tanpa dalaman dan menyilangkan kedua tangnnya keadadanya takut angga melihat gunungnya menonjol.
"Kau kemarilah."kata angga yang sedang duduk dikursi kamarnya.dan yuna mendekat
Seperti biasa tangan yuna ditarik dan yuna kembali duduk dipangkuan angga tapi kali ini tidak berhadapan.
"Kenapa kau menyilangkan tanganmu."kata angga yang langsung menepis tangan yuna yang menyilang didadanya.
Glekk..
Angga menelan ludahnya kasar saat melihat dengan jelas gundukan kembar yuna yang menonjol.
"Kau sengaja menggodaku."kata angga dengan tersenyum mesum.
"tidak tuan..ini..hem..ini..pokonya saya tidak niatan menggoda tuan suer tuan."kata yuna yang ingin menyilangkan tangannya kembali tapi ditahan oleh angga.
Cup..
Angga mencium gundukan yuna yang menonjol indah didalam lapisan bajunya dan menggigit gemas benda kenyal itu hingga membuat baju yuna basah akibat air liur angga yang tertinggal karena menggigit asetnya itu.
Yuna meringis kesakitan akibat gigitan angga.walaupun dilapisin baju tapi tetap sakit karena yuna tidak memakai bra.
"Tuan hentikan sakit tau."kata yuna yang mengangkat kepa angga.
"Suruh siapa kau menggodaku..ini adalah mainan paforitku mulai saat ini."kata angga yang kembali mengecup bahkan kali ini angga menghisapnya seperti bayi namun masih terhalang oleh baju yuna.
"ahh tuan hentikan..dengarkan aku dulu."kata yuna pada angga dan yuna kembali mengangkat wajah angga.
"Katakan."kata angga yang menatap yuna tapi kembali keaktivitanya tadi yuna hanya pasrah saja.
"Tadi sayakan mandi dengan tuan menggunakan dalaman dan dalaman saya basah tidak bisa saya pakai kembali tuan."kata yuna sambil menahan desahannya karena angga menghisap dalam asetnya itu.
Angga yang mendengarnya menghentikan ulahnya dan menatap yuna.
"Baiklah lain kali aku akan melepaskan semua yang kau kenakan saat kita mandi bersama kembali."kata angga dengan senyum smirk nya.
"Bukan begitu tuan..maksud saya adalah bagaimana saya keluar jika seperti ini tuan."tunjuk yuna kebaju dan kearah gundukannya yang menonjol dan sekarang lebih menonjol lagi karena basak akibat ulah angga.
"Kau tunggu sebentar leo akan datang membawaknnya."kata angga.
"Apaa leo..maksud tuan leo yang membeli braku tuan aku maluu."kata yuna kesal bisa-bisanya sigila ini menyuruh sekertarisnya.
"Tentu saja tidak dia mana tau ukuranmu hanya aku saja yang tau."kata angga membuat yuna malu.
"Ada apa dengan wajahmu kenapa tiba-tiba berubah menjadi merah."kata angga
Yuna yang malu dengan wajahnya saat ini tiba-tiba memeluk angga dan menyembunyikan wajahnya dileher angga.
"Heyy aku bertanya jawab."kata angga yang mencoba melepaskan pelukan yuna.
"Tidak mau..aku malu."kata yuna yang mangkin erat memeluk angga.
Angga tersenyum puas karena yuna memeluknya tanpa paksat dari dirinya.
Tok..tok...tok..
"Tuan ini saya."kata leo yang mengetuk pintu kamar angga.
"Kau tunggu disini sebentar."kata angga yang dianggukin yuna.
Tak lama angga kembali membawa kotak dan memberikan kepada yuna.
Yuna langsung berlari kekamar ganti dan memakai apa yang diberi angga ia kembali keluar.
"Bagaimana apakah pas kau kenakan."kata angga yang membuat yuna malu dan hanya mengangguk saja.
"Saya permisi keluar ya tuan ini sudah jam 6 takut mami sudah bangun."kata yuna yang mendapat anggukan dari angga
Saat yuna keluar dari kamar angga tiba-tiba mami sudah berdiri dipintu kamar angga dan membuat yuna terkejut.
"Ma..mami sudah bangun yuna baru saja mau buat sarapan."kata yuna gugup
Mami yang melihat kegugupan yuna dan melihat ia keluar kamar angga sepagi ini dan melihat yuna menggunakan baju angga tersenyum.
"Apa yuna dan angga melalukan itu..tapi kenapa yuna bisa berjalan dan bangun sepagi ini.dan lehernya..dasar angga sama saja seperti papinya kasihan sekali yuna."batin mami ayu
"Yasudah ayo sayang kita masak bareng,tadi mami kekamar dan ternyata sasa masih tidur."kata mami tersenyum,mami sengaja tidak bertanya pada yuna agar yuna tidak merasa tidak enak padanya mami tau yuna anak baik-baik pasti putranya lah yang telah memaksa yuna.
"Ayo sayang kita masak."kata mami yang mengandeng tangan yuna dan yuna langsung mengangguk semangat
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like jempol kalian ya πππππ