
"MAMA YUNA YANG CANTIK PULANG."teriak yuna saat masuk kedalam rumah.
Angga dan leo hanya bisa menutup kuping karena suara yuna yang begitu nyaring.
"YUNAA..MAMA KANGGEN."teriak mama yang langsung memeluk tubuh yuna.
Lagi-lagi leo dan angga menutup kuping.
"Yuna juga kangen mama hiks.."jawab yuna yang berada dipelukan mama.
"mama kok teriak-teriak kaya dihutan aja."keluh papa yang baru turun dan melihat ada yuna.
"YUNAA..ini kamu nak papah rindu."kata Papa yang memeluk yuna yang masih berada dalam pelukan mama dan mereka kini seperti teletabis.
Angga dan leo dapat menyimpulkan dari mana suara nyaring Yuna tercipta yaitu karena sifat kedua orang tua yuna yang suka teriak-teriak.
"Pah..mah..Yuna sesak ni gak bisa nafas pengap."kata yuna yang dipeluk.
"hehe maaf ya sayang..awas pah."kata mama yang mendorong papa menjauh.
"Yuna kamu kesini sama siapa nak."tanya papa.
"Iya sayang kamu kesini sendiri."tambah mama.
"Loh dari tadi papa dan mama gak liat ada tuan angga yang datang bersama Yuna."kata yuna yang menunjuk angga dan leo.
Mata mama dan papa tertuju pada tangan yuna yang menunjuk arah pintu.Dan benar saja disana ada dua pria yang berdiri yang satu melipat tangannya didada dengan ekspresi dinginnya siapa lagi kalau bukan angga.
"Nak angga Ayo masuk silahkan duduk maaf om tadi tidak melihat."kata papa yang sedikit gugup mempersilakhan angga untuk masuk dan duduk.
"Pah yuyun kekamar dulu ya udah rindu ni sama MY ROOM."kata Yuna.
"Iya sayang."jawab papah.
"Nak angga mau minum apa biar tante yang buatkan."kata mama Yuna.
"Tidak usah repot-repot MA Kalau boleh kopi saja."kata angga membuat semuannya heran.
"M..MA?maaf nak angga tadi manggil saya apa?"tanya mama Yuna.
"Mama..samakan panggilannya kaya Yuna."kata angga dingin.
"Oh begitu yasudah mama juga seneng kok kalau nak angga manggil mama."kata mama yang pergi kedapur untuk membuat kopi.
"Nak angga kok tumben main kerumah saya ada apa ya."tanya papa.
"Memangnya tidak boleh."jawab angga dingin.
"Bukan begitu maksud om..kalau nak angga kesini mengabari dahulu kami akan membuat makanan agar kita bisa makan malam."kata papa.
"Tidak masalah pah aku akan makan apa yang kalian masak."kata angga membuat papa heran.
"B..baiklah nak."jawab papa yang heran karena angga tadi memanggilnya Pah.
Didalam kamar Yuna sangat senang akhirnya ia kembali ketempat yang ia sangat rindukan nuansa kamar yang berwarna pink dan unggu,boneka-boneka yang tersusun rapi dari yang kecil hingga yang tingginya hampir se Yuna.
"Ahh aku sangat rindu gulingku yang keras tapi empuk ini."kata Yuna memeluk guling..
"Hmm aku hari ini nginap dirumah aja deh aku rindu tidur dikamar ini aku telpon sasa ah suruh dia nginap aku juga sangat rindu dengan ocehan bocil itu haha."kata Yuna yang langsung menelpon sasa tapi tidak diangkat.
"Ini bocil kemanasih orang nelpon kagak diangkat..awas aja nanti."kesal Yuna.
Diruang tamu..
"Jadi saya kesini ma.."kata angga terhenti karena ada seseorang datang dan berteriak.
"TANTEE...sasa kok ditinggal sih sama mbak susi dan mas bagas sasakan jadi obat nyamuk disana mana mereka asik berme...."oceh Sasa terhenti saat melihat ada tamu yang datang.
"Sasa kamu kok teriak-teriak sih sayang om ada tamu ni."kata papa.
"hehe sasakan gak tau om."jawab sasa yang nyengir kuda karena malu.
"Yasudah sana mandi ganti baju abis itu turun makan ya."kata om.
"ayee kampten."kata Sasa memberi hormat dan hendak pergi tapi tiba-tiba berhenti.
"Tunggu dulu..Tuan bukannya tuan angga yang dingin itu ya."tanya Sasa pada angga.
"Sasa gak boleh ngomong gitu."kata papa Yuna.
"Emang bener kok om sasa gak bohong tuan ini emang dingin."kata sasa.
"Hemm."jawab angga hanya berdehem.
"Tukan liat lah om dingin kan tuannya."jawab sasa.
"Sudah sana kamu mandi sayang."kata papa.
"iya iya cerewet amat sih om ni jugak otw mandi."kata sasa yang langsung pergi.
"maafkan keponakan saya ya nak angga dia emang gitu orang nya asal ceplos kaya Yuna."kata papa.
"Tidak masalah."jawab angga dingin.
Dikamar...
Ceklek...Sasa membuka pindu kamar Yuna ia tidak tau kalau dikamar ada yuna karena saat ini Yuna sedang mandi.
"Itukan tuan dingin kok datang kesini ya mau ngapain..apa dia mau bisnis sama om?tapi kok datangnya malem-malem?apa dia kesini bawa kak Yuna?tapi aku kok gak ada liat kak yuna."dan masih banyak lagi pertannya yang ada dikepala Sasa.
Ceklek..
Yuna keluar kamar mandi..sasa yang mendengar suara pintu menoleh dan betapa senangnya ia melihat Yuna ada disini.
"KAKAKK.."teriak sasa berlari memeluk Yuna seerat mungkin.
"Heh bocak aku tidak bisa bernafas."kata Yuna.
"Hehe abisnya kangen banget sama kak yun..kak kok gak pulang-pulang sih aku capek tau bantuin tante diresto mana jadi obat nyamuk lagi sama mbak susi dan mas bagas."kata caca mengeluh.
"cihh dasar bocil begitu saja capek."kata yuna mencibit lengan sasa.
"kak yunn..sakit tau dan lagi aku bukan bocil aku udah gede lihat ini."kata sasa menunjuk dadanya yang berisi.
"elehh besaran juga punya kakak..kamu mah masik tepos."kata yuna sengaja padahal tubuh sasa adalah tubuh yang memiliki postur ideal.
__ADS_1
"iya tau..tapikan intinya sasa udah besar gak bocil lagi umur sasa 19 tahun udah kuliah."kata sasa.
"Ha..kapan kau masuk kuliah."tanya yuna.
"semalam aku sengaja tidak memberi tahu kakak biar jadi kejutan tapi aku lupa hehe."kata sasa.
Pletakk..
Yuna menjitak sasa..
"Kejutan apanya kalau kau kenapa-kenapa gimana kalau kau beri tahu kakak kan bisa dijagain kau ini masih bocil masih labil nanti kalau ada yang jahatin trus nyulik kamu gimana."omel Yuna.
"Lebay amat sih kaya bocil aja."kata sasa.
"SASA KAU DENGGAR TIDAK..."teriak Yuna.
"haduhh kakak kupingku ancur ni hiks..nasip amat dah hidup gua punya kakak kaya lu YUN."kata sasa.
"Anak tengik sini kau..beraninya kau sebaya kepadaku."kata Yuna yang mau menjitak sasa namun sasa berlari keluar.
"Blekk..kejar aku Yun kalau lu bisa haha."kata sasa yang berlari.
"SASA SINIKAU..Habis kau jika tertangkap."kata yuna terus mengejar sasa.
"OM..TANTE tolong sasa ada nenek lampir ihh."kata sasa yang bersembunyi dibalik badan papa yuna.
"Hey dasar pengadu sini kau akan aku beri hukuman."kata Yuna yang menghampiri papa dan sasa.
"Ampun kak..sasa janji gak bakalan gitu lagi."kata sasa kekeh.
"Tidak sebelum aku menjewer mu bocil."kata yuna.
Kini sasa berlari tepat dibelakang angga dan leo membuat yuna menghampiri mereka.
"Anak tengik sini kau."kata yuna tapi berhadapan dengan angga karena sasa masih dibelakang angga.
"Gak mau kakak nanti menjewerku blek.."kata sasa.
"Iss awas kau ya jika aku menangkapmu..nah dapat."kata Yuna yang berhasil menangkap kedua tangan sasa namun yuna memeluk angga.
"Gemes banget liat dia marah begini ingin kukecup bibir manisnya itu dan..apa ia tidak memakai bra kenapa sangat empuk."batin angga.
Hap..
Angga memeluk yuna sangat erat membuat tangan Yuna melepas tangan sasa.
"Empuk sekali."batin angga.
"iss tuan jadi lepas kan."kata Yuna cemberut.
"Tuan..mau aku hukum disini sayang."kata angga berbisik dan tangannya sudah mulai aktif.
"Hehe tidak sayang maaf ya."kata yuna memeluk angga membuat tangan angga berhenti.
Papa yang melihat Yuna dan angga saling berpelukan menatap heran apakah mereka ada hubungan khusus.Begitu juga pikir mama Yuna yang heran melihat angga dan Yuna.
"Cieee kakak ehemm enak banget kayaknya dipeluk orang ganteng."kata Sasa meledek Yuna.
"Kau..aku belum selesai denganmu bocil."kata yuna yang hendak mengejar sasa namun ditahan angga.
"iss sayang tapi kan.."jawab Yuna merengek
Sayang...Yuna dan angga saling panggil sayang apa mereka pacaran ya begitulah batin mama dan papa yuna.
"Haha ciee udah gak jomlo ni ehem."kata sasa.
"Kauu berhentilah bocah tengik."kata Yuna.
"bodo amat blek."kata sasa mengejek Yuna.
Yuna yang geram tangannya hendak memukul tangan sasa namun sasa sudah pergi kamur.
"yaa jangan kabur kamu."kata yuna.
"sekertaris leo kejar sasa bawa dia kesini kalau dia tidak mau tangkap saja kalau perlu gendong saja dia."kata Yuna.
"Sa..saya nona."Tanya leo.
"Monyet tetangga..ya kamu lah sekertaris leo ayo cepat."kata Yuna.
"Sekarang.."tannya leo dan dapat lirikan tajam dari angga membuat leo langsung kabur mengejar sasa.
"Maaf ya nak angga mereka memang begitu kalau sudah jumpa kaya tikus sama kucing."kata mama.
"Tidak apa ma."jawab angga.
"MA..?kok tuu eh sayang manggil ma maksudnya mama gitu."tanya Yuna.
"Iya kan aku calon suami kamu."kata angga membuat Semua terkejut.
"Ha..calon suami..?"tanya mama dan papa bersamaan.
"Iya ma..pa Angga ingin melamar Yuna menjadi istri angga.
"Kamu serius nak angga."tanya papa.
"Apakah saya pernah bercanda."kata angga dingin.
"Baiklah itu terserah Yuna kami senang jika nak angga yang menjadi mantu kami,tapi kami lebih senang jika Yuna yang memutuskan semua ini saya tidak ingin ada keterpaksaan dalam hubungan ini karena pernikahan bukanlah suatu permainan."kata papa.
"Mama juga setuju pa..sayang apa kamu nerima nak angga jadi suami kamu."kata mama memegang kedua tangan Yuna.
Yuna melihat kedua orang tuannya yang sepertinya senang dengan pernikahan ini dan yuna juga melihat kearah angga yang menatapnya dengan senyuman yang sangat kecil tapi yuna tau angga pasti sangat gugup.
"hmm aku terima gak ya..lagian aku udah mulai nyaman sama tuan angga kalau cinta aku rasa bisa datang nanti."batin Yuna.
"Sebenarnya Yuna melum mencintai Tuan angga tapi yuna sudah mulai nyaman dengannya"Kata yuna.
Angga yang mendengar yuna tidak mencintainnya merasa sakit hati namun saat yuna mengatakan sudah nyaman dengan kehadirannya ia merasa sedikit lega.
"Jadi apakah kamu mau sayang."tanya papa.
"hmm yuna rasa yuna..."kata yuna terhenti dan melepas ngenggaman mama dan berbalik melangkah pergi.
Angga yang melihat itu tertunduk ia merasa sangat sakit hati dan kelopak matanya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
"Apakah tidak ada sedikitpun namaku dihatimu yuna,aku sangat mencintaimu."batin angga.
Happ..
Tiba-tiba ada tubuh mungil memeluk tubuh angga siapa lagi kalau bukan Yuna.
"Aku mau menikah denganmu tuan dingin."kata Yuna tersenyum manis.
Cup..cup..cup..
Angga mencium seluruh wajah Yuna ia sangat senang mendengar perkataan Yuna.
"Terikasih sayang aku sangat mencintaimu."kata angga memeluk dan mencium kepala Yuna.
Papa dan mama merasa bahagia ternyata angga sangat mencintai putri mereka jadi mereka merasa lega.
"Selamat ya sayang."kata mama memeluk Tubuh Yuna.
"Iya ma."kata yuna membalas pelukan mama.
"Nak angga papa tidak tau harus berkata apa sangkin senangnya akhirnya cita-cita papa terujud memiliki menantu yang sangat sukses."kata papa memeluk angga.
"Terima kasih pa."jawab angga.
Disisi lain....
"Aku bersembunyi dimana ya bisa gawat kalau kak yun menemukanku aku jamin kupingku akan putus."kata sasa.
"Nona sasa anda dimana."kata leo mencari sasa.
"heh tuan..kau pasti disuruh kak yun kan."kata sasa kepada leo.
"Iya nona anda harus ikut saya."kata leo menarik tangan sasa.
"Tidak mau ihh."kata sasa.
"Ayolah nona kecil bantu saya dan ikut menemui nona Yuna."kata leo mengatakan sasa kecil.
"Apa kecil..he tuan aku sudah besar ya umurku sudah 19 tahun."kata sasa melipat tangannya didada.
"Tapi anda terlihat masih kecil."kata leo.
"aku sudah gede ya coba lihat ini."kata sasa menunjuk dadanya membuat leo melongo.
"it..itu masih kecil nona."kata leo keringat dingin karena gugup.
"kecil dari mana coba pengan ini."kata sasa menaruh tangan leo didadanya..sasa itu sangat polos ya orangnya makanya ia disebut bocil oleh yuna.
Leo memerah saat tangannya menyentuk benda kenyal dan padat itu.
"Maa..mas..masih kecil nona."kata leo yang semankin berkeringat tangannya masih setia memegang dada sasa ia tidak berani bergerak.
"masasih coba pegang yang benar."kata sasa polos.
"In..ini su..sudah benar nona."kata leo mati kutu.
"iss tidak..begini caranya."kata sasa polos mempraktekkan cara memegang yang benar didada leo.
Sasa meremas dada leo..membuat leo menegang saat tangan sasa meremas dadanya.
Perlahal leo mulai mengikuti cara yang disarankan sasa walaupun ia sangat tegang.
Leo mulai meremas pelan ia merasakan sesuatu yang aneh ditubuhnya saat memegang benda kenyal tersebut dan mulai meremas sedikit kuat.
Ahh..
Desah sasa saat leo meremas dadanya ia merasakan aliran dalam tubuhnya yang membuat dia mengeluarkan suara aneh.
Leo yang mendengar desahan sasa membuat dia menegang dibawah sana.
"emm sial bagun lagi..mana enak baget ini dadanya pengen nyobain kan."batin leo.
"Sudah tuan..gimana besar kan."tanya sasa polos yang dapat anggukan dari leo.
"Yeyy sudah kubilang aku sudah besar..tapi tuan lepaskan tangan anda."kata sasa yang masih merasakan tangan leo masih asik meremas dada sasa tapi pelan.
"ehh maaf nona saya tidak sengaja."kata leo gugup.
"Tidak apa-apa tuan."kata sasa.
Hap..
Leo tiba-tiba menggendong tubuh sasa dan itu membuat sasa terkejut.
"Tuan turunkan..sasa tidak mau digendong pasti tuan mau ngasi sasa ke kak yun kan."kata sasa.
"Nona diamlah atau saya akan.."kata leo.
"Akan apa."tanya sasa polos.
"Akan mencium anda."kata leo.
"iss pokoknya aku tidak mamm."kata sasa terhenti karena leo membungkam mukut sasa dengan bibirya.
Mata sasa melotot saat leo mencium bibirnya itu adalah ciuman pertamannya yang sudah diambil leo.
"Tuannn..itukan ciuman pertama saya hiks."kata sasa memukul dada leo.
"Saya tadikan sudah mempringati nona."kata leo yang santay dan berjalan sambil menggendong sasa.
"Iss kau.."kata sasa memanyunkan bibirnya.
"Bibirnya jangan seperti itu nona apa mau saya cium lagi."goda leo.
"Bacot anda."ketus sasa.
-
-
-
-
jangan lupa dilike ya biar autor semangat buat novelnya ya gaysπππππππππ
__ADS_1