
"tuan turunin ih."kata sasa berontak digendongan leo.
"Iya nona akan saya turunkan tapi nanti."jawab leo.
Leo membawa sasa kehadapan Yuna,semua melihat leo yang menggendong sasa tersenyum karena melihat wajah kesal sasa,kecuali angga ya dia jarang tersenyum.
"Ini nona."kata leo menurunkan sasa didepan yuna.
"Kena kau anak nakal."kata Yuna menghimpit kepala sasa diketeknya dan menggelesnya.
"Aduhh ampun kak sakit hiks."kata sasa mengadu.
"rasain kamu bocil makanya jangan menantang kakakmu yang cantik ini."kata yuna masik menggeles kepala Sasa.
"Yuna sudah nak kasian tu adik kamu kesakitan."kata mama.
"Mama hiks kak yun."kata sasa memeluk mama dan mengadu..Sasa kadang-kadang memanggil tante kadang mama ya,sebenarnya ia disuruh kedua orang tua yuna untuk memanggil mama dan papa sama seperti yuna memanggil orang tua sasa.
"Kasian baby ku."kata mama mengelus dan mencium kepala sasa.
"Huh dasar manja,pengadu,cingeng,bocil."kata yuna menunjuk sasa.
"Mama lihat itu hiks.."rengek sasa.
"Yuna sudah lah sayang jangan terus mengejeknya."kata mama tegas.
"Ihh mama kok marah sama Yuna..hiks papa coba lihat mama."kata yuna yang berlari memeluk papanya.
"Drama apa ini."batin angga dan leo.
"Ma kok kamu marahin putriku."kata papa membela Yuna.
"Ya karena dia mengejek putriku yang satunya."jawab mama ketus.
"Tapi kan tidak usah dimarahin ma."kata papa yang melepas pelukan Yuna dan berjalan mendekati mama.
"Kenapa papa gak terima mama marahi Yuna."jawab mama yang melepas pelukan sasa.
"Iya papa gak terima."kata papa.
"Yasudah malam ini tidak ada jatah."kata mama yang pergi kekamar.
"Sayang jangan dong papa hanya bercanda kok."kata papa yang mengejar mama.
Kedua suami istri itu pergi tanpa mengingat kedua tamu dan putrinya.
"Makan yok dek laper ni."kata Yuna.
"ah iya kak sasa jugak udah laper."kata sasa.
"Cus OTW."kata yuna yang menggandeng tangan sasa.
Angga dan leo melihat yuna dan sasa bergandengan membuat mereka heran bukankah tadi yuna dan sasa bertengkar sampai kedua orang tua yuna juga ikut bertengkar.
"Tuan bukankah tadi mereka bertengkar?tapi kok malam bergandengan tangan."tanya leo.
"Mana aku tau."jawab angga dingin.
"hmm ayo tuan kita kemeja makan."kata leo yang menggandeng tangan angga seperti Yuna dan sasa,dan hal itu membuat angga geram.
"Mau apa kau."tanya angga melihat tangannya dipegang.
"Bukankah tadi nona yuna dan nona sasa melakukan lah yang sama."kata leo.
"Leo kau mau aku pecat."kata angga dengan tatapan membunuh.
"ehehe canda tuan mari."kata leo nyengir dan langsung mempersilahkan angga jalan.
Didapur....
Yuna membuat makanan karena hari ini ia ingin memasak dan juga tadi sasa memintanya.
"kak yun kepala aku masih sakit hiks."kata sasa mengadu sok sedih.
"Yaampun kasiannya adikku..sini biar kakak lihat."kata yuna.
"ini..rasanya rambutku mau rontok hiks."rengek sasa.
Cup..
"sudahkan maaf ya sayang."kata yuna mencium kepala sasa.
"hehe udah sembuh kok..muah."kata sasa yang mencium pipi yuna.
"yasudah bantuan kakak menaruh makananya dimeja ya."kata yuna dan dapat anggukan sasa.
Yuna,sasa,leo dan juga angga sudah berkumpul dimeja tapi leo tidak ikut bergabung duduk.
"Tuan kenapa anda hanya berdiri duduklah."kata sasa.
"tidak terimakasih nona."kata leo sopan.
"sekertaris leo ayo ikut makan aku sudah masak banyak lagian mama dan papa pasti tidak ikut makan."kata yuna.
"kenapa kak."tanya sasa.
"kakak juga gak tau biasanya mama dan papakan kalau sudah bertengkar tidak keluar kamar sampai besok."kata yuna.
"ahh benar dan kasian mama kalau pagi kelihatannya capek trus badannya merah-merah gitu kak."kata sasa.
"Iya tapi papakan tidak pernah memukul mama kok bisa merah ya."kata yuna.
"itu namanya tanda kepemilikan."kata angga.
"kepemilikan..apa itu."tanya yuna.
"sesuatu yang enak."jawab angga.
"Benarkah..kalau begitu aku mau."kata yuna dan itu membuat leo terkejut.
"nona sangat polos."batin leo.
"kau yakin mau."tanya angga dan langsung dianggukin oleh Yuna.
"Baiklah nanti aku buatkan."kata angga tersenyum.
"Yeyy..baiklah sekarang ayo makan."kata yuna.
"hmm sasa juga mau tapi siapa yang akan memberikan sasa itu akukan tidak punya pacar."kata sasa dengan suara pelan.
"Saya yang akan memberikannya nona."kata leo berbisik.
"benarkah."tanya sasa senang dan dapat anggukan dari leo.
"yeyy..makasih tuan."kata sasa.
__ADS_1
"Kedua adik kakak ini benar-benar polos,dan sejak kapan aku mulai mesum seperti tuan angga...apa karena aku tadi memegang sesuatu yang empuk."batin leo dan wajahnya memerah.
"Sekertaris leo apa kau sakit wajahmu tiba-tiba merah."tanya yuna.
"jangan pernah khawatirkan laki-laki lain selain aku sayang."kata angga menangkup wajah yuna menghadapnya.
"Tuan apa kau sakit."tanya sasa khawatir dan menaruh tangannya dikening leo.
Leo memejamkan matanya menerima sentuhan sasa dan membuatnya panas dingin.
"Tidak nona."jawab leo.
"baiklah cepat habiskan makanan kalian."kata yuna dan semua langsung menurut.
Disela-sela makan yuna baru teringat bahwa sasa masih belum tau bahwa ia akan menikah.
"Sasa kakak mau ngomong sesuatu."kata yuna.
"hmm ngomong apa kak katakan saja."kata sasa
"dengarkan kakak baik-baik dan jangan berteriak."kata yuna.
"oke-oke."jawab sasa serius.
"Tiga hari lagi kakak akan menikah."kata yuna.
"oh menikah."kata sasa santay.
1
2
3
"APA MENIKAH.."teriak sasa.
"sasa udah kakak bilang jangan teriak."kata yuna.
"3 hari lagi kakak menikah dan baru mengatakan itu padaku."kata sasa marah.
"bukan begitu dek tapi kakak juga baru tau tadi pagi."kata yuna.
"Iss tega bener sih lo Yun sama gua masak baru lo kasih tau sekarang."jawab sasa..ya begitulah sasa kalau ia marah pada yuna manggilnya lo gue..
"Sasa kak gak bermaksud gitu dek."kata yuna memegang tangan sasa.
"Jadi apa ha,apa lo gak sayang sama gue makanya gue orang terakhir yang lo kasih tau."ketus sasa.
"enggak dek kakak sayang kok sama kamu suer."kata yuna membuat jari bentuk v.
"Yang dikatakan yuna benar aku baru melamarnya tadi."kata angga yang berbicara.
"jadi kak yun nikahnya sama kakak dingin ini."tanya sasa dan dapat anggukan yuna.
"Yasudah aku maafin selamat ya kakak ku sayang."kata sasa memeluk yuna.
"Huh iya dek..kakak kira kamu marah sama kakak."kata yuna sedih.
"tadinya aku marah..tapi kakak tau kan dari dulu tidak ada yang bisa marah terlalu lama dengan kakak."kata sasa.
"benar."kata angga spontan.
Skipp selesai makan....
"Sayang aku menginap dirumah ya."kata yuna.
"Ayolah sayang aku sangat rindu dengan kamarku."kata yuna memeluk lengan angga.
"huh Baiklah jika kau menginap maka aku juga."kata angga.
"Tidak usah sayang kau pulang saja."kata yuna.
"Kau mengusirku."kata angga dengan tatapan tajam.
"Hehe tidak sayang aku hanya bercanda.."kata yuna nyengir kuda.
"leo kau juga mengianap disi jika aku perlu apa-apa tidak repot."kata angga.
"Baiklah tuan."jawab leo.
"aku tetap tidur berdua denganmu dikamar kesayanganmu itu."kata angga.
"Tidak bisa dong kak sasa mau tidur dimana lagain sasa udah rindu tidur berdua dengan kak yun."kata sasa memotong.
"Iya sayang aku ingin tidur dengan sasa."kata yuna dengan wajah imut.
"tidak kau tetap denganku."jawab angga dingin.
"huhh nyebelin."kata yuna ngambek pergi kekamar dan disusul angga.
"iss apa-apaan sih kak angga padahal aku ingin tidur dengan kak yun,mana kamar tamu cuman tinggal satu lagi."kata sasa kesal.
"Tuan ayo."kata sasa menarik tangan leo.
"ehh..maksudnya apa ni apa kami sekamar."batin leo.
Dikamar....
"sayang sudah jangan ngambek lagi ya."kata angga yang tidur disebelah yuna dan memeluknya dari belakang karena yuna membelakanginnya.
"jangan peluk-peluk aku."kata sasa menepis tangan angga dipinggangnya.
Bukannya melepas tapi tangan angga sudah mulai aktif menyentuh benda favoritnya yang masih dibalut baju,,angga dapat merasakan bahwa yuna memang tidak memakai bra.
"Sayang jangan marah lagi ya."kata angga yang sedang memeras mainannya.
"mmm ahh..sudah hentikan."kata yuna yang membalik badanya tapi tidak berhadapan dengan angga ia malah terlentang.
"akukan tadi sudah bilang aku ingin tidur dengan sasa."kata yuna yang mencoba mencegah tangan angga yang semangkin aktif.
"aku tidak bisa tidur kalau tidak denganmu sayang."kata angga yang memeluk yuna.
"Dasar bayi."kata yuna yang membelai kepala angga ia sudah tidak marah lagi.
"Sayang bayi mu ini butuh susu."kata angga menatap yuna.
"Tidak aku lelah."kata sasa.
"Ayolah sayang aku sangat haus."kata angga merengek.
"yaampun gemes banget sih kamu."kata yuna mencubit pipi angga.
Cup...
Angga mencium dan menggigit leher mulus yuna dan meninggalkan tanda merah seperti yang yuna inginkan.
__ADS_1
"ahh sakit sayang kau seperti vampir saja."kata yuna.
"tapi nikmat kan."kata angga.
"nikmat apanya sakit iya..sini aku gigit kau biar tau rasanya."kata yuna.
Cup..
Yuna mencium dan menggigit leher angga hingga memerah yuna pikir angga akan kesakitan tapi fikirannya salah.
"ahh sayang sangat nikmat."kata angga membuat yuna berhenti.
"apa tidak sakit..tapi ini sudah merah."kata yuna mengelus leher angga yang bercap merah.
"tentu saja tidak sakit malam nikmat kalau mau sakit harus dikecup dan dihisap."kata angga berbohong.
Cupp..
Yuna langsung mengecup dan menghisap dalam leher angga hingga meninggalkan tanda merah yang keunguan.
"ahh sayang aku sudah tidak tahan."kata angga yang langsung menindih yuna.
"ehh..tuan apa tidak sakit."tanya yuna yang melihat ngeri tanda merah dileher angga.
Angga tidak menjawab dan langsung mencium bibi yuna dan **********,yuna hanya bisa pasrah dan menikmatinya.Perlahan bibir angga turun keleher yuna ia menjilat dan menghisapnya,Yuna hanya bisa mendesah saja ternyata apa yang dibilang angga benar bahwa ini sangat nikmat.
Perlahan angga membuka baju yuna hanya meninggalkan dalaman yuna saja tapi dibagian atas yuna sudah polos karena yuna tidak menggunakan bra.
Angga pun melepas seluruh pakainnya tanpa sehelai benang pun.mata angga berbinar melihat tubuh mulus Yuna dan langsung melahap bena favoritnya.
"hmm pelan-pelan sayang tidak akan ada yang merebutnya."kata yuna yang menekan kepala angga didadanya.yuna terbawa suasana permainan angga.
Tangan angga mengarahkan tangan yuna untuk memegang asetnya dan memainkannya.
Yuna yang awalnya aneh namun sekian menit menikmatinya dan bermain.
Tangan angga sudah masuk kedakam cd yuna dan memegang aset yuna.
"ahh saya..sayang ja jangan geli."kata yuna.
Angga tidak peduli dan malah membuka cd yuna dan terlihatlah pemandangan yang sangat indah.
"Sayang jangan dilihat aku malu."kata yuna menutup asetnya dengan tangan.
"jangan ditutup ini sangat indah."kata angga yang membuka kaki yuna.
Angga sudah tidak tahan dan langsung menciumi aset yuna bermain lidah disana.
"ahh sa sayang ahh aku ingin pipis."kata yuna.
"keluarkan saja sayang."jawab angga
Dan keluarlah angga dengan sigap menghisapnya hingga tidak tersisa lalu mengecup lama aset yuna dan berbaring disamping yuna yang sudah lemas.
"Tidurlah sayang."kata angga mencium seluruh wajah yuna dan menyelimuti tubuh mereka.
Angga masuk kedalam selimut dan menyusu,yuna sudah tertidur pulas,perlahan angga juga tertidur sambil menyusu.
Dikamar tamuu...
Leo menjadi tengang karena ia harus tidur dengan seorang wanita dalam satu ranjang.ia melirik sasa yang berbaring membelakanginya namun tubuhnya tidak bisa diam seperti gelisah.
"iss aku tidak bisa tidur kalau tidak memeluk guling dan melepas bra ku."kata sasa pelan namun masih bisa didengar leo.
"me..melepas bra."batin leo yang kini sudah memerah.
"Tuan apa kau sudah tidur."tanya sasa yang mengdapat leo.
Leo pura-pura tidur saat sasa mengdapnya..perlahan sasa mendekati leo yang memejamkan matanya.
"Enak sekali kau tuan sudah tidur..baiklah."kata sasa yang langsung melepas branya karena ia berfikir leo sudah tidur.
Leo mengintip kearah sasa ia tidak tau kalau sasa ternyata sedang melepas branya.
"padat,berisi dan indah sekali."batin leo.
"ahh legannya jadi bisa tidur deh."kata sasa yang kembali rebahan.
"Huh tapi tidak ada guling."kata sasa cemberut.
Hap..
Tiba-tiba tubuh sasa dipeluk oleh leo dan wajah leo dibenamkan kedada sasa.
"empuk sekali."batin leo.
"ehh tuan apa kau terbangun tapi kenapa."tanya sasa yang dipeluk leo.
"Sejak anda berbicara tadi nona."bohong leo.
"oh begitu."kata sasa yang memeluk leo seperti guling.
"yaampun aku dapat mersakan pucuknya."batin leo yang kini bibirnya berada dipucuk sasa yang lembut itu.
"nyaman sekali bahkan lebih dari guling tapi kok geli ya."batin sasa merasa aneh.
Leo sudah tidak tahan lagi ia juga lelaki normal perlahan ia gigit pucuk sasa yang masih terhalang kain baju.
"Ahh tuan kok digigit..geli dan sakit tau."kata sasa.
"maaf ya sini aku elus."kata leo tersenyum.
Leo mengelus sebenarnya tidak mengelus ia memijat pucuk sasa dan sesekali meremasnya.
"Ahh geli tuan sudah hentikan."kata sasa yang menepis tangan leo.
"Nona apakah anda mau tanda kepemilikan itu."tanya leo.
"Mau."jawab sasa polos dengan senangnya.
Cupp..
Leo mengecup leher sasa dan menghisapnya meninggalkan tanda merah.
"ahh apa yang kau lakukan tuan."kata sasa.
"Sekarang kau adalah milikku nona kecil."kata leo yang memeluk sasa membenamkan wajahnya didada sasa.
"ah sudahlah aku mengantuk..selamat malam tuan."kata sasa membalas pelukan leo dan langsung tertidur nyenyak.
"Malam nona kecil."kata leo dan ikut tidur juga.
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa dilike yagays😉hmm sebenarnya gak ada yang like sih👉👈bikin aku gak semangat buat eps baru😌tapi aku pengen buat hehe intinya jangan lupa dilike ya...dan semoga kita sehat semua😊💟💟💌💌💌