menikahi tuan dingin dan posesif

menikahi tuan dingin dan posesif
kedatangan Angga


__ADS_3

Seperti biasa saat sampai dirumah yuna membaringkan tubuhnya dikasur yang empuk itu,berguling kesana kemari sudah jadi kebiasaanya.


Sesudah muak dengan acara bergulingnya yuna langsung main dan setelah itu berkumpul diruang tv bersama mama dan papanya.


"Papa mukanya kenapa kusut begitu kaya baju gak digosok."kata yuna bertanya.


"Gini lo yun perusahaan papa lagi butuh dana tapi rekan bisnis papa tidak ada yang terlalu hebat agar papa bisa dapat investor dana yang memuaskan."kata papa lesuh.


"Apa mama jual saja ya pa resto mama itu buat bantu perusahaan papa."kata mama


"Jangan ma..papa tau resto memiliki kenangan yang sangat berharga bagi mama dan yuna."kata papa.


"Iya ma..yuna juga gak mau mama jual resto,kita pasti dapet jalan keluarnya mah."kata yuna.


"Berdoa saja ya yun semoga papa cepat mendapatkan dana itu."kata papa


"Pasti pa..oh iya emangnya yuna gk bisa bantu papa gitu mana tau saat yuna membantu papa ada jalan keluarnya."kata yuna semangat.


"Emangnya kamu ngerti apa yun soal perusahaan,kamu kan kalau mau papa ajarin ada aja alasanya."kata papa pada yuna


"Hehe iya juga ya pa..kalau tau begini yuna bakalan mau belajar biar bisa bantu papa."kata yuna lesu.


"Gak apa-apa ko sayang dengan kamu menjadi anak yang baik itu sudah membantu mama dan papa kok nak."kata papa mengelus kepala yuna.


Saat asik membicarakan tentang perusahaan tiba-tiba bel rumah yuna berbunyi.


Bibi langsung bergegas membukakan pintu.


"Non yuna ada seseorang yang datang mencari anda."kata bibi yang membuat mama dan papa keheranan.


"Siapa sih bi malam-malam datang ganggu orang saja."kata yuna kesal.


"Yuna gak boleh gitu coba kamu liat dulu mana tau penting nak."kata mama.


Yuna terpaksa menemui seseorang itu yang sedang duduk diruang tamu.Dan yuna langsung membulatkan matanya.


"Tuan angga ngapain anda kesini."tanya yuna pada angga yang sudah duduk manis dengan senyum mengerikannya.


"Siapa yun yang berkunjung malam-malam."tanya papa pada yuna.tapi yuna tidak menjawab membuat papa melirik orang tersebut.


"Tuan angga apakah anda yang berkunjung."kata papa tersenyum ramah yang membuat yuna heran ternyata papa mengenal tuan gila ini.


"Aku dengar perusahaanmu sedang membutuhkan dana om."kata angga yang membuat papa heran karena memanggilnya om seperti sudah akrab saja.


"Benar tuan..perusahaan saya sedang dalam masalah jadi membutuhkan dana."kata papa.


"Tidak perlu memanggilku seperti itu panggil saja aku angga."kata angga dingin.


"apa dunia akan kiamat."batin leo untuk tuannya.


"baiklah nak angga."kata papa.


"Loh bukankah anda tuan yang waktu itu diresto."kata mama yang tiba-tiba datang membawa minuman.


"Halo tante senang bertemu anda kembali."kata angga yang langsung mencium tangan mama yuna.


"aku rasa dunia benar-benar akan kiamat."batin leo


"Ini lo pah yang mama ceritakan waktu itu lo yang yuna menumpahkan minuman kepada seseorang."kata mama membuat yuna kesal.


"Mama apa-apaan sih jangan ungkit itu ma kalau tidak mama tidak akan melihatku lagi."batin yuna.


"Benarkah..apakah yuna sudah minta maaf nak."kata papa bertanya pada angga.


"Dia bahkan sama sekali tidak minta maaf."kata angga yang melirik yuna yang hanya diam saja.


"Yuna kamu jangan begitu nak..ayo minta maaf sekarang."kata papa.

__ADS_1


"Tapi pa.."kata yuna yang langsung ditatap tajam oleh papanya.


"Bailah..yuna minta maaf ya tuan."kata yuna sambil tersenyum.


"aku ingin sekali melahap bibir manisnya itu."kata angga dalam hati.


"Aku tidak butuh maaf mu aku ingin kau malam ini tidur dirumahku mami ingin bertemu denganmu."kata angga berbohong sebenarnya ia yang ingin bertemu.


"Apakah kemarin yuna menginap dirumah nak angga."tanya papa. Yang hanya dianggukin angga.


"Tidak mau pah..yuna tidak mau."kata yuna membantah.


"Dengar om..aku akan memberikan dana sebesar yang kau mau."kata angga membuat papa tersenyum.


"Benarkah nak."tanya papa tidak percaya ia akan mendapatkan dana dari orang yang sangat penting dikota ini.


"Tuan bisa baca isi surat ini dan langsung menanda tangani karena tuan saya bisa saja berubah pikiran."kata leo.


Papa membaca perjanjian itu dan langsung setuju lalu tanpa berlama-lama ia menandatangani surat tersebut.


"Baiklah tuan sudah menandatangani perjanjiannya dan kami akan langsung mengirim dana keperusahaan anda."kata leo.


"Terimakasih ya nak angga saya tidak tau harus membalas kebaikan nak angga bagaimana."kata papa.


"Aku tidak mintak banyak,aku hanya perlu yuna tinggal bersamaku dirumah."kata angga yang membuat keluarga yuna terkejut.


"Maksud nak angga gimana..saya tidak ingin menjual anak saya,jika nak angga berbuat baik hanya untuk mengambil putri saya..saya mohon maaf tidak bisa."kata papa tegas.


"kau tidak perlu khawatir dia tinggal dirumahku hanya untuk memasak..aku suka dengan masakan anakmu."kata angga.


"tapi nak angga kalau begitu yuna tidak harus tinggal dengan nak angga yuna bisa kerumah nak angga untuk memasak."kata mama.


"Iya mama benar tuan..saya janji tidak akan terlambat kerumah tuan."kata yuna memohon.


"Nona anda tidak bisa membantah..bukankah anda memiliki hutang tanggung jawab pada tuan muda."kata leo.


"Kalian tidak usah khawatir aku tidak selera dengan anak kalian."kata angga.


"Benar juga kata nak angga,dia bisa mendapatkan gadis yang lebih dari putriku."batin papa.


"Apa..gak selera hey hey biar aku jelaskan sedikit ya,kemarin malam aku hampir saja kau tiduri dan sekarang kau tidak berselera benar-benar kurang ajar."batin yuna yang langsung menatap sinis angga


"Syukurlah nak angga kalau begitu saya jadi tenang sekarang,baiklah jika keputusan nak angga ingin membawa anak saya,tapi nak angga harus menjaga anak saya."kata papa.


"Tapi pa..yun gak mau tinggal sama tuan ini pa."kata yuna memohon.


"Sayang lakukan ini demi papa ya..hanya sampai perusahaan papa membaik dan kami yang akan menjemputmu untuk pulang."kata mama mengelus pipi yuna,mama sebenarnya tidak tega melihat yuna yang seperti barang penitipan.


"Iya nak papa mohon ini demi perusahaan papa masa depan kamu."kata papa memegang tangan yuna.


"Baiklah yuna akan ikut demi mama dan papa."kata yuna.


"Baiklah ayo nona..nyonya juga sudah menunggu anda."kata leo.


"Sebentar aku akan mengambil baju dan barang-barang ku."kata yuna yang ingin pergi kekamar tapi dihentikan sekertaris leo.


"Soal itu nona tidak usah khawatir semua yang nona butuhkan sudah ada dirumah tuan muda."kata leo yang hanya dianggukin yuna.


"Sayang kamu baik-baik disana ya mama janji akan selalu menelponmu."kata mama memeluk dan mencium kepala yuna.


"Ma kalau yuna pergi siapa yang bantuin mama dan mama kecapean."kata yuna yang masih memeluk mamanya.


"Tidak usah khawatir sayang kan ada mbak susi sama mas bagas yang selalu bantuin mama."kata mama melepas pelukannya.


"Sayang maafkan papa ya yang harus menyuruh kamu pergi."kata papa yang kini memeluk yuna.


"Tidak apa pa ini demi kehidupan kita lagian yuna disana juga tidak akan lama ko pasti papa bakalan cepat menyelesaikan semua ini."kata yuna memeluk papanya.

__ADS_1


"cih..kau pikir setelah kau datang kekehidupanku akan mudah untuk pergi kau salah besar gadis aku tidak akan pernah melepaskanmu."batin angga tersenyum smirk.


Diperjalanan tidak ada obrolan yuna yang risih karena angga berusaha mendekatinya akhirnya memilih melihat jalan dari jendela mobil.


"kadang aku ingin menjadi burung yang ingin bebas dari tuannya,tapi nasib ku malang mendapatkan tuan yang sangat egois,menakutkan dan juga jelek."kata yuna pelan yang masih bisa didengar angga.


"Kau bilang aku jelek.."kata angga yang memegang tangan yuna kuat.


"Tidak tuan kapan saya bilang begitu."kata yuna.


"Kau pikir aku tuli."kata angga lagi yang semangkin mencengkram tangan yuna kuat membuat yuna kesakitan.


"Suer tuan saya tidak ngomong apa-apa tanya saja sekretaris leo."kata yuna membawa nama leo.


"Nona kenapa anda membawa nama saya."batin leo.


"Banyak sekali alasanmu ya..leo kau masuk dulu."kata angga karena sudah sampai halaman rumah.


Leo langsung bergegas keluar dari mobil meninggalkan tuannya dan nona yuna.


Yuna menatap leo seakan minta pertolongan tapi leo bisa apa kalau tuannya sudah bertindak.


"Kenapa kau menatap kepergian leo."kata angga tidak suka jika yuna menatap lelaki lain.


"Tidak tuan..saya hanya melihat sekilas saja."kata yuna.


"Jangan pernah menatap atau melihat lelaki lain bahkan hanya sekilas."kata angga yang langsung mengangkat tubuh yuna kepangkuannya.


"Tapi tuan kenapa."tanya yuna yang heran lagian siapa dia yang harus mengatur yuna terserah yuna dong mau lihat siapa toh itu juga matanya.


"Berani sekali kau bertanya hal itu."kata angga dengan nada tinggi bahkan leo yang berada diluar mobil pun mendengar suara tuannya.


"Apa yang terjadi dimobil kenapa tuan sangat marah apa nona melakukan kesalahan dan tuan menghukumnya."tanya leo dalam hati.


"Baiklah tuan saya minta maaf."kata yuna yang sudah gemetar.


"minta maaf yang benar agar aku mengampuni mu."kata angga yang sedang mencium leher yuna.


"Tuan saya minta maaf saya janji tidak akan menatap laki-laki lain dihadapan anda."kata yuna yang menghindar dari ciuman angga.


"Dan saya juga cukup tahu diri karena saya pukan selera tuan."kata yuna tersenyum.


"merendah lah yuna demi kebaikanmu agar lolos dari sigila ini."batin yun.


"Bagus jika kau tahu diri."kata angga yang kembali mencium leher yuna tapi meninggalkan tanda.


"Iya tuan makanya saya tahu diri mohon izinkan saya turun agar saya tidak terlalu percaya diri di atas pangkuan anda."kata yuna tersenyum lagi.


Cupp...


Angga mengecup dan menggigit dalam leher yuna meninggalkan tanda merah yang begitu terang.


"Ahh..dia ini vampir atau apa suka sekali menggigit leherku."batin yuna.


"Bagus jika kau sadar lagian aku tidak suka dengan tubuhmu."kata angga yang menurunkan yuna lalu pergi kedalam rumah.


"hey..hey..mari kita luruskan ini dulu tuan gila kau bilang kau tidak suka dengan tubuhku tapi kau selalu menciuminya dasar sialan."kata yuna tapi tidak bisa didengar oleh angga hanya satpam yang mendengarnya.


"Ya ampun nona ini punya nyawa berapa ya hingga berani memaki tuan muda angga."kata satpan itu.


πŸ‘


πŸ‘


πŸ‘


jangan lupa like ya gays πŸ‘πŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2