menikahi tuan dingin dan posesif

menikahi tuan dingin dan posesif
Berkunjung kekantor


__ADS_3

Dikantor..


"Ada apa."tanya angga pada leo.


"Tuan ada yang korupsi diperusahaan kita."kata leo.


"Berani sekalia dia,berapa jumlah uang yang ia korupsi."kata angga.


"1 miliar tuan."jawab leo.


"berani juga dia..bawa dia kehadapanku dan siapkan bukti tentang kelicikannya."kata angga.


Leo menyuruh bawahannya membawa bukti dan langsung menyeret paksa situkang korupsi.


"Besar juga nyalimu."kata angga dingin dengan tatapan membunuh.


"Tuan saya tidak korupsi tuan..saya bersumpah."katanya memohon.


"benarkah..leo."kata angga.


Leo memberikan berkas bukti korupsi yang selama ini dilakukan bawahannya tersebut.


"it..itu semua palsu tuan."kata nya gemetar.


"Cih..masih saja kau mengelak."kata angga yang mencengkram bahu bawahannya itu.


"Ampun tuan saya mohon maaf."katanya bersujud.


"Tuan jangan anda kotori tangan anda karena menyentuhnya."kata leo.


"patahkan tangannya leo."kata angga.


Leo langsung bergegas mematahkan tangan bawahannya yang meringis minta bantuan.


"Tuan ampun tuan."katanya.


"Ini belum seberapa bagaimana dengan ini."kata leo yang mematahkan kaki dan menginjaknya.


"Tuan..saya mohon ampun tuan saya terpaksa melakukan itu semua."katanya.


"Terpaksa kau bilang."kata leo.


"Istri saya sakit keras tuan harus dioprasi dan saya tidak punya uang."katanya memohon.


"Apa benar leo."tanya angga.


"Benar tuan..tapi uang itu tidak digunakannya untuk biaya sakit istrinya melainkan bersenang-senang dengan bergonta-ganti jalang dibar tuan."kata leo.


"Kurang ajar kau."kata angga yang menginjak kaki bawahannya itu.


"ampun tuan..maafkan saya tuan saya janji tidak melakukan ini lagi."


"kau.."kata angga terpotong karena pengawal mengatakan sesuatu.


"Maaf tua..diluar ada Nona Yuna."kata pengawal tersebut.


Ya Yuna entah mengapa merindukan Angga jadi ia membatalkan pergi dengan Bima dan datang keperusahaan Angga,ia juga berniat mencari sedikit informasi tentang mantan kekasih Angga.


"Benarkah..bawa dia masuk."kata angga senang,dan pengawal bergegas menghampiri Yuna.


"Silahkan masuk Nona."kata pengawal membukakan pintu.


Saat yuna masuk ia melihat seseorang sedang menangis kesakitan dihadapan Angga dan Leo.


"Kemarilah."kata angga yang duduk dan menepuk pahanya agar Yuna duduk dipangkuannya.Dan Yuna langsung menurut.


"Kenapa tiba-tiba datangnya kenapa tidak memberi tahu agar leo bisa menjemputmu."kata Angga lembut sambil membelai kepala Yuna.


Leo dan bawahannya terkejut melihat sikap angga yang begitu lembuat pada Yuna.


"Tiba-tiba aku merindukanmu tuan."kata Yuna polos.


"Benarkah."tanya angga senang dan dianggukin Yuna.


Cup..cup..cup..


Angga memberikan ciuman bertubi-tubi diwajah yuna,membuat semua orang semangkin tercengan.


"Tuan hentikanlah malu dilihat mereka."kata Yuna.


"Tuan kenapa tuan itu seperti menangis kesakitan..apa kalian menyiksanya."kata Yuna.


Angga memberi kode kepada leo agar membawa sikorupsi itu pergi agar yuna tidak melihat kekejaman yang ia lakukan.


"Tuan..jawab dulu ih aku sedang bertanya."kata Yuna yang memanyunkan bibirnya yang berada dipangkuan angga.

__ADS_1


Cup..


Angga mencium bibir yuna gemas,bagi Angga semua tingkah Yuna menggemaskan dimatanya.


"Sudahlah tuan aku ingin pulang,aku sudah muak melihat wajahmu."kata Yuna membuat angga kesal.


"Kau Beraninya muak denganku."kata angga marah membuat Yuna takut.


"Bu..bukan begitu tuan,aku kan sudah melihat wajahmu yang tampan ini jadi rinduku padamu sudah terbayarkan tuan."kata Yuna yang membelay pipi angga.


"Tapi aku masih merindukanmu."kata angga yang tanganya sudah tidak bisa dikendalikan.


"Tuan tolong tangannya jangan kemana-mana nanti ada yang melihat."kata Yuna kesal.


Angga mengekuarkan remot otomatis untuk mengunci pintu agar tidak ada yang masuk atau mengganggu mereka.


"Sudahkan..aku ingin minum susu."kata angga.


"Baiklah akan saya buatkan."kata Yuna yang ingin bergegas turun dari pangkuan angga.


"Bukan susu yang itu tapi yang ini."kata angga meremas gundukan Yuna.


"Jangan ya tua..kemarin kan sudah."kata Yuna.


"Baiklah pergi sana."kata angga pada Yuna dan itu membuat Yuna senang dan ingin turun.


"Sepertinya kau ingin melihat aku mencabut dana untuk papamu."kata angga membuat yuna terpatung.


"Baiklah tuan Kau bosnya..ini,Tapi jangan digigit ya."kata Yuna mengarahkan asetnya.


Angga langsung mengangguk senang dan melahap santapan yang menggoda itu seperti bayi yang tidak diberi asupan.


"Tuan pelan-pelan apa tadi kau tidak makan."kata Yuna yang menahan suaranya karena angga sangat agresif.


Yuna mengelus kepala angga yang menyusu seperti seorang ibu.


"Aku seperti mempunyai bayi besar tuan."kata Yuna kekeh yang tidak dihiraukan angga yang sibuh dengan aktifitasnya.


Angga menghisap,menjilat,dan sedikit menggigit gemas aset yuna.


"ahh..tuan jangan digigit."kata yuna.


"aku sudah tidak tahan sayang ingin sekalia aku menggigitnya dan melahap mu disini apa lagi dengan suara seksimu."kata angga yang kembali menyusu lagi.


"Entah kenapa aku sangat merindukanmu tadi tuan,dan aku tidak bisa menolak sentuhanmu,apa aku mulai menyukai mu tuan."batin Yuna.


Cup..cup..


Yuna mencium kedua pipi angga,ia benar-benar merasa sedang memiliki bayi yang menggemaskan.


Hampir 1 jam lamanya angga menyusu pada yuna,dan itu membuat yuna kesakitan.


"Tuan sudah ya,,putingku rasnya mau copot."kata yuna.


"Baiklah..tapi nanti malam kita lanjut lagi."kata angga menggigit gemas aset yuna itu.


"ahh..Tuan jangan digigit."kata Yuna kesal.


"jangan mendesah sayang aku dari tadi menahannya."kata angga yang membetulkan pakaian Yuna kembali.


"Yuna dengarkan aku..Kau jangan menemui laki-laki lain selain aku dan leo,dan jangan berbicara kepada laki-laki lain karena kau hanya milikku."kata angga menatap Yuna.


"Tapi kenapa tidak boleh..dan kenapa tuan bilang Yuna milik tuan."kata Yuna polos.


"Karena kau akan menjadi istriku sayang."kata angga yang memeluk Yuna.


"Tapi Yuna tidak mau."kata yuna polos.


"Aku tidak memberi pendapat aku hanya memberitahu kamu dan tidak peduli kau menolaknya kau akan tetap menjadi istriku."kata Angga tegas.


"Tapi Yuna tidak mau tuan,,Yuna mau berkencan dengan kekasih Yuna nanti."kata Yuna tanpa beban.


"Kau..Beraninya kau membicarakan laki-laki lain dari bibir indahmu itu."Kata angga marah dan mengankat tubuh Yuna ala koala dan masuk kedalam kamar diruangan khususnya.


"Tuan bagaimana Tadi Yuna jatuh kalau mau menggendong bilang tuan jangan buat orang terkejut,untung yuna tidak ada penyakit jantung."kata yuna kesal.


"Tapikan tidak jatuh sayang."kata angga yang membaringkan tubuh Yuna dan juga dirinya dan memeluk tubuh Yuna.


"Tuan awas ih..Yuna gak mau dipeluk."kata Yuna yang mendorong angga yang tidak bergerak sama sekali.


"Apa tuan selama ini makan batu..badan tuan Berat sekali."kata Yuna polos.


Cup..cup.


Angga mencium gemas Yuna padahal tadi ia sedang marah padanya namun Yuna benar-benar menggemaskan dan membuat angga luluh.

__ADS_1


"Tuan yuna boleh bertanya."kata Yuna yang membalas pelukan angga dan mendungakan kepalanya menatap angga.


"Tentu saja."jawab angga.


"Apa aku boleh menolak menjadi istrimu tuan."kata Yuna memasang wajah sangat imut.


"Cup..tidak,dan tidak akan pernah."kata angga mencium dan mengeratkan pelukan angga.


"Apakah aku boleh berkencan sebelum menjadi istrimu tuan."kata Yuna yang membuat angga memanas.


"Apa aku terlalu baik padamu ya sehingga kau sangat berani padaku."kata angga marah yang langsung menindih Yuna.


"Bu..bukan begitu tuan."kata Yuna memasang wajah seimut mungkin agar angga meluluh.


"Sudah kukatakan jangan pernah membicarakan laki-laki lain dihadapanku apa lagi dengan bibi indahmu ini."kata angga Marah dengan tatapan membunuhnya.


Yuna yang melihat tatapan angga sangat takut.


Cup..Yuna mencium bibir angga dan ******* bibir angga walau agak sedikit kaku.


Angga tersenyum melihat Yuna yang menciumnya tanpa paksaan dan membalas ******* Yuna.


Angga menggigit bibir bawah Yuna agar terbuka dan langsung memaikan lidahnya.


"Tu..tuan."kata Yuna memukul dada angga karena susah bernafas.


Angga melepaskan ciumannya dan mencium kening Yuna.


"Jangan pernah memancing kemarahanku lagi Yuna karena jika aku marah aku akan menjadi manusia yang sangat kejam."kata Angga yang menyatukan kening mereka.


"Baiklah tuan."kata Yuna yang mengalungkan tangannya dileher angga.


Tangan angga sudah kembali aktif meraba kesan kemari,dan saat ingin masuk kecelana Yuna dengan cepat yuna menghentikan tangan angga.


"Tuan ayo keluar aku ingin membeli sesuatu."kata Yuna.


"Baiklah tuan putri."kata angga yang langsung menggendong tubuh yuna.


Yunapun merasa senang dan langsung mengalungkan tangannya dileher angga.


Diluar ternyata leo sedang menunggu bersama beberapa pengawal.


"Leo kau urus kekacawan yang tadi."kata angga yang masih menggendong Yuna ala koala.


"Semua sudah beres tuan."kata leo.


"Bagus."kata angga yang melangkah menuju life dan keluar.


Yuna yang malu berada digendongan angga menyembunyikan wajahnya dileher angga.


"Nona yuna benar-benar sangat menggemaskan"batin leo.


"Sayang jangan malu ayo aku kenalkan kau sebentar kepada seluruh kariawan ku."kata angga.


"Tapi aku malu tuan."bisik Yuna.


"Sayang kau akan menjadi Nyonya dan menjadi istriku untuk apa malu dan perusahaan ini nantinya juga akan menjadi milikmu."kata angga.


"Baiklah turunkan aku dulu."kata Yuna dan angga langsung menurunkan Yuna.


"Kalian dengarkan baik-baik nona Yuna adalah calon istri dari Tuan angga,jadi siapa saja yang melarangnya datang kesini akan tau akibatnya."kata leo kepada semua kariawan.


"Hallo semuanya..semangat kerjanya ya agar perusahaan ini semangkin maju."kayuna tersenyum manis.


"Baik nyonya."kata semua kariawan.


"Nyonya Yuna sangat manis dan menggemaskan dan juga sangat ramah ya."kata kariawan.


"Ia pantas saja tuan angga sangat menyukainya,dan mereka benar-benar pasangan serasi."kata para kariawan.


Banyak kariawan pria tersenyum menatap Yuna dan itu membuat angga memanas dan langsung menggendong Yuna membawanya pergi.


"Tuan ihhh kalau Yuna jatuh gimana dan lagian malu tau diliat banyak orang."kata Yuna cemberut.


"Yaampun nyonya menggemaskan sekali ya."kata kariawan.


"ia dan tuan angga benar-benar posesif."kata kariawan lagi dan mereka kembali bekerja.


-


-


-


Jangan lupa like ya gays............

__ADS_1


__ADS_2