menikahi tuan dingin dan posesif

menikahi tuan dingin dan posesif
pulang


__ADS_3

Yuna dan mami ayu membuat sarapan didapur dan dibantu para pembantu,mami melihat kelihaian yuna memasak tanpa mau dibantu pun tersenyum membayangkan jika yuna nanti menjadi menantunya pasti akan sangat bahagia.


"Kamu pinter sekali masak ya yuna dan kekihatannya semua enak-enak."kata mami ayu


"iya mi yuna udah biasa membantu mama diresto bahkan kadang-kadang yuna yang masak untuk pelanggan ya walaupun masakan yuna tidak seenak mama."kata yuna.


"Oh jadi mama kamu punya resto ya,mami pengen deh makan disana dan sekalian minta ajarin masak dan mengobrol sesama besan."kata mami tersenyum yang membuat yuna gerogi.


"Boleh aja kok mi..nanti yuna kasih alamatnya ya,nanti kita belajar bareng disana."kata yuna.


"Yuna kenapa kau dan angga tidak langsung menikah saja."kata mami yang membuat yuna terkejut.


"uhuk..uhuk..uhuk.."tiba-tiba yuna terbatuk mendengar perkataan mami.


Mami langsung memberi minum kepada yuna dan mengelus punggung yuna agar berhenti batuk.


"Bagaimana yuna apa kamu mau jadi mantunya mami."tanya mami kembali.


Yuna hanya bisa tersenyum kikuk tidak berani menjawab dan itu membuat mami heran biasanya banyak wanita menginginkan menjadi menantunya tanpa ditanya mereka sudah mengantri tapi lain halnya yuna yang hanya tersenyum,mami berfikir yuna memang gadis yang berbeda ia gadis yang sangat baik,sopan,dan cantik luar dalam.


"Good morning mami kak yun."kata sasa tiba-tiba datang dan berteriak.


"Suttt..sasa jangan begitu suka sekali berteriak ini bukan rumah mama kau bisa mengganggu orang lain nanti."kata yuna yang protes pada sasa.


"Morning sayang..tidak apa-apa yun mami senang kok akhirnya rumah mami jadi rame karena kedatangan kalian."kata mami.


"Tuh kan kak mami aja gak marah malah seneng."kata sasa yang dapat lirikan tajam yuna.


"Ya tetap aja jangan begitu apa lagi dirumah orang kamu faham bocil."kata yuna yang mengacak rambut sasa.


"Mami coba lihat kak yun selalu mengatain sasa bocil sasakan udah gedek mi udah mau 19 tahun."kata sasa mengadu pada mami.


"Coba mami lihat sini."kata mami agar sasa mendekat dan memegang kedua pipi sasa.


"iya kok sasa udah gede ni pipinya saja sangat tembam kaya bakpau."kata mami kekeh.


"Apa mi bakpau..apa iya sasa gendutan jadi jelek dong ntar gak ada yang suka sama sasa."kata sasa dengan nada rengeknya.


"Hahah mami hanya bercanda sayang kamu cantik kok kaya kak yuna cuman kamu persi kecilnya."kata mami membuat yuna kekeh.


"itu sama saja mami mengatainku kecilkan."kata sasa merajuk.


"yasudah ayo sasa bantuin mami yuk dimeja makan biar kak yun menyelesaikan masakannya."kata mami yang dianggukin oleh sasa.


Angga turun dari kamarnya dan saat menuruni tangga angga mencium wangi harum masakan.


"Wangi banget mi siapa yang masak."kata angga pada mami.


"Yang masak kak yuna kak."jawab sasa.


"Kamu siapa."kata angga dingin karena dia tidak pernah melihat sasa.


"Saya sasa kak adik sepupunya kak yun."kata sasa pada angga yang hanya mengangguk lalu pergi kedapur.


"Anak mami ganteng banget ya tapi kelihatannya dingin banget."kata sasa.


"Dia memang seperti itu sa pada wanita kecuali orang tua."kata mami.


Angga sudah sampai dipintu dapur dan melihat yuna memasak,yuna kelihatan sangat seksi saat ini menggunakan baju kaos milik angga dan memgikat rambutnya asal menampakkan leher mulus tapi kini memilik tanda merah milik angga dan sedikit berkeringat menambah aura seksinya keluar.


Angga mendekat pada yuna dan langsung memeluk pinggang yuna dari belakang yang membuat yuna terkejut tiba-tiba ada tangan yang melingkar.

__ADS_1


"Kau sedang masak apa."kata angga yang memeluk yuna dan meletakkan dagunya di bahu yuna ia dapat mencium aroma tubuh yuna


"Tuan lepaskan saya malu dilihat mereka."kata yuna yang risih akan kedatangan angga yang langsung memeluknya disana juga ada para pembantu yang senyam-senyum melihat tuan mudanya begitu manja pada nona yuna.


"Biarkan saja mereka anggap tidak ada orang."kata angga.


"Kau enak mengatakannya karna ini rumahmu lah aku yang malu gila,coba lihat ini bahkan aku masak saja tidak bisa tenang gara-gara anak satu ini."batin yuna kesal.


"Tuan tolong lepaskan saya mohon..kalau tuan begini saya risih tidak bisa memasak."kata yuna.


"Apa jadi kau risih dekat-dekat denganku."kata angga dengan tatapan maut nya.


"Bukan begitu tuan."kaya yuan yang membalikan badan menghadap angga dan memeluk angga.


"lepaskan aku..bukankah kau risih dekat-dekat denganku."kata angga dingin.


"Bukan begitu maksud saya tuan dekat dengan anda adalah suatu kebahagian."kata yuna.


"Aku pasti sudah gila mengatakan hal itu."batin yuna


"Tapi untuk saat ini saya kan sedang memasak bagai mana kalau masakan saya gosong tuan."kata yuna lembut.


"aku pasti sudah benar-benar gila."batin yuna.


Cupp...


Angga mencium pipi yuna dan melepaskan pelukannya lalu pergi keruang makan.


"Huuh..dasar kau tuan gila sialan enak saja main cium-cium pipi orang dasar tidak waras,stres,gila,menyebalkannn."kata yuna pelan namun masih bisa didengar para pelayan.


Semua orang sudah berkumpul dimeja makan dan menikmati makanan yang yuna masak.


Tidak ada suara hanya sura sendok dan piring yang beradu bahkan sasa tidak berani bersuara melihat aura dingin angga.


"Ini lagi makan atau apasih semua pada diam lagi mogok bicara ya..tapi aku ingin bicara namun aku takut pada kak angga."batin sasa.


"Masakannya enak..tidak bukan enak tapi sangat enak sangat cocok dilidahku."batin angga yang menatap sekilas yuna sambil tersenyum lalu menikmati makannya lagi.


"Kali ini aku tidak salah gadis yuna adalah menantu idamanku aku hanya ingin dia yang jadi menantuku tidak yang lain."batin mami ayu.


Setelah selesai makan yuna dan sasa pamit pulang awalnya mami tidak mengizinkan mereka menaiki motor tapi yuna tidak mau dan akhirnya yuna pulang dengan sasa menaiki motor yuna sudah mengganti pakainnya dengan baju semalam agar ia lebih mudah menaiki motor.


Dijalan angga dan juga leo mengikuti yuna dari belakang tanpa sepengetahuan yuna.


Yuna berhenti ditempat abang-abang penjual cilok keliling yang terlihat masih muda mungkin 2 tahun diatas yuna.


"Bang ciloknya 2 ya yang banyak kacangnya."kata yuna tersenyum.


"Iya mbak."jawab abang cilok itu yang tak kalah tersenyum melihat yuna yang begitu cantik.


"Kenapa pria itu tersenyum pada yuna apa mereka sedang kencan."kata angga.


"tuan pria itu hanya tersenyum ramah pada nona karena nona telah membeli ciloknya."kata leo.


"berhenti berkata aneh tuan kau akan malu nantinya."batin leo.


"Apakah dia sengaja berlama-lama melayani yuna agar bisa melihatnya."kata angga yang kini memukul bangku mobil yang diduduki leo.


"Tidak tuan..sebelum nona datang sudah ada yang lebih dulu memesan jadi nona harus menunggu sebentar."kata leo menjelaskan.


"berhenti bersikap bodoh tuan anda akan benar-benar sangat malu nantinya."batin leo lagi.

__ADS_1


"persetan dengan pedagang itu..kau tabrak saja dia leo."perintah angga yang membuat leo terpaku.


"Tidak bisa tuan disana ada nona ia akan terluka."kata leo dan membuat angga diam sejenak.


Yuna kembali lagi menghidupakan motornya dan langsung pulang kerumah.


"Kenapa kau mengikuti dia leo kau pikir aku tidak banyak pekerjaan dikantor."kata angga pada leo.


"Maaf tuan saya hanya ingin memastikan nona pulang dengan selamat."kata leo.


"Orang jatuh cinta memanglah sangat bodoh..tuan tadi yang jelas-jelas ingin mengikuti nona tapi dia malah gengsi mengakuinnya dan aku yang dipojokkan..nona anda benar-benar membuat tuan angga bersikap bodoh.


Leo kembali menghidupkan mobilnya dan menuju kantor karena 20 menit lagi ada rapat.


Yuna mengganti pakainnya dan langsung meninggalkan sasa,ia harus membantu mama direstoran.


"Yuna kamu sudah datang nak."kata mama terlihat khawatir padaku.


"iya ma..mama tenang saja yuna semalam ditempat orang yang sangat baik kok."kata yuna tersenyum.


"Yasudah sayang kamu tolong bantu susi ya memotong sayuran mama mau masak dulu."kata mama.


"Siip mah."yuna memotong sayuran sambil melamun memikirkan kejadian tadi malam yang sangat memalukan.


Mbak susi yang melihat yuna melamun sambil memotong sayuran langsung menegur yuna.


"Yun..kamu mau motong sayur apa mau motong jari tangan."kata mbak susi menyadarkan yuna.


"Ehh..hampir aja mbak maaf ya yuna melamun hehe."kata yuna sambil nyengir kuda.


"Lagi ngelamunin apa sih..pacaranya ya."kata susi.


"Ihh apaan sih mbak mana ada aku pacar jangan ngaur deh mbak."kata yuna.


"Masa kamu ga ada pacar yun kamu kan cantik mbak aja pas SMA udah punya mantan 5."kata mbak susi tersenyum.


"busett mbak banyak amat udah kaya nama hotel aja bintang lima."kata yuna kekeh.


"Yun asal kamu tau aja mbak itu kembang kampung tau gadis yang paling cantik dikampung."kata susi.


"Kembang apa mbak..kembang kantil ya haha."kata yuna kekeh.


"Iss yun mbak serius tau dulu mbak cewek yang paling ayu lo dikampung."kata susi.


"Pasti dikampung mbak cuman mbak yang cewek lainnya pada laki-laki semua makanya mbak yang paling cantik."kata yuna semangkin tertawa.


"Ahh udalah kamu mah gak ada percaya-percayanya sama mbak."kata mbak susi pergi.


"Haha iya aku percaya mbak kalau mbak itu kembang nya satu kampung."kata yuna.


"Siapa yang kembang kampung neng."kata mas bagas.


"Itu mas mbak susi katanya dia kembang sekampunya dulu.


"Kembang kampung apaan neng..kembang tahi ayam iya mungkin."kata mas bagas tertawa.


"Hahah mas bagas jahat amat sih sama mbak susi ntah suka lo."kata yuna.


"Ihh ogah neng punya pacar yang pedenya selangit kaya si susi itu."kata bagas.


"Mas jangan gitu ntar bucin baru tau."kata yuna lagi.

__ADS_1


...Terimakasih udah baca jangan lupa tinggal kan like jempolnya ya gays πŸ‘πŸ‘πŸ’ž...


__ADS_2