menikahi tuan dingin dan posesif

menikahi tuan dingin dan posesif
Tiga hari lagi


__ADS_3

Saat angga mau menaiki tangga menuju kamar tiba-tiba ia berhenti mendengar suara seseorang.


EHEEEM..


Suara deheman mami menghentikan angga.


"mau ngapain kamu angga."tanya mami.


"mami ganggu aja dah tau aku udah tengang ni."batin angga.


"Ehh mami anu Yuna sedang ingin digendong tuan angga."kata yuna berbohong.


Angga menatap yuna tajam karena masih memanggilnya dengan sebutan tuan.


"apasih tuan angga ini masak ia aku harus memanggilnya sayang didepan mami."batin yuna.


"oh mami kira kamu kenapa-kenapa sayang ya sudah tidur gih dah malem."kata mami.


"ini juga mau tidur tapi mami yang menghalangi."jawab angga.


"huss kamu tidak boleh begitu."kata yuna mencubit dada angga.


"iya mi selamat malam."kata yuna.


"malam sayang."kata mami yang pergi kekamar.


Angga merebahkan tubuh yuna dikasur dan menindih yuna tapi tidak menindih sepenuhnya ia bertumpuan pada tangan dan lututnya agar yuna tidak keberatan.


"sayang aku sudah bagun dan ini ulahmu jadi betanggung jawablah."kata angga mencium kening yuna.


"bertanggung jawab bagaimana aku saja tidak melihat sesuatu dari tubuhmu yang bagun."kata yuna polos.


"Iniku sudah bagun."kata angga mengarahkan tangan yuna menyentuh sesuatu dibalik celana angga.


"ehh apa itu kok tegak."kata yuna menarik tangannya saat sudah merasakan sesuatu yang tegak dibalik sana.


Angga sudah tidak tahan lagi apa lagi tadi yuna sudah menyentuh pedangnya menambah gairah angga semangkin memuncak.


Angga langsung melepas pakainya tanpa tertinggal satupun ditubuhnya.


"aaaa apa yang kau lakukan kenapa buka baju sih ayo pakai lagi."kata yuna menutup wajahnya dengan tangan.


"jangan ditutup sayang lihat saja dan pegang lah."kata angga mengarakan tangan yuna.


Yuna seperti memegang sesuatu seperti terong mungkin tapi teksturnya agak aneh tapi yuna masih belum membuka matanya.


"aumm sayang aku ingin kau bermain."bisik angga dan mencium bibir yuna.


Kini yuna membuka matanya saat angga menciumnya dan melepaskan ciuman angga tiba-tiba matanya melirik sesuatu yang tergantung yang ada ditubuh angga.


"Aaaaa mataku tidak suci lagi."kata yuna kembali menutup matanya saat melihat junior angga.


Yuna masih syok dengan apa yang ia lihat ternyata punya angga besar sekali pikirnya.Bahkan yuna tidak sadar kalau angga sudah melepas semua atasan yuna hingga bagian atas yuna sudah polos.


Ahhh


Desahan yuna keluar saat angga menyusu pada yuna.


"emm say sayang jangan digigit ya."kata yuna yang dapat anggukan dari angga.


Angga mengarahkan tangan yuna untuk membelai keris saktinya Yuna hanya pasrah saja ia seperti memegang skuishi tapi keras.


Yuna dan Angga hanya melakukan itu saja ya sampai keduannya tertidur pulas jadi angga belum membobol yuna.


Skip pagi....


Perlahan yuna membuka matanya dan melihat angga masih menyusu seperti bayi.


Yuna mencabut asetnya membuat angga bangun.


"kenapa dicabut aku masih mau ini."kata angga yang kembali melahap gundukan yuna.


"semalaman kau menghisapnya apa belum puas."kata yuna yang hanya dapat gelengan angga.


"tapi rasanya kebas dari tadi malam kau hanya menghisap yang kiri."kata yuna mencabut.


"Tapi aku mauu."kata angga memberi wajah imut.


"wajah apa itu membuat aku gemas dan tidak tega saja."kata yuna mencubit pipi angga.


"aku mau ini."kata angga menunjuk bukit kembar.


"baiklah tapi yang kanan ya."kata yuna mengarakan dan langsung dilahap angga.


"Dasar big baby."kata yuna kekeh.


20 menit yuna menunggu angga melakukan aksinya tapi sepertinya angga tidak pernah puas malah semangkin ganas.


"sudah ya ini sangat kebas dan rasanya seperti mau putus."kata yuna.


"baiklah."jawab angga dan menghentikan aksinya.


"hahh kok jadi gini sih coba lihat kaya bengkak gitu iss pantesan perih."kata yuna kesal.

__ADS_1


"hehe maaf ya sayang sini aku tiup biar gak perih."kata angga langsung meniup sikembar.


"ihh geli udah ah mau mandi."kata yuna yang langsung berlari kekamar mandi.


"dia itu imut banget sih jadi pengen nikahi cepat-cepat udah gak sabar nih keris sakti pengen bobol yuna."kata angga.


Setelah yuna mandi anggapun bergegas mandi dan mereka berdua turun untuk sarapan.


"pagi mami."sapa yuna.


"pagi juga sayang ayo sarapan keburu dingin lo kalian kelamaan turunnya."kata mami.


"angga minum susu dulu mi."jawab angga santay.


"apaan nih situan angga buat orang malu aja mana mukanya santay banget lagi aduhh semoga mami gak mikir apa-apa ya gimana nih."batin yuna.


"angga kamu tuh yaa cepetan nikahi yuna biar mami tenang."kata mami kesal.


"iya mami tenang aja tiga hari lagi kita akan menikah."kata angga tanpa dosa.


"APAA..tiga hari gak mungkin."kata yuna terkejut.


"kenapa sayang itu malah bagus lo lebih cepat lebih baik."kata mami.


"Tapi mi..


"Tidak ada tapi-tapi sayang mami senang deh karena kamu yang jadi menantu mami."kata mami menggenggam tangan yuna.


"makasih ya sayang."kata mami lagi dan langsung memeluk yuna.


"Duhh kok jadi ginisih niat mau kabur eh malah kejebur huuh apa aku iklasin aja ya dan mulai fokus pada tuan angga."batin yuna.


Angga mengantar yuna kekampus didalam mobil yuna hanya melamun bahkan saat angga mencium dan memeluk yuna ia hanya diam biasanya juga memberontak.


"Sayang kau sedang melamunkan apa hem."kata angga membelai rambut yuna.


"ehh tidak ada tua eh sayang aku tidak melamun."kata yuna tersenyum.


"aku turun ya kamu hati-hati."kata yuna mencium pipi angga ntah lah yuna sekarang berfikir ia akan membuka hati untuk angga mungkin ini sudah takdir toh ia juga sudah nyaman akan kehadiran angga.


"Sayang nanti pulang aku jemput ya dan kita akan kerumah kamu."kata angga.


"Benarkah."tanya yuna senang dan dapat anggukan angga.


Cup..cup..cup..


Sangkin senangnya yuna ia mencium angga berkali-kali dan langsung kabur keluar menuju kampus karena malu.


Jangan tanya angga ia sudah seperti patung dengan pipi yang merah merona karena ciuman yuna yang ia lakukan tanpa paksaan dan itu adalah momen langka.


Kembali keyuna...


"huuh aaa aku pasti sudah gila menciumnya sebanyak itu."kata yuna senyum-senyum seperti kesambet.


"Yun lu gak papakan lu sakit yun kok pipi lu merah."kata santi.


"gue sehat kok."jawab yuna.


"trus kenapa ni pipi kok merah."tanya santi.


"gak tau jugak sih apa iya merah."tanya yuna.


"hemm gue tau ni lu lagi bucin kan hayo ngaku."kata sinta.


"bucin pala lu gue cuman senang aja tadi."jawab yuna.


"emang lu senang karena apaan."kata sinta.


"KEPO wkwkwk."kata yuna.


"Garing anjim."jawab sinta kesal.


"lagi ngomongin apaan sih kayaknya seru."kata bima tiba-tiba datang.


"Noh doi lu kepo amat jadi mahkluk hidup udah kek wartawan aja."kata yuna menunjuk santi.


"iss yunaa."kata santi malu saat menyebut dirinya doi bima.


"sembarangan yun emang santi kepoin apaan."tanya bima.


"Hahaha kayaknya kalian emang jodoh nih sama-sama manusia kepo se entertaimen."kata yuna kekeh.


"Ihh yuna apaan sih ngomongnya."kata santi ngebluss.


"ciee merah ni ye kek tomat bonyok wkwk."kata yuna.


"Yuna kau...kata santi terhenti karena dosen putra sudah masuk.


Saat dosen putra menjelaskan yuna mulai bosan karena ia melihat pak putra mencuri pandang ke Yuna.


"San gue mau ngomong tapi lu jangan teriak ya."kata yuna berbisik pada santi.


"oke oke apaan."kata santi yang asik fokus memandang wajah dosen putra.

__ADS_1


"gue bakalan nikah 3 hari lagi."kata yuna.


Oh...jawab santi masih belum sadar 1...2..3...


"APA MENIKAHH."teriak santi membuat semuanya menatap kearah mereka.


"suttt sudah aku bilang jangan teriak iss."kata yuna memukul lengan santi.


"Santi ada apa kenapa teriak."tanya pak putra.


"maaf pak saya dan yuna permisi ketoilet ya pak."kata santi.


"baiklah dan cepat kembali."kata pak putra menatap yuna yang acuh.


Ditoilet....


"hiks..huaa hiks.. Tega amat lu ya sama gue kagak ngasih tau kalau lu udah punya calon suami."kata santi sedih.


"bukan gitu san gue jugak baru tau tadi pagi suer deh."kata yuna.


"jelaskan cepat dari awal sampai akhir."kata santi.


Yuna menceritakan dari A sampai Z tapi ia tidak memberi tahu tentang ia bermesraan pada angga.


"Wah berarti itu jodoh dan kayaknya tuan angga cinta banget sama lo."kata santi menyimpulkan.


"Masaksih kok gue gak ngerasa ya."kata yuna.


"lu ogeb banget sih jadi manusia masalah cinta aja kagak peka."kata santi.


"yee selow dong yet sewot amat."kata yuna.


"Gue mau nanya tapi lo jawab jujur."kata santi.


"Apaan."kata yuna.


"lu udah ngelakuin hubungan suami istri sama kak angga."tanya santi.


"Pala lu botak."kata yuna menoyor kepala santi.


"sakit ogeb guekan nanyak bambang."kata Santi.


"ya kagak lah tuan angga itu orang nya gak semesum itu cuman setengah mesum."kata yuna jujur.


"Setengah maksudnya gimana sih."kata santi.


"Hmm lo jangan teriak ya kalau gue kasih tau."kata yuna.


"Oke oke gue janji."kata santi membekam mulutnya sendiri agar tidak teriak.


"tuan angga pernah nyusu sama gue."jawab yuna enteng tapi tidak dengan santi.


"eeemmm."teriak santi didalam dekapannya yang tidak terlalu kuat terdengar.


"huh untung lu tutup tu mulut."kata yuna.


"Gila bener lu yun gue kira lu polos minta mampos tapi nyatanya kau jauh dari kata itu."kata santi.


"Gak gitu jugak konsepnya ogep gue emang polos tapi gak polos-polos amat.


"udah brapa kali dia nyusu sama lu."tanya santi.


"hmm satu kali."kata yuna.


"jangan boong lu itu dada lu udh gede anjim mana mungkin cuman sekali doang."kata santi.


"iya"tiga kali kalo gak salah."jawab yuna.


"hmm gimana rasanya enak gak."tanya santi.


"hmm ntahlah kadang geli,sakit,kebas,kadang nyaman jugak sih tapi lebih ke kebas kaya mau putus rasanya."jawab yuna.


"wahh dadalu udah kagak pw lagi."kata santi.


"Tapi gue gak cinta sama dia san."kata yuna.


"lu bukan gak cinta cuman belum nyadar aja kalau lu cinta yun."kata santi.


"apa iya san."tanya yuna.


"pasti lu ada ngerasa berbeda dekat sama dia kan."tanya santi.


"hmm kayaknya jantung gue deh kaya ngedangdut gitu pas dekat sama dia."kata yuna.


"itu namanya cinta ogeb."kata santi nepok jidat.


"Auh ah pusing gue."kata yuna yang pergi meninggalkan santi menuju lokal.


"hehh kamprett tunguin gue."kata santi mengejar yuna.


-


-

__ADS_1


-


jangan lupa like ya gays.............


__ADS_2